Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Selasa, 21 Juni 2016

VIEWING PLATFORM SUMBER AGUNG - ICON WISATA BARU KAWASAN TAHURA.

Muli Feriska dan Mekhanai Prasetya & Mekhanai Rico menikmati sensasi duduk di ketinggian dengan view alam pepohonan


Soal ajakan jalan jalan  mengunjungi destinasi wisata tentu tak ada yang menolak. Terlebih  ajakan jalan jalannya mengunjungi objek wisata baru. Itulah yang terjadi ketika Oom Yopie – Admin Akun Keliling Lampung mengajak saya untuk ikutserta hadir dalam peresmian sebuah objek wisata baru Jum’at lalu. Sayang saya berhalangan.  Meski kemudian  cukup buat sesak dada ketika melihat photo yang di unggah Oom Yopie di sosmed dan blog personalnya. Berbekal menyimak blog Oom Yopie lah saya kemudian memutuskan datang langsung ke objek wisata baru tersebut. Karena tentu  datang sendiri saja kurang seru, saya  lalu  mengajak serta sepasang juara Muli Mekhanai Bandar Lampung 2016 – Feriska dan Prasetya termasuk mekhanai Rico Agmi. Maka jadilah sore itu kami berempat menyambangi objek wisata baru yang dimaksud.

Namanya juga perjalanan  mendadak, tentu tidak ada persiapan matang.  Setidaknya keinginan mengetahui  keberadaan lokasi wisata baru terpenuhi.  Kemudi kendaraan melaju menuju kecamatan Kemiling. Sebuah kecamatan di kota Bandar Lampung yang telah berkembang dengan begitu pesat. Keramaian dan kemacetan terjadi dibeberapa bagian jalan. Aktivitas masyarakat menikmati sore menantikan waktu berbuka puasa dengan ragam aktivitas bisa jadi pemicu utama kemacetan sore itu.

Juara Muli Mekhanai Bandar Lampung 2016 - Feriska dan Prasetya berfoto di lokasi.


Pukul 15.20 WIB saya dan  rekan  rekan tiba di lokasi.  Beberapa orang terlihat berkumpul ketika kami tiba  dikawasan tersebut. Daya tarik utama, tak lain adalah sebuah pohon besar dengan susunan kayu (platform) terpasang dibagian atas pohon besar tersebut. Dari bentuk platform yang terpasang apik itulah pengunjung dapat melihat landscape  pemandangan alam berupa rimbunan pohon nan hijau dan gugusan gunung betung lengkap dengan suasana bentangan pesisir Teluk Lampung dari kejauhan. Sungguh sarana memanjakan mata, fikiran  dan jiwa – terlebih bagi kamu yang sedang galau atau baper, hehehe.
Setelah berbincang sesaat dengan penjaga kawasan dan berinteraksi dengan pengunjung lain. Akhirnya kami dipersilakan naik ke bagian atas dengan tangga yang telah dipersiapkan. Sebenarnya ada dua jenis platform yang tersedia. Satu Platform pengunjung yang akan berfoto dan satunya lagi Platform untuk juru gambar yang letaknya berseberangan sehingga memudahkan pengunjung mendapatkan gambar epic!!. Jadilah sore itu saya bertindak sebagai juru gambar dan rekan rekan Muli Mekhanai jadi modelnya, hehehehe. 

Suasana diatas ketinggian


Viewing Platform yang menjadi daya tarik kunjungan tersebut berada dalam kawasan Taman Hutan Raya (TAHURA) Wan Abdul Rahman. Kawasan hutan lindung dan juga konservasi beberapa flora dan fauna dibawah  naungan  Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.  Tanah dimana View Platform tersebut terpancang merupakan lahan warga. “Dinas Kehutanan Provinsi Lampung menyokong kami – warga masyarakat Sumber Agung agar memanfaatkan  jumlah kunjungan ke kawasan TAHURA dengan membangun fasilitas viewing platform ini.” ucap pak Harianto – sang pemilik lahan perkebunan. “setidaknya ada nilai tambah bagi perekonomian masyarakat sekitar dengan adanya kunjungan  ke area ini.” jelas pak Harianto ketika saya ajak berbincang di sela sela menikmati suasana sore diarea perkebunan.

 
Viewing Platform Sumber Agung - TAHURA Wan Abdul Rachman.

Aktivitas sore  mengabadikan diri diatas viewing platform terlebih menanti sunset atau sunrise sungguh sebuah kegiatan menyenangkan.  Terlebih saat itu saya dan rekan rekan menghabiskan waktu menunggu waktu berbuka puasa.  Meski  kenyamanan berada di platform dibatasi waktu karena harus berkenan bergantian dengan pengunjung lain. Saya yakin semakin lama, kawasan TAHURA dengan kehadiran View Platform akan menambah jumlah kunjungan. Terlebih suasana yang sangat instagramable – photogenic untuk di unggah ke media sosial. Namun saya juga berharap pihak pengelola harus memasang peringatan untuk jaga kebersihan dan keasrian lingkungan sekitar jangan sampai jumlah kunjungan yang meningkat justru menambah jumlah sampah dan kerusakan lingkungan.  Penyediaan  tempat sampah juga harus difikirkan, terlebih saya melihat langsung beberapa botol minuman ringan mulai menghiasi area depan lokasi kunjungan. Termasuk kesadaran para pengunjung untuk menahan diri  tidak membuang sampah sembarangan termasuk tidak corat coret di badan kayu misalnya.

Kondisi sebenarnya. kondisi ketinggian Platform.



CARA TEMPUH.


Bagi kamu yang ingin mendatangi Viewing Platform – TAHURA – Sumber Agung, aksesnya cukup mudah. Karena belum tersedianya angkutan umum, maka kamu dapat  menjangkau lokasi dengan kendaraan roda 4 atau roda 2 pribadi kamu.  Ikuti  rute jalan menuju kecamatan Kemiling – Bandar Lampung.  Kemudian  menuju arah SMA Negeri 7 dan SLB  lalu mengukit jalan lurus hingga bertemu dengan kelurahan Sumber Agung dan kawasan Penangkaran Rusa di areal Taman Hutan Raya (TAHURA). Tak jauh dari letak penangkaran Rusa, pengujung akan langsung mengenali keberadaan Lokasi Viewing Platform pada bagian kanan jalan tepat berseberangan dengan area Taman Kupu Kupu Gita Persada. Buat kamu yang berkunjung ke TAHURA jangan lewatkan juga untuk mencoba rumah pohon dan melihat penangkaran Kupu Kupu di Taman Kupu Kupu Gita Persada, area Budidaya Jamur Merang, lalu ada area konservasi dan penangkaran Rusa dan masih banyak pesona wisata alami yang layak dikunjungi. 

http://www.duniaindra.com/2015/09/mengungkap-keunggulan-taman-kupu-kupu.html

2 komentar :

  1. Lama ga berkunjung ke blog ini..
    Kota Bandar Lampung semakin asik ya kalau ada banyak tempat-tempat seperti ini.
    Kapan kita kemari rame2 kakak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heheeh siap Oom ... Setelah Ramadhan ada plan mau Ramean Ama MMKota plus bawa makanan jadi kayak camping sehari gitu eheheh

      Hapus

Scroll To Top