Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Senin, 02 Februari 2015

TUGAS, TANGGUNGJAWAB DAN TANTANGAN DUTA WISATA



Jajaran Duta Wisata Daerah - capture photo  from Grand Finale Cak Ning Surabaya 2011.



Sejatinya, Duta Wisata adalah sosok yang diharapkan dapat menjadi bagian terdepan di sebuah wilayah dalam menggali, memperkenalkan hingga kemudian menjadi bagian dari denyut kehidupan seni, budaya dan pariwisata daerah – di kutip dari Dirjen Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Duta Wisata, baik di daerah maupun di pusat, didapat melalui sebuah rangkaian pemilihan yang menghabiskan biaya tak sedikit. Dengan standard penilaian yang juga tidak rendah. Di kemas dalam bentuk gelaran yang megah dan tentu mengandung ekspektasi serta filosofi daerah sehingga para pemenang diharapkan dapat benar benar memahami dan menjalankan segala keagungan budaya luhur daerah dimana mereka berasal.

Itu sejatinya.

Kenyataannya ?, tak jauh berbeda.

Sebagian tentu saja sesuai dengan yang diharapkan, meski sebagian lainnya masih di pertanyakan dedikasinya.

Sungguh sebuah langkah mudah bagi sosok Duta Wisata dalam memperkenalkan keunggulan daerahnya pada khalayak ramai. Selain tampilan fisik mereka yang tentu ‘menjual’ dan lebih memiliki daya tarik diatas rata rata fisik usia sebaya mereka. Kini, melakukan promosi tak melulu harus dengan media massa berupa media cetak atau elektronik saja. Media Sosial-  kekuatan dunia maya dapat di kerahkan untuk membangun image terbaik dari daerah dimana Duta Wisata bertugas. Duta Wisata di daerah tentu memiliki tanggungjawab dalam memberikan wacana terbaik daerahnya kepada semua pihak diluar daerah.


Sebagian Duta Wisata menjalankan fungsinya, meski masih ada bagian Duta Wisata yang hanya sekedar jadi Duta Wisata tanpa pernah peduli dengan gelar yang disandang. Lihat saja isi akun media sosial yang mereka punya, tak semua Duta Wisata Daerah bangga mem-pamerkan keindahan seni, budaya dan potensi wisata daerah mereka. Sebagain bangga dengan kunjungan luar negeri yang mereka jajaki, sebagian lagi memenuhi akun media sosialnya ( Instagram, Twitter, Facebook, dan brand sosmed lainnya) dengan wajah wajah tampan/cantik yang dikemas dalam ragam ekspresi photo selfie.! Atau photo photo aktivitas hedonist, party to party.  Miris.  Tak ada yang salah dengan foto personal,  karena itu hak personal selaku pemilik akun, tetapi tentu porsinya jangan mengalahkan foto foto objek wisata daerah dimana mereka berasal. Karena sudah jadi tugas utama mereka memperkenalkan potensi seni, budaya dan pariwisata daerah. 


Selain itu, Duta Wisata kini di hadapkan dengan ragam tanggungjawab nan komplek. Sebut saja keharusan untuk terus belajar, mengasah kemampuan komunikasi karena Duta Wisata tentulah sosok yang luwes dalam berkomnikasi, membekali diri dengan banyak kemampuan yang berhubungan dengan tugas Duta Wisata dan keperluan personal sebagai pribadi remaja yang unggul.  Saya sangat mengapresiasi sosok sosok Duta Wisata Daerah yang berkenan terjun langsung di lapangan memandu pendatang.  Karena kesediaan dan kemampuan terjun langsung di lapangan mendampingi wisatawan adalah kemampuan yang tidak semua personal miliki, meski Duta Wisata perkotaan/ibukota sekalipun.

4 komentar :

  1. Nah tuh... predikat Duta itu juga amanah... tunaikan...

    BalasHapus
  2. MBA Donna juga Duta kan??? Everyone Is Tourism Ambassador yaaa mba

    BalasHapus
  3. Artikel yang bagus. Terima kasih atas info yang diberikan. Mudah dipahami dengan pemilihan kata yang ringan.
    Saya memiliki link yang mungkin berguna untuk menambah referensi tentang Pariwisata Indonesia.
    Silahkan dikunjungi. Web Pariwisata Gunadarma

    BalasHapus
  4. maulinda sari21 Juli 2017 13.50

    kak blh minta no hp nya kak dona agar bisa shering masalh duta wisata??

    BalasHapus

Scroll To Top