Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Senin, 24 Oktober 2016

MUDAHNYA BILANG "KAMPANG"


JANGAN PERNAH MENGUCAPKAN KATA ; 'KAMPANG'


…”Kampanglah…”
…”dasar, anak kampang!”…

Kata kata diatas menghias berbincangan sekumpulan anak muda disudut sebuah kafe. Jarak meraka persis disebelah kanan saya. Agak risih mendengar  uraian percakapan mereka. Makin risih dengan penambahan kata ‘Kampang!’ di beberapa kalimat yang mereka tuturkan.
mudah banget mereka mengucap kata itu..” bisik saya pada diri sendiri.

Bagi masyarakat Lampung, –  baik suku  Lampung atau suku pendatang yang telah puluhan tahun menetap di Lampung, kata ‘Kampang’ tentulah bukan sesuatu yang asing. Meski begitu, kata ‘Kampang’ bukanlah kata yang baik untuk diucapkan, terlebih dilekatkan pada seseorang untuk memberikan sebuah julukan. Kata ‘Kampang’ seolah sebuah kata kiasan atau umpatan kekesalan seseorang. Layaknya penyebutan ‘Kampret’ atau ‘Dancok’ – dalam bahasa Jawa  - tapi kata ‘Kampang’ memiliki makna yang jauh lebih kasar daripada  semua kata tersebut.

“Kampang – sebuah penggambaran dari kekesalan tingkat tinggi.” ujar seorang Paman yang saya tanyai perihal kata Kampang. “Karena tidak ada lagi kata yang pantas disematkan, sehingga kata ‘Kampang’ menjadi perwakilan dari sebentuk emosi yang dirasakan oleh yang mengucapkan.” jelas sang Paman yang merupakan kerabat dekat saya tersebut. “Meski begitu, janganlah mudah mengucap kata ‘Kampang’ karena arti dari kata itu tidaklah baik. Se-kesal apapun terhadap sesuatu atau seseorang, tetap pilih kata kata yang baik.”urai sang Paman pada saya. 

Beruntung saya punya Paman yang menjelaskan kata ‘Kampang’, sehingga saya pribadi tidak terjebak dengan melakukan pengucapan terhadap kata yang tidak baik tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Meski  pada kenyataannya saya kerap mendengar rekan atau orang orang sekitar saya yang dengan mudahnya mengucap kata ‘Kampang’. Saking mudahnya terkadang kata ‘Kampang’ di ucap berkali-kali, bagai telah jadi bagian utama dari percakapan yang tersaji.

Dulu, ketika masa SMP,   saya pernah mengucap kata Kampang  saat bermain disebelah rumah – karena belum memahami makna kata  tersebut. Alhasil,  bilah rotan mendarat beberapa kali pada bokong saya dan tapolan sambal dibagian mulut. Hadiah dari Cuncun (sebutan Kakek dalam Lampung Menggala).  Saya juga ingat beberapa teman yang dulu berkisah mengucap kata ‘Kampang’ dengan leluasa di kota kota yang mereka kunjungi diluar provinsi Lampung. Misal, ketika kesal dengan sesuatu di ranah publik ibukota Jakarta, sang teman dapat mengumpat kata ‘Kampang’ puluhan kali, tanpa ada yang tersinggung karena tak ada satupun personal yang tahu artinya, ataupun jika ditanya artinya, si teman akan berucap bahwa kata ‘Kampang’ mengandung arti bagus atau keren. Padahal kata ‘Kampang’ jauh dari makna bagus. Malah jika kata tersebut diucapkan dalam lingkungan pergaulan masyarakat Lampung akan menyulut emosi  dan bukan tak mungkin akan memancing perselisihan. Ada pula menyebutan "anak Kampang" yang artinya setara dengan 'Anak Haram' yang hingga kini masih sering saya dengar dalam lingkungan pergaulan. Apapun alasannya, disampaikan dalam suasana bercanda sekalipun, kata Kampang bukan sesuatu yang layak diucapkan.
 
Sebagai kata yang sungguh tak elok dan tabu untuk diumbar, terutama dalam tata etika pergaulan, hendaklah kata ‘Kampang’ tidak terlontar terlebih oleh mereka yang telah dewasa dan berpendidikan. Karena orang dewasa dan mereka yang telah mengenyam pendidikan tinggi tentu memiliki kosakata yang jauh lebih banyak ketimbang mereka yang tidak bersekolah. Sosok dewasa dan berpendidikan pun  tentu pandai mengelola emosi personal sehingga dapat mengganti kata luapan emosional dan kekesalannya menjadi kata yang  lebih terarah.

32 komentar :

  1. kimak lah... mirip sih sama kampang :D tapi kalo cheboxxx itu beda layak diucapkan :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahahhahaha CHEBOX LAH .. itu ada kisahnya...nanti aku tulis yaa...tapi tidak buruk kok artinya..malah lucu!! hahahahha

      Hapus
  2. Di Palembang juga kata itu dikenal sebagai perumpamaan sesuatu yang sangat jelek. Jadi itu kata hinaan yang buruk sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar. hati hati jika ada yang mengucapkan kata itu. itu bukan kata yang layak di ucapkan atau layak di dengar.

      Hapus
    2. Kata kampang bagi saya tdk asing apalagi di daerah ku di kota palembang'di sana bnyk sekali yang mengucap kan kata kampang,kalo teman saya sering sekali mengucapkan kata KAMPANG padahal mereka tidak tau arti dan makana kata tersebut'kalo di ucapakan bagi mereka yang tidak tau itu sudah biasa,tapi'bagi mereka yg sudah tau arti dari makna kata tersebut mereka pasti tersinggung bisa saja membuat keributan karena arti kata tersb...

      Hapus
  3. iya beneer... Anak kampang berarti anak haram dan itu super duper kasar.. udah lama gak pernah ngucapin kata itu lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. meski dah lama gak ngucapin, bukan berarti ngucapin lagi yaaa hehehehhe...ganti kata kata lain ajaa hehehe

      Hapus
  4. Kapan ya aku terakhir kali ucapkan kata itu? Yang ada sekarang sering teriak Chebooook :p

    BalasHapus
  5. Lebih baik kita istighfar dari pada mengucapkan kata-kata yang sia-sia.

    BalasHapus
  6. Jadi inget kena gampar abang 😂😂😂

    BalasHapus
  7. Cawa kampang tak baik, kecuali kalo sedang perang, itu buat nambah motivasi, dan nambah semangat menggebu2

    BalasHapus
  8. Sy dri jambi! Untuk seluruh propinsi jambi jg kata Kampang sangat tradisi diungkapin saat kesal, tpi artinya adlh anak diluar nikah,

    BalasHapus
  9. kalo di daerah banjarmasin kalimantan selatan, hampir mirip kata yg diucapkan adalah anak ampang yg artinya anak haram, dan kejadiannya tadi malam ada orang tdk dikenal menelpon saya dg nomor ini : +6281291325330, memaki saya binatang, anjing, kampang, kimak, dancuk
    sungguh keterlaluan..seenaknya memaki orang tanpa alasan yg jelas, harusnya org yg punya nomor tersebut nanya dulu baik2 ke saya, di konfirmasi dulu jangan langsung memaki, emangnya siapa dia,sehebat apa sih dia, emangnya dia hidup didunia ini sama siapa, main maki orang lain seenaknya sendiri..

    BalasHapus
  10. Balasan
    1. Aku lo mlh gx tau apa itu kampang..tau dr komen bc pwnjelasan gx mudeng

      Hapus
  11. Pembahas ini bagus jadi pengarang skrip sinetron indonesia, panjang lebar tapi gak tepat sasaran alias gakbsampe2 ketujuan akhirnya tersesat dijalan yang benar.

    BalasHapus
  12. Saya pikir kampank itu artinya kampung.. saya baca ini di komentar oa-oa line. ternyata kasar juga ya apalagi dari daerah Pulau Sumatera. thanks infonya!

    BalasHapus
  13. Saya pikir kampank itu artinya kampung.. saya baca ini di komentar oa-oa line. ternyata kasar juga ya apalagi dari daerah Pulau Sumatera. thanks infonya!

    BalasHapus
  14. ganti kata kampang dengan kata Astagfitulloh

    BalasHapus
  15. Aku baca penjelasan diatas gx maksud karna bentar2 bukanlah kata2 nb yg baik untuk diucap..baca komenan bru ngerti apa itu kampang..karna gx ngerti apa itu kampang

    BalasHapus
  16. Penulis ingin menyampaikan betapa sangat-sangat jelek dan kotornya arti dari kata "kampang"
    saya dari palembang,,,
    Di sini, klau mau mati di bunuh orang, cukup bilang "kampang" kemuka orang dengan jarak 1 jengkal(25 cm), maka hitungan menit kau bakal di tusuk atau di bacok sampai mati oleh itu orang...

    Jadi dengan penjelasan peristiwa saya tulis mungkin saudara2 dapat ukur seberapa buruk nya kata "kampang" itu

    BalasHapus
  17. Kampang sama ngentot(utkbahasakasar), kasar yang mana?

    BalasHapus
  18. Kok rasa" nya biasa aja ya cok

    BalasHapus
  19. Нave yoou ecer thought abοut including a little bit more
    than just your articles? I mean, what you say is fundamental and all.

    H᧐wever think of iff yyou added some great photos
    or vieeos tto give your pօsts more, "pop"! Your content is
    excellent but with pics and νide clіps, this blog ϲould certainly be one of
    the most beneficial in its niche. Wonderful blog!

    BalasHapus
  20. Setau ane si "Kampang" itu plesetan dari kata "Kampung". dan kalau artinya itu emang kasar banget, tergantung kondisi pengucapannya, saat bercanda / serius itu bakal beda. Jadi jangan baper kalau becanda. Bagaimana dengan kata2 yang lain "Anjing, Babi, Ngentot, Kontol, Bangsat / bahasa yang kotor lainnya" yang sudah sering terdengar di lingkungan pergaulan? jadi itu tergantung kondisi saat pengucapannya aja si menurut saya dan jangan baper cuma becanda

    BalasHapus
  21. Berarti saya wanita yg amat hina ya?? Krn suami sndiri bilang saya kampang,,, masyaAllah bgitu hinanya saya

    BalasHapus
  22. Dulu inget banget waktu sd pernah ngomong kampang, bapak tau itu saya ngomongl di gampar mulut saya. Dan emang bener orang luar sumatra dengan mudahnya ngomong. Kampang tanpa mencari tau dulu artinya. Mungkin awalnya saya masih memaklumi mereka karna mereka ga tau artinya, tapi lama kelamaan saya emosi juga kalo ada orang ngomong kampang.

    BalasHapus
  23. Pada Dasarnya Kata2 / Umpatan Kaya Gitu Tergantung Penempatan Sih,
    Coba lah Liat Di YT Banyak Yang Teriak Anjeng Anjir Anjer ( 1 Arti Tetap Aja Intinya Binatang ) Tapi Mereka Ketawa2 Karna Dalam Konteks Bercanda Kalo Gak Kenal Tau2 Teriak Anjeng Ya Ga Perlu Lama Juga Wasalam, Bukan Pintar Milih Kata Tapi Pintarlah Dalam Menempatkan Kata. Jadi Orang Yang Kaku Juga Membosankan

    BalasHapus

Scroll To Top