Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juni 2026

SENSASI SERU DEKAT DENGAN GAJAH DI EKOWISATA PEMERIHAN, PESISIR BARAT LAMPUNG

 

Pusat Konservasi Gajah Pemerihan, Pesisir Barat Lampung.

Untuk melihat dan berinteraksi langsung dengan gajah dalam area Taman Nasional, warga Lampung dapat tandang ke Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di kabupaten Lampung Timur dan Pusat Konservasi Gajah (PKG) Ekowisata Pemerihan yang berdekatan dengan kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Kedua Taman Nasional tersebut memiliki daya tarik masing-masing.  

Jika kamu yang pernah lihat video musik dari lagu berjudul Gajah yang di bawakan penyanyi Tulus, pembuatan video musik dari lagu tersebut berlokasi di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Pemerihan.  Itulah salah satu alasan saya, Lucky, Ananta dan Fatih berkunjung langsung ke Pemerihan. Lets go!!...

 

gajah-gajah yang menghuni kandang pada PKG Pemerihan.


Cuaca cerah menyambut kedatangan kami saat tiba pada bagian depan dari  PKG Pemerihan. Pukul 15.20 WIB saat itu. Telat 20 menit dari jadwal semestinya. Setelah menaruh kendaraan pada area parkir kami bergegas mengikuti arahan mas Jianto yang menyambut kedatangan kami. “Kita langsung ke pemandian gajah ya..” ucap mas Jianto seraya bergegas mengarahkan kami ke lokasi pemandian gajah yang ia maksud. Mata saya sempat menatap dua wujud gajah dalam kandang yang berada tak jauh dari letak parkir kendaraan. “Nanti kita bersantai depan kandang gajah itu. Sekarang kita ke sungai tempat gajah mandi.” ujar mas Jianto sembari kami bergegas mengikuti langkah kakinya yang tergolong cepat. 

 

mas Jianto mengarahkan kami tracking menuju sungai


Setelah melalui jalan dekat dengan hunian warga dan menyisir kawasan belukar, kami tiba pada bibir sungai. Beberapa gajah mendekat ke tengah sungai. Di arahkan pawang masing-masing, para gajah masuk ke dalam sungai. Mas Jianto mengarahkan kami untuk turut memandikan gajah dalam aliran sungai. Dengan bahagia tapi tetap waspada, teman-teman  turut berendam memandikan dan menyentuh langsung gajah dalam aliran sungai.  Seketika momen sore jadi begitu istimewa. Bisa dekat memandikan gajah dan merasakan sensasi kulit gajah yang tebal. Ada 3 gajah yang mandi saat itu, 2 gajah lainnya sudah berada dalam kandang. Jadwal buat pengunjung memandikan gajah di mulai pada pukul 07.00 WIB sebelum gajah bermain dalam hutan atau pukul 15.00 WIB sebelum gajah kembali ke dalam kandang, di beri makan dan menjadi tontonan warga sekitar atau wisatawan.


Gajah-Gajah mendekat ke sungai bersiap mandi sore

Sensasi seru memandikan gajah di sungai dalam kawasan Ekowisata Pemerihan.

Ada 5 gajah yang menempati kandang dalam PKG Pemerihan. Meski menurut mas Jianto ada 12 gajah lainnya yang masih berada dalam kawasan hutan lindung TNBBS. “Seberang sungai ini sudah kawasan TNBBS, mas.. jadi 5 gajah yang ada dalam kandang ini pun sepanjang hari bermain ke dalam kawasan hutan TNBBS.” jelas mas Jianto ketika saya tanya perihal bagian kawasan TNBBS dan kawasan perkebunan warga sekitar. Lima gajah dalam kandang Pemerihan pun di beri nama; Agam, Mela, Rahmi, Haryono, Renold.  Kelima gajah tersebut di arahkan oleh pawang yang setiap hari mendampingi saat gakah bermain dalam kawasan hutan lindung.

 


Usai memandikan, bercengkrama hingga melihat wujud kotoran gajah mengambang saat buang air besar dalam sungai, kami pun turut serta mengantarkan gajah kembali ke kandang dengan jejak yang biasa gajah-gajah tersebut lalui. Aliran sungai dan belukar jadi rute yang wajib kami ikuti.  Rute yang biasa di lalui oleh gajah tersebut tergolong sukar bagi kami yang tak terbiasa.  Maka wajar saja jika saya dan teman-teman beberapa kali terjerembab dalam kubangan lumpur termasuk terkena guratan ranting dan ilalang. Sesekali turut merasakan sensasi yang ada dalam kawasan bermain gajah, hehehe.



sensasi mengikuti rute gajah pulang ke kandang...



Setelah lebih kurang 15 menit mengikuti jejak gajah pulang dari aliran sungai, kami tiba di letak kandang yang dekat dengan area parkir dimana kami tiba sebelumnya. Terlihat wujud gajah dengan gading besar nampak gagah dalam kandang. “Hati-hati, yang itu namanya Renold. Lebih agresif dari gajah lain. Jangan terlalu dekat.” jelas mas Jianto mengingatkan kami.  Beberapa gajah yang semula bersama kami dalam aliran sungai telah berkumpul dalam kandang. Pemandangan sore yang memukau. Udara sejuk dengan semburat cahaya senja berkilau di antara dedaunan pohon rindang dalam kawasan Pemerihan.

 

Suasana sore yang cerah di depan kanjang gajah

gajah gajah dalam kawasan Ekowisata Pemerihan.


Berkali-kali saya di buat takjub dengan bentangan alam nan asri di hadapan mata. Beberapa pengunjung terlihat duduk pada kursi kayu yang berada pada bagian depan dari kandang gajah. Sebagian besar pengunjung sore itu adalah keluarga yang tinggal dalam kecamatan Bengkunat. Terlihat beberapa pasang suami istri  membawa anak-anak mereka untuk melihat gajah secara langsung. Terdapat pula beberapa pondok bambu yang dapat jadi tempat bersantai pengunjung sembari memandangi gajah dalam kandang. Penataan area kunjungan yang rapih dan nyaman. Selain berinteraksi dan memandikan gajah, pengunjung dapat pula melakukan Jungle Tracking guna menyusuri lokasi pemanfaatan TNBBS termasuk singgah ke Menara Pantau, Rumah Pohon dan melihat beragam tumbuhan khas hutan hujan tropis dalam kawasan TNBBS yang dekat dengan kawasan konservasi Gajah Pemerihan. Bahkan terdapat pula wisata agro kebun madu Sultan dan madu Klanceng yang berada di dusun Srimulya II yang letaknya tidak jaduh dari lokasi PKG Pemerihan. “Mau ngeCamp atau menginap di homestay  juga ada” jawab mas Jianto ketika saya tanya soal fasilitas bermalam bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi bermalam dekat kandang gajah. Bahkan pengunjung yang ingin membawa tenda sendiri juga bisa gelar tenda di bagian halaman dekat dengan pondokan pengunjung. 


suasana sore saat pengunjung memandangi Gajah


Segala kegiatan yang akan di lakukan pengunjung saat berada di PKG Pemerihan wajib di sampaikan pada penjaga kawasan. Dapat melalui telepon langsung di 081279167431 atau DM Instagram resmi mereka @ekowisatapemerihan. Untuk mendapatkan pengalaman interaksi langsung dengan gajah dan nikmatnya suasana bentangan alam yang asri, kamu wajib jadwalkan tandang langsung ke Pusat Konservasi Gajah (PKG) Pemerihan yang berada di pekon Pemerihan, kecamatan Bengkunat kabupaten Pesisir Barat, Lampung. <duniaindra>

Kamis, 09 Februari 2023

BERUGO COTTAGE, PENGINAPAN UNIK NAN NYAMAN DI TULANG BAWANG BARAT

 

Wujud Penginapan BERUGO COTTAGE - Bangunan Kayu Lumbung Padi. 
(foto ; Berugo Cottage. Traveloka)


Kali pertama tandang ke Berugo Cottage di Tulang Bawang Barat (TUBABA) adalah ketika saya menjadi bagian dari kegiatan  MANJAU IMKOBAL ke TUBABA pada akhir Desember 2020. Kala itu rekan-rekan Muli Mekhanai Bandar Lampung sempat bincang santai bersama Bupati TUBABA – Umar Ahmad di bagian resto Berugo Cottage. Sebuah penginapan dengan desain yang tak lazim. Kata Berugo berasal dari penyebutan leluhur masyarakat Tulang Bawang Barat (TUBABA).

 

Bagian Depan dari Bangunan Berugo Cottage.
(foto ; Berugo Cottage. Traveloka)


Berugo adalah ayam hutan dengan karakter unik. Mereka hidup seperti masyarakat yang mengenal keteraturan. Di alam liar, kita tidak akan menjumpai sejumlah berugo berkokok, diantara mereka hanya aka nada satu yang berkokok.  Dari karakter alami berugo tersebut, para leluhur TUBABA mengajarkan kepada kita tentang rasa hormat dan kepatuhan. Masyarakat menaruh hormat kepada siapa yang telah ditunjuk sebagai pemimpin dan pemimpin menaruh hormat kepada masyarakat dengan menjalankan fungsi kepemimpinan sebaik-baiknya.

Kemudian, ada pula pepatah di masyarakat Lampung ;  Mati Berugo Hidup Berugo, yang lahir dari pemahaman leluhur mengenai alam dari watak Berugo. Pepatah ini menyatakan pentingnya menertibkan kehidupan bersama, memiliki rasa hormat dan kepatuhan dan bahwa hidup merupakan sebuah kesinambungan dari satu kebaikan ke kebaikan berikutnya.

 


Saya pribadi menyebut Berugo Cottage sebagai sarana bermalam yang unik, ‘nyeni’,  tapi menyenangkan.  Hal tersebut karena tampilan Berugo yang berbeda dari penginapan pada umumnya.  Bentuk bangunan bergaya khas Vernakular Kontemporer ini telah terlihat dari bagian depan bangunan kala pengunjung tiba di halaman parkir.

 

Mulanya, kawasan Berugo Cottage yang memiliki luas tanah 12.000 meter persegi ini  merupakan area kebun karet. Karena terdapat pembangunan Islamic Center maka dibangunlah Berugo Cottage sebagai sebuah satu kesatuan. Pembangunan Berugo Cottage digagas oleh bapak Umar Ahmad dan di desain oleh arsitek ternama Andra Matin.


Hamparan taman bergaya Jepang. (foto ; Berugo Cottage. Traveloka)

Area Resto  bernama 'Racik' (foto ; Berugo Cottage. Traveloka)

view dari Resto (foto ; Berugo Cottage. Traveloka)

Saat  tiba di bagian muka dari Berugo Cottage, pengunjung akan menemukan bagian entrence yang berhubungkan pada letak Reception, lalu terdapat lorong koridor yang membelah dua sisi penting dari Cottage yakni, sisi penginapan pada bagian kiri dan sisi back office pada bagian kanan. Lorong koridor yang dilalui oleh pengunjung mulanya menyempit dan meluas pada akhir koridor yang menghubungkan pengunjung pada area ruang makan yang luas pada sisi kanan dengan nama ‘Racik’  yang dapat  dialihfungsikan sebagai tempat beragam acara. Pada sisi kiri tersaji hamparan taman dengan penataan bergaya Jepang. Tersaji unsur air bersanding bebatuan dan pepohonan rindang nan asri.

 


PENGINAPAN KAYU BERGAYA LUMBUNG PADI

 

Berugo Cottage terdiri dari 14 bangunan cottage yang terbagi dalam 7 room Salai dan 7 room Ubung dengan letak sebelah-menyebelah.  Salai dalam bahasa Lampung bermakna  sarang burung yang alami dibuat tanpa campur tangan manusia. Sementara Ubung dalam bahasa Lampung bermakna sarang burung yang dibuat oleh manusia untuk keperluan beternak.

Setiap cottage di buat dengan bangunan yang terpisah antara kamar tidur dan kamar mandi. Bangunan utama cottage berupa rumah panggung dari kayu bekas lumbung.  Bangunan kayu tersebut berfungsi untuk kamar tidur. Menyajikan elemen pola tradisional yang kental seperti engsel dari besi lama dan handle  jendela  yang tidak memakai kunci tapi memakai palang kayu.  Pendekatan berbeda akan didapatkan pengunjung saat memasuki bangunan cottage. Bila penginapan pada umumnya langsung mendapati pintu ke bathroom, maka Berugo Cottage akan langsung bertemu ranjang tidur berukuran Queen Size yang empuk.  Hal unik lainya juga terasa ketika beranjak ke kamar mandi. Bangunan kamar mandi  berwujud modern. Berupa  bangunan beton setengah terbuka.  Beton ekspos  celah pada dinding dan terbuka pada atap. Jadi secara visual, bangunan Berugo Cottage seperti dua bangunan yang terpisah antara ruang tidur dan bathroom.


kamar tidur yang nyaman, tidak lembab karena sirkulasi udara yang baik. Penuh perencanaan dari sang Arsitek. (foto dari Berugo Cottage. Traveloka)

kamar tidur yang nyaman 








Saat berada di dalam Cottage, pengunjung akan mendapati perabotan yang kental nuansa tradisonal. Dilengkapi televisi dan pendingin ruangan yang membuat sejuk suasana bermalam. Pada bagian bathroom terdapat fasilitas yang lebih modern. Terdapat hair dryer, perlengkapan mandi seperti hotel hotel berbintang lainnya. Terdapat cermin berukuran sedang dan toiletries dengan sentuhan aksara Lampung bermakna Berugo.  Toilet duduk dan area shower yang berdekatan dengan jarak tergolong lega. Perabotan kayu bersanding dengan dinding beton unfinished.  Suguhan sarana bermalam yang sarat akan filosofi dan instalasi seni yang memukau. Pengunjung akan merasa nyaman di ruang tidur tanpa merasa lembab atau pengap karena sirkulasi udara yang memadai. Yang juga menjadi pembeda adalah cahaya lampu yang redup di ranjang tidur dan pencahaya benderang di bagian kamar mandi.  Seolah menjelaskan bahwa pengunjung dibuat nyaman dengan lampu temaram di ranjang tidur dan diberi celah untuk berbenah diri dengan cahaya terang di area bathroom.

Secara keseluruhan, bangunan Berugo Cottage terasa asri dengan warna asli dari material bangunan itu sendiri.

 

Taman gaya Jepang.


TAMAN ASRI BERGAYA JEPANG DENGAN POHON PUTAT DAN POHON BODHI

 

Yang tak kalah menarik dari Berugo Cottage adalah hamparan taman yang luas. Tak seperti penginapan di perkotaan pada umumnya yang mengutamakan jumlah kamar ketimbang luas halaman. Berugo Cottage menyisakan area hijau yang terbilang luas. Penataan pepohonan rindang, kolam ikan dan bebatuan semakin menguatkan identitas taman ala Jepang nan khas.

 

Yang menarik dari kawasan taman di Berugo Cottage terdapat pohon Putat dan pohon Bodhi. Pohon Putat atau dalam bahasa latin ‘Planchonia Valida’ merupakan tumbuhan pepohonan yang kerap ditemui di hutan tropis dengan tinggi pohon mencapai 25 hingga 50 meter dengan diameter 200 centimeter. Pohon Putat memiliki bunga berwarna fuschia.

 

Bentuk bunga dari pohon Putat bergagang panjang, daun kelopak bebas satu sama lain sejak bunga masih kuncup, tangkai benangsari dan putik berwarna merah fuschia. Yang menarik, bunga dari pohon Putat akan bermekaran di sore hari hingga sepanjang malam dan akan berguguran di pagi hari. Sehingga suasana pagi seolah musim semi di luar negeri. Seperti bunga Sakura yang berjatuhan di Jepang. Bunga darpi pohon Putat bermekaran pun hanya terjadi sekali dalam setahun. Beruntung saat awal Februari 2023 lalu Saya dan rekan-rekan menjumpai bunga pohon Putat saat bermalam di Berugo Cottage.

 

 


Selain pohon Putat menghias taman Berugo Cottage,  pengunjung juga dapat menjumpai pohon Bodhi yang juga berukuran besar yang dikenal dalam agama Budha sebagai tempat Sang Budha Gautama bersemedi mencapai pencerahan. Menariknya, letak pohon Bodhi dalam kawasan taman di Berugo Cottage ini seolah menjadi peneduh dalam beberapa titik kawasan taman. Berada pada sisi kiri dan kanan dari 4 titik sudut taman. Salah satu pohon Bodhi menambah teduh area kolam yang ditempati ratusan ikan Koi. Seolah rindangnya pohon Bodhi menjaga kenyamanan ratusan ikan Koi. Memberi makan dan menyimak gerak-gerik ikan Koi juga jadi aktivitas menyenangkan selama berada di Berugo Cottage.

Saya dan Istri yang merasakan sensasi nyaman dan berkesan bermalam di Berugo Cottage.

suasana di depan kamar, macam musim semi di luar negeri.

 

“Less is more.” Begitulah saya bergumam ketika menikmati setiap bagian dari Berugo Cottage. Terkadang hal-hal sederhana,  bangunan minimalis tanpa ornament  dan cat warna warni justru membuat diri  lebih terpukau.  Semakin terpukau karena Berugo Cottage berada di kabupaten TUBABA.

Noted ; untuk informasi dan reservasi Berugo Cottage dapat menghubungi ; 0276 7575562. Selain bermalam, Berugo Cottage sangat cocok untuk Prewed ataupun shooting Video Clip atau Film. 

Selasa, 14 Juli 2020

IMKOBAL EXPLORE - FROM LOCAL TO GLOBAL.




IMKOBAL Explore adalah program besutan Ikatan Muli Mekhanai Kota Bandar Lampung (IMKOBAL) yang bertujuan memperkenalkan segala potensi seni budaya dan pariwisata daerah dengan cara mendatangi langsung beberapa kabupaten/kota di provinsi Lampung. Program IMKOBAL Explore dimulai ketika gelaran bertajuk ‘Bandar Lampung – Kota Ragam Pesona’ pada 2015 silam.  Lalu program MANJAU pada 2016 yang dibuat guna menggali potensi lokal daerah bersama Muli Mekhanai Kota Metro kala itu. Selanjutnya 2017 rekan-rekan Muli Mekhanai mendapat kesempatan untuk eksplorasi langsung ke Gunung Anak Krakatau. Tahun 2018, program IMKOBAL Explore menjadi tajuk resmi aktivitas kunjungan wisata Muli Mekhanai kala tandang ke Way Bekhak, Tanggamus atas inisiasi Kabid Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung – Eva Cahyarani dan diperkuat oleh ide Mekhanai Firly untuk menjadikan program IMKOBAL Explore lebih banyak mengekspopse potensi daerah/lokal. 

Senin, 01 Juni 2020

MENIKMATI SAPPORO SNOW FESTIVAL, SAJIAN SALJU TERBESAR DI JEPANG.



Saya menyebutnya ‘bonus perjalanan – suatu hal yang tak pernah direncanakan tapi terjadi dan justru jadi bagian yang buat traveling semakin bahagia dan berkesan. Nah, salah satu bonus perjalanan tersebut terjadi saat pelesiran ke Jepang pada akhir Januari hingga Februari pada 2019 lalu. Menikmati Sapporo Snow Festival.

Rabu, 13 Mei 2020

MENJAJAL RASA MENGENAL RUPA DARI SEDOP NASI KUNING DAN TUMPENG.


tumpeng Enak

Nasi kuning dan tumpeng tentu bukan jenis kuliner yang asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.  Sejak kecil, saya terbiasa menyantap sepinggan nasi kuning dalam acara keluarga.  Begitupun wujud tumpeng yang kerap terlihat pada ragam jenis perayaan hingga acara kenegaraan.  Sebagai masyarakat Indonesia tentu pernah makan nasi kuning atau tumpeng kan?.  Kalau belum pernah makan nasi kuning atau tumpeng?, mari ikut saya menjajal rasa dan rupa dari Sedop Nasi Kuning dan Tumpeng, yuk...  

Senin, 27 April 2020

MENIKMATI SENSASI WARNA WARNI TIMES SQUARE, NEW YORK


duniaindra, indra pradya jalan jalan ke Times Square New York

Senang rasanya ketika tahu Liberty dan Times Square masuk dalam jadwal kunjungan di New York.  Langsung  teringat beberapa buku yang pernah saya baca termasuk buku sejarah masa SMP dulu. Juga puluhan judul film yang menampilkan wujud Liberty dan Times Square. Tuhan selalu punya cara untuk mewujudkan mimpi hambanya. Siapa sangka anak kampung macam saya ini akhirnya bisa ke New York beneran.
Scroll To Top