Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Selasa, 06 Januari 2026

5 TIPS UTAMA UNTUK JADI PEMANDU ACARA YANG PRIMA.



Di beberapa acara saya sering di mintai tips bagaimana memandu acara. Dalam kesempatan lain, beberapa orang sering bertanya apa saja yang perlu meraka lakukan sebagai Master of Ceremony agar tetap bertahan pada profesi tersebut.

 

Berikut akan saya jabarkan beberapa hal yang telah saya himpun berdasarkan pengalaman saya melakoni profesi Pemandu Acara sejak tahun 2001 dan termasuk pengamatan saya terhadap beragam pihak yang juga menjalani profesi ; Master of Ceremony.

Beberapa hal yang saya uraikan berikut sebenarnya tak sebatas profesi MC tetapi dapat pula di terapkan oleh mereka yang memiliki profesi sebagai pekerja publik atau pejabat publik.

Mari di simak. Semoga bermanfaat.



 

1.   WAJIB BACA BUKU

Menjadi Pemandu Acara, termasuk profesi publik yang berhadapan dengan banyak pihak, ribuan karakter hingga wajib memiliki pemahaman terhadap hal-hal yang berkenaan dengan acara yang akan di pandu. Maka, membaca buku menjadi kewajiban. Karena dengan membaca buku, seorang Pemandu Acara punya banyak pembendaharaan kosakata dan pemahaman. Selain itu, membaca buku dapat meningkatkan kemampuan Analysis Thinking dan Critical Thinking. Profesi MC penting memiliki kedua kemampuan berfikir tersebut. 

MC yang gemar membaca buku dengan MC yang tidak pernah sama sekali meng-upgrade cara berfikirnya dengan membaca buku akan terlihat ketika ia merangkai kata dalam memandu acara termasuk kemampuannya dalam pemilihan kata saat ngMC. Terutama pada jenis acara Formal dan Semi Formal yang mewajibkan MC memiliki kemampuan merangkat kata. Maka tak heran, salah satu kebiasaan MC yang tidak pernah membaca buku akan selalu melakukan pengulangan kata dan kalimat saat menuturkan rangkaian acara. Salah satu kata yang akan terus berulang kali di ucap oleh MC yang tak suka baca buku adalah kata ‘Luas Biasa’ ketika MC mengungkapkan kekaguman. Padahal ada banyak persamaan kata dari ‘Luas Biasa’, misal ; mengagumkan, indah sekali, sungguh menghibur, dan masih banyak padanan kata lainnya. Hanya dengan meluangkan sedikit waktu untuk membaca buku, seorang MC akan upgrade kemampuannya. Sehingga verbal seorang MC ketika bertugas akan terlihat lebih tertata. Secara tidak langsung wawasan personal seorang MC juga akan tercermin dari pilihan kata yang ia rangkai saat bertugas memandu acara.

Tapi ingat, pilihan verbal seorang MC saat bertugas juga di pengaruhi oleh jenis acara. Tentu akan berbeda dalam pilihan kata/verbal untuk jenias acara Formal, Semi Formal dan Informal. Itulah sebabnya profesi MC dan profesi publik lainnya wajib baca buku.


MC Wedding di Lampung ; Indra Pradya @duniaindra


 

2.   SIMAK TANPA SELA

Saya teringat pada sebuah teori yang menjadi salah satu acuan untuk membangun kemampuan komunikasi menjadi lebih baik yakni ; Communication = Listen (Komunikasi sama dengan Mendengarkan/Menyimak). Lebih lanjut, Professor Albert Mehrabain menyampaikan bahwa Keunggulan dari seseorang dalam membangun kemampuan berkomunikasi bukan hanya pada kemampuan berbicara saja, tapi lebih pada kemampuan menyimak atau mendengarkan. Menjadi pendengar yang aktif adalah salah satu kemampuan yang wajib di miliki seseorang ketika menjadi pekerja publik.  Yang di maksud dengan Pendengar Aktif adalah mereka yang berkenan menyimak secara utuh penyampaian seseorang. Tidak memotong kalimat ketika orang lain sedang menjelaskan. Tidak merasa sudah tahu aatau paling tahu meski sudah berpengalaman.

Dalam tugasnya, seorang MC wajib menyimak arahan pemilik acara, wajib mendengarkan dengan seksama arahan Event Organizer atau Wedding Organizer. Meski telah berpengalaman ratusan kali memandu acara, seorang MC tetap wajib menyimak arahan saat briefing. Bila memungkinkan luangkan waktu untuk turut serta dalam meeting vendor atau briefing event sebalum hari pelaksanaan acara berlangsung. Jangan sampai karena merasa telah ratusan kali memandu acara lantas menganggap sepele arahan pihak lain. Padahal meski jenis acara yang pandu sama, pasti ada beberapa bagian yang membedakan sesuai dengan keinginan pemilik acara. Jangankan acara formal, acara wedding yang tipenya sama pun pasti memiliki beberapa bagian yang berbeda.


ngMC Talkshow

plus jadi Moderator Talkshow Puteri Puteri


 

3.   JAGA BADAN DAN TAMPILAN

Karena profesi MC adalah pekerjaan publik maka wajib menjaga tampilan diri. Menjaga badan dan tampilan adalah sebuah keharusan sebagai bagian dari ‘Stage Performance’. Menjaga  badan dan tampilan bukan hanya soal bentuk body. Tak soal body kurus atau gemuk.  Yang perlu di perhatikan adalah kepantasan diri dalam kondisi pekerjaan. Jaga Badan bermakna seorang MC wajib menjaga badannya tetap prima, sehat jiwa raga, sehat secara anatomi tubuh. Terutama jaga aroma mulut, aroma ketiak, aroma badan secara keseluruhan. Jaga Badan bukan sekedar soal pakai parfume saat tampil di panggung. Tapi lebih pada kemampuan memahami metabolisme tubuh. Karena jarak mulut dan lubang hidung itu dekat, maka wajib tahu diri seperti apa aroma yang keluar dari mulut sendiri.  Begitu pula dengan aroma yang berasal dari ketiak, lubang hidung, telinga dan pori-pori kulit di sekujur tubuh.

Perihal jaga tampilan berkenaan dengan visualisasi seorang MC saat tampil di panggung. Mulai dari pemahaman si MC akan cocok atau tidaknya ia akan sebuah gaya berbusana. Busana yang dikenakan seorang MC juga menjadi penunjang tampilan. Sebagai profesi publik, MC tentu wajib paham mana busana yang pantas di gunakan untuk manggung dan mana busana yang cuma boleh di kenakan di dalam kamar tidur di rumah.  Mengenakan busana bukan soal harga dan brand busana tetapi soal pantas atau tidak busana tersebut di body si MC dan di jenis acara. Meski beberapa acara mewajibkan dress code tertentu tapi secara general, seorang MC wajib tahu busana apa yang pantas di badannya untuk memandu sebuah acara. Kemampuan MC menjaga badan dan tampilan juga merupakan kemampuan personal dalam menjaga kualitas diri dan professional profesi.  


MC sedang Games interaktif di Wedding Party

MC  Pameran Kriya Jemari 2025


 

4.   STOP PAMER, WAJIB PAHAM SHARE

Saat ini, profesi MC juga lekat dengan canggihnya teknologi. MC juga perlu memahami bagaimana mengaktualisasikan diri di platform media sosial. Tapi yang perlu MC tahu adalah bagaimana memilah ranah yang perlu di bagikan di media sosial dan mana yang cukup jadi konsumsi diri sendiri. Karena tak semua hal perlu di bagikan.

Mari belajar dari beberapa nama besar profesi MC baik di tingkat nasional hingga internasional. Dari MC yang selalu in-charge di event besar sampai MC yang selalu ada di layar kaca. Sebagian besar dari MC ternama tidak pernah share jumlah uang yang mereka terima di media sosial. Sementara ada pula MC yang kerap perlihatkan lembaran rupiah yang mereka terima di sosial media sebagai bentuk harapan pengakuan terhadap profesi mereka sebagai MC. Tak salah bila demikian, tetapi perihal besarnya honor ngMC, banyaknya lembaran uang yang di terima, hingga hal-hal yang bersifat personal tidaklah perlu di siarkan. Meski memang ada beberapa MC yang menjadikan kebiasaan pamer sebagai bagian dari identitas diri (personal branding). Semuanya kembali pada individu para MC. Ingin di kenal karena kualitas diri dan kemampuan profesinya atau ingin di kenal sebagai personal yang glamour/ hura-hura (flaxing). Silakan saja.

Kemampuan seorang MC paham share di media sosial juga berkenaan dengan ranah private di dalam event. Misal hal-hal yang bersifat ‘family problem’ dalam hajatan pernikahan yang tak etis bila kisahnya di pajang di media sosial. Atau perihal internal yang terjadi dalam sebauah acara. Cukuplah diri sendiri yang tahu, tak perlu di umbar ke banyak pihak.


 

5.   PINTAR BAWA DIRI BUAT JAGA RELASI

Yang kerap di lewatkan para profesi MC adalah menjaga hubungan baik dengan semua pihak yang terlibat dalam sebuah gelaran acara. Karena terkadang, pekerjaan memandu acara selanjutnya justru datang dari para vendor acara atau bahkan orang-orang yang bertemu, berpapasan hingga bertegursapa dari sebuah acara.

 Kemampuan membawa diri berkenaan dengan sikap diri yang sesuai dalam  sebuah profesi. Sikap diri inilah yang kelak akan menjadi modal personal dalam mendapatkan pekerjaan panggung berikutnya. Bahkan tak jarang, sikap diri yang baik dan sesuai dapat membawa pada beragam jenis kesempatan lain di luar dari profesi MC. Bidang bisnis misalnya. Atau bidang kolaborasi event lainnya.

Kemampuan membawa diri juga menjadi bagian dari kemampuan meluaskan jejaring atau relasi. Karena ketika seorang MC di percaya memandu acara, maka secara tidak langsung ia  di hadapkan pada beragam kesempatan karena bertemu dengan puluhan hingga ribuan orang dalam satu event. Itu artinya, ada banyak kemungkinan bagi MC untuk mampu menarik perhatian banyak pihak melalui performa ; stage performance, hingga kemampuan berkomunikasi secara personal.

 

Gimana, kamu siap upgrade diri dengan 5 hal penting  yang telah saya uraikan di atas?, Bersiap jadi  Master of Ceremony (MC) yang berkualitas dan bertabur kesempatan baik yaa…

Kalau ada yang ingin di tanyakan jangan sungkan beri tahu saya di kolom comment yaa …

 

Indra Pradya (instagram @duniaindra)

0 comments :

Posting Komentar

Scroll To Top