Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Tampilkan postingan dengan label Pariwisata Lampung Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata Lampung Barat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Juni 2025

PASAR TEMATIK WISATA JELAJAH DANAU RANAU LAMPUNG BARAT

 

Pasar Tematik Danau Ranau Lampung Barat

Tahun 2017, kali terakhir saya tandang ke Danau Ranau Lumbok Seminung, Lampung Barat. Bahkan seingat saya, beberapa tahun sebelum 2017 juga pernah singgah. Tujuan utama tentu menikmati bentangan Danau Ranau yang tenang. Meski kala itu secara fasilitas terbilang terbatas. Bahkan saya punya pengalaman ‘seram’ kala bermalam di hotel yang ada dalam Lumbok Seminung Danau Ranau Lampung Barat. Tapi itu dulu. Berbeda dengan kesan yang saya dapat kala tandang ke Danau Ranau di Lumbok Seminung pada Juni 2025. Telah tersaji Pasar Tematik Wisata Jelajah Danau Ranau yang wajib masuk dalam daftar kunjungan kamu.

Letak dari Pasar Tematik Danau Ranau . Take Drone by Angkasa Project.Rasyid.

 
Wujud Gunung Seminung yang gagah dan letak Pasar Tematik di Kaki Gunung Seminung dan hamparan Danau Ranau yang memukau.


Mata saya berbinar bahagia ketika memasuki bagian muka dari Lumbok Seminung. Bentangan Danau Ranau bersanding cantik dengan gagahnya Gunung Seminung pada bagian kanan dan hamparan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) pada bagian kiri. Berulangkali saya berdecak kagum. Mensyukuri pesona ciptaan Tuhan. Lumbok Seminung merupakan nama salah satu kecamatan dalam kabupaten Lampung Barat. Satu per tiga dari luas Danau Ranau masuk dalam kecamatan Lumbok Seminung kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung.  Sisanya masuk Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Di OKUS Danau Ranau secara administratif ada di tiga kecamatan, yakni Warkuk Ranau Selatan (Waras), Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT), dan Banding Agung.

 

penataan Pasar Tematik yang menarik


Wisata Jelajah Danau Ranau dalam Pasar Tematik.

Pusat Souvenir yang juga tersedia dalam kawasan Pasar Tematik.

 

Saya dan teman-teman memang merencakan tandang ke Pasar Tematik Wisata Jelajah Danau Ranau pada sore hari. Tujuannya karena ingin menikmati Sunset dengan pesona bentangan Danau Ranau dan Gagahnya Gunung Seminung. Semacam paket komplit dari sebuah perjalanan. Maka, setelah membayar Rp.5.000,-/orang kami meletakkan kendaraan di area parkir pada depan dari Pasar Tematik, suasana pun terasa berbeda. Tak lagi seperti kunjuungan terakhir saya di 2017 silam. Segala yang terlihat menjadi berbeda dan  jauh lebih indah.

 

 

.

 

Penamaan Pasar Tematik bertujuan sebagai pengembangan kawasan melalui beberapa tema atau fokus  tertentu yang kelak akan menjadi ikon dari kawasan Pasar Tematik Lumbok Seminung Danau Ranau. Diantara tema atau fokus yang dikembangkan dalam kawasan ini tentu beragam produk unggulan dari para perajin dan UMKM Lampung Barat. Itulah mengapa kawasan ini bernama Pasar Tematik.  Selain sektor perdagangan, Pasar Tematik juga mengusung tema ‘Wisata Jelajah Danau Ranau’ sebagai tema Pariwisata hingga tema Seni dan Budaya yang kelak akan menjadi daya tarik dari Pasar Tematik Danau Ranau Lampung Barat.

 

spot Instagenic berlatar Gunung Seminung.

Maka sore itu, keinginan saya dan teman-teman untuk menikmati waktu senja di Pasar Tematik yang telah dimulai pembangunan pada Januari 2025 tersebut benar-benar terwujud dan sesuai rencana. Cuaca cerah menemani perjalanan kami. Bentangan alam semakin indah terlihat. Penataan yang apik langsung terlihat ketika saya dan teman-teman melangkahkan kaki menikmati penataan dari Dermaga Tematik Wisata hingga letak anjungan bersantai yang memanjakan mata. Tiang-tiang lampu menambah romantisme suasana. Seolah menyambut kedatangan pengunjung sore itu. Benar-benar jadi sore yang nyaman. Tak begitu banyak pengunjung datang karena saat itu kami memang merencanakan tandang di Rabu sore. Jangan tanya bila akhir pekan atau masa liburan datang.  Tentu ada banyak pengunjung yang tersebar dalam kawasan Pasar Tematik Danau Ranau Lampung Barat. Harap maklum bila foto atau video estetik kalian terganggu.


 
Area Duduk Pengunjung menyaksikan pertunjukan di panggung utama

panggung utama dalam area Pasar Tematik

Saya membayangkan ada pertunjukan music Jazz atau Konser artis ibukota di panggung ini dengan Danau Ranau sebagai backgroud Panggungnya.


Sore yang tenang kami gunakan untuk mendatangi setiap sudut Pasar Tematik. Melihat lebih dekat. Merasakan suasana lain yang seolah berubah sejak adanya penataan yang kekinian. Terdapat panggung dan gelanggang terbuka yang sangat cocok untuk beragam jenis acara atau pertunjukan seni budaya daerah. Lalu ada pula Dermaga yang di siapkan untuk pengunjung melakukan eksplorasi Danau Ranau. Beberapa nelayan terlihat lalu lalang di Danau Ranau sore itu. Suasana matahari terbenam semakin menghilang, menyisakan temaram yang semakin bersahaja bersatu dengan kilap lampu yang berjajar rapih disepanjang selasar yang begitu instagenic!.

 

Cottage berbentuk Segitiga yang letaknya di bibir Danau dengan view ke Gunung Seminung Langsung.

perCottage bisa di huni 2-3 orang dengan kasur tambahan.




Malam semakin menyenangkan ketika kami menghabiskan waktu bermalam di Cottage berbentuk segitiga yang berada dekat dengan bibir Danau Ranau dan berseberangan langsung dengnan wujud Gunung Seminung. Selain 5 bangunan Cottage berbentuk segitiga terdapat pula Cottage yang berukuran lebih besar yang letaknya dengan area Food Court.

Dalam temaram cahaya kami menikmati moment malam bersama. Sajian ikan Nila Ranau dan sambal terasi jadi menu makan malam yang menambah suasana semakin istimewa. Jadilah malam yang berkesan. Suasana hening dan tenang kala bermalam di Pasar Tematik Danau Ranau menjadi sangat berharga bagi kami yang hampir seluruh aktivitias penuh dengan hiruk pikuk.

 

bahagianya Saya dan teman-teman menikmati sore di Pasar Tematik Danau Ranau

Bagian depan setelah Loket Karcis pengunjung

Ornamwn Wujud Ikan Nila Ranau terpajang pada setiap bagian pagar batas. Sentuhan Lokal yang menarik.

 

Beberapa saran dari Saya pribadi untuk Pengunjung, Pengelola dan pihak terkait dengan keberadaan Pasar Tematik Danau Ranau Lampung Barat ;

1.      Hadirnya Pasar Tematik ini menjadi tanggungjawab semua pihak. Baik Pengelola hingga Pengunjung. Wajib bagi pengunjung mengindahkan papan arahan atau peringatan yang telah terpasang di area Pasar Tematik. Pengunjung juga wajib membuang sampah pada tempatnya karena telah tersedia banyak tempat sampah. Yang tak kalah penting, Pengunjung tidak membuat aturan sendiri dengan berjalan, memanjat pagar dan dinding pembatas seenaknya. Budayakan mengikuti arahan dari pembuat kawasan.

2.      Pengelola perlu maintenance dengan baik. Hadirnya panggung dan area Pengunjung menonton juga wajib di perhatikan keamanan seperti finishing pembangunan agar tidak membahayakan pengunjung.

3.      Sebagai penyuka Kopi Lampung Barat saya merasa kecewa dengan sajian Kopi dari Food Court yang menurut saya hanya kopi bubuk biasa. Baiknya benar-benar disajikan Kopi dengan proses penyeduhan yang sesuai sehingga kulitas Kopi Lampung Barat juga tersaji dengan tepat.

4.      Perlu penataan jenis makanan dan minum yang lebih rapih di area Food Court karena masih terkesan seperti jualan di kantin pada umumnya. Perlu penataan akan jenis dagangan hingga bentuk sajian ke pelanggan. Harapan saya penataan yang lebih rapih.

5.      Kondisi Toilet perlu di maintenance berkala guna menjaga kebersihannya. Tak semua Pengunjung sadar diri menyiram setelah buang air di toilet.

6.      Semakin menarik jika dijadwalkan secara berkala pertunjukan Seni Budaya Daerah yang dikemas dengan baik dan serius. Karena Area Panggung Terbuka pada Pasar Tematik dengan hamparan Danau Ranau sebagai Backgroud panggungnya jadi daya tarik tersendiri. Karena bila dibuat jadwal pertunjukan tematik pada hari hari tertentu akan menjadi daya tarik kunjungan. Bila perlu gelaran acara-acara tahunan Lampung Barat pindahkan ke Panggung Utama Pasar Tematik. Beberapa rangkaian acara Festival Skala Brak atau Pemilihan Muli Mekhanai Lampung Barat misalnya.

7.      Untuk Pilihan lagu/music/backsound atau instrumental yang di putar di dalam kawasan Pasar Tematik baiknya sesuaikan dengan suasana dan setting-an Pasar Tematik yang sudah sangat kekinian. Pilih backsoud music yang tenang, bisa petikan gitar tunggal atau jenis instrument yang buat suasana nyaman. Bukan musik Remix, Koplo jedam jedum di tengah terik matahari atau di tengah malam yang tenang dan romatis.

8.      Saat malam, ada beberapa bagian yang penerangannya kurang hingga peletakan lampu jalan yang tergolong mengganggu langkah pengunjung.

9.      Perlu juga di perhatikan kesediaan akses pengunjung berupa tangga-tangga yang tersedia menjadi sarana penting yang memudahkan langkah kaki dari satu bagian ke bagian lainnya. Solusi untuk ulah nekat pengunjung yang memanjat pagar pembatas hanya untuk cari jalan pintas.

10.  Aktivitas menangkap ikan Nila atau menjaring, memasang keramba dan kegiatan nelayan pada desa yang dekat dengan letak Pasar Tematik dapat jadi daya tarik tambahan bagi pengunjung yang bermalam. Pengembangan ke arah terciptanya banyak minat pengunjung wisatawan sangatlah diperlukan.

Informasi mengenai Fasilitas Pasar Tematik hingga jadwal berlibur dan bermalam dapat menghubungi Sekretaris POKDARWIS Pasar Tematik Danau Ranau Lampung Barat – Mas Anggri ; 081368857486


Selasa, 06 Juli 2021

TEMIANGAN HILL - PESONA NEGERI DIATAS AWAN LAMPUNG BARAT

 


Karena rasa penasaranlah yang membuat Saya dkk membulatkan tekat untuk tandang langsung ke Temiangan Hill – sebuah kawasan puncak yang sedang santer terdengar.  Keingintahuan yang besar itulah yang telah membuat Saya dkk rela menempuh berjam-jam perjalanan dari Bandar Lampung hingga akhirnya tiba di bagian Barat provinsi Lampung.  

 

Rabu, 19 September 2018

MANJAU IMKOBAL KE LAMPUNG BARAT. KARENA LIWA SELALU ISTIMEWA.


Tugu Kayu Haro (kayu Hara) di pusat kota Liwa - Lampung Barat.

Manjau merupakan salah satu program kerja Ikatan Muli Mekhanai Kota Bandar Lampung (IMKOBAL) yang tercetus pertama kali pada tahun 2015 melalui obrolan ringan soal  keinginan membuat kegiatan bersama rekan-rekan Muli Mekhanai di provinsi Lampung yang isinya berupa promosi potensi seni, budaya dan pariwisata hingga ekonomi kreatif.  Karena gelaran ini melibatkan rekan-rekan Muli Mekhanai, maka program Manjau wajib menggandeng komunitas Muli Mekhanai pada tempat yang nantinya didatangi. Oh ia, kata ‘Manjau’ dalam masyarakat Lampung mengandung makna Bertandang/Bertamu/Silaturahmi.  Jadi program Manjau IMKOBAL bermakna bahwa IMKOBAL melakukan tandang atau bersilahturahmi dengan rekan-rekan duta wisata.  Bila tahun 2016 program Manjau IMKOBAL dilaksanakan di Kota Metro bersama rekan-rekan dari Ikatan Muli Mekhanai Kota Metro (IMMKOMET), maka tahun 2018, program Manjau IMKOBAL dilaksanakan di Liwa, Lampung Barat berkolaborasi dengan rekan-rekan Ikatan Muli Mekhanai Kabupaten Lampung Barat (IMMKALAB). Mengapa memilih Liwa ?, karena Liwa selalu istimewa!. Tak percaya?, simak saja perjalanan Manjau IMKOBAL ke Liwa, Lampung Barat, berikut…

Minggu, 25 Maret 2018

MENGENAL MAMAK WAYAK - PEMBUAT SEKURA DI LAMPUNG BARAT


paras Mamak Wayak - photo by Bang Eka


Sebagai salah satu bagian dari seni budaya nusantara, topeng tak sekedar benda  yang terpahat dari kayu pilihan. Topeng mewakili kisah panjang dibalik bentuk dan warnanya. Dari setiap bentuk Topeng memiliki kandungan filosofi yang telah terbentuk ratusan bahkan ribuan tahun silam.   Di Indonesia sendiri, ada puluhan jenis tari dan seni pertunjukkan yang menggunakan topeng sebagai daya tariknya. Tak terkecuali di Lampung. Provinsi yang terletak di paling ujung selatan dari pulau Sumatera ini memiliki bentuk kesenian topeng dengan nama ; SEKURA.

Selasa, 20 Maret 2018

LIBURAN 2HARI 2MALAM, INI YANG KAMU DAPAT BILA TANDANG KE LAMPUNG BARAT


Punya waktu liburan ke Lampung?. Tak hanya wisata bahari yang dapat kamu kunjungi.  Pesona budaya dan keindahan alam juga jadi bagian dari daya tarik di Lampung. Nah, bila kamu menyukai alam dan citarasa budaya Lampung Pesisir yang kental, Lampung Barat adalah pilihan tepat untuk kamu kunjungi. Meski cuma punya jatah libur 2 hari 2 malam saja, cukuplah memuaskan hasrat tandang ke Lampung Barat secara langsung.   Dan berikut kisah saya dan teman-teman lakukan pada akhir pekan silam, 16-18 Maret 2018. Berangkat Jum’at malam dari Bandar Lampung dan kembali lagi ke Bandar Lampung pada Minggu malam.

Rabu, 31 Januari 2018

SEJUKNYA MUARA KASIH, SUATU PAGI DI KUBU PERAHU.

Pesona Sungai Muara Kasih - photo by bang Eka



Pesona Lampung Barat seolah tak pernah usai untuk dijelajahi. Meski terbilang sering tandang ke Lampung Barat, tetap saja ada beberapa bagian yang menarik untuk disambangi langsung. Begitupun kawasan Kubu Perahu dalam kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Tak sebatas kawasan hutan yang menarik untuk dilihat, tetapi juga wujud air terjun, aliran sungai nan jernih hingga sejuknya Muara Kasih.

Senin, 29 Januari 2018

LFFF2018 - PERLU BANYAK APRESIASI, BANYAK EVALUASI.



photo by Team LFFF2018


Maraknya gelaran yang mempertemukan antara ragam kuliner khas hingga kreasi busana di setiap daerah telah menginspirasi beragam pihak untuk membuat gelaran serupa dengan sentuhan ke-khas-an daerah masing-masing. Begitupun dengan isi dari gelaran Liwa Food and Fashion Festival 2018 – disingkat LFFF2018, yang berlangsung di Liwa pada Sabtu dan Minggu, 27-28 Januari 2018.

Sabtu, 23 Desember 2017

MENYIBAK PESONA LAMPUNG BARAT - THE ORIGIN OF LAMPUNG




…”Belum lengkap rasanya, jika ke Lampung tapi belum tandang ke Lampung Barat”…
Dulu, ungkapan rekan saya tersebut hanya saya anggap sekedar ungkapan semata. “halah, paling juga promosi teman yang lahir dan besar di Lampung Barat saja” gumam saya.  Meski kini, setelah beberapa kali tandang ke Lampung Barat, hal tersebut saya pastikan bukan sekedar ungkapan. Karena Lampung Barat memiliki beragam pesona yang layak untuk dinikmati secara langsung, dengan cara berkunjung ke Lampung Barat – The Origin of Lampung.

Selasa, 12 Desember 2017

TIPS NGETRIP KE SUOH. WASPADA DENGAN NOMOR 9 DAN 10.


Sejak kisah perjalanan ke Suoh yang saya tuturkan dalam dua judul terpisah di Blog, sejak itu pula saya menerima beragam pertanyaan langsung terlebih pertanyaan dari  rekan-rekan terdekat yang belum pernah ke Suoh. Paling banyak pertanyaan seputar cara menuju Suoh. Karena nyaris separuh dari kerabat dan rekan karib saya tidak mengenal Suoh sebelumnya. Oohh… kasihan dikau nak!, hihihi.

Sabtu, 09 Desember 2017

PESONA SUOH ; KERAMIKAN DAN NIRWANA - BUKTI KEKAYAAN ALAM LAMPUNG BARAT.




 Mendapati cuaca cerah selama perjalanan ke Suoh itu bagai sebuah do’a yang dikabulkan sang Pencipta. Sejak pagi hingga tengah siang gumpalan awan dan langit bagai sedang bersolek kemudian berpose dihadapan segenap umat seolah tahu bahwa ia sedang dinikmati jutaan pasang mata dan diabadikan melalui bidikan kamera. Saya dan rombongan segera bergegas melanjutkan perjalanan ke kawasan Pasir Kuning, Nirwana dan Keramikan setelah sang pengayuh perahu memberi tanda kesiapan pada kami

Jumat, 08 Desember 2017

PERJALANAN KE SUOH - PETUALANGAN MENAKLUKKAN KONDISI JALAN




Rencana bangun pagi tinggallah rencana.  Alarm yang di setting memang berbunyi, tapi saya dan Adul memilih melanjutkan tidur. Alarm bertugas, saya dan Adul pun menuntaskan hasrat tidur!, hehehe. Buat kamu yang belum pernah ke Liwa – Lampung Barat, kelak akan merasakan bagaimana udara di Lampung Barat itu menjamin kenyamanan tidur dan kenikmatan makan kamu!. Yes, di Liwa kamu akan enak makan, enak tidur.  Buktikan Sendiri.!

Kamis, 07 Desember 2017

USAI PENANTIAN 10 TAHUN, LAMPUNG RESMI MEMILIKI KEBUN RAYA LIWA




 ….”ngapain sih ke Liwa mulu?...” sahut rekan ketika tahu saya akan trip ke Liwa Lampung Barat.
“mau liat Kebun Raya Liwa” jawab saya singkat.
“Kebun Raya Liwa?, apa bedanya dengan kebon – kebon yang emang udah ada di Liwa?” tanya rekan saya penasaran.
***

Kamis, 31 Agustus 2017

PESONA LEMBAH BATU BRAK - LAMPUNG BARAT



Sebagai tukang jalan jalan, kadang saya ngedumel ketika tidak dapat maksimal mengabadikan pesona alam yang  membentang indah dihadapan. Hal itu terulang ketika saya dan rekan-rekan tandang ke Lembah Batu Brak, Bumi Sekala Brak –  Lampung Barat. Selain kamera yang saya bawa tidak begitu maksimal menangkap keindahan alam, kadang juga merasa terkendala dengan kemampuan dan ‘taste’ saya dalam membidik objek agar menarik bak hasil bidikan photographer professional. Tapi ya, setidaknya ada bukti otentik hasil jalan lah ya...hahaha…  karena jika menunggu punya kamera DSLR baru hunting photo, ya belum tentu umur panjang kan ?, hehehehe….

Minggu, 06 Agustus 2017

HIPPUN ADAT - BENTUK SINERGI MASYARAKAT ADAT DAN PEMERINTAH DAERAH MEMBANGUN LAMPUNG BARAT



 
Hari masih pagi.  Kabut pun masih memeluk mesra pepohonan disekitar Homestay Piknik Liwa dimana kami bermalam. Tapi saya dan rekan rekan blogger, photographer dan videographer telah bersiap dan semangat untuk mengikuti salah satu rangkaian yang menarik minat kami semua hadir di Liwa, Lampung Barat. Kondisi badan yang masih lelah setelah menempuh perjalanan 6 jam dari Bandar Lampung ke pusat kota Liwa pun seketika sirna karena membayangkan sebuah perhelatan adat yang akan kami simak, Hippun Adat.

Sabtu, 05 Agustus 2017

HOMESTAY PIKNIK LIWA - SARANA BERMALAM NYAMAN DI LAMPUNG BARAT




Selain jadwal kegiatan, tempat bermalam juga jadi salah satu hal penting saat melakukan kunjungan ke suatu objek wisata. Meski dalam kondisi tertentu saya cenderung fleksibel soal tempat tidur saat ngeTrip, tidur di mushallah, di masjid, di ruang tunggu hingga ngemper di pojokan bandara, tak masalah! – untuk kondisi tertentu yaa, hehehe…    

Scroll To Top