Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Selasa, 09 April 2019

CARA MENIKMATI WAKTU BERSAMA KELUARGA ALA INDRA PRADYA



Buat yang sudah berkeluarga, tentu bukan pekara mudah membagi waktu antar kegiatan personal, karier dan keluarga. Kalau ada yang tanya ke saya bagimana caranya mengatur waktu antara keluarga dan kegiatan saya lainnya, jawabnya tak lain adalah skala prioritas.  Dengan skala prioritas, urusan penting dan mendesak jadi hal utama, selebihnya tinggal mengikuti.   Dan bagi saya, menghabiskan waktu yang berkualitas bersama keluarga adalam salah satu prioritas.  Yang perlu di perhatikan saat menghabiskan waktu bersama keluarga adalah aktivitas yang dapat di lakukan bersama.  Karena aktivitas yang di lakukan bersama cendrung lebih membekas dalam ingatan anak-anak. 

Jumat, 08 Maret 2019

BERLAYAR VIA DERMAGA EKSEKUTIF ; BAKAUHENI - MERAK HANYA 1 JAM 20 MENIT.



…”Ngeteng  aja yok?!, sekalian kita nyobain dermaga Eksekutif” ajak saya pada Derry – rekan jalan saya menuju Cilegon kala itu. Untungnya, Derry setuju tanpa menimpal ataupun menolak ajakan saya.  Maka dengan kebahagiaan yang haqiqie, saya dan Derry pun berangkat menuju Cilegon dengan menumpang bus dari Rajabasa ke Bakauheni  hanya untuk menjajal sensasi dermaga eksekutif. #keinginanreceh!, hahaha.

Rabu, 06 Maret 2019

WAY BEKHAK KINI, BAGAI GADIS TAK BERSOLEK.



Kendaraan yang saya tumpangi melaju masuk ke sebuah jalan yang bersinggungan dengan hunian warga.  Sebuah gapura bertuliskan ‘Taman Pemandian Way Bekhak’ menyambut kehadiran saya dan rekan-rekan siang itu. Yup, saya tak sendiri. Ada lebih dari 10 orang rekan kantor yang turut bersama-sama mengunjungi Taman Pemandian Way Bekhak. Rehat sejenak di sela padatnya aktivitas kantor adalah tujuan kami siang itu. Piknik sederhana judulnya.

Senin, 04 Maret 2019

MELIHAT JEJAK BADAK, PERTAPAAN MISTIS DAN SARANG BUAYA DI UJUNG KULON



“Kita bakal ke Ujung Kulon!.” jelas mba Tati singkat saat saya tanya soal lokasi kunjungan. “Tepatnya, kita ke desa yang paling dekat dengan kawasan Ujung Kulon” sambung mba Tati  menenangkan. “Berarti kita bisa photo di tugu yang ada  badaknya itu kan, mba?!” tanya saya penasaran. “Tenang, kita akan cari itu tugu. Kalo gak ketemu tugunya, kita buat sendiri lah, hihihi.” Emang mba Tati suka melucu yang tak lucu, hhmm.
Yup, soal bentuk tugu dengan wujud badak di bagian atasnya itu adalah sesuatu yang iconic.  Bentuk tugu yang pernah saya lihat di buku sejarah dan yang paling mewakili ingatan saya akan kawasan Ujung Kulon. Jadi tak heran bila saya sangat berharap bisa mengabadikan diri di tugu berhias wujud badak bertuliskan kalimat ‘Selamat Datang, Welcome To … Ujung Kulon’. 

Selasa, 26 Februari 2019

PROGRAM SERIBU SERAGAM SEMANGAT UNTUK ANAK-ANAK BANTEN



 
…“Alone We can do so little, together We can do so much”…
Untaian kata penuh makna Helen Keller tersebut begitu terbukti. Bukan sekedar kata yang memotivasi diri tetapi mampu menyemangati seluruh personal dalam sebuah tim.  Maka makna kalimat Helen Keller tersebutlah yang sekiranya pantas menggambarkan  pelaksanaan dari program Seribu Seragam untuk anak-anak Banten besutan All Community For Humanity (ACFH).

Jumat, 22 Februari 2019

MENIKMATI SENJA DAN BUDAYA JEPANG DALAM SUASANA EROPA DI KOTA OTARU



Bagi mereka yang pertama kali tandang ke Jepang, bisa jadi Otaru bukanlah destinasi incaran kala ke Jepang. Begitu pun saya. Tak pernah terlintas akan ke Otaru bila ke Jepang. Kak Kent lah yang menyarankan untuk tandang ke Otaru. Saya sih oke oke ajaa.  Tidak juga saya bertanya terlampau banyak pada kak Kent mengapa kami harus ke Otaru. “Nanti kita datengin Kanal yang keren.” ujar kak Kent. “Kalo beruntung, kita bisa lihat sunset. Otaru itu kota yang romantis lho..” jelas kak Kent seolah meyakinkan saya. Sebagai pejalan pun, saya tidak pernah berharap terlalu banyak pada sebuah tempat kunjungan. Cenderung menikmati segala yang saya lihat dan rasakan. Kemudian menjadikan segalanya bagian dari pengalaman dan pembelajaran untuk kehidupan mendatang.

Rabu, 13 Februari 2019

JELAJAH JEPANG SEMAKIN PRAKTIS, HEMAT DAN PUAS DENGAN JAPAN RAIL PASS.



…”Next, kita wajib booking JR Pass.” usul kak Kent usai urusan tiket pesawat dan visa Jepang. Saya pun setuju saja.  Meski sempat terkejut ketika mengetahui harga tiket kereta yang wajib di bayar sebesar Rp.3.600.000 per orang!.
“Kok mahal banged!?!” ujar saya nada tinggi.

Sabtu, 09 Februari 2019

KE JEPANG DENGAN BIAYA TERJANGKAU?. SIMAK HAL-HAL BERIKUT.


 

Anggaplah uraian kisah berikut sebagai awal dari banyaknya kisah yang kelak akan saya sampaikan dari perjalanan saya ke Jepang. Karena sebagai postingan awal, maka tentu yang pertama kali akan saya sampaikan adalah beberapa hal  mendasar yang berhubungan dengan perjalanan hingga beberapa tips yang mungkin dapat bermanfaat  khususnya bagi pelancong perdana ke Jepang seperti saya. 

Senin, 04 Februari 2019

MENGENAL 'ALL COMMUNITY FOR HUMANITY'



‘All Community For Humanity’?. “Komunitas apa itu?” tanya seorang rekan.
Sebenarnya, kata ‘All Community For Humanity’ (ACFH) adalah sebuah kata yang tercetus akibat bingung memberi nama!, hahaha.

Selasa, 22 Januari 2019

HIPMI CREATALK - UPAYA HIPMI LAMPUNG SEMANGATI PENGUSAHA PEMULA



Dalam tiga bulan terakhir, saya memiliki kesibukan baru yang seru. Bukan sebuah pekerjaan yang menyita waktu tapi justru mendatangkan beragam inspirasi yang menyemangati. Kesibukan tersebut berupa tugas sebagai pemandu acara dari gelaran yang belum pernah ada sebelumnya di Lampung. HIPMI CREATALK nama acaranya. Sebuah persembahan Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung. Jadi apa itu HIPMI CREATALK ?.

Senin, 21 Januari 2019

BERGERAK SERENTAK UNTUK BANTEN DAN PESISIR LAMPUNG SELATAN




Kolaborasi bersama untuk para penyintas terdampak bencana Tsunami Selat Sunda kembali terlaksana. Setelah nyaris dua bulan membuka pintu donasi untuk segenap pihak agar kemudian dapat bergerak bersama untuk Banten dan Pesisir Lampung Selatan. Sesuai dengan beberapa aksi sebelumnya, misi kemanusiaan yang di prakarsai oleh seluruh pihak dalam All Community For Humanity (ACFH) ini bersinergi dengan segenap pihak yang memiliki kesamaan visi dan misi untuk kemanusiaan. Tak hanya untuk desa-desa di Pesisir Lampung Selatan, gelaran yang berlangsung pada 18-20 Januari 2019 juga berlangsung di beberapa lokasi bencana di Banten.

Rabu, 16 Januari 2019

MEMANDU TRINITY MENGAKHIRI THE NAKED TRAVELER


memandu diskusi Trinity - photo by Mba Donna


Bila menurutmu, memandu acara peluncuran buku karya Trinity adalah hal biasa.
Tidak bagi saya.

Ajakan Trinity untuk menjadi pemandu acara peluncuran buku terbarunya saya terima via WhatsApp. Tentu sebuah ajakan yang memang saya inginkan. Meski sebelum ajakan itu tersampaikan, ada upaya keras yang saya lakukan. Salah satunya, mengingatkan ia agar berkenan memberi kesempatan pada saya sebagai MC setiap kali Trinity memasang postingan baru di akun Instagram. Namanya juga usaha yaa, hehehekalo terjadi yaa, seneng banget. Nggak terjadi berarti belum rezeki.
Scroll To Top