Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Kamis, 04 Juni 2026

PESONA CURUG KURA MAS DALAM REGISTER 31 TANGGAMUS

 

pesona Curug Kura Mas, dalam Register 31 Tanggamus.


Ada banyak pilihan wisata air terjun atau curug yang berada dalam  kabupaten Tanggamus. Tapi saya memilih tandang ke Curug Kura Mas. Bukan sekedar untuk menyambangi Curug tetapi ingin bernostalgia.  Menikmati suasana asri perkebunan dan kawasan hutan lindung sekaligus merasakan aliran sungai dan air terjun. Berbekal info dari oom Yopie – admin akun sosmed Keliling Lampung, saya mengajak beberapa teman yang berkenan turut serta dalam perjalanan kali ini. 1 Juni 2026, tanggal merah dalam peringatan Hari Lahir Pancasila kami berniat untuk susur jejak menuju Curug Kura Mas dalam Register 31, Tanggamus.

 
kondisi jalan yang kami jejaki menuju Curug Kura Mas.

Pagi itu, kami bergegas menyusun kekuatan badan setelah sepanjang hari sebelumnya melakukan kunjungan hingga ke Pemerihan Pesisir Barat dan berakhir dengan bermalam di rumah mas Sugriwo. Sempat berbincang perihal aktivitas Gabungan Kelompok Tani Hutan (GAPOKTANHUT) sembari menyecap kopi hangat dan obrolan yang meluaskan pemahaman saya dan teman-teman tentang aktivitas berkebun warga di dekat kawasan hutan lindung. Menambah semangat saya dan teman-teman  yang akan menapaki perkebunan warga dalam kawasan register 31 yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

 

suasana asri aliran sungai pada area hutan lindung di kiri dan perkebunan warga di kanan.

Setelah melakukan persiapan, kami berkendara melalui jalan Sanggi – Bengkunat   atau yang lebih di kenal dengan tanjakan Sedayu yang punya kontur tikungan tajam yang wajib waspada ketika berkendara sebelum kami menaruh kendaraan di pekarangan warga yang berada di bagian depan dari Register 31.  Kami bergegas mengemas bawaan seperlunya dan meniti jalan setapak perkebunan. Selama tracking mas Sugriwo menjelaskan beberapa jenis tumbuhan pada kebun warga di sepanjang perjalanan. Sesekali langkah kami berhenti. Selain istirahat sejenak menghela nafas,  kami menyimak penuturan mas Sugriwo perihal pepohonan dalam area perkebunan yang ada di hadapan kami. “Sepertinya, Juli atau Agustus masuk musim durian” jelas mas Sugriwo sembari mata kami menatap pohon durian yang buahnya terlihat sebesar kepalan tangan. 

Sebenarnya menuju letak air terjun Kura Mas dapat di tempuh dengan ojek motor. Tapi saya dan teman-teman memilih berjalan kaki untuk dapat melihat lebih dekat kawasan perkebunan. 

Setelah trekking  kurang lebih 40 menit, berhias obrolan  termasuk menikmati buah-buahan yang kami dapati sepanjang dalam perjalanan tibalah kami pada akses belukar tinggi melebihi tinggi badan kami. “inilah akibat tidak lagi di rawat. Akses jalan ke air terjunnya  jadi tertutup belukar gini.’ jelas mas Sugriwo sembari ia menyiangi rerumputan dan ranting yang menghalangi jejak kami.

 

akses susur sungai dan jejak perkebunan warga

Air terjun Kura Mas yang ingin kami datangi ini pernah ramai kunjungan pada 2019, namun ketika Covid-19 melanda, sontak tak ada kunjungan dan rekan-rekan yang tergabung dalam GAPOKTANHUT (Gabungan Kelompok Tani Hutan) pun beralih fokus. Bicara soal aktivitas yang di lakukan oleh GAPOKTANHUT di kawasan Hutan Lindung Register 31 – Pematang Arahan, Tanggamus,  tak hanya perihal pengelolaan hutan kemasyarakatan (HKm) semata tetapi meliputi  aktivitas agroforestri dan adaptasi akan perubahan iklim. Termasuk menjaga kelestarian lingkungan yang sekaligus memiliki upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani. “Meski kami bercocoktanam, tapi tetap menjaga dan merawat kawasan hutan”ujar mas Sugriwo. Menjadi petani pada area perkebunan yang berbatasan langsung dengan hutan lindung pun memilki tantangan yang tak mudah. Salah satunya hewan hutan yang terkadang tandang ke perkebunan mereka. “Beberapa tanaman buah atau umbi-umbian di kebun sering jadi sasaran hewan hutan.” ucap mas Sugriwo sambil menunjukkan jejak kaki menjangan dan kucing hutan di permukaan tanah.  “Maka warga punya tradisi menyisakan sebagian hasil perkebunan guna di nikmati hewan dalam hutan lindung yang mencari makan di area perkebunan warga.” terang mas Sugriwo.



kondisi aliran sungai yang indah dengan aliran air yang jernih

 

Setelah melalui kawasan perkebunan dan jurang belukar akhirnya kami tiba pada bagian hulu aliran sungai.  Mas Sugriwo sengaja membawa kami pada bagian hulu terlebih dahulu sebelum melihat wujud air terjun Kura Emas. “coba lihat dasar dari sungai ini…” ucap mas Sugriwo. Mata kami pun mengamati uniknya dasar sungai yang meyerupai lantai batu berwarna hitam yang pada sebagain besar permukaannya terdapat lubang-lubang seolah kolam pemandian alami. “Beberapa waraga sering medengar bebunyian berasal dari lubang-lubang ini.” ujar mas Sugriwo yang membuat kami makin terdiam memandangi lubang-lubang tersebut. “Jangan ke bagian itu ya,,” sahut mas Sugriwo menunjuk pada bagian atas dari kawasan sungai. “ada yang jaga di sana” lanjut mas Sugriwo setengah berbisik. Kami pun sontak paham dengan kode yang di perlihatkan mas Sugriwo. Seketika kami sepakat untuk menghormati bagian dari sungai  yang tak perlu kami sentuh.

Hanya sesaat kami mengabadikan diri dan menikmati aliran sungai dengan lantai batu dan beberapa lubang yang dapat kami jadikan sarana berendam meski ada pula lubang yang tak boleh kami singgahi karena menurut mas Sugriwo ceruknya sangat dalam.

ceruk ceruk pada alirang sungai


kondisi lingkungan sekitar aliran sungai yang sangat terjaga.

 

Perjalanan kami menuju letak air terjun berlanjut. Bagian selanjutnya, mas Sugriwo mengarahkan kami untuk menyusuri aliran sungai. Berjalan menuju hilir sembari perkenalkan kami pada tumbuhan rotan dan bambu yang tumbuh rimbun di sepanjang sungai. Air sungai yang jernih pun tak luput dari kekaguman kami. Terdapat bebatuan besar dan berlumut pada sebagian dari aliran sungai. Tapi ada pula bagian sungai yang air nya lebih tenang dengan sedikit bebatuan. Pada bagian selanjutnya, mas Sugriwo mengarahkan kami untuk menapaki kawasan perkebunan dengan kontur tanah menanjak sebelum kembali menuruni jurang guna mendekat ke letak air terjun.

kondisi jejak  yang kami lalui dalam mencari Curug Kura Mas.


pesona Curug Kura Mas


Usaha bersesak dalam belukar, terkena duri ranting tajam sampai rumput gatal hingga terjerembab dalam tanah jurang gembur semua kami lakoni. Sungguh usaha susur jejak yang dengan suka cita kami laksanakan. Tapi segalanya terbayar lunas ketika melihat wujud air terjun Kura Mas terbentang di hadapan  mata. Dengan tinggi lebih kurang 10 meter dan debit air yang deras membuat teriak bahagia kami pun tuntas.  di namai Kura Mas, karena pada bagian atas dari letak air terjun dahulu pernah di temukan warga kura kura berwarna kuning keemasan. Itulah sebabnya di beri penamaan Curug Kura Mas oleh warga setempat.


kebersamaan dan menikmati moment di Curug Kura Mas.


Kami langsung mendekat menikmati guyuran air terjun. Menikmati air yang dingin dan jernih dengan bentangan alam yang memukau. Pepohonan rimbun dalam kawasan hutan lindung dan bebatuan di sekitar air terjun yang seolah tersusun indah secara alami. Saya, Ananta, Lucky dan Fatih dengan gembira menikmati suasana siang itu. Tak lupa sesekali kami menyecap kopi hangat yang di bawa mas Sugriwo dalam termos kecil, termasuk menikmati bekal makan siang kami yang di masak oleh istri mas Sugriwo berupa nasi, sambal telur dan sayur paku pakis yang lezat. Suasana makan siang yang  istimewa. Karena suasana dan lingkungan dimana kami beradalah yang membuat segalanya istimewa.





kebersamaan kami bersama Mas Sugriwo

 

Usai puas menikmati air terjun dan mengabadikan suasana kami beranjak menapaki jejak pulang. Menuju letak kendaraan yang kami parkirkan di depan hunian warga.  Rute jalan yang kami tempuh lebih menantang. Menanjak terjal berhias rerumputan dan pepohonan kopi. Menariknya jejak pulang terasa lebih cepat. Karena rute yang mas Sugriwo terbilang memotong rute awal yang kami jejaki sebelumnya. Saya dan rekan-rekan pun bersuka cita dalam perjalanan pulang. Meski lelah terasa tapi susur sungai nan jernih dan segarnya air terjun Kura Mas akan menjadi kenangan jelajah jejak yang istimewa. Sebuah potensi destinasi wisata yang menarik bila segenap pihak terkait berkenan bersinergi termasuk akses jalan yang perlu di percantik. Bagai gadis desa yang cantik jelita, air terjun Kura Mas pun perlu bersolek agar wujudnya semakin penuh pesona. <duniaindra>


0 comments :

Posting Komentar

Scroll To Top