Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Tampilkan postingan dengan label kuliner khas lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner khas lampung. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 September 2015

NIKMATI MASAKAN KHAS LAMPUNG DI CIK WO RESTO.


Ragam masakan khas Lampung di Cik Wo Resto


Tersedianya ragam kuliner di provinsi Lampung adalah salah satu kemudahan yang dapat menunjang kenyamanan wisatawan berkunjung ke Lampung. Meski beragam jenis kuliner baik citarasa nusantara hingga ala negara adidaya ada di Lampung, tapi pengunjung masih dapat menikmati kelezatan rasa kuliner asli khas provinsi Lampung secara utuh.

 Cik Wo Resto adalah rumah makan yang menyediakan beragam menu khas Lampung. Terletak di jalan Skala Bekhak atau jalan Nusa Indah - Pahoman - Bandar Lampung. Cik Wo Resto tak hanya menyajikan hidangan pindang saja tapi aneka hidangan khas Lampung yang menjadi warisan budaya dan bagian dari kehidupan masyarakat Lampung sejak dahulu.

Pepes Patin khas Lampug


Adalah Ibu Isna Adianti   yang berinisiasi mewujudkan impiannya membuka rumah makan yang menyajikan beragam hidangan khas masyarakat Lampung setelah berkali-kali kebingungan ketika ditanya rekan kerjanya dari luar kota tentang makanan khas Lampung. Selain memang berdarah Lampung, ibu Isna berkeinginan agar makanan khas Lampung lebih dikenal dilingkungan masyarakat Lampung. "Resto masakan Padang ada di mana mana, mengapa rumah makan yang khusus menyajikan masakan Lampung jarang di provinsi Lampung?" ungkap ibu Isna yang tergerak terjun ke bisnis kuliner meski ibu tiga anak itu merupakan pekerja di perusahaan asing.

Sop Iwa Tuhuk / Sop Ikan Blue Marlin

Sate iwa Tuhukn / Sate Ikan Blue Marlin


Cik Wo Resto sendiri memang mewakili suku Lampung. Pemakaian nama Cik Wo pada nama Rumah Makan merupakan panggilan dari Ibu Isna dalam keluarga besarnya. Suasana khas Lampung  mulai terasa dari hiasan depan rumah makan yang memajang ornamen kapal jukung yang khas Lampung, logo rumah makan berhias siger hingga pilihan menu yang semuanya bernuansa Lampung. "terkadang kangen dengan masakan khas asli Lampung, dan gak mungkin harus pulang ke kampung halaman kan?." ungkap ibu Isna yang terinspirasi dengan ragam hidangan lezat yang merupakan warisan nenek moyang masyarakat Lampung kala masa kecilnya di Liwa dan Krui - Lampung Barat kala itu.

Pindang Kepala Simba dengan citarasa lezat dan gurih khas Lampung.




Sambal Terasi, Tempoyak dan Terong Bakar.

Khalipu Sambol / sambel kerang sungai


Di Cik Wo Resto pengunjung bisa menemui ragam hidangan khas Lampung di antaranya Gulai Taboh Iwa Tapa Semalam (Gulai Taboh Ikan Mujair yang di asap semalaman), lalu ada Sate dan Sop Iwa Tuhuk (ikan Blue Merlin), ada pula hidangan bercitarasa unik khas Lampung seperti Tumis Rebung, Pandap, pepes ikan baung dan belida, aneka sambal khas Lampung hingga khalipu sambol. Selain itu jangan lupa untuk mencoba menu pencuci mulut kue tart khas Lampung Barat dan minuman Serbat Kuweni dengan rasa sensasional yang menyegarkan. 

Pandap - sejenis Botok  khas Lampung

Serbat Kuweni - minuman khas masyarakat Lampung


"Selain racikan bumbu dan pengolahan di tangan juru masak yang handal, hidangan khas Lampung itu bergantung pada kualitas bahan baku." jelas Ibu Isna  yang memang selalu mengutamakan kualitas bahan baku dari hidangan yang tersaji pada pengunjung. Itulah sebabnya beberapa bahan baku yang memang menjadi khas dalam sajian masih didatangkan langsung dari Krui - Pesisir Barat. "Untuk Ikan Tuhuk/Blue Merlin atau Black Merlin - misalnya, saya masih tetap di suplai dari Krui yang di kirim melalui travel langsung dari Krui setiap harinya". Ungkap Ibu Isna. Masalah harga, hidangan khas Lampung di Cik Wo Resto terbilang cukup terjangkau. Untuk citarasa istimewa khas Lampung dan bahan baku yang berkualitas, Cik Wo Resto mematok harga Rp. 17.500 untuk seporsi Sate Iwa Tuhuk. Hingga paket seruit dengan harga Rp. 30.000. Seluruh harga yang tertera di buku menu sudah termasuk seporsi nasi.
Keragaman menu khas Lampung pula lah yang membuat Cik Wo Resto senantiasa ramai kunjungan. Baik kala santap siang, santap malam ataupun kala moment santai sore kudapan khas Lampung yang tersedia di Cik Wo Resto. "Saya berharap masakan khas Lampung memiliki gaung di provinsi Lampung" imbuh Ibu Isna yang beberapa pekan lalu meraih juara 1 dan juara Favorite dalam Lomba cipta menu masakan olahan ikan khas Lampung tersebut. 

Aneka masakan lezat dan khas Lampung

Selasa, 29 September 2015

GULAI TABOH ; WARISAN LEZAT BUDAYA LAMPUNG.




 
lezatnya gulai taboh iwa tapa semalam khas Lampung

 Tak banyak yang tahu jika Lampung memiliki banyak menu makanan yang merupakan bagian dari warisan nenek moyang suku Lampung sejak dulu. Salah satunya adalah gulai Taboh. Sejak dulu, masyarakat lampung adalah masyarakat yang gemar menkonsumsi ikan. baik masyarakat Lampung Pepadun maupun Lampung Saibatin. Ikan yang disantappun beragam, mulai dari ikan sungai atau ikan air tawar hingga ikan laut.


Adalah Gulai Taboh, salah satu sayur pendamping yang masuk pada sajian menu utama dalam budaya santap masyarakat Lampung yang berbahan dasar menggunakan ikan.
Bagi masyarakat di luar Lampung, gulai taboh tak ubahnya seperti hidangan gulai Lodeh. Sebuah sajian sayur menggunakan santan. Tetapi yang membedakan dari Gulai Taboh khas Lampung adalah bahan baku pilihan dan bumbu yang begitu khas.
Sebagai bagian dari tradisi, Gulai Taboh di Lampung terbagi menjadi dua, pertama Gulai Taboh yang menggunakan bahan Ikan Laut dengan sayuran daun tangkil, kacang panjang dan rebung. Kedua adalah gulai taboh yang menggunakan ikan sungai dengan campuran Tuba (keluwek) dalam proses  memasaknya.
 
 dalam bahasa Lampung : Tuba (dalam bahasa nasional Keluwek)



Yang saya bahas kali ini adalah Gulai Taboh Iwa Tapa Semalam.


Sesuai namanya, Gulai Taboh Iwa Tapa Semalam menggunakan ikan sungai – Ikan Mujair yang telah melalui proses asap dalam semalam. Jadi ikan yang nantinya di santap akan terasa lembut setelah melalui proses pengasapan semalam penuh. Tahap selanjutnya adalah rangkaian bumbu yang terdiri dari jahe, sereh, lengkuas, cabai rawit, garam, kunyit dan bawang merah tanpa bawang putih, karena masyarakat Lampung tidak terlampau menyukai penggunaan bawang putih dalam proses masak memasak.

IkanMujair yang telah melalui proses pengasapan dalam semalam.
Setelah seluruh bumbu digiling halus sampailah pada tahap memasak. Pada proses ini, gulai taboh khas Lampung sama sekli tidak menggunakan minyak makan dalam proses masak. Santan yang telah mendidih diberi racikan bumbu yang telah di giling sempurna lalu sertakan beberapa buah Tuba (keluwek) dan ikan mujair yang telah di proses asap dalam semalam. Aduk hingga mendidih dan kemudian masukkan santan kental sebagai bagian akhir sebelum di hidangkan. 

Soal cita rasa, tidaklah mengecewakan. Sensasi gurihnya santan berpadu racikan bumbu pilihan bersanding lengkap dengan lembut dan renyahnya ikan mujair yang telah diasapkan dalam semalaman. Tak hanya itu, sensasi lidah akan mendecap nikmat kala tergigit Tuba (Keluwek) diantara genangan santan.

Kini, Gulai Taboh masih dapat ditemui kala ada gelaran acara adat istiadat masyarakat Lampung atau pada tradisi makan bersama yang merupakan ciri khas kekeluargaan masyarakat Lampung. Tapi bagi kamu yang ingin mencoba gulai taboh istimewa khas Lampung bisa datang ke Rumah Makan Cik Wo yang beralamat di jalan Nusa Indah – Pahoman – Bandar Lampung.

Gulai Taboh.

Scroll To Top