Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Rabu, 14 Desember 2016

MENGUKIR RINDU DI KEPULAUAN SERIBU





Saya tersadar dari tidur ketika beberapa bayangan lalu lalang di depan saya. Bukan mahluk halus. Tapi benar benar sosok manusia. Tak begitu jelas terlihat. Bisa jadi mba Donna dan teman teman yang hilir mudik dari kamar mandi ke kamar tidur untuk ambil wudhu di waktu subuh. 

halaman belakang home stay kami di pulau Harapan

Masih tersisa lelah bertandang pulau sepanjang hari kemarin.   Sebenarnya, istirahat malam saya cukup nyenyak hingga datang alunan suara merdu mendengkur rindu, dari pria pria super lelah menghias ruang pertunjukan. Sesaat suara mereda, saya terlelap. Tetiba suara menanjak tajam, saya terbangun. Bak irama bersahutan tanpa perlu dipandu. Begitulah indahnya kebersamaan.

hamparan pasir di pulau dolphin


Beberapa rekan nampak duduk manis menghadap pantai dibalkon belakang home stay, ketika saya beranjak dari tidur paruh kedua setelah waktu subuh tiba. Beberapa diantara mereka sedang menikmati sarapan pagi berupa nasi uduk dan telur bulat sambal. Tak perlu berfikir lama, saya pun ikutserta menyantap nasi uduk lezat tersebut. Lezat karena saya lapar, meski semalam cukup banyak menyantap ikan bakar pasca goyang biduan yang ‘memabukkan’. Eh.., soal biduan semalam, kira kira dia masuk angin gak ya setelah goyang hot pinggir laut gitu ?..hehehehe...

 
sarapan pagi di Home Stay

Hoping Island, masih mewarnai jadwal kami dihari kedua. Tak hanya itu, aktivitas snorkeling di beberapa pulau yang kelak kami datangi akan jadi aktivitas seru yang akan kami jalani sepanjang hari. kelak segala kisah yang terjadi akan menjadi  rindu di Kepulauan Seribu.
 Aaahhh… tak perlu mandi pagi lah, karena nanti akan nyebur ke laut!!”. Begitu hasut saya kebeberapa rekan. Beberapa mengikuti hasutan saya, hehehe..   meski ada yang tetap mandi plus sempat menghias diri – mungkin ikan ikan dilaut akan mendekat bila snorkeling memakai bedak dan lipstick! Wow!!.
Baiklah. Mari kita berangkat melaut! Lets Go Genks!!!

salah satu perahu yang membawa kami snorkeling

PELESIRAN  YANG SESUNGGUHNYA

Dermaga Pulau Harapan telah dipenuhi ragam aktivitas nelayan. Kami langsung diarahkan oleh ibu Neneng dan tim dari Dinas Pariwisata dan KebudayaanKepulauan Seribu untuk naik ke kapal kayu setelah di bagikan pelampung dan alat snorkeling. Waaahh …bakal seru nih!. Saya dan mba Donna mengambil posisi duduk di ujung kapal – agar lebih menghayati jadi jack & Ross dalam film Titanic! HayaaL.!!!

bersama mba Donna on boat jelang snorkeling


Tak lama, dua kapal tongkang  bergerak menuju tengah lautan hingga singgah di Pulau Perak. Belumlah kapal bersandar sempurna pada dermaga pulau, saya kembali berdecak kagum pada keindahan pulau yang tidak begitu luas namun menyajikan hamparan pasir putih, air yang jernih berwarna biru toska. Wuuiihhh….tak perlu di komando saya pun langsung menceburkan badan kedalam air jernih meski ternyata tujuan utama kami bukanlah pulau Perak, melainkan kebagian tengah untuk diajak snorkeling.

pulau Perak
Usai diberi pengarahan oleh pemandu setempat, termasuk photo narsis sesaat di pulau Perak, kami yang terdiri dari 2 kapal kayu berlabuh di tengah perairan dengan dasar  laut yang tidak begitu dalam.  Melihat  kondisi dasar laut yang tidak dalam, saya seneng banged!. Sebagai orang yang tidak bisa berenang tentu menguntungkan. Meski begitu saya tetap pakai pelampung. – sudahlah gak usah sok sok an! Jangan demi dapet photo atau video bagus, lantas mengorbankan keselamatan diri bahkan nyawa!. Well, lets play safe aja yaaa.. hahahaha.

photo bareng ibu Neneeeennngggg...... cekrek!!!



Cukup lama kami berada di tengah perairan menikmati snorkeling. Setiap kami diberi keleluasaan menikmati jatah snorkeling, berinteraksi dengan ikan ikan yang menari diantara beberapa kerang dan biota laut lainnya. Saya pun mengagumi keindahan bawah laut Kepulauan Seribu. Berharap kebersihan laut senantiasa terjaga. Karena bukan tidak mungkin semakin banyak pengunjung yang datang, berdampak pada semakin banyak datangnya sampah – terlebih pengunjung yang tidak begitu sadar diri akan kebersihan perairan laut lepas, yang hobi buang sampah sembarangan.




Saya sempat sewot ketika sebagain besar teman teman seolah tak mau usai ber-snorkeling, padahal jadwal kunjungan ke pulau lainnya masih menanti.
“hayoookkk.. pindah pindah!!...jangan cuma di sini ajaa!!....pindah ke tempat selanjutnya!!!” teriak saya yang di dukung oleh Bernavita… hhhmm…volume suara saya dan Berna yang lantang cukup efektif mengingatkan semua tim untuk kembali ke perahu dan melanjutkan perjalanan ke pulau selanjutnya. Hah!! Belulm tau kalo volume mulut ini bisa lebih keras dari toak demo!.

Pelayaran pun berlanjut. Suasana seru menikmati kehidupan bawah laut masih akan kami nikmati. Beberapa menit berlayar dengan bentangan laut dan gugusan pulau pulau membuat saya takjub. Hingga saya menikmati pelayaran diatas kapal kayu tanpa baju. Gak papalah sesekali tanning alami… bosan berkulit putih mulus. Bolehlah agak negro dikit. Kapan lagi kan?!.hehehhehe. Ooohh iya, kalo suka wisata bahari tapi takut terbakar matahari, mending berendam di bak mandi dalem rumah aja gih!.

pulau Dolphin yang menenangkan


Kapal merapat ke sebuah pulau yang ukuran luasnya nyaris sama dengan pulau Perak.
Pulau Dholpin namanya. Hah, Dolphin?!. Ada lumba lumba nya doong??!!.
“dulu ada lumba lumba, sekarang sudah bergeser ke bagian lain”. ucap seorang ibu pemilik warung yang saya tanyai seputar kata dolphin yang melekat pada nama pulau.




Bila sebelumnya saya ikutan snorkeling, khusus di pulau Dolphin  saya hanya ingin menikmati landscape indah yang membentang. Terlebih hamparan pasir putih nan halus di sepanjang bibir pantai yang landai. Saya, mba Donna dan mba Agustina yang datang dari Semarang memilih bersantai di warung kopi yang ada di pulau Dolphin. Aahhh…tak ada yang lebih menyenangkan selain diam menikmati pemandangan alam, sembari mendengar desiran angin dan dabur ombak plus ditemani kopi hangat. Sorga??, eh bukanlah, masih dunia. Nyebut Sorga nanti kena marah sama blogger anti Sorga lho! Skip!!.

Kopi + Hamparan pantai di pulau yang nyaman  = NIKMAT

Ditengah sebagain teman teman bersnorkeling, saya bersama mba Donna dan mba Agustina lebih memilih santai dipinggir pantai dan kemudian menikmati semangkuk mie instan rebus pakai telor dan cabe rawit. Aduh!! Nikmatnya. Ini baru pelesiran!. Leasure bangeddd!!.


Meski sedang menikmati bentangan pantai di pulau Dolphin tetap harus disudahi karena ajakan kembali ke pulau Harapan untuk makan siang dan berkemas. Sebenarnya masih ingin berlama lama di pulau Dolphin atau bahkan mengunjungi pulau pulau lain yang selama pelayaran nampak indah dalam pandangan mata.

Kamipun bergegas mengemas barang dan menyiapkan diri ketika tiba di home stay pulau Harapan. Semalam di pulau Harapan meninggalkan kisah yang menyenangkan. Kelak saya akan datang  dan bermalam lagi di pulau ini.

Upaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu menyertakan kami dalam #enjoykepulauanseribu – menjelajahi pulau pulau dalam kawasan Kepulauan Seribu merupakan konsep kegiatan yang menarik dan perlu diapresiasi tinggi ditengah gencarnya promosi wisata saat ini. Selain memberi pengalaman dan wawasan langsung pada kami, kegiatan ini dapat jadi media bagi kami untuk terus mengupayakan pada banyak pihak agar mencintai pesona wisata bahari dalam negeri termasuk menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan. Mari jadi wisatawan yang peduli terhadap kelestarian dan kebersihan lingkungan guna menunjang tujuan dari ‘Sustainable Tourism.

penangkaran penyu di pulau Pramuka


Selepas meninggalkan kawasan pulau Harapan, saya dan teman teman sempat  diajak singgah ke pulau Pramuka, melihat langsung penangkaran penyu hingga mendengar penuturan seputar pemeliharaan lingkungan dan penanaman mangrove. Melihat langsung upaya pengembangbiakan penyu bagai sebuah bonus bernilai edukasi dari perjalanan yang kelak akan saya kisahkan secara terpisah.




Cukup lama kami di pulau Pramuka. Hingga tak terasa sore datang begitu cepat dengan menghadirkan ombak yang cukup besar. Niat semula ingin mengunjungi pulau Tidung pun harus rela ditanggalkan karena ombak yang tidak bersahabat. Terbukti selama pelayaran pulang dari pulau Pramuka ke dermaga Marina Ancol, speedboat yang kami tumpangi berhias guncangan ombak yang cukup kuat hingga berhasil membuat Bernavita – si gadis cadas itu muntah!! Hahaha! Kebayang Berna yang aktif dan hits itu muntah karena goncangan kapal yang hebat. Selamat Berna!!.

photo keluarga sebelum berpisah...hiks.. (lihat wajah saya yang mutung!!)

Sore menyambut kedatangan kami di dermaga Marina Ancol setelah berlayar dengan ombak yang cukup besar. Tak lupa kami mengabadikan kebersamaan yang terjadi selama 2 hari dalam bentuk photo bersama sebelum kemudian kembali ke rumah masing masing. Terima kasih Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu atas undangan. Terima kasih Indonesia Corner atas kesediaannya memasukkan saya dalam trip kali ini. 2 hari yang seru. kelak akan di rindu.

10 komentar :

  1. Balasan
    1. rindu semua mas....semoga kita bertemu lagi di trip selanjutnya yaaa

      Hapus
  2. Ah selalu beginiiii, merinduuuuuu. See you di trip berikutnya ndraaaa. Makasih sudah bikin rameeeee

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku menantikan trip selanjutnya mbaa...cant wait deehhhh.... seseruan bareng...

      Hapus
  3. Ah keseruan di Kepulauan Seribu membuat mupeng om in

    BalasHapus
  4. Wah pulau dolphinnya bikin pengen kesana, pulau seribu seru juga dikunjungi rame -rame ya

    BalasHapus
  5. Baru denger tentang pulau Dolphin ini bang. Kece bana bana :D trip menyenangkan bersama orang-orang yang menyenangkan.

    BalasHapus
  6. MASYA ALLAH!!!!
    ALLAHUAKBAR!
    AKU INGIN BERKATA KASAR PADA POSTINGAN KEDUA INI.
    WAMAKAKAKAAKAKAJAKAKAKAKA


    TOLONG YG BENA MUNTAH NGGAK USAH DI PUBLISH... TOLONG DI BUANG AJA. DI CORET. DI TIPEX.

    BalasHapus
  7. aku baca ini jadi kangen kalian semua...ahhhh kurang lama...

    BalasHapus
  8. Sampai jumpq di trip selanjutnya... :D

    BalasHapus

Scroll To Top