Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Tampilkan postingan dengan label duniaindra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label duniaindra. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juni 2026

SENSASI SERU DEKAT DENGAN GAJAH DI EKOWISATA PEMERIHAN, PESISIR BARAT LAMPUNG

 

Pusat Konservasi Gajah Pemerihan, Pesisir Barat Lampung.

Untuk melihat dan berinteraksi langsung dengan gajah dalam area Taman Nasional, warga Lampung dapat tandang ke Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di kabupaten Lampung Timur dan Pusat Konservasi Gajah (PKG) Ekowisata Pemerihan yang berdekatan dengan kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Kedua Taman Nasional tersebut memiliki daya tarik masing-masing.  

Jika kamu yang pernah lihat video musik dari lagu berjudul Gajah yang di bawakan penyanyi Tulus, pembuatan video musik dari lagu tersebut berlokasi di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Pemerihan.  Itulah salah satu alasan saya, Lucky, Ananta dan Fatih berkunjung langsung ke Pemerihan. Lets go!!...

 

gajah-gajah yang menghuni kandang pada PKG Pemerihan.


Cuaca cerah menyambut kedatangan kami saat tiba pada bagian depan dari  PKG Pemerihan. Pukul 15.20 WIB saat itu. Telat 20 menit dari jadwal semestinya. Setelah menaruh kendaraan pada area parkir kami bergegas mengikuti arahan mas Jianto yang menyambut kedatangan kami. “Kita langsung ke pemandian gajah ya..” ucap mas Jianto seraya bergegas mengarahkan kami ke lokasi pemandian gajah yang ia maksud. Mata saya sempat menatap dua wujud gajah dalam kandang yang berada tak jauh dari letak parkir kendaraan. “Nanti kita bersantai depan kandang gajah itu. Sekarang kita ke sungai tempat gajah mandi.” ujar mas Jianto sembari kami bergegas mengikuti langkah kakinya yang tergolong cepat. 

 

mas Jianto mengarahkan kami tracking menuju sungai


Setelah melalui jalan dekat dengan hunian warga dan menyisir kawasan belukar, kami tiba pada bibir sungai. Beberapa gajah mendekat ke tengah sungai. Di arahkan pawang masing-masing, para gajah masuk ke dalam sungai. Mas Jianto mengarahkan kami untuk turut memandikan gajah dalam aliran sungai. Dengan bahagia tapi tetap waspada, teman-teman  turut berendam memandikan dan menyentuh langsung gajah dalam aliran sungai.  Seketika momen sore jadi begitu istimewa. Bisa dekat memandikan gajah dan merasakan sensasi kulit gajah yang tebal. Ada 3 gajah yang mandi saat itu, 2 gajah lainnya sudah berada dalam kandang. Jadwal buat pengunjung memandikan gajah di mulai pada pukul 07.00 WIB sebelum gajah bermain dalam hutan atau pukul 15.00 WIB sebelum gajah kembali ke dalam kandang, di beri makan dan menjadi tontonan warga sekitar atau wisatawan.


Gajah-Gajah mendekat ke sungai bersiap mandi sore

Sensasi seru memandikan gajah di sungai dalam kawasan Ekowisata Pemerihan.

Ada 5 gajah yang menempati kandang dalam PKG Pemerihan. Meski menurut mas Jianto ada 12 gajah lainnya yang masih berada dalam kawasan hutan lindung TNBBS. “Seberang sungai ini sudah kawasan TNBBS, mas.. jadi 5 gajah yang ada dalam kandang ini pun sepanjang hari bermain ke dalam kawasan hutan TNBBS.” jelas mas Jianto ketika saya tanya perihal bagian kawasan TNBBS dan kawasan perkebunan warga sekitar. Lima gajah dalam kandang Pemerihan pun di beri nama; Agam, Mela, Rahmi, Haryono, Renold.  Kelima gajah tersebut di arahkan oleh pawang yang setiap hari mendampingi saat gakah bermain dalam kawasan hutan lindung.

 


Usai memandikan, bercengkrama hingga melihat wujud kotoran gajah mengambang saat buang air besar dalam sungai, kami pun turut serta mengantarkan gajah kembali ke kandang dengan jejak yang biasa gajah-gajah tersebut lalui. Aliran sungai dan belukar jadi rute yang wajib kami ikuti.  Rute yang biasa di lalui oleh gajah tersebut tergolong sukar bagi kami yang tak terbiasa.  Maka wajar saja jika saya dan teman-teman beberapa kali terjerembab dalam kubangan lumpur termasuk terkena guratan ranting dan ilalang. Sesekali turut merasakan sensasi yang ada dalam kawasan bermain gajah, hehehe.



sensasi mengikuti rute gajah pulang ke kandang...



Setelah lebih kurang 15 menit mengikuti jejak gajah pulang dari aliran sungai, kami tiba di letak kandang yang dekat dengan area parkir dimana kami tiba sebelumnya. Terlihat wujud gajah dengan gading besar nampak gagah dalam kandang. “Hati-hati, yang itu namanya Renold. Lebih agresif dari gajah lain. Jangan terlalu dekat.” jelas mas Jianto mengingatkan kami.  Beberapa gajah yang semula bersama kami dalam aliran sungai telah berkumpul dalam kandang. Pemandangan sore yang memukau. Udara sejuk dengan semburat cahaya senja berkilau di antara dedaunan pohon rindang dalam kawasan Pemerihan.

 

Suasana sore yang cerah di depan kanjang gajah

gajah gajah dalam kawasan Ekowisata Pemerihan.


Berkali-kali saya di buat takjub dengan bentangan alam nan asri di hadapan mata. Beberapa pengunjung terlihat duduk pada kursi kayu yang berada pada bagian depan dari kandang gajah. Sebagian besar pengunjung sore itu adalah keluarga yang tinggal dalam kecamatan Bengkunat. Terlihat beberapa pasang suami istri  membawa anak-anak mereka untuk melihat gajah secara langsung. Terdapat pula beberapa pondok bambu yang dapat jadi tempat bersantai pengunjung sembari memandangi gajah dalam kandang. Penataan area kunjungan yang rapih dan nyaman. Selain berinteraksi dan memandikan gajah, pengunjung dapat pula melakukan Jungle Tracking guna menyusuri lokasi pemanfaatan TNBBS termasuk singgah ke Menara Pantau, Rumah Pohon dan melihat beragam tumbuhan khas hutan hujan tropis dalam kawasan TNBBS yang dekat dengan kawasan konservasi Gajah Pemerihan. Bahkan terdapat pula wisata agro kebun madu Sultan dan madu Klanceng yang berada di dusun Srimulya II yang letaknya tidak jaduh dari lokasi PKG Pemerihan. “Mau ngeCamp atau menginap di homestay  juga ada” jawab mas Jianto ketika saya tanya soal fasilitas bermalam bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi bermalam dekat kandang gajah. Bahkan pengunjung yang ingin membawa tenda sendiri juga bisa gelar tenda di bagian halaman dekat dengan pondokan pengunjung. 


suasana sore saat pengunjung memandangi Gajah


Segala kegiatan yang akan di lakukan pengunjung saat berada di PKG Pemerihan wajib di sampaikan pada penjaga kawasan. Dapat melalui telepon langsung di 081279167431 atau DM Instagram resmi mereka @ekowisatapemerihan. Untuk mendapatkan pengalaman interaksi langsung dengan gajah dan nikmatnya suasana bentangan alam yang asri, kamu wajib jadwalkan tandang langsung ke Pusat Konservasi Gajah (PKG) Pemerihan yang berada di pekon Pemerihan, kecamatan Bengkunat kabupaten Pesisir Barat, Lampung. <duniaindra>

Minggu, 18 Januari 2026

LIHAT LEBIH DEKAT SITUS MEGALITIK BATU BEDIL TANGGAMUS LAMPUNG.

 



Sebagai penyuka wisata bernilai sejarah, tentu jadi kebahagiaan tersendiri ketika punya waktu dan kesempatan tandang langsung ke destinasi wisata bernuansa sejarah. Meski saya bukan ahli sejarah, tapi izinkan saya menceritakan pengalaman tandang langsung ke Situs Batu Bedil yang berada di kabupaten Tanggamus, provinsi Lampung.

 

Rasa senang dan semangat tandang ke situs Batu Bedil telah muncul sejak memulai perjalanan bersama rekan-rekan dari Bandar Lampung bersama Lucky, Athar, Rasyid, Reza dan Jerry. Perjalanan semakin lengkap karena letak situs Batu Bedil berada dekat dengan rumah orang tua Jerry sehingga memungkinkan kami untuk numpang bermalam.

Maka kami pun menyempatkan singgah sesaat di rumah orang tua Jerry begitu tiba di desa Gunung Meraksa, kecamatan Pulau Panggung, Tanggamus  – kampung halaman Jerry. Seperti rencana yang telah kami susun. Kami tak hanya singgah, tapi akan bermalam di rumah Jerry. Maka saat singgah sebentar di rumah orang tua Jerry sebelum kami mendatangi situs Batu Bedil, saya dan rekan-rekan sempat panen buah rambutan. Meski sebenarnya, pohon rambutan tersebut berada dalam pekarangan rumah tetangga Jerry. Maklum, rasa ingin memiliki saya begitu kuat ketika melihat rambutan berjuntai ranum. Sayang rasanya tak di nikmati langsung, hehehe.

 

Setelah jumpa dan bertegursapa sejenak dengan orang tua Jerry, saya dan rekan-rekan bergegas menuju letak situs Batu Bedil. Rute menuju letak situs Batu Bedil tidaklah sulit dengan kondisi jalan yang tergolong baik.  Setelah melalui pemukiman dan perkebunan warga kami tiba di lokasi Situs Batu Bedil yang berada di jalan Air Bakoman, Dusun Batu Bedil, Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. 

Terlihat dari sudut jalan dimana kami memarkirkan kendaraan, sejumlah menhir, batu prasasti, dolmen  pada tatanan menyerupai taman yang dekat dengan pemukiman warga tertata rapih dan mudah di akses. Sore itu tak ada pengunjung lain selain kami. Sehingga kami dapat leluasa melihat lebih dekat pada setiap guratan yang secara samar terpatri pada permukaan bebatuan.

 

Beberapa anak kecil bermain di pinggir jalan dekat kawasan Situs. Secara letak, situs pertama yang kami datangi bernama Situs Batu Bedil – menjadi bagian pertama dari 3 bagian Situs yang letaknya terpisah tetapi berada di satu kawasan berdekatan. Selain itu, terdapat pula Batu Gajah dan Batu Kerbau pada bagian lain yang letaknya sekitar 300 meter. Warga setempat menyebut 3 bagian dari kawasan Situs Batu Bedil, yakni ;  Kompleks Prasasti, Kompleks Menhir, dan Kompleks Situs Batu Gajah.

 


MENGAPA DI NAMAI BATU BEDIL?

 

Berdasarkan keterangan yang di keluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, penamaan Batu Bedil berdasar pada sebuah cerita yang beredar pada masyarakat setempat yang kerap mendengar adanya bunyi letusan dari menhir di lokasi tersebut.

Sore itu saya juga sempat bertegur sapa dengan beberapa warga sembari menanyakan perihal mengapa  kawasan tersebut di namai Batu Bedil. Seorang pria paruh baya yang mengenalkan dirinya bernama pak Rahmat berkata bahwa sejak ia kecil di lingkungan tersebut, orang tuanya menjelaskan bahwa dahulu kerap terdengar suara dentuman yang secara wujud tidak terlihat oleh pandangan mata tetapi suara dentumannya terdengar jelas dari kumpulan bebatuan yang ada dalam kawasan Situs Batu Bedil. Orang tua dari pak Rahmat mengisahkan bahwa kawasan yang dahulu di dominasi belukar dan hutan tersebut seolah memiliki aktivitas kehidupan yang tak Nampak oleh mata manusia. “maka kami di kawasan kampung ini menganggap bebatuan dalam area situs itu semacam alat peperangan dan bukti kehidupan masa lampau yang sekarang jadi warisan buat kami jaga.” simpul pak Rahmat setelah uraian kisah panjang yang ia dapat dari Kakek Nenek dan Orang tuanya terdahulu. Bahkan pak Rahmat setuju bahwa masyrakat saat ini wajib menjaga peninggalan-peninggalan kehidupan pra-sejarah sebagai wujud kepedulian akan perjuangan hidup leluhur.

 

 


 

BENTUK BATU BEDIL

 

Batu Bedil merupakan prasasti yang berbentuk seperti bedil atau senapan yang tulisannya berisikan kutukan atau mantera Budha. Konon, ketika masa peperangan melawan kolonialisme Belanda.Dari jarak jauh sering terdengar suara letusan yang di anggap berasal dari Batu Bedil yang di yakini keramat itu.

 

Batu Bedil memiliki ukuran lebar 109 centimeter dan tinggi 220 centimeter. Prasasti ini tidak berangka tahun, tetapi diperkirakan berasal dari prasejarah. Tepatnya pada masa megalitik serta beberapa peninggalan yang terdapat pada masa Hindu-Budha di Indonesia. Zaman megalitik juga biasanya di sebut zaman Batu Besar, di karenakan pada zaman tersebut manusia telah dapat membuat serta meningkatkan kebudayaan yang terbuat dari batu-batu besar.

 

Kondisi tinggalan arkeologis di situs Batu Bedil tidak semuanya berukuran besar. Terdapat beberapa peninggalan tradisi megatilik berukuran kecil. Konsep penempatan batu di situs ini memungkinkan pada masa lalu memiliki makna khusus untuk masyarakat pendukung budaya tersebut.

Prasasti Batu Bedil dituliskan pada sebuah batu yang terdiri datas 10 baris dengan tinggi huruf sekitar 5 centimeter. Tulisan tersebut berada pada satu bingkai. Bagian bawah bingkai memiliki goresan yang membentuk padma atau bunga teratai. Kondisi huruf sudah aus namun beberapa bagian masih dapat di baca.

Selain Batu Bedil pada situs ini juga banyak ditemukan berbagai batu-batu tegak, altar batu atau dolmen, lumping batu dan batu bergores.

 

 




ISI PRASASTI BATU BEDIL

 

Pada baris pertama terdapat tulisan dengan Nama Bhagawate dan pada beris kesepuluh terbaca Shawa.  Namo Bhagawate sebagai permulaan dan Shawa sebagai penutup memberi dugaan bahwa Prasasti Batu Bedil berkaitan dengan mantra. Sedangkan bahasa yang digunakan adalah Sansekerta.

Situs Prasasti Batu Bedil sudah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya Nasional sesuai dengan Surat Keputusan. No SK: KM.12/PW.007/MKP/2004 Tanggal SK: 2004-03-03.

 

Selain itu, pada lokasi ini juga terdapat beberapa peninggalan prasasti lainnya, diantaranya sebagai berikut ;

1.      Prasasti Palas Pasemah yang di dugua berasal dari akhir abad ke-7 Masehi.

2.      Prasasti Bungkuk (Jabung) yang berasal dari akhir abad ke-7 Masehi

3.      Prasasti Hujung Langit (Bawang) dari akhir abad ke-10 Masehi

4.      Prasasti Tanjung Raya I dari sekitar abad ke-10 Masehi

5.      Prasasti Tanjung Raya II (Batu Pahat) dari sekitar abad ke-14 Masehi

6.      Prasasti Ulu Belu dari abad ke-14 Masehi

7.      Prasasti Angka Tahun 1247 Saka dari Pugung Raharjo

8.      Prasasti Sumberhadi dari sekitar abad ke-16 Masehi

9.      Prasasti Batu Bedil dari sekitar abad ke-10 Masehi

 


Yang menarik dari kunjungan saya danr ekan-rekan ke situs Megalitik Batu Bedil ini adalah melihat langsung 3 bagian sejarah yang terdapat di 3 bagian utama dalam satu kawasan.  Bagian pertama merupakan peninggalan masa Pra-sejarah yang terdiri dari batu-batu tegah menhir yang khas. Dolmen  berupa meja batu untuk beragam jenis ritual tempo dulu serta Lumpang Batu yang menadi alat dari kegiatan ritual yang berlangsung.  Bagian Kedua diwarnai oleh peninggalan sejarah Hindu-Budha dengan corak ragam prasasti Batu Bedil dengan tulisan Sanskerta atau Jawa Kuno berisi mantra yang di duga berasal dari akhir abd 9 atau awal abad 10 Masehi. Terdapat pula Batu Gajah dan Batu Kerbau – penamaan Batu Gajah dan Batu Kerbau karena Batu tersebut menyerupai wujud kepala Gajah dan kepala Kerbau, menandakan pengaruh Hindu pada kedua batu kepala hewan tersebut. Sementara pada bagian ketiga merupakan ragam Artefak yang terdiri dari beberapa batu dengan ukiran atau guratan berwujud simbol-simbol dan struktur batu kolo yang mejadi warisan geologi dalam situs Batu Bedil.  Saya dan rekan-rekan menghabiskan waktu hingga matahari terbenam. Sembari menikmati buah rambutan yang kami petik dari pekarangan tetangga Jerry. Sore yang sangat berkesan. Mengamati bebatuan peninggalan prasejarah megalitik dengan unsur-unsur dari masa sejarah Hindu. Sungguh patahan jejak sejarah yang  merupakan warisan budaya luhur dan perlu kalian datangi langsung.


Rabu, 31 Desember 2025

MEMAKNAI TAHUN 2025.

 


Beberapa jam lagi tahun 2025 berakhir.

31 Desember 2025, saat ini.

Saya mulai tergerak untuk menulis lagi. Mengisi Blog yang sudah mulai berlumut dan rapuh.  Perlahan saya semangati diri untuk mengurai beragam rasa, pemikiran, pengalaman dan beragam ganjalan yang hinggap dalam pemikiran di setiap harinya.  Mari saya mulai.

 

Di pertengahan Desember 2025, rekan sesama blogger – Yayan, menyampaikan bahwa Blog saya tidak bisa di akses. Ketika saya cek ternyata benar tak dapat di akses. Lalu saya hubungi Alan – teman baik yang sedari awal membantu perihal blog, hosting dan lainnya. Benar ternyata, domain saya ; duniaindra.com  habis masa berlaku dan untuk dapat di akses kembali pembayarannya perlu di perpanjang. Maka tak butuh waktu lama sejak saya transfer pembayaran dan di urus oleh Alan semua kembali normal. Lalu tergeraklah diri ini untuk niat menulis kembali. Mengisi Blog yang sudah banyak memberi warna baik dalam kehidupan saya. Lapak blog yang setidaknya sudah menerbangkan saya ke beberapa negara dan memberi saya banyak pengalaman langsung ke beragam destinasi menarik.  Bahkan dari blog yang saya kelola mempertemukan  saya pada beragam personal baik dan kesempatan-kesempatan baik lainnya.

 

Bila sebuah alasan di runut,  yang membuat saya jarang menulis di blog kembali adalah karena ritme aktivitas yang tergolong padat di tengah banyaknya jadwal manggung dan deadline pekerjaan yang wajib di dahulukan. Tapi selain itu karena pergeseran konten yang kini banyak berwujud video singkat.  Produksi konten visual saat ini mendapat banyak perhatian. Meski saya tergolong tidak menyukai konten-konten visual yang sekedar berjoged, pamer material, curhat atau menyinggung sarkas or satir pihak lain. Video konten yang saya buat dan terposting melalui lapak instagram saya @duniaindra lebih pada kegiatan manggung, aktivitas menjadi pemateri hingga kegiatan pelesiran saya bersama rekan atau keluarga.

 

Sepanjang tahun 2025, tetap wajib di syukuri. Apapun bentuk dan hasilnya. Semua hal yang telah terjadi adalah pembelajaran. Bahkan jadi pelajaran berharga sebagai acuan berpijak untuk langkah panjang di tahun mendatang. Tak ada yang saya sesali atas apa yang telah terjadi. Bahkan hal-hal buruk yang terjadi termasuk penghianatan sekalipun semuanya cukup jadi pegangan untuk tidak terhubung  lagi dengan pihak-pihak yang rasanya menjadi penghalang dalam upaya baik. Saya juga tidak terlalu obsess untuk hal-hal yang saya sendiri tahu diri untuk tidak terlalu banyak ada di bidang tersebut. Terlebih saya tahu bagaimana melaksanakan sesuatu yang sesuai dengan minat dan kapasitas personal saya. Tidaklah saya bersikeras menjadi model catwalk sementara postur saya tidak memenuhi syarat untuk mengemban profesi itu.  Tidak pula saya bersikeras untuk di kenal dengan cara mendompleng hadir dalam setiap gelaran acara meski tidak ada peran apa-apa. Tak perlu juga saya mendapatkan pengakuan akan apa yang saya capai dan apa yang saya bisa. Cukup posting aktivitas yang benar-benar saya lakukan. Bukan aktivitas atau acara orang tapi di beri judul acara diri sendiri.  Saya juga semakin sadar bahwa untuk bahagia tak butuh tepuk tangan banyak manusia. Cukup orang-orang tulus yang selalu ada menemani dalam segala kondisi yang saya hadapi. Itulah sebabnya saya jarang kumpul dalam kerumunan banyak orang. Teman main saya hanya beberapa orang. Bagi saya, menjaga energi baik cukup dengan berkumpul pada sosok yang seirama. Selebihnya cukup kenal. Cukup tahu atau bahkan cukup sekali tahu dan selebihnya tak akan pernah mau tahu lagi.

 

2026, beberapa jam lagi.

Tak banyak berubah dari tahun sebelumnya. Saya tetap berupaya memaksimalkan apa yang saya mampu. Sesuai dengan kapasitas personal saja.  Tidak pula saya mengurai rencana-rencana atau resolusi terlalu gamblang di hadapan publik. Karena saya tidak suka mengumbar rencana, tapi lebih berbagi hasil dari aktivitas yang telah saya lakukan.  Tidak pula saya mengurai permasalahan di sosial media, karena tidak ada gunanya sama sekali. Curhat masalah personal hanya pada orang terdekat dan sang Pencipta. Ranah publik tak perlu tahu proses dan kendalanya. Cukup lihat hasilnya saja.

Saya pun masih akan terus melakukan bidang-bidang yang saya sukai. Sesuatu yang duniaindra banged. Tidaklah saya melakukan hal di luar dari kapasitas saya. Tidak pula saya merasa pandai mengomentari sesuatu yang sama sekali saya tidak tahu. Saya hanya ingin terus melakukan dan membagikan bidang-bidang dalam duniaindra ; traveling, pekerjaan panggung dan dunia pelatihan, bidang sosial dan kebudayaan dengan sedikit berbagi waktu dalam kebersamaan dengan teman baik atau keluarga.

Demikian uraian penanda tutup tahun 2025. Selamat datang 2026. Janji saya akan mengupayakan untuk rajin menulis agar lapak Blog tak Kosong.  

Salam sehat dan terus semangat.

Jumat, 13 Juni 2025

PASAR TEMATIK WISATA JELAJAH DANAU RANAU LAMPUNG BARAT

 

Pasar Tematik Danau Ranau Lampung Barat

Tahun 2017, kali terakhir saya tandang ke Danau Ranau Lumbok Seminung, Lampung Barat. Bahkan seingat saya, beberapa tahun sebelum 2017 juga pernah singgah. Tujuan utama tentu menikmati bentangan Danau Ranau yang tenang. Meski kala itu secara fasilitas terbilang terbatas. Bahkan saya punya pengalaman ‘seram’ kala bermalam di hotel yang ada dalam Lumbok Seminung Danau Ranau Lampung Barat. Tapi itu dulu. Berbeda dengan kesan yang saya dapat kala tandang ke Danau Ranau di Lumbok Seminung pada Juni 2025. Telah tersaji Pasar Tematik Wisata Jelajah Danau Ranau yang wajib masuk dalam daftar kunjungan kamu.

Letak dari Pasar Tematik Danau Ranau . Take Drone by Angkasa Project.Rasyid.

 
Wujud Gunung Seminung yang gagah dan letak Pasar Tematik di Kaki Gunung Seminung dan hamparan Danau Ranau yang memukau.


Mata saya berbinar bahagia ketika memasuki bagian muka dari Lumbok Seminung. Bentangan Danau Ranau bersanding cantik dengan gagahnya Gunung Seminung pada bagian kanan dan hamparan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) pada bagian kiri. Berulangkali saya berdecak kagum. Mensyukuri pesona ciptaan Tuhan. Lumbok Seminung merupakan nama salah satu kecamatan dalam kabupaten Lampung Barat. Satu per tiga dari luas Danau Ranau masuk dalam kecamatan Lumbok Seminung kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung.  Sisanya masuk Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Di OKUS Danau Ranau secara administratif ada di tiga kecamatan, yakni Warkuk Ranau Selatan (Waras), Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT), dan Banding Agung.

 

penataan Pasar Tematik yang menarik


Wisata Jelajah Danau Ranau dalam Pasar Tematik.

Pusat Souvenir yang juga tersedia dalam kawasan Pasar Tematik.

 

Saya dan teman-teman memang merencakan tandang ke Pasar Tematik Wisata Jelajah Danau Ranau pada sore hari. Tujuannya karena ingin menikmati Sunset dengan pesona bentangan Danau Ranau dan Gagahnya Gunung Seminung. Semacam paket komplit dari sebuah perjalanan. Maka, setelah membayar Rp.5.000,-/orang kami meletakkan kendaraan di area parkir pada depan dari Pasar Tematik, suasana pun terasa berbeda. Tak lagi seperti kunjuungan terakhir saya di 2017 silam. Segala yang terlihat menjadi berbeda dan  jauh lebih indah.

 

 

.

 

Penamaan Pasar Tematik bertujuan sebagai pengembangan kawasan melalui beberapa tema atau fokus  tertentu yang kelak akan menjadi ikon dari kawasan Pasar Tematik Lumbok Seminung Danau Ranau. Diantara tema atau fokus yang dikembangkan dalam kawasan ini tentu beragam produk unggulan dari para perajin dan UMKM Lampung Barat. Itulah mengapa kawasan ini bernama Pasar Tematik.  Selain sektor perdagangan, Pasar Tematik juga mengusung tema ‘Wisata Jelajah Danau Ranau’ sebagai tema Pariwisata hingga tema Seni dan Budaya yang kelak akan menjadi daya tarik dari Pasar Tematik Danau Ranau Lampung Barat.

 

spot Instagenic berlatar Gunung Seminung.

Maka sore itu, keinginan saya dan teman-teman untuk menikmati waktu senja di Pasar Tematik yang telah dimulai pembangunan pada Januari 2025 tersebut benar-benar terwujud dan sesuai rencana. Cuaca cerah menemani perjalanan kami. Bentangan alam semakin indah terlihat. Penataan yang apik langsung terlihat ketika saya dan teman-teman melangkahkan kaki menikmati penataan dari Dermaga Tematik Wisata hingga letak anjungan bersantai yang memanjakan mata. Tiang-tiang lampu menambah romantisme suasana. Seolah menyambut kedatangan pengunjung sore itu. Benar-benar jadi sore yang nyaman. Tak begitu banyak pengunjung datang karena saat itu kami memang merencanakan tandang di Rabu sore. Jangan tanya bila akhir pekan atau masa liburan datang.  Tentu ada banyak pengunjung yang tersebar dalam kawasan Pasar Tematik Danau Ranau Lampung Barat. Harap maklum bila foto atau video estetik kalian terganggu.


 
Area Duduk Pengunjung menyaksikan pertunjukan di panggung utama

panggung utama dalam area Pasar Tematik

Saya membayangkan ada pertunjukan music Jazz atau Konser artis ibukota di panggung ini dengan Danau Ranau sebagai backgroud Panggungnya.


Sore yang tenang kami gunakan untuk mendatangi setiap sudut Pasar Tematik. Melihat lebih dekat. Merasakan suasana lain yang seolah berubah sejak adanya penataan yang kekinian. Terdapat panggung dan gelanggang terbuka yang sangat cocok untuk beragam jenis acara atau pertunjukan seni budaya daerah. Lalu ada pula Dermaga yang di siapkan untuk pengunjung melakukan eksplorasi Danau Ranau. Beberapa nelayan terlihat lalu lalang di Danau Ranau sore itu. Suasana matahari terbenam semakin menghilang, menyisakan temaram yang semakin bersahaja bersatu dengan kilap lampu yang berjajar rapih disepanjang selasar yang begitu instagenic!.

 

Cottage berbentuk Segitiga yang letaknya di bibir Danau dengan view ke Gunung Seminung Langsung.

perCottage bisa di huni 2-3 orang dengan kasur tambahan.




Malam semakin menyenangkan ketika kami menghabiskan waktu bermalam di Cottage berbentuk segitiga yang berada dekat dengan bibir Danau Ranau dan berseberangan langsung dengnan wujud Gunung Seminung. Selain 5 bangunan Cottage berbentuk segitiga terdapat pula Cottage yang berukuran lebih besar yang letaknya dengan area Food Court.

Dalam temaram cahaya kami menikmati moment malam bersama. Sajian ikan Nila Ranau dan sambal terasi jadi menu makan malam yang menambah suasana semakin istimewa. Jadilah malam yang berkesan. Suasana hening dan tenang kala bermalam di Pasar Tematik Danau Ranau menjadi sangat berharga bagi kami yang hampir seluruh aktivitias penuh dengan hiruk pikuk.

 

bahagianya Saya dan teman-teman menikmati sore di Pasar Tematik Danau Ranau

Bagian depan setelah Loket Karcis pengunjung

Ornamwn Wujud Ikan Nila Ranau terpajang pada setiap bagian pagar batas. Sentuhan Lokal yang menarik.

 

Beberapa saran dari Saya pribadi untuk Pengunjung, Pengelola dan pihak terkait dengan keberadaan Pasar Tematik Danau Ranau Lampung Barat ;

1.      Hadirnya Pasar Tematik ini menjadi tanggungjawab semua pihak. Baik Pengelola hingga Pengunjung. Wajib bagi pengunjung mengindahkan papan arahan atau peringatan yang telah terpasang di area Pasar Tematik. Pengunjung juga wajib membuang sampah pada tempatnya karena telah tersedia banyak tempat sampah. Yang tak kalah penting, Pengunjung tidak membuat aturan sendiri dengan berjalan, memanjat pagar dan dinding pembatas seenaknya. Budayakan mengikuti arahan dari pembuat kawasan.

2.      Pengelola perlu maintenance dengan baik. Hadirnya panggung dan area Pengunjung menonton juga wajib di perhatikan keamanan seperti finishing pembangunan agar tidak membahayakan pengunjung.

3.      Sebagai penyuka Kopi Lampung Barat saya merasa kecewa dengan sajian Kopi dari Food Court yang menurut saya hanya kopi bubuk biasa. Baiknya benar-benar disajikan Kopi dengan proses penyeduhan yang sesuai sehingga kulitas Kopi Lampung Barat juga tersaji dengan tepat.

4.      Perlu penataan jenis makanan dan minum yang lebih rapih di area Food Court karena masih terkesan seperti jualan di kantin pada umumnya. Perlu penataan akan jenis dagangan hingga bentuk sajian ke pelanggan. Harapan saya penataan yang lebih rapih.

5.      Kondisi Toilet perlu di maintenance berkala guna menjaga kebersihannya. Tak semua Pengunjung sadar diri menyiram setelah buang air di toilet.

6.      Semakin menarik jika dijadwalkan secara berkala pertunjukan Seni Budaya Daerah yang dikemas dengan baik dan serius. Karena Area Panggung Terbuka pada Pasar Tematik dengan hamparan Danau Ranau sebagai Backgroud panggungnya jadi daya tarik tersendiri. Karena bila dibuat jadwal pertunjukan tematik pada hari hari tertentu akan menjadi daya tarik kunjungan. Bila perlu gelaran acara-acara tahunan Lampung Barat pindahkan ke Panggung Utama Pasar Tematik. Beberapa rangkaian acara Festival Skala Brak atau Pemilihan Muli Mekhanai Lampung Barat misalnya.

7.      Untuk Pilihan lagu/music/backsound atau instrumental yang di putar di dalam kawasan Pasar Tematik baiknya sesuaikan dengan suasana dan setting-an Pasar Tematik yang sudah sangat kekinian. Pilih backsoud music yang tenang, bisa petikan gitar tunggal atau jenis instrument yang buat suasana nyaman. Bukan musik Remix, Koplo jedam jedum di tengah terik matahari atau di tengah malam yang tenang dan romatis.

8.      Saat malam, ada beberapa bagian yang penerangannya kurang hingga peletakan lampu jalan yang tergolong mengganggu langkah pengunjung.

9.      Perlu juga di perhatikan kesediaan akses pengunjung berupa tangga-tangga yang tersedia menjadi sarana penting yang memudahkan langkah kaki dari satu bagian ke bagian lainnya. Solusi untuk ulah nekat pengunjung yang memanjat pagar pembatas hanya untuk cari jalan pintas.

10.  Aktivitas menangkap ikan Nila atau menjaring, memasang keramba dan kegiatan nelayan pada desa yang dekat dengan letak Pasar Tematik dapat jadi daya tarik tambahan bagi pengunjung yang bermalam. Pengembangan ke arah terciptanya banyak minat pengunjung wisatawan sangatlah diperlukan.

Informasi mengenai Fasilitas Pasar Tematik hingga jadwal berlibur dan bermalam dapat menghubungi Sekretaris POKDARWIS Pasar Tematik Danau Ranau Lampung Barat – Mas Anggri ; 081368857486


Scroll To Top