Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Senin, 24 April 2017

PENGALAMAN SERU NAIK KERETA API DI KERALA




…”Bersiap, bersiap… Kereta api hanya berhenti tak lebih dari 5 menit”. ucap Manooj. “Ingat ya, jangan ada yang minum alkohol atau merokok dalam kereta, nanti bakal kena denda 100 dolar!!.” jelas Manooj kemudian yang di sambut gumam masal. – lagian siapa yang mau minum alkohol, lha barang nya aja gak ada.. hahahaha, kecuali kalo Kerata Api menyediakan, - begitu bisik temen temen blogger kearah saya.

 

rute perjalanan kereta api yang kami tempuh

Logo Perusahaan Kereta Api India




Pukul 5 sore kami tiba di stasiun kereta api Kanhangad – Kasaragod District, setelah sepanjang hari menghabiskan waktu tandang kebeberapa tempat menarik di kawasan Bekal. Bis yang kami tumpangi sejak hari pertama dan sekaligus icon dari gelaran Kerala Blog Express telah melaju menuju Trivandrum bersama koper kami.  Yes, sore itu kami akan merasakan langsung  pengalaman naik kereta api di Kerala.

Soal naik kereta api, saya sih gak begitu dusun amat yaa.. hahaha, secara udah sering naik kereta di negeri sendiri.  Pernah cobain kereta dari Jakarta sampai ke  Surabaya, termasuk jalur kereta dalam kota kota di pulau Jawa. Termasuk yang paling puas, naek kereta api dari Lampung ke Palembang. Tapi tetaplah beda rasanya jika naik kereta api di negera orang, hehehe. Itulah yang buat saya dan semua teman teman blogger antusias. Terlebih naik kereta dengan rute Kasaragod ke Thiruvananthapuram atau lebih familiar disebut Trivandrum adalah kali pertama terjadi dalam season Kerala Blog Express. Sensasi yang tak pernah terjadi di angkatan sebelumnya. 


Wajah antusias mau naik kereta sudah terlihat dari teman teman blogger. Bahkan malam sebelumnya, saya dan Dipanshu – roommate saya, sudah antusias saat packing koper dan mengemas barang bawaan yang akan menemani kami selama di kereta. Saking antusiasnya, beberapa blogger sampai menyiapkan banyak camilan dan minuman ringan sebagai teman dalam perjalanan kereta, hehehe. Saya sih santai saja, terlebih panitia udah bilang akan disiapkan makanan dan minuman selama perjalanan dalam kereta api. 

snack corner

the Train Station of Kasaragod district
14 JAM DALAM GERBONG KERETA

Mengisi waktu sore menunggu kereta api yang dijadwalkan tiba pukul 06.45, saya sempatkan menengok beberapa bagian dari stasiun kereta api. Terlihat lingkugan yang bersih dan tertata rapi. Beberapa warga lokal tampak sedang menunggu kedatangan kereta. Lalu lalang warga dengan aktivitas mereka jadi warna tersendiri buat saya sore itu.  “kumpul, kumpul…” teriak salah satu panitia pada kami yang sedang asik dengan aktivitas masing masing. Rupanya Manooj telah memegang tiket kereta api dan kemudian menjelaskan pembagian gerbong kereta pada kami lengkap dengan pemaparan tata cara dan aturan yang harus kami indahkan.

Manooj  read the detail list of blogger and said about the ticket

The Ticket
Sebagai bagian dari  salah satu jenis trasportasi darat, kereta api di Kerala tak ubahnya dengan apa yang ada di tanah air.  Perjalanan yang kami tempuh dengan bis dari  Kochi – titik pertama kami memulai perjalanan hingga ke Kasaragod telah menempuh 2500 km jalan darat dengan beragam kontur jalan.  Jadi rute kereta api dari Kasaragod ke Trivandrum itu bagai rute perjalanan dari ujung ke ujung dalam kawasan Kerala.  Dengan jarak tempuh sekitar 492 km, menghabiskan waktu 14 jam berkendara kereta. Hingga kami pun turut merasakan bermalam di kereta api dalam gelaran Kerala Blog Express. 

waiting our night train
Senja semakin beranjak gelap. nampak kereta api yang kami tumpangi telat. Sudah pukul 07.10 malam. Kami masih menunggu kedatangan kereta api di bagian kedatangan dengan pembagian nomor gerbong menyesuaikan tiket kami masing masing. Sayang kami tidak terkumpul dalam satu gerbong. Tapi disisi lain, kami jadi dapat berinteraksi dengan warga setempat yang juga satu perjalanan dengan kami. Lumayan bisa dapat informasi tambahan soal rute kereta api dan aktivitas mereka sebagai warga lokal. Beberapa teman teman blogger langsung membaur dengan warga lokal  saat mengisi waktu menunggu kereta datang. Beberapa teman lainnya membantu panitia mengangkat makanan dan minuman yang akan kami bawaserta dalam perjalanan.

Diana - Italian Blogger - conversation with local people
  
RANJANG TIGA TINGKAT.

Kereta malam pun datang, – sempet menghibur diri dengan lagu Kereta Malam Elvie Sukaesih – HaH!! dasar biduan!!.   Kami langsung ngacir menuju gerbong masing masing sesuai dengan tiket. Eh, harga tiketnya berapa yaa?. Aduh!, saya juga gak tanya!. Naik naik ajaa laah… gratis ini , heheheh. Tapi soal booking tiket kereta api dan juga rute bisalah lihat di lapak ini, http://www.trainman.in  
 
me, Dipanshu and Bernard

Malabar Express adalah nama kereta yang kami tumpangi malam itu.  Salah satu kereta api dengan fasilitas kelas penumpang yang beragam mulai dari  kelas ekonomi hingga jenis kelas 1.  Rombongan kami ada di kelas 2. Saya menempati gerbong B4 – nomor kursi 54.  Bersama Dipanshu, Bernard & Dan.  Yang menarik, setiap kami akan menempati tempat duduk yang dapat ditata menjadi tempat tidur. Dengan penataan tempat tidur menjadi 3 bagian.  Bagian atas, tengah dan bawah.  Tapi ada pula yang cuma dua bagian bagi penumpang yang dapat duduk lorong jalan.  Pada setiap tempat duduk yang dapat di ubah menjadi tempat tidur tersebut, ada sprei putih sebagai alas tidur, bantal kecil untuk alas kepala dan selimut yang lumayan tebal - menahan diri dari udara dingin yang berasal dari kipas angin yang tergantung di langit-langit gerbong kereta api.  Nah, saya beruntung dapat bagian atas. Lumayan tidak di lalui oleh rekan yang naik turun. Berasa tidur di ranjang tiga tingkat gitu, hehehehe. Yang kasihan adalah rekan rekan blogger yang punya postur badan tinggi dengan kaki panjang. Agak sulit untuk selonjoran. Contohnya teman saya, Dan – Vlogger asal Canada yang harus menekuk kaki saat tidur, hahaha. Ada untungnya juga punya tinggi badan standard kayak saya ini!!.

Look that.  How Dan enjoy his Slept !! Canadian Vlogger

The Train and Claudia
Malam itu, seusai menyantap hidangan makan malam yang aman – tanpa bumbu bumbu medok, hehehe. Saya sempat berkeliling sesaat ke gerbong kiri dan kanan dari gerbong yang saya tempati. Lumayan bisa bertegur sapa dengan beberapa penumpang lokal, sebelum akhirnya memutuskan tidur lebih cepat karena kondisi badan yang lumayan letih beraktivitas sepanjang hari plus jadi biduan sepanjang perjalanan, hahahah. Kelakuan!!.

our dinner. The Sandwich so Delicious !!!

2 tempat duduk yang dapat di ubah menjadi tempat tidur

 
 Jujur saja, saya menikmati bermalam dikereta api dengan kondisi tidur rebahan selonjoran yang nyaman banget. Buat saya ya, hehehe. Sampai  teman teman membangunkan saya dipagi hari. Sungguh pulas saya terlelap. Lumayan, bangun pagi segar kembali. Meski  saya dan teman teman menyadari sebuah kenyataan bahwa itu adalah jelang hari terakhir kami di Kerala. 

Jinson take my Photo - so enjoy there..

Take picture with our room on train....
Pagi yang indah. Tak lupa saya mengabadikan suasana stasiun kereta api Trivandrum ketika kami tiba pukul 09.30.  Hilir mudik para penumpang dengan suasana stasiun kereta yang bersih dan tertata apik. Beberapa teman berkisah seputar pengalaman mereka bermalam di dalam gerbong kereta ketika dalam perjalanan kami menuju kawasan parkir kedatangan.  

morning on Trivandrum Station

going to bus

see you again bus!!!

take picture first,....
 Rupanya bis Kerala Blog Express nan khas itu telah menunggu kami di pelataran parkir.  Sungguh bahagia bertemu bis yang telah jadi saksi bisu perjalanan kami sejak hari pertama hingga jelang beberapa jam pelaksanaan Farewell party. Hiks.

2 komentar :

  1. Hahaha I'm so focused on those tarin seat numbers :) Thanks Indra for another great photo-post (since I don't understand much :P) All the best for you and kisses from Poland :*

    BalasHapus
  2. Nice post Indra. I can never forget this trip. miss you..

    BalasHapus

Scroll To Top