Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Sabtu, 17 November 2018

MENEPI DAN MENIKMATI DIRI DI UBUD BALI.




Memanfaatkan waktu di sela padatnya aktivitas itu dapat memberikan penyegaran pada tubuh dan fikiran. Semacam menikmati jeda waktu tanpa ada yang mengganggu apalagi bertanya ini itu. Sesekali menghabiskan waktu dengan menikmati suasana hanya bersama diri sendiri. Terlebih lokasinya di Ubud, Bali. 

Jl. Raya Ubud, salah satu kawasan Ubud yang tenang dan menyenangkan.
 
Keinginan  saya untuk tandang ke Bali terlintas dua hari sebelum tugas saya sebagai relawan di Lombok berakhir.  Setelah gelaran ‘Anak Lombok Semangat Sekolah’ terlaksana sejak Senin hingga Kamis, maka sungguh sayang bila beberapa hari di akhir pekan hanya dilewatkan begitu saja. Lumayan lho, kalo bisa jalan-jalan dan menikmati weekend sebelum berjibaku dengan perihal pekerjaan di awal pekan mendatang. Lagipula rute Lombok – Bali kan tergolong dekat.

Karena tak ada persiapan matang untuk melancong ke Bali, maka langkah pertama yang dilakukan adalah mencari tiketpenerbangan dari Lombok ke Bali. Meski jarak dua pulau tersebut tergolong dekat, bukan berarti saya tinggal melompat kan?!, hehehe. Tetep usaha cari maskapai penerbangan yang sesuai dengan jadwal saya. Eh, tepatnya sesuai dengan isi dompet saya!, hhhmm. Untungnya, aplikasi PegiPegi pada ponsel sangat membantu dalam upaya pencarian tiket pesawat sekaligus mengatur jadwal penerbangan.  Cukup ketik rute penerbangan dibagian pencarian tiket lalu muncullah beragam pilihan tiket sesuai dengan waktu yang kita inginkan. Termasuk harga yang sesuai dengan kondisi kantong, hehehe. Setelah semuanya terpenuhi, tersedia beragam metode pembayaran. Mulai dari pembayaran via mesin ATM hingga transfer melalui antar bank dan virtual account. Yang menarik, pada penghujung tahun, PegiPegi menggelar program Gempita (Gemerlap Promo Akhir Tahun). Lumayan lho, dapet potongan Rp.200.000,- untuk rute penerbangan pilihan kamu. 

program Gemerlap Promo Akhir Tahun di PegiPegi.com App.
 
Kelar urusan tiket, selanjutnya mikirin apa yang akan dilakukan di Bali. Karena sejak awal rindu pada Ubud, maka Ubud jadi prioritas kunjungan saya. Jujur saja, Ubud  itu kawasan di Bali yang lebih memikat minat saya.  Suasananya yang lebih tenang, meski banyak pelancong asing, tetapi tidak sepadat di kawasan Kuta atau Legian.  Karena perjalanan ini hanya sendirian, maka saya memutuskan untuk menyewa sepeda motor begitu tiba di kawasan Kuta.  Eksplorasi Ubud dengan motoran seorang diri adalah sesuatu yang saya inginkan sejak dulu. 

jalan di Ubud yang cenderung lengang dan tenang
 
MENDADAK EAT, PRAY AND LOVE
 
Sebagai kawasan dengan daya tarik wisata sejak tahun 1930-an, Ubud yang merupakan bagian dari kabupaten Gianyar tersebut memiliki beragam pesona yang layak dikunjungi langsung. Sebut saja spot-spot menarik yang menjadi lokasi pengambilan gambar dari film Eat, Pray and Love.   Film yang membuat nama Bali semakin tersohor tersebut berhasil mencuri perhatian banyak pihak. Sebuah film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama, tentang perjalanan hidup seorang novelis bernama Elizabeth Gilbert yang diperankan begitu apik oleh Julia Robert.

Jelang senja saya tiba di kawasan Ubud. Suasana ramai sepanjang jalan Raya Ubud jadi sesuatu yang khas. Hilir mudik pelancong membaur bersama kesibukan warga lokal. Gerai-gerai penjaja busana dan pernak pernik menarik tersaji diantara bangunan café and resto yang tertata indah memesona mata.  Saya memelankan kemudia sepeda motor menikmati setiap jengkal jalan yang saya lalui. Bahkan saya memutuskan untuk mengikuti sepanjang jalan Raya Ubud hingga melalui kawasan Monkey Forest yang juga jadi bagian apik dalam film Eat, Pray and Love. Berasalah saya sedang mengalami apa yang Julia Robert dan Javier Bardem lakoni dalam potongan film. Halu tingkat dewa!!.

Beranjak malam, saya pun tak membiarkan waktu berlalu begitu saja. Melangkahkan kaki ditengah keramaian jalan raya Ubud adalah aktivitas mengisi waktu malam. Rugi lho kalo ke suatu kawasan wisata cuma tidur dikamar aja!!, hahaha.  Bila punya waktu luang, sempatkan masuk ke Puri Saren Agung yang merupakan istana kerajaan Ubud. Setiap malam, istana kerajaan Ubud yang merupakan tempat tinggal dari Raja Ubud, Tjokorde Gede Agung Sukawati tersebut kerap menyajikan pentas seni tari yang menarik. Mulai dari tari kecak hingga tari barong.

suasana lengang di jalan raya Ubud
   
BERAGAM PESONA UBUD

Eksplorasi Ubud masih berlanjut dihari kedua. Sejak pukul 4.30 pagi saya sudah meninggalkan penginapan dan mengarahkan kemudi sepeda motor menuju kawasan Tegallalang. Sebuah kawasan alami yang menyuguhkan bentangan sawah nan memesona. Meski terbilang kawasan mainstream kunjungan wisatawan, tetap saja Tegalalang jadi spot kunjungan wajib bila ke Ubud.  Menikmati detik-detik matahari terbit dalam tatanan menarik persawahan adalah keindahan tersendiri. Terlebih ada banyak café dan kedai penjaja makanan dan minuman lezat yang bisa dimanfaatkan sebagai  tempat bersantai makin bernilai. 

Pagi di Tegalalang
 
Usai berpuas diri mengabadikan kawasan Tegalalang, saya mengalihkan setir motor menuju kawasan Pura Tirta Empul, kolam pemandian air suci yang menarik untuk didatangi. Terlebih pagi hari ada beberapa warga lokal yang melaksanakan prosesi sembahyang dalam kawasan pemandian ini.  Ada hasrat untuk ikutserta mandi dengan sumber mata air alami dalam area Pura. Tapi sadar diri tak bawa baju ganti, hehehe.  Oh ya, tak jauh dari kawasan Pura Tirta Empul juga terdapat Istana Presiden Tampaksiring yang lekat dengan sosok presiden pertama Indonesia – Soekarno. Bahkan rancang bangun dari wujud Istana tampaksiring merupakan nadil besar dari Soekarno kala itu.  Tapi sayang saya hanya lewat saja dibagian muka dari Istana. Maklum, Istana sedang tidak dibuka untuk umum.

Pemandian Suci di Pura Tirta Empul
 
Kunjungan pagi saya selanjutnya adalah tandang ke Museum Anthonio Blanco. Sebagai penyuka museum, mendatangi Museum Blanco bagai melihat hamparan mahakarya bernilai tinggi dan sejarah perjalanan sang empunya lukisan yang terkenal eksentrik itu.  Meski tak diperkenankan mengabadikan bagian dalam dari ruangan lukisan, tapi mendatangi langsung Museum Antonio Blanco jadi sesuatu yang istimewa bagi saya.

Kunjungan lain yang juga berkesan di Ubud adalah mendatangi pasar tradisional Ubud yang juga jadi bagian dari film Eat, Pray and Love. Suasana pasar dan penataan hingga jenis barang yang dijajakan dalam pasar ini benar-benar menarik pengunjung. Tak ada salahnnya berlama-lama mencari barang-barang khas yang pantas dijadikan buah tangan seusai ekplorasi Ubud. Meski hal tersebut tidak saya lakukan, karena saya lebih tertarik menikmati kue-kue jajanan pasar nan khas yang banyak dijajakan pada bagian dalam pasar tradisional Ubud.

Salah satu Spot luar dalam Museum BLANCO yang sangat menarik

Ubud Tradisional and Art Market
 
Sesungguhnya, ada banyak spot menarik lain di Ubud yang belum sempat semuanya saya sambangi. Bisa jadi suatu hari nanti saya akan tandang kembali ke Ubud. Mendatangi beragam hal menarik yang belum tentu dimiliki kawasan lain di Bali. Termasuk mendatangi rumah Ketut Liyer yang fenomenal dan jadi bagiand ari film Eat, Pray and Love. Termasuk menikmati Ubud dengan bersepeda dan bersinggungan dengan penduduk lokal. Tertarik ke Ubud ?

12 komentar :

  1. Adem sekali suasana di Ubud ya, jadi pengen pergi ke Bali. auto cek pegipegi

    BalasHapus
  2. Tau gak, aku tuh bolak balik ke Bali dan belum pernah sama sekali eksplore Ubud. Paling lewat doang biasanya. Padahal kampung suami di Tegal Alang. Tapi kalau pas ke sana, ya paling ke rumah saudara aja mampir-mmpir

    Baca ini, kayaknya pas mudik sekali lagi kudu mengagendakan jelajah Ubud deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku pun bakal ke Ubud lagi oneday bila ke bali lagi nanti eheheheh ada hal hal yang kemarin belum sempat aku sambangi

      Hapus
  3. ubud emng tentram bngt dah, pas buat menyendiri...ykin mau sendirian aja hahhaha

    BalasHapus
  4. Saya belum pernah ke Ubud. Paling ke Kuta dan Legian. Menarik banget kalau ke Ubud. Apalagi saya memang lebih suka yang sepi begini

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup suasananya bikin betah. Ubud , kawasan bali yang memang selalu menarik untuk ku kunjungi

      Hapus
  5. Museum Blanco apik banget, belum pernah ke Ubud, piluu..

    BalasHapus
  6. Aku juga selalu rindu dengan Ubud. Bahkan kepikiran untuk coba tinggal di Ubud selama setahun biar puasss. Hahaha.
    Duh, jadi kangen makan makanan lokal Ubud yang murah2.

    BalasHapus
  7. Tegalang. Saya tertarik banget.
    Mau terbangin drone dan ambil gambar dari atas :)

    BalasHapus
  8. Tertarik bgt... Banyak spot2 seri ya di ubud...

    BalasHapus

Scroll To Top