Di
beberapa acara saya sering di mintai tips bagaimana memandu acara. Dalam kesempatan
lain, beberapa orang sering bertanya apa saja yang perlu meraka lakukan sebagai
Master of Ceremony agar tetap bertahan pada profesi tersebut.
Berikut
akan saya jabarkan beberapa hal yang telah saya himpun berdasarkan pengalaman
saya melakoni profesi Pemandu Acara sejak tahun 2001 dan termasuk pengamatan
saya terhadap beragam pihak yang juga menjalani profesi ; Master of Ceremony.
Beberapa
hal yang saya uraikan berikut sebenarnya tak sebatas profesi MC tetapi dapat
pula di terapkan oleh mereka yang memiliki profesi sebagai pekerja publik atau
pejabat publik.
Mari
di simak. Semoga bermanfaat.
1.
WAJIB BACA BUKU
Menjadi Pemandu Acara, termasuk profesi publik yang berhadapan dengan
banyak pihak, ribuan karakter hingga wajib memiliki pemahaman terhadap hal-hal
yang berkenaan dengan acara yang akan di pandu. Maka, membaca buku menjadi
kewajiban. Karena dengan membaca buku, seorang Pemandu Acara punya banyak
pembendaharaan kosakata dan pemahaman. Selain itu, membaca buku dapat
meningkatkan kemampuan Analysis Thinking
dan Critical Thinking. Profesi MC
penting memiliki kedua kemampuan berfikir tersebut.
MC yang gemar membaca buku dengan MC yang tidak pernah sama sekali
meng-upgrade cara berfikirnya dengan membaca buku akan terlihat ketika ia
merangkai kata dalam memandu acara termasuk kemampuannya dalam pemilihan kata saat
ngMC. Terutama pada jenis acara Formal
dan Semi Formal yang mewajibkan MC memiliki kemampuan merangkat kata. Maka tak
heran, salah satu kebiasaan MC yang tidak pernah membaca buku akan selalu
melakukan pengulangan kata dan kalimat saat menuturkan rangkaian acara. Salah
satu kata yang akan terus berulang kali di ucap oleh MC yang tak suka baca buku
adalah kata ‘Luas Biasa’ ketika MC mengungkapkan kekaguman. Padahal ada banyak
persamaan kata dari ‘Luas Biasa’, misal ; mengagumkan, indah sekali, sungguh
menghibur, dan masih banyak padanan kata lainnya. Hanya dengan meluangkan
sedikit waktu untuk membaca buku, seorang MC akan upgrade kemampuannya.
Sehingga verbal seorang MC ketika bertugas akan terlihat lebih tertata. Secara
tidak langsung wawasan personal seorang MC juga akan tercermin dari pilihan
kata yang ia rangkai saat bertugas memandu acara.
Tapi ingat, pilihan verbal seorang MC saat bertugas juga di pengaruhi
oleh jenis acara. Tentu akan berbeda dalam pilihan kata/verbal untuk jenias
acara Formal, Semi Formal dan Informal. Itulah sebabnya profesi MC dan profesi
publik lainnya wajib baca buku.
| MC Wedding di Lampung ; Indra Pradya @duniaindra |
2.
SIMAK TANPA SELA
Saya teringat pada sebuah teori yang menjadi salah satu acuan untuk
membangun kemampuan komunikasi menjadi lebih baik yakni ; Communication =
Listen (Komunikasi sama dengan Mendengarkan/Menyimak). Lebih lanjut, Professor Albert Mehrabain menyampaikan
bahwa Keunggulan dari seseorang dalam membangun kemampuan berkomunikasi bukan
hanya pada kemampuan berbicara saja, tapi lebih pada kemampuan menyimak atau
mendengarkan. Menjadi pendengar yang aktif adalah salah satu kemampuan yang
wajib di miliki seseorang ketika menjadi pekerja publik. Yang di maksud dengan Pendengar Aktif adalah
mereka yang berkenan menyimak secara utuh penyampaian seseorang. Tidak memotong
kalimat ketika orang lain sedang menjelaskan. Tidak merasa sudah tahu aatau
paling tahu meski sudah berpengalaman.
Dalam tugasnya, seorang MC wajib menyimak arahan pemilik acara, wajib
mendengarkan dengan seksama arahan Event Organizer atau Wedding Organizer.
Meski telah berpengalaman ratusan kali memandu acara, seorang MC tetap wajib
menyimak arahan saat briefing. Bila memungkinkan luangkan waktu untuk turut
serta dalam meeting vendor atau briefing event sebalum hari pelaksanaan acara
berlangsung. Jangan sampai karena merasa telah ratusan kali memandu acara
lantas menganggap sepele arahan pihak lain. Padahal meski jenis acara yang
pandu sama, pasti ada beberapa bagian yang membedakan sesuai dengan keinginan
pemilik acara. Jangankan acara formal, acara wedding yang tipenya sama pun
pasti memiliki beberapa bagian yang berbeda.
| ngMC Talkshow |
| plus jadi Moderator Talkshow Puteri Puteri |
3.
JAGA BADAN DAN TAMPILAN
Karena profesi MC adalah pekerjaan publik maka wajib menjaga tampilan
diri. Menjaga badan dan tampilan adalah sebuah keharusan sebagai bagian dari
‘Stage Performance’. Menjaga badan dan
tampilan bukan hanya soal bentuk body. Tak soal body kurus atau gemuk. Yang perlu di perhatikan adalah kepantasan
diri dalam kondisi pekerjaan. Jaga Badan bermakna seorang MC wajib menjaga
badannya tetap prima, sehat jiwa raga, sehat secara anatomi tubuh. Terutama
jaga aroma mulut, aroma ketiak, aroma badan secara keseluruhan. Jaga Badan
bukan sekedar soal pakai parfume saat tampil di panggung. Tapi lebih pada
kemampuan memahami metabolisme tubuh. Karena jarak mulut dan lubang hidung itu
dekat, maka wajib tahu diri seperti apa aroma yang keluar dari mulut sendiri. Begitu pula dengan aroma yang berasal dari
ketiak, lubang hidung, telinga dan pori-pori kulit di sekujur tubuh.
Perihal jaga tampilan berkenaan dengan visualisasi seorang MC saat tampil
di panggung. Mulai dari pemahaman si MC akan cocok atau tidaknya ia akan sebuah
gaya berbusana. Busana yang dikenakan seorang MC juga menjadi penunjang
tampilan. Sebagai profesi publik, MC tentu wajib paham mana busana yang pantas
di gunakan untuk manggung dan mana busana yang cuma boleh di kenakan di dalam
kamar tidur di rumah. Mengenakan busana
bukan soal harga dan brand busana tetapi soal pantas atau tidak busana tersebut
di body si MC dan di jenis acara. Meski beberapa acara mewajibkan dress code
tertentu tapi secara general, seorang MC wajib tahu busana apa yang pantas di
badannya untuk memandu sebuah acara. Kemampuan MC menjaga badan dan tampilan
juga merupakan kemampuan personal dalam menjaga kualitas diri dan professional
profesi.
| MC sedang Games interaktif di Wedding Party |
| MC Pameran Kriya Jemari 2025 |
4.
STOP PAMER, WAJIB PAHAM SHARE
Saat ini, profesi MC juga lekat dengan canggihnya teknologi. MC juga
perlu memahami bagaimana mengaktualisasikan diri di platform media sosial. Tapi
yang perlu MC tahu adalah bagaimana memilah ranah yang perlu di bagikan di
media sosial dan mana yang cukup jadi konsumsi diri sendiri. Karena tak semua
hal perlu di bagikan.
Mari belajar dari beberapa nama besar profesi MC baik di tingkat nasional
hingga internasional. Dari MC yang selalu in-charge di event besar sampai MC
yang selalu ada di layar kaca. Sebagian besar dari MC ternama tidak pernah
share jumlah uang yang mereka terima di media sosial. Sementara ada pula MC
yang kerap perlihatkan lembaran rupiah yang mereka terima di sosial media
sebagai bentuk harapan pengakuan terhadap profesi mereka sebagai MC. Tak salah
bila demikian, tetapi perihal besarnya honor ngMC, banyaknya lembaran uang yang
di terima, hingga hal-hal yang bersifat personal tidaklah perlu di siarkan.
Meski memang ada beberapa MC yang menjadikan kebiasaan pamer sebagai bagian
dari identitas diri (personal branding). Semuanya kembali pada individu para
MC. Ingin di kenal karena kualitas diri dan kemampuan profesinya atau ingin di
kenal sebagai personal yang glamour/ hura-hura (flaxing). Silakan saja.
Kemampuan seorang MC paham share di media sosial juga berkenaan dengan
ranah private di dalam event. Misal hal-hal yang bersifat ‘family problem’
dalam hajatan pernikahan yang tak etis bila kisahnya di pajang di media sosial.
Atau perihal internal yang terjadi dalam sebauah acara. Cukuplah diri sendiri
yang tahu, tak perlu di umbar ke banyak pihak.
5.
PINTAR BAWA DIRI BUAT JAGA RELASI
Yang kerap di lewatkan para profesi MC adalah menjaga hubungan baik
dengan semua pihak yang terlibat dalam sebuah gelaran acara. Karena terkadang,
pekerjaan memandu acara selanjutnya justru datang dari para vendor acara atau
bahkan orang-orang yang bertemu, berpapasan hingga bertegursapa dari sebuah
acara.
Kemampuan membawa diri berkenaan
dengan sikap diri yang sesuai dalam
sebuah profesi. Sikap diri inilah yang kelak akan menjadi modal personal
dalam mendapatkan pekerjaan panggung berikutnya. Bahkan tak jarang, sikap diri
yang baik dan sesuai dapat membawa pada beragam jenis kesempatan lain di luar
dari profesi MC. Bidang bisnis misalnya. Atau bidang kolaborasi event lainnya.
Kemampuan membawa diri juga menjadi bagian dari kemampuan meluaskan
jejaring atau relasi. Karena ketika seorang MC di percaya memandu acara, maka
secara tidak langsung ia di hadapkan
pada beragam kesempatan karena bertemu dengan puluhan hingga ribuan orang dalam
satu event. Itu artinya, ada banyak kemungkinan bagi MC untuk mampu menarik
perhatian banyak pihak melalui performa ; stage
performance, hingga kemampuan berkomunikasi secara personal.
Gimana,
kamu siap upgrade diri dengan 5 hal penting yang telah saya uraikan di atas?, Bersiap jadi
Master of Ceremony (MC) yang berkualitas
dan bertabur kesempatan baik yaa…
Kalau
ada yang ingin di tanyakan jangan sungkan beri tahu saya di kolom comment yaa …
Indra Pradya (instagram @duniaindra)






0 comments :
Posting Komentar