Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Senin, 30 Januari 2017

PESONA KALIANDA - MENIKMATI PANTAI PANTAI CANTIK DI GARIS PESISIR RAJABASA




Bentangan pasir putih nan halus berpadu dengan pepohonan kelapa menghias sepanjang pantai.  Ditambah udara yang cerah dengan suasana pantai yang lengang.
Yakin tak ada yang menolak berada di pantai dengan suasana  seperti.
Begitulah kiranya yang saya dan keluarga  dapat rasakan ketika berada dibeberapa pantai dalam kawasan Kalianda – Lampung Selatan saat akhir pekan lalu.






Bagi saya, soal merancang aktivitas akhir pekan bersama keluarga tidaklah sulit. Dan  saya pun selalu punya cara dalam menghabiskan waktu bersama keluarga diantara waktu akhir pekan yang kerap di isi sebagai pekerja panggung ; ngMC dan nyanyi kawinan.  Dari Bandar Lampung – tempat dimana saya dan keluarga berdomisili, ada banyak destinasi wisata yang bisa di tuju.  Terlebih anak anak memang menyukai wisata pantai. Salah satu kawasan yang menyajikan banyak pilihan destinasi  wisata pantai adalah Lampung Selatan.

Jadilah siang itu,  Sabtu dalam  suasana Gong Xi Fa Chai, saya mengemudikan kendaraan menuju Lampung Selatan setelah istri selesai mempersiapkan panganan hasil olahannya sendiri. Namanya juga acara keluarga, sudah barang persiapan makanan juga jadi salah satu hal utama.  Suasana riuh dalam perjalanan  menjadi warna  seru tersendiri. Terlebih anak anak saya termasuk anak yang aktif dalam bertutur maupun bertingkahpolah. Dalam perjalanan kali ini, anak dari adik ipar saya pun turut serta. Semakin bertambah riuhlah suasana dengan kehadiran 4 anak dalam mobil.

areal persawahan dibawah kaki gunung Rajabasa
 
Sebenarnya, tak ada tujuan khusus saya dan istri mengajak anak menghabiskan Sabtu siang kali ini, hanya saja, saya ingin menjajaki beberapa pantai di kawasan Kalianda – Lampung Selatan yang nama lokasinya telah lama saya dengar dari kawan kawan meski wujudnya belum pernah saya lihat langsung.  Akses dari Bandar Lampung ke Kalianda – Ibukota Lampung Selatan itu tidaklah terlampau sulit.  Hanya 2 jam berkendara, lurus kearah pelabuhan Bakauheni dengan kondisi jalan yang terbilang baik. Lalu lintas kala itupun relative lancar. Saya sempat berhenti di paruh jalan menanjak di Tarahan guna membeli  buah nangka dan sirsak favorite anak anak.   Banyak penjaja buah di sepanjang jalan setelah Tarahan yang bisa dikunjungi guna membeli buah buahan ; pisang, durian, sirsak, nangka hingga petai. Harga jual pun tak terlalu mahal.  Tapi tetap harus ada kemampuan menawar yang baik ya, hehehe.

ketiga anak saya yang gemar bermain di pantai
 
Tujuan pertama saya membawa serta istri dan anak berlibur di Sabtu cerah itu adalah kawasan Suak.  Masuk dari simpang empat Sidomulyo Lampung Selatan – sebelum tiba di kota Kalianda,  lalu melalui rute perkampungan warga hingga ke bagian pantai pantai yang berada dalam kawasan pesisir  desa Suak. Konon di Suak juga terdapat resort megah yang dapat dijadikan tujuan wisata – meski saya belum mengetahui persis kondisinya. Tapi saya lebih memilih menyusuri jalan  desa hingga menemukan beberapa papan nama pantai yang terbuka untuk umum. Kami pun sepakat memasuki pantai bernama CLARA.  Waktu makan siang telah mengingatkan kami.  Anak anak pun telah berujar lapar.
 


Saat tiba di pintu masuk ke kawasan pantai saya sempat sedikit beradu-argumen dengan petugas yang menarik retribusi masuk pantai. Pasalnya, si petugas meminta harga Rp.50.000,-  (Ajee Gile mahalnya!!!), tapi ketika saya meminta karcis resmi  yang menerangkan harga tiket masuk  Rp. 50.000 tersebut, ia mengelak, dan beralasan tak ada.  Maka, saya pun memberi  Rp. 20.000,- dengan alasan hanya singgah sebentar saja buat lihat lihat bagian dalam.  

menjemur rumput laut


Meski terbilang sering ke Pantai, tetap saja anak anak antusias berlarian ketika tiba di kawasan pantai.  Beberapa nelayan nampak sedang menjemur rumput laut disalah satu sudut pantai.  Barisan pohon kelapa menambah keasrian kawasan pantai CLARA, diantara beberapa pondokan reot yang tersedia di beberapa pinggir pantai. Meski begitu, anak anak justru menikmati  saat  dapat  leluasa  menangkap umang umang, kepiting dan ikan ikan kecil  yang  wujudnya terlihat karena air laut masih surut.  

mencari  kepiting, kerang dan ikan ikan kecil di pinggiran pantai.

 Tak lama berselang, saya mengumpulkan anak anak untuk makan siang di bawah rimbunan pohon. Beralas tikar yang memang sengaja dibawa bila bepergian bersama keluarga, makan siang dengan lauk pauk sederhana justru terasa begitu mewahnya. Terlebih moment kebersamaan saya dengan anak istri merupakan sesuatu yang jarang terjadi di akhir pekan, - maklumlah, Bapke kan artis lokal tingkat kecamatan yang Sok Sibuk!!, hehehehe.

makan siang ala piknik keluarga hehehehe
 
Tak terlalu lama kami berada di  pantai CLARA. Makan siang usai, kami pun bergegas menuju spot menarik lainnya. Setidaknya kami  telah bayar Rp.20.000 hanya untuk numpang makan siang dan memungut umang umang, ikan dan kepiting kecil di pantai CLARA yang penataannya belum begitu  optimal dengan tak adanya fasilitas buang air dan kamar bilas.  Tarif masuk  sebesar Rp.50.000 yang tertulis seadanya di pos jaga tidaklah seimbang dengan kondisi bagian dalam. Mungkin pengelola belum pernah piknik ke pantai pantai lain yang penataannya lebih optimal dengan uang tiket masuk yang tidak terlampau mahal!.  Aaahh… sudahlah, mari tinggalkan saja. Banyak pantai lain yang jauh lebih kece kok.!!.

pondokan reot dalam pantai CLARA.
 
BERTEMU CANTI, CANGGUNG, KANTENG DAN LAGUNA

Tujuan kami selanjutnya adalah kota Kalianda. Setidaknya, di tengah kota Kalianda ada beberapa hal menarik yang bisa saya tunjukkan pada anak anak. Meski sebenarnya istri dan anak anak tak pernah protes jika saya ajak kemanapun, selagi lokasinya tempat wisata, mereka sih oke oke aja!, heheheh.  Sekitar 30 menit berkendara dari kawasan Suak – Sidomulyo, kami tiba di kota Kalianda.  Meski beberapa bagian langit mulai menggelap, tak mengurungkan semangat saya untuk mengajak anak anak dan istri menuju dermaga Canti.

pelataran depan dermaga Canti

photo bersama di dermaga Canti


Sebagai penikmat perjalanan, tak lupa saya menghentikan kendaraan untuk membeli beberapa kudapan selama perjalanan. Bila masuk ke kawasan pasar Kalianda jangan lewatkan untuk tandang ke penjaja  kue kue jajanan pasar yang lezat dengan harga terjangkau plus ukuran kuenya  yang besar besar!!. Cukuplah untuk membahagiakan anak anak dengan stok makanan mulai dari kue donat, kue geplak dan klepon hingga aneka gorengan.  Suasana riuh semakin seru karena banyaknya camilan, hahahaha.  Yang istimewa, istri selalu sigap menyeduh Kopi sachet dengan  air panas di termos dan gelas plastik yang tak pernah ketinggalan dibawa bila bepergian keluarga.

dermaga Canti di Sore hari.


Perjalanan yang lancar tanpa hambatan membawa saya pada dermaga Canti sore itu. 
Tujuan saya membawa anak anak dan istri ke dermaga Canti tak lain untuk memperkenalkan kawasan tersebut yang dapat dijadikan sebagai salah satu  titik awal pelayaran menuju ke Pulau Sebuku dan Pulau Sebesi hingga ke Gunung Anak Krakatau.  Disis lain,  pemukiman warga dibawah kaki gunung Rajabasa  menjadi pemandangan dari dermaga Canti.  Suasana dermaga tidak terlalu ramai kala itu. Tapi justru  kawasan wisata pantai  Canti – yang letaknya tak jauh dari dermaga Canti, nampak ramai pengunjung.  Jajaran kendaraan pribadi hingga bus besar mewarnai bagian depan pantai Canti.  Melihat kondisi ramai, saya pun mengurungkan niat untuk mengajak istri dan anak anak ke pantai Canti. Tapi justru tertarik membawa serta istri dan anak anak pada sebuah bentuk dermaga yang  letaknya telah saya lihat saat berada di dermaga Canti.
 
Meski belum tahu letaknya secara pasti, tapi setidaknya saya bisa bertanya pada warga kan?, heheheh. Setelah beberapa kali salah arah akhirnya saya pun menemui letak pantai yang menarik perhatian saya tersebut. Emang kalo gak Nyasar itu gak seru, justru dari nyasar kita akan dapat banyak pelajaran, kan?,hehehe.

bentangan sawah bersinggungan dengan  hamparan laut


Benar adanya,  setelah melewati perkampungan dan areal sawah dalam desa Canggung,  kami pun melihat hamparan pantai nan indah. Bentangan pantai dengan pasir bersih putih dan air laut bergradasi hijau toska. Meski  pantai Canggung terbilang masih belum terjamah oleh  banyak wisatawan, tetapi justru kealamian kawasan tersebut menjadi daya tarik besar bagi saya dan keluarga.  Terlebih untuk menikmati pantai yang cantik dan tenang tersebut pengunjung tidak dipungut bayaran lho!, Gratis!!...hehehehe.   Anak anak pun senang berlarian di pasir putih nan halus tanpa bersinggungan dengan pengunjung lain.  Meski  begitu, pengunjung tetap harus berhati hati, karena di sepanjang pinggiran pantai banyak pepohonan kering melintang dan ranting pohon yang bertebaran di bentangan pasir nan halus itu.  


 Sayang, waktu  lekas beranjak senja. Saya pun mengajak serta anak anak untuk menyudahi aktivitas menikmati pantai Canggung nan tenang tersebut. Meski sebenarnya masih ingin berlama lama di kawasan tersebut. Setidaknya saya telah mengetahui rute jalan menuju pantai Canggung.  Bisalah weekend selanjutnya jadi tujuan berlibur dengan waktu bersantai di pantai yang lebih lama.  

anak anak menikmati suasana pantai yang berpasir halus
 
Sungguh tak pernah  bosan bila  berkunjung ke pantai pantai di kawasan Kalianda atau Lampung Selatan pada umumnya. Selain jarak tempuh yang tidak terlalu sulit, keindahan dan keunikan setiap pantai  adalah sesuatu yang layak untuk dinikmati oleh kamu pecinta wisata bahari.  Sebelum meninggalkan kota Kalianda, saya sempat menemukan letak pantai Laguna dan pantai Kenteng yang ternyata tak jauh dari  letak kantor Bupati Lampung Selatan. Meski tidak menghabiskan waktu di dua pantai tersebut, setidaknya saya dan keluarga telah melihat langsung.  Dapatlah jadi referensi lokasi kunjungan selanjutnya.

7 komentar :

  1. Kebersamaan kayak gini priceless ya bang. Jadi inget dulu saat masih kecil-kecil suka diajakin piknik kayak gini :) Sekarang udah gede-gede sih masih, tapi udah jarang banget.

    BalasHapus
  2. Beberapa kali baca tulisan Lampung kok menggoda hahahahha.
    Harus benar-benar direncanakan dari sekarang, mumpung tidak jauh jauhd ari Jawa lokasinya :-D

    BalasHapus
  3. mbaaa... @Dian..ayooo doong ke Lampung lagi..hehehe.... seseruan bareng lagi yoookkk... kangen gak sama Brooott !! nyaaa akuuu???..hehehehe.....

    BalasHapus
  4. Brother..@Yayan.... aku sih pas lagi ada waktu luang ajaaa... soale biasanya weekend jadi pria penghibur hehehehe.... yaaa ... emang selalu ada waktu buat keluarga lah...semoga bisa terus terjadi sampai mereka dewasa nanti...

    BalasHapus
  5. mas @nasirullah Sitam ... Ayooo ke Lampung.... jarak dekat dan akses mudah kok..bisa flight 30 menit dari jakarta atau naek kendaraan darat - bis juga banyak... kalo ke Lampung kabari aku yaaa...hehehe....

    BalasHapus
  6. Senang lihat satu keluarga oom Indra jalan-jalan. Jadi keinget juga masa-masa kecil dulu sering diajak jalan sama keluarga besar ke pantai. Jadi kenangan seumur hidup.
    Kapan2 kita jalan bareng ya :)

    BalasHapus

Scroll To Top