![]() |
| pesona Curug Kura Mas, dalam Register 31 Tanggamus. |
Ada banyak pilihan wisata air terjun atau curug yang berada dalam kabupaten Tanggamus. Tapi saya memilih tandang ke Curug Kura Mas. Bukan sekedar untuk menyambangi Curug tetapi ingin bernostalgia. Menikmati suasana asri perkebunan dan kawasan hutan lindung sekaligus merasakan aliran sungai dan air terjun. Berbekal info dari oom Yopie – admin akun sosmed Keliling Lampung, saya mengajak beberapa teman yang berkenan turut serta dalam perjalanan kali ini. 1 Juni 2026, tanggal merah dalam peringatan Hari Lahir Pancasila kami berniat untuk susur jejak menuju Curug Kura Mas dalam Register 31, Tanggamus.
![]() |
| kondisi jalan yang kami jejaki menuju Curug Kura Mas. |
Pagi
itu, kami bergegas menyusun kekuatan badan setelah sepanjang hari sebelumnya
melakukan kunjungan hingga ke Pemerihan Pesisir Barat dan berakhir dengan
bermalam di rumah mas Sugriwo. Sempat berbincang perihal aktivitas Gabungan
Kelompok Tani Hutan (GAPOKTANHUT) sembari menyecap kopi hangat dan obrolan yang
meluaskan pemahaman saya dan teman-teman tentang aktivitas berkebun warga di
dekat kawasan hutan lindung. Menambah semangat saya dan teman-teman yang akan menapaki perkebunan warga dalam
kawasan register 31 yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional
Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
![]() |
| suasana asri aliran sungai pada area hutan lindung di kiri dan perkebunan warga di kanan. |
Setelah
melakukan persiapan, kami berkendara melalui jalan Sanggi – Bengkunat atau yang lebih di kenal dengan tanjakan
Sedayu yang punya kontur tikungan tajam yang wajib waspada ketika berkendara
sebelum kami menaruh kendaraan di pekarangan warga yang berada di bagian depan
dari Register 31. Kami bergegas mengemas
bawaan seperlunya dan meniti jalan setapak perkebunan. Selama tracking mas
Sugriwo menjelaskan beberapa jenis tumbuhan pada kebun warga di sepanjang
perjalanan. Sesekali langkah kami berhenti. Selain istirahat sejenak menghela
nafas, kami menyimak penuturan mas
Sugriwo perihal pepohonan dalam area perkebunan yang ada di hadapan kami.
“Sepertinya, Juli atau Agustus masuk musim durian” jelas mas Sugriwo sembari
mata kami menatap pohon durian yang buahnya terlihat sebesar kepalan
tangan.
Sebenarnya
menuju letak air terjun Kura Mas dapat di tempuh dengan ojek motor. Tapi saya
dan teman-teman memilih berjalan kaki untuk dapat melihat lebih dekat kawasan
perkebunan.
Setelah
trekking kurang lebih 40 menit, berhias obrolan
termasuk menikmati buah-buahan yang kami
dapati sepanjang dalam perjalanan tibalah kami pada akses belukar tinggi
melebihi tinggi badan kami. “inilah akibat tidak lagi di rawat. Akses jalan ke
air terjunnya jadi tertutup belukar
gini.’ jelas mas Sugriwo sembari ia menyiangi rerumputan dan ranting yang
menghalangi jejak kami.
![]() |
| akses susur sungai dan jejak perkebunan warga |
Air
terjun Kura Mas yang ingin kami datangi ini pernah ramai kunjungan pada 2019, namun
ketika Covid-19 melanda, sontak tak ada kunjungan dan rekan-rekan yang
tergabung dalam GAPOKTANHUT (Gabungan Kelompok Tani Hutan) pun beralih fokus.
Bicara soal aktivitas yang di lakukan oleh GAPOKTANHUT di kawasan Hutan Lindung
Register 31 – Pematang Arahan, Tanggamus, tak hanya perihal pengelolaan hutan kemasyarakatan
(HKm) semata tetapi meliputi aktivitas agroforestri
dan adaptasi akan perubahan iklim. Termasuk menjaga kelestarian lingkungan yang
sekaligus memiliki upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani. “Meski kami bercocoktanam,
tapi tetap menjaga dan merawat kawasan hutan”ujar mas Sugriwo. Menjadi petani
pada area perkebunan yang berbatasan langsung dengan hutan lindung pun memilki
tantangan yang tak mudah. Salah satunya hewan hutan yang terkadang tandang ke
perkebunan mereka. “Beberapa tanaman buah atau umbi-umbian di kebun sering jadi
sasaran hewan hutan.” ucap mas Sugriwo sambil menunjukkan jejak kaki menjangan
dan kucing hutan di permukaan tanah. “Maka
warga punya tradisi menyisakan sebagian hasil perkebunan guna di nikmati hewan
dalam hutan lindung yang mencari makan di area perkebunan warga.” terang mas
Sugriwo.
![]() |
| kondisi aliran sungai yang indah dengan aliran air yang jernih |
Setelah
melalui kawasan perkebunan dan jurang belukar akhirnya kami tiba pada bagian
hulu aliran sungai. Mas Sugriwo sengaja
membawa kami pada bagian hulu terlebih dahulu sebelum melihat wujud air terjun
Kura Emas. “coba lihat dasar dari sungai ini…” ucap mas Sugriwo. Mata kami pun
mengamati uniknya dasar sungai yang meyerupai lantai batu berwarna hitam yang
pada sebagain besar permukaannya terdapat lubang-lubang seolah kolam pemandian
alami. “Beberapa waraga sering medengar bebunyian berasal dari lubang-lubang
ini.” ujar mas Sugriwo yang membuat kami makin terdiam memandangi lubang-lubang
tersebut. “Jangan ke bagian itu ya,,” sahut mas Sugriwo menunjuk pada bagian
atas dari kawasan sungai. “ada yang jaga di sana” lanjut mas Sugriwo setengah
berbisik. Kami pun sontak paham dengan kode yang di perlihatkan mas Sugriwo.
Seketika kami sepakat untuk menghormati bagian dari sungai yang tak perlu kami sentuh.
Hanya
sesaat kami mengabadikan diri dan menikmati aliran sungai dengan lantai batu
dan beberapa lubang yang dapat kami jadikan sarana berendam meski ada pula
lubang yang tak boleh kami singgahi karena menurut mas Sugriwo ceruknya sangat dalam.
![]() |
| ceruk ceruk pada alirang sungai |
![]() |
| kondisi lingkungan sekitar aliran sungai yang sangat terjaga. |
Perjalanan
kami menuju letak air terjun berlanjut. Bagian selanjutnya, mas Sugriwo
mengarahkan kami untuk menyusuri aliran sungai. Berjalan menuju hilir sembari
perkenalkan kami pada tumbuhan rotan dan bambu yang tumbuh rimbun di sepanjang
sungai. Air sungai yang jernih pun tak luput dari kekaguman kami. Terdapat bebatuan
besar dan berlumut pada sebagian dari aliran sungai. Tapi ada pula bagian
sungai yang air nya lebih tenang dengan sedikit bebatuan. Pada bagian selanjutnya,
mas Sugriwo mengarahkan kami untuk menapaki kawasan perkebunan dengan kontur
tanah menanjak sebelum kembali menuruni jurang guna mendekat ke letak air
terjun.
![]() |
| kondisi jejak yang kami lalui dalam mencari Curug Kura Mas. |
![]() |
| pesona Curug Kura Mas |
Usaha
bersesak dalam belukar, terkena duri ranting tajam sampai rumput gatal hingga
terjerembab dalam tanah jurang gembur semua kami lakoni. Sungguh usaha susur
jejak yang dengan suka cita kami laksanakan. Tapi segalanya terbayar lunas
ketika melihat wujud air terjun Kura Mas terbentang di hadapan mata. Dengan tinggi lebih kurang 10 meter dan
debit air yang deras membuat teriak bahagia kami pun tuntas. di namai Kura Mas, karena pada bagian atas
dari letak air terjun dahulu pernah di temukan warga kura kura berwarna kuning
keemasan. Itulah sebabnya di beri penamaan Curug Kura Mas oleh warga setempat.
![]() |
| kebersamaan dan menikmati moment di Curug Kura Mas. |
Kami langsung mendekat menikmati guyuran air terjun. Menikmati air yang dingin dan jernih dengan bentangan alam yang memukau. Pepohonan rimbun dalam kawasan hutan lindung dan bebatuan di sekitar air terjun yang seolah tersusun indah secara alami. Saya, Ananta, Lucky dan Fatih dengan gembira menikmati suasana siang itu. Tak lupa sesekali kami menyecap kopi hangat yang di bawa mas Sugriwo dalam termos kecil, termasuk menikmati bekal makan siang kami yang di masak oleh istri mas Sugriwo berupa nasi, sambal telur dan sayur paku pakis yang lezat. Suasana makan siang yang istimewa. Karena suasana dan lingkungan dimana kami beradalah yang membuat segalanya istimewa.
![]() |
| kebersamaan kami bersama Mas Sugriwo |
Usai puas menikmati air terjun dan mengabadikan suasana kami beranjak menapaki jejak pulang. Menuju letak kendaraan yang kami parkirkan di depan hunian warga. Rute jalan yang kami tempuh lebih menantang. Menanjak terjal berhias rerumputan dan pepohonan kopi. Menariknya jejak pulang terasa lebih cepat. Karena rute yang mas Sugriwo terbilang memotong rute awal yang kami jejaki sebelumnya. Saya dan rekan-rekan pun bersuka cita dalam perjalanan pulang. Meski lelah terasa tapi susur sungai nan jernih dan segarnya air terjun Kura Mas akan menjadi kenangan jelajah jejak yang istimewa. Sebuah potensi destinasi wisata yang menarik bila segenap pihak terkait berkenan bersinergi termasuk akses jalan yang perlu di percantik. Bagai gadis desa yang cantik jelita, air terjun Kura Mas pun perlu bersolek agar wujudnya semakin penuh pesona. <duniaindra>











.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpg)
.jpg)




