Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Minggu, 18 Januari 2026

LIHAT LEBIH DEKAT SITUS MEGALITIK BATU BEDIL TANGGAMUS LAMPUNG.

 



Sebagai penyuka wisata bernilai sejarah, tentu jadi kebahagiaan tersendiri ketika punya waktu dan kesempatan tandang langsung ke destinasi wisata bernuansa sejarah. Meski saya bukan ahli sejarah, tapi izinkan saya menceritakan pengalaman tandang langsung ke Situs Batu Bedil yang berada di kabupaten Tanggamus, provinsi Lampung.

 

Rasa senang dan semangat tandang ke situs Batu Bedil telah muncul sejak memulai perjalanan bersama rekan-rekan dari Bandar Lampung bersama Lucky, Athar, Rasyid, Reza dan Jerry. Perjalanan semakin lengkap karena letak situs Batu Bedil berada dekat dengan rumah orang tua Jerry sehingga memungkinkan kami untuk numpang bermalam.

Maka kami pun menyempatkan singgah sesaat di rumah orang tua Jerry begitu tiba di desa Gunung Meraksa, kecamatan Pulau Panggung, Tanggamus  – kampung halaman Jerry. Seperti rencana yang telah kami susun. Kami tak hanya singgah, tapi akan bermalam di rumah Jerry. Maka saat singgah sebentar di rumah orang tua Jerry sebelum kami mendatangi situs Batu Bedil, saya dan rekan-rekan sempat panen buah rambutan. Meski sebenarnya, pohon rambutan tersebut berada dalam pekarangan rumah tetangga Jerry. Maklum, rasa ingin memiliki saya begitu kuat ketika melihat rambutan berjuntai ranum. Sayang rasanya tak di nikmati langsung, hehehe.

 

Setelah jumpa dan bertegursapa sejenak dengan orang tua Jerry, saya dan rekan-rekan bergegas menuju letak situs Batu Bedil. Rute menuju letak situs Batu Bedil tidaklah sulit dengan kondisi jalan yang tergolong baik.  Setelah melalui pemukiman dan perkebunan warga kami tiba di lokasi Situs Batu Bedil yang berada di jalan Air Bakoman, Dusun Batu Bedil, Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. 

Terlihat dari sudut jalan dimana kami memarkirkan kendaraan, sejumlah menhir, batu prasasti, dolmen  pada tatanan menyerupai taman yang dekat dengan pemukiman warga tertata rapih dan mudah di akses. Sore itu tak ada pengunjung lain selain kami. Sehingga kami dapat leluasa melihat lebih dekat pada setiap guratan yang secara samar terpatri pada permukaan bebatuan.

 

Beberapa anak kecil bermain di pinggir jalan dekat kawasan Situs. Secara letak, situs pertama yang kami datangi bernama Situs Batu Bedil – menjadi bagian pertama dari 3 bagian Situs yang letaknya terpisah tetapi berada di satu kawasan berdekatan. Selain itu, terdapat pula Batu Gajah dan Batu Kerbau pada bagian lain yang letaknya sekitar 300 meter. Warga setempat menyebut 3 bagian dari kawasan Situs Batu Bedil, yakni ;  Kompleks Prasasti, Kompleks Menhir, dan Kompleks Situs Batu Gajah.

 


MENGAPA DI NAMAI BATU BEDIL?

 

Berdasarkan keterangan yang di keluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, penamaan Batu Bedil berdasar pada sebuah cerita yang beredar pada masyarakat setempat yang kerap mendengar adanya bunyi letusan dari menhir di lokasi tersebut.

Sore itu saya juga sempat bertegur sapa dengan beberapa warga sembari menanyakan perihal mengapa  kawasan tersebut di namai Batu Bedil. Seorang pria paruh baya yang mengenalkan dirinya bernama pak Rahmat berkata bahwa sejak ia kecil di lingkungan tersebut, orang tuanya menjelaskan bahwa dahulu kerap terdengar suara dentuman yang secara wujud tidak terlihat oleh pandangan mata tetapi suara dentumannya terdengar jelas dari kumpulan bebatuan yang ada dalam kawasan Situs Batu Bedil. Orang tua dari pak Rahmat mengisahkan bahwa kawasan yang dahulu di dominasi belukar dan hutan tersebut seolah memiliki aktivitas kehidupan yang tak Nampak oleh mata manusia. “maka kami di kawasan kampung ini menganggap bebatuan dalam area situs itu semacam alat peperangan dan bukti kehidupan masa lampau yang sekarang jadi warisan buat kami jaga.” simpul pak Rahmat setelah uraian kisah panjang yang ia dapat dari Kakek Nenek dan Orang tuanya terdahulu. Bahkan pak Rahmat setuju bahwa masyrakat saat ini wajib menjaga peninggalan-peninggalan kehidupan pra-sejarah sebagai wujud kepedulian akan perjuangan hidup leluhur.

 

 


 

BENTUK BATU BEDIL

 

Batu Bedil merupakan prasasti yang berbentuk seperti bedil atau senapan yang tulisannya berisikan kutukan atau mantera Budha. Konon, ketika masa peperangan melawan kolonialisme Belanda.Dari jarak jauh sering terdengar suara letusan yang di anggap berasal dari Batu Bedil yang di yakini keramat itu.

 

Batu Bedil memiliki ukuran lebar 109 centimeter dan tinggi 220 centimeter. Prasasti ini tidak berangka tahun, tetapi diperkirakan berasal dari prasejarah. Tepatnya pada masa megalitik serta beberapa peninggalan yang terdapat pada masa Hindu-Budha di Indonesia. Zaman megalitik juga biasanya di sebut zaman Batu Besar, di karenakan pada zaman tersebut manusia telah dapat membuat serta meningkatkan kebudayaan yang terbuat dari batu-batu besar.

 

Kondisi tinggalan arkeologis di situs Batu Bedil tidak semuanya berukuran besar. Terdapat beberapa peninggalan tradisi megatilik berukuran kecil. Konsep penempatan batu di situs ini memungkinkan pada masa lalu memiliki makna khusus untuk masyarakat pendukung budaya tersebut.

Prasasti Batu Bedil dituliskan pada sebuah batu yang terdiri datas 10 baris dengan tinggi huruf sekitar 5 centimeter. Tulisan tersebut berada pada satu bingkai. Bagian bawah bingkai memiliki goresan yang membentuk padma atau bunga teratai. Kondisi huruf sudah aus namun beberapa bagian masih dapat di baca.

Selain Batu Bedil pada situs ini juga banyak ditemukan berbagai batu-batu tegak, altar batu atau dolmen, lumping batu dan batu bergores.

 

 




ISI PRASASTI BATU BEDIL

 

Pada baris pertama terdapat tulisan dengan Nama Bhagawate dan pada beris kesepuluh terbaca Shawa.  Namo Bhagawate sebagai permulaan dan Shawa sebagai penutup memberi dugaan bahwa Prasasti Batu Bedil berkaitan dengan mantra. Sedangkan bahasa yang digunakan adalah Sansekerta.

Situs Prasasti Batu Bedil sudah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya Nasional sesuai dengan Surat Keputusan. No SK: KM.12/PW.007/MKP/2004 Tanggal SK: 2004-03-03.

 

Selain itu, pada lokasi ini juga terdapat beberapa peninggalan prasasti lainnya, diantaranya sebagai berikut ;

1.      Prasasti Palas Pasemah yang di dugua berasal dari akhir abad ke-7 Masehi.

2.      Prasasti Bungkuk (Jabung) yang berasal dari akhir abad ke-7 Masehi

3.      Prasasti Hujung Langit (Bawang) dari akhir abad ke-10 Masehi

4.      Prasasti Tanjung Raya I dari sekitar abad ke-10 Masehi

5.      Prasasti Tanjung Raya II (Batu Pahat) dari sekitar abad ke-14 Masehi

6.      Prasasti Ulu Belu dari abad ke-14 Masehi

7.      Prasasti Angka Tahun 1247 Saka dari Pugung Raharjo

8.      Prasasti Sumberhadi dari sekitar abad ke-16 Masehi

9.      Prasasti Batu Bedil dari sekitar abad ke-10 Masehi

 


Yang menarik dari kunjungan saya danr ekan-rekan ke situs Megalitik Batu Bedil ini adalah melihat langsung 3 bagian sejarah yang terdapat di 3 bagian utama dalam satu kawasan.  Bagian pertama merupakan peninggalan masa Pra-sejarah yang terdiri dari batu-batu tegah menhir yang khas. Dolmen  berupa meja batu untuk beragam jenis ritual tempo dulu serta Lumpang Batu yang menadi alat dari kegiatan ritual yang berlangsung.  Bagian Kedua diwarnai oleh peninggalan sejarah Hindu-Budha dengan corak ragam prasasti Batu Bedil dengan tulisan Sanskerta atau Jawa Kuno berisi mantra yang di duga berasal dari akhir abd 9 atau awal abad 10 Masehi. Terdapat pula Batu Gajah dan Batu Kerbau – penamaan Batu Gajah dan Batu Kerbau karena Batu tersebut menyerupai wujud kepala Gajah dan kepala Kerbau, menandakan pengaruh Hindu pada kedua batu kepala hewan tersebut. Sementara pada bagian ketiga merupakan ragam Artefak yang terdiri dari beberapa batu dengan ukiran atau guratan berwujud simbol-simbol dan struktur batu kolo yang mejadi warisan geologi dalam situs Batu Bedil.  Saya dan rekan-rekan menghabiskan waktu hingga matahari terbenam. Sembari menikmati buah rambutan yang kami petik dari pekarangan tetangga Jerry. Sore yang sangat berkesan. Mengamati bebatuan peninggalan prasejarah megalitik dengan unsur-unsur dari masa sejarah Hindu. Sungguh patahan jejak sejarah yang  merupakan warisan budaya luhur dan perlu kalian datangi langsung.


0 comments :

Posting Komentar

Scroll To Top