Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Sabtu, 23 Juni 2018

UDAH MENJAJAL TOL LAMPUNG?, KOTABARU - KALIANDA CUMA 1 JAM LHO!!



Sudah ada keinginan untuk menjajal tol Lampung, sejak Presiden Joko Widodo meresmikan ruas jalan tol Lampung pada 21 Januari 2018 lalu. Hanya saja kendala waktu yang belum memungkinkan. Pernah juga ajak keluarga menengok gerbang tol di kawasan Kotabaru, meski kala itu belum diperbolehkan masuk kelintasan jalan oleh petugas. Secara, belum begitu resmi dibuka untuk umum.

Pintu Tol Kotabaru

Saat liburan dan suasana lebaran lalu, saya berinisiatif mengajak serta anak istri untuk menjajal tol Lampung. Tak  hanya keluarga saya sendiri, tapi juga membawa 3 sahabat saya bersama keluarga mereka masing-masing.  Ajakan menjajal tol Lampung rupanya jadi semangat bagi anak-anak. Terlebih informasi yang beredar menyatakan bahwa jalan tol Lampung difungsikan sebagai jalur mudik lebaran 2018, dan pemakaiannya masih Gratis!!.  Sekalian juga mau lihat seperti apa wujud jalan tol Lampung yang tentu dinanti banyak pihak itu. 
 
badan jalan kala masuk gerbang tol Kotabaru

KOTABARU – KALIANDA HANYA 1 JAM SAJA!!!

Perjalanan kami mulai dengan menuju jalur dua Korpri, lalu masuk kawasan kampus ITERA dan kemudian bertemulah dengan pintu tol Kotabaru.  Tak banyak pihak yang saya tanyai soal tol Lampung. Buka google pun tidak. Hanya modal berani saja. Masak masuk tol kagak berani?! Hehehe.  Sampai di pintu tol Kotabaru, kami harus menempelkan kartu Flash, ATM atau kartu member VIP Chandra seperti yang saya lakukan. Fungsinya untuk membuka pintu gerbang. Bukan mengurangi saldo kartu flash atau atm anda. Info masuk tol Gratis itu benar adanya!, yeeyy… bisa jadi beberapa bulan mendatang akan berbayar, hehehe.
Bentuk ruas jalan tol dan penataan kawasan terlihat di depan mata. Akhirnya ada jalan tol di Lampung. Tujuan saya dan keluarga saat itu adalah tandang ke Kalianda. Meski akses jalan tol dapat menuju Bakauheni tetapi kami sepakati untuk keluar di Kalianda, menikmati pantai dan menghabiskan sepanjang sore di pantai sebelum kembali lagi ke Bandar Lampung.
Dua kendaraan yang kami bawa beriringan melaju di ruas tol. Meski sempat di klakson mobil polisi pengawas jalan tol karena kami sempat berhenti di bahu jalan yang tak semestinya. Biasalah, bapake photo-photo jalan tol, hehehe.

kondisi tol yang telah jadi
 
Sebenarnya, meski akses dari gerbang tol Kotabaru telah dibuka hingga Bakauheni, tetapi kondisi pembangunan jalan tol sendiri belumlah 100 persen sempurna layaknya jalan tol di pulau Jawa. Beberapa bagian masih terlihat dalam proses pembangunan.  Bagian yang terlihat layak adalah pada simpang susun Kotabaru hingga simpang susun Lematang yang mencapai 5,64km  selebihnya kondisi jalan tol belumlah mulus. Kontur jalan tol masih berupa cor beton termasuk beberapa bagian yang masih tanah dan batu kerikil karena pembangunan. Ruas tol kembali membaik ketika memasuki simpang susun Sidomulyo hingga menuju Bakauheni.

Kejadian menarik adalah ketika saya sebagai pengendali kendaraan dibagian depan menggunakan insting kala memutuskan untuk keluar jalan tol untuk menuju kawasan Kalianda.  Karena bila terus mengikuti rute jalan tol maka saya dan keluarga akan tiba di Bakauheni!, hahaha. Akhirnya saya memutuskan memutar ke bagian kanan dari badan jalan tol ketika melihat wujud gunung Rajabasa berwujud utuh tepat didepan mata. Yang saya ingat, bila wujud gunung Rajabasa tidak ada lagi berarti telah melewati kawasan Kalianda. Meski sempat diliputi rasa ragu, namun ternyata keputusan yang saya ambil benar. Mobil yang saya kemudikan keluar tepat di depan tugu patung pahlawan Radin Inten tak jauh dari kawasan masjid intan khas Kalianda – Lampung Selatan. Kotabaru – Kalianda ditempuh 1 jam!. Mantap bukan?!.

ruas jalan tol yang masih dalam proses pembangunan
 
GELAP GULITA TANPA PENGENDARA LAIN.

Setelah menikmati suasana pantai di Kalianda, saya dan para sahabat  serta keluarga kami masing-masing memutuskan untuk kembali ke Bandar Lampung. Tentu melalui rute jalan tol yang telah kami lalui disiang hari tadi. Meski lalu lalang kendaraan tak seramai kala siang.

Kami pun kembali menyusuri rute jalan  yang kami lalui pada siang tadi. Masuk ke ruas jalan tol yang nampak sepi karena telah beranjak malam. Tak ada lampu jalan sepanjang tol yang memang belum sepenuhnya selesai pembangunannya. Yang menarik, ada banyak kendaraan roda dua melintasi badan jalan. Bisa jadi warga sekitar jalan yang rumahnya dilalui pembangunan jalan tol. Suasana sepi jalan tol membuat kemudi menjadi lancar. Meski tetap harus berhati-hati ketika memasuki kawasan jalan yang sedang dalam proses pembangunan karena minim rambu jalan.

jalan mulus, lengang menuju Kalianda dan Bakauheni
 
Pengguna jalan harus keluar dari badan jalan tol ketika mendekati kawasan Lematang. Karena masih dalam tahap pembangunan, rute jalan dialihkan ke kawasan warga lalu masuk kembali ke gerbang tol Lematang – Kotabaru. Pada bagian ini, kondisi tol sangat baik dan lancar. Penerangan jalan terpasang dikiri dan kanan ruas jalan tol. Suasananya seperti di ibukota Jakarta!. Sebagai pemegang kendali kendaraan saya sempat dibuat takjub kala mengatur kendaraan berputar di simpang susun tol Lematang.

Meski masih dalam proses pembangunan, proyek jalan tol Bakauheni – Terbanggi Besar dengan total panjang 140,9 kilometer tersebut telah terlihat progress-nya. Tak sabar suatu hari nanti menjajal jalan tol yang menghubungkan Lampung ke Palembang,  yang saat ini masih dalam proses pembangunan.  Kamu belum cobain tol Lampung?, cobain deh!. Atau mau bareng saya ikutan ngeTrip lewat jalan tol ke Palembang suatu hari nanti ?

6 komentar :

  1. Ditunggu ya kedatangannya ke Palembang, bang. Ajak keluarga lengkap :)

    Kami juga pas lebaran kemarin menjajal tol Palembang-Indralaya. Yang bisanya bisa 1 sd 2 jam, ini hanya butuh 15 menit saja. Luar biasa membahagiakan. Dan kadang mikir, "kenapa gak dari dulu, ya?" :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yess!!! tentu kalo ke Palembang akan menemui Yayan heheheh...kemarin iseng ama keluarga mumpung formasi Lengkap hehehehe....agak alay yaaa jajal tol..kayak apa ajaa..hehehe.... mantap nanti dari Indralaya nyambung ke Lampung...aahhh tak sabar buat ke Palembang via tol itu..hehee

      Hapus
  2. lalu dinyinyirin , tulisan pencitraan dibayar berapa?

    aku kmrn bulan apa ya cobain yang dari bakauheni, duh terharu lampung ada jalan tol

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwkkw...iiissshhh Kakak maaahhh .... ini tak ada hubungannya dengan endorser lhoo..murni cerita pengalaman pribadi sahaja....hehehehe....yes. akhirnya kawasan Sumatera ada jalan tol yaaa kakak....

      Hapus
  3. Alhamdulillah... Pada Akhirnya Indonesia benar benar satu jika akses jalan bisa "dekat" begini

    BalasHapus
  4. Luar biasa..
    Bukan hanya karena kerja pemerintah, tetapi dukungan masyarakat untuk dapat lebih maju juga patut menjadi perhatian.. :)

    BalasHapus

Scroll To Top