Bola
mata sontak segar kala tiba di bagian depan kampung yang berhias aneka warna.
Paduan semangat dan sisi kreatif begitu nyata dihadapan. Hilanglah rasa kantuk
dan lelah perjalanan sejak pagi dari Lampung menuju Semarang. Saya dan beberapa rekan siang itu tiba di
kampung Mranggen, desa Kutoharjo, Kendal – Jawa Tengah. Kedatangan saya dan rekan-rekan di undang
untuk menyaksikan langsung gelaran
festival Drumblek persembahan kampung Ragam Warna. Mas Anton – suhu Drone kece bana-bana lah yang
mengajakserta saya dan rekan-rekan lainnya. Yup, kampung Mranggen itu kini
lekat dengan sebutan Kampung Ragam Warna. Apa sih yang menarik dari Kampung Ragam Warna
ini?, hhmm… siapkan kopi dan kudapan supaya
bisa simak uraian kisah saya sambil santai ya, kemon genks!...
Tampilkan postingan dengan label traveler. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label traveler. Tampilkan semua postingan
Kamis, 01 November 2018
Rabu, 05 Oktober 2016
MENGENAL DUNIA INDRA LEBIH NYATA
![]() |
portal blog duniaindra dan topi karya Sinyo berlebel ; duniaindra |
…“Dunia Indra ?, bersaudara dengan
Dunia lain, yaa…?.”
“Dunia Indra ?, sebelahmana planet
bumi, sih…?.”
…
Kira
kira dua jenis pertanyaan diataslah yang paling banyak terucap dari setiap
orang yang saya jumpai ketika saya sampaikan perihal akun sosmed yang saya punya.
Kalau
di hitung-hitung, lebih dari dua ribu
orang selalu bertanya demikian!. – bagian
ini mulai hayal!.hehehehe.
Nah,
supaya penjelasan saya tidak berkepanjangan dan diulang-ulang, ada baiknya saya
uraikan saja mengapa saya menggunakan kata ‘duniaindra’ di jejaring sosial.
Seperti
kata pepatah ; Tak Kenal Maka tak Sayang, Tak Sayang Maka Tak Cinta, Tak Cinta
Maka Taaruf!. Eh, maaf saya becandaan
mulu.
Oke, oke…. simak deh uraian soal asal muasal duniaindra, berikut ini … are you ready!!!..whuusszzz……
![]() |
dunia panggung yang telah saya geluti secara profesional sejak 2001 |
![]() |
branding DUNIAINDRA dalam kaos konsumsi personal |
MEREK DAGANG
Indra
Pradya adalah nama panggung yang saya kenakan ketika serius menekuni pekerjaan
dunia panggung di awal tahun 2001. Mulai dari nyanyi kawinan, penyanyi resto
atau kafe sampai klub malam. Juga ragam jenis profesi Master of Ceremony, mulai dari jadi MC tingkat kampus, teman kuliah
ulang tahun, saudara kawinan, launching
produk, festival musik dan konser artis ibukota sampai acara acara ceremonial pemerintahan. Sesungguhnya,
nama yang diberikan orang tua saya ketika lahir ke muka bumi adalah Ade
Indrawan, pada bagian ini mohon jangan
kaget atau tertawa terpingkal dulu
yaaa….simak penuturan selanjutnya.
Mendiang
Mama lah sosok pertama yang memberi usul
agar saya punya nama panggung, menurut beliau penyebutan ‘Ade Indrawan’, untuk
nama panggung kurang asik di telinga. Berbeda dengan penyebutan ‘Indra Pradya’.
Okelah, saya pun setuju. Terlebih kata ‘Pradya’ adalah ulah kreatif Mama yang
mengutak-atik nama tengah Kakek saya – Pramudya , bersanding dengan Indra yang memang nama
tengah saya. Mama pula yang menjelaskan
bahwa sebagain besar para pesohor yang wajahnya wara wiri di televisi tidak
menggunakan nama asli mereka. “kebanyakan
pakai nama panggung.” kata Mama kala itu.
Contoh ; nama asli ; Virgiawan Listanto – nama panggung ; IWAN FALS,
atau adakah yang mengenal nama Wahyu Setyaning Budi ?, tapi tentu sangat
familiar dengan YUNI SHARA kan?... dan masih banyak nama nama pesohor lainnya
yang bukan nama sebenarnya.
Mama
bilang itu semua ; “Merek Dagang!”.
“Mulai saat ini, kamu perkenalkan
diri sebagai Indra Pradya, itu merek dagang kamu.” ucap Mama menyemangati saya kala
itu.
tampil menyanyi |
![]() |
ngMC acara musik outdoor - Lets Dance Global TV |
tampil menyanyi |
acara panggung dangdut ; Grebek Pasar. |
ACARA TV LOKAL YANG TAYANG CUMA
SEKALI.
Beruntung
saya tidak mengalami kendala berarti dalam melakoni dunia hiburan di Lampung. Meski
ada beberapa kesalahan kecil yang menghias beberapa aktivitas memandu acara
atau tampil menyanyi justru saya anggap sebagai bagian dari pembelajaran menuju
kematangan profesi.
Lambat
laun, saya pun merambah dunia penyiaran pada radio Pro2 dan bergabung dengan
tim musik RRI Lampung. Tak sampai disitu, saya sempat di dapuk untuk menjadi TV
host salah satu program talk show yang menyuguhkan informasi
terkini seputar Lampung dengan tajuk ‘DUNIAINDRA’ oleh salah satu televisi swasta
di Lampung pada pertengahan 2004. Betapa senangnya ketika menyadari diri ini masuk TV. Meski TV lokal. Tapi kebahagiaan tak
berlangsung lama, bahkan terbilang singkat. Sejak pertama kali tayang dalam
bentuk siaran langsung di hari Sabtu itu, sejak itu pula menjadi tayangan yang
terakhir!!. Sang Produser menyampaikan
bahwa kemasan acara akan diperbaiki sambil menunggu format yang ideal agar
dapat menarik minat penonton dan mencapai rating
penyiaran. Tentu pernyataan pak produser menenangkan. Saya fikir akan break dalam beberapa hari atau minggu
untuk perbaikan sebalulm nantinya akan tayang kembali. Tapi apa daya, sebulan,
setahun, dua tahun, hingga tahun 2016 mau habis pun tak ada perkembangan
seputar acara DUNIAINDRA tersebut.
Itulah kemudian, untuk mengobati kekecewaan
saya, tajuk DUNIAINDRA saya lekatkan
menjadi identitas akun jejaring sosial saya di dunia maya. Setidaknya
saya pernah punya nama acara televisi – meski Cuma tayang sekali!!. Sekaligus menyenangkan hati dengan mengabadikan kata DUNIAINDRA dalam bentuk cetak kaos, topi dan benda benda personal lainnya.
Kenalkan, saya – DuniaIndra – Dunia Inspirasi
Penuh Warna by Indra Pradya, Acara TV lokal yang tayang cuma sekali. Yess!!
CUMA SEKALI.!!! hahahhahaha
menjadi spoke person seputar Seni, Budaya dan Pariwisata Lampung dalam Korea World Travel Fair 2008 |
mengisi waktu di Korea seusai tugas |
Korea World Travel Fair 2008 |
bersama Dr. Lula Kamal - menjadi partner memandu acara gelaran Seni Budaya Lampung di Jakarta |
SERIUS NGEBLOG
Sejak
fase acara TV lokal yang tayang cuma sekali
itu, saya terus semangat memupuk diri dalam dunia panggung. Jenis acara yang
saya gawangi pun semakin ‘berisi’ bahkan tak jarang saya sebut ‘beresiko tinggi’
dengan penyelenggara atau client
acara yang merupakan pihak pihak terpandang.
Seiring
waktu, saya yang memang sudah gemar menulis diary
sejak Sekolah Dasar dan kemudian sesekali menulis Blog diawal SMA hingga perkuliahan, kembali tertantang untuk
menekuni bidang menulis ketika saya mencoba menceritakan pengalaman saya
menjadi duta seni budaya provinsi Lampung – menampilkan kemampuan
saya menyanyi lagu daerah Lampung hingga
menjadi spoke person soal keragaman seni budaya dan potensi pariwisata yang
Lampung miliki dalam ajang Korea World Travel Fair 2008, lalu Tong Tong Festival yang di gelar di Den Haag 2009 –
Amsterdam dan Festival Budaya Indonesia di
Belgia, Swiss dan Paris. 10 hari yang berkesan pada Mei 2009 itulah yang kemudian saya
bagikan dalam blog awal saya yang kini
sudah tak dapat saya kelola.
belgium |
menikemphis |
kampus Belgium Art University tempat pelaksanaan acara Indonesia Cultural Festival |
Selang
waktu , pada Agustus 2014 saya mulai
serius membuat blog baru – meninggalkan portal blog lama saya yang menurut saya
cenderung banyak memuat curhat curhat yang tak penting! Hehehe. Berawal dari
menuliskan kisah Upacara 17 Agustus
di Gunung Anak Krakatau bersama sahabat
saya – Derry hingga kemudian mendapat suntikan semangat oleh Oom Yopie – admin
akun @KelilingLampung ketika kali kedua mengunjungi Gunung Anak Krakatau. Sederet nama Travel Blogger keren dan teruji dibidang penulisan seperti ; mba
Donna Imelda, mba Evi Indrawanto (sesama
klan Indra nih , heheheh), ada Melly
Feyadin, mas Teguh, mas Halim dan belakangan ada nama nama @omnduut dan Mba Katerine yang
terus menyemangati saya untuk ngeBlog
dan sederet nama nama lain yang jika saya urai tentu tak cukup dalam satu
artikel ini.
Dan
sosok penting selanjutnya adalah Alannobita – ialah sosok yang membantu saya
merubah nama akun menjadi www.duniaindra.com , permanen!!. Termasuk menata
halaman blog dengan apik. Soal blog saya tidak main main. Seserius saya menekuni segala bentuk pekerjaan dunia panggung, begitupun dunia menulis. Belumlah begitu mapan dan piawai soal menulis apalagi sebagai blogger. Banyak yang telah jauh lebih dulu dari saya. Tapi semangat belajar saya tidak akan terhalang oleh apapun.
![]() |
monggo di kunjungi lapak lapak saya, hehehhe |
Well, saya, pria dengan dua nama ; nama
asli dan nama panggung dengan beragam aktivitas mulai dari penyanyi, Master of
Ceremony, pengajar komunikasi ; personality development program, karyawan,
pekerja lapangan, teman, sahabat, tukang jalan jalan, penyuka pekerjaan
panggung, , konseptor event, suka bergumul dalam komunitas ataupun organisasi, suami
3 orang anak yang selalu bahagia karena memiliki keinginan ; I Do What I Love
and I Love What I Do. Seluruh aktivitas saya itulah yang kemudian saya rangkum menjadi satu dalam
DUNIAINDRA.
Rabu, 13 April 2016
BINCANG BERARTI BARENG TRINITY - THE NAKED TRAVELER.
![]() |
Saya dan Trinity - salah satu penulis indonesia Favorite saya. |
Tentu tak ada yang akan menolak jika diberi
kesempatan untuk bertemu sang idola. Itulah yang terjadi pada saya siang itu.
Cuaca terik tak begitu terasa ketika kak Agung –
seorang produser film Air Mata Surga - yang juga Mekhanai Kota Bandar Lampung
2000 mengabari keberadaannya di Bandar Lampung bersama Trinity. Sesuatu yang
telah lama saya nantikan. Bertemu langsung dengan penulis buku laris dengan
karya tulis yang mengagumkan. Tak pakai
fikir panjang, saya langsung menuju lokasi dimana kak Agung dan Trinity berada
meski harus menunda sejenak pekerjaan kantor.
Dengan menyusuri rute tercepat menuju tempat tujuan,
akhirnya saya tiba di rumah makan Begadang II dan bertemu langsung sosok
trinity yang selama ini saya temui
melalui tulisan. Trinity yang sedang menyantap hidangan makan siang sempat
melempar senyum pada saya ketika saya menyapannya. “karena mba, saya jadi semangat
menulis dan menyebut diri sebagai Tukang Jalan Jalan.” bisik saya saat berdekatan dengannya. Senyumnya
begitu ramah menyambut kehadiran saya. Saya pun tak canggung mengungkapkan jika
buku The Naked Traveler bergambar sandal jepit itulah yang menjadi salah satu
pemicu semangat menulis saya. Dan kemudian lambat laun menjadikan salah satu
passion saya.
Mata saya terus tertuju pada Trinity yang sedang
menikmati hidangan makan siangnya. Berulang kali saya mengatur nafas – yang selain karena terengah-engah kala bergegas
menuju lokasi pertemuan, juga karena rasa gembiranya saya berhadapan langsung
dengan salah satu sosok penulis yang meng-inspirasi semangat menulis saya. Begitulah saya, kerap butuh penyesuaian beberapa detik ketika bertemu sosok yang karya dan personalnya menginspirasi saya.
Beruntung, seusai makan, Trinity berkenan membagi beberapa tip
pada saya seputar aktivitas menulis. Terlebih ketika saya melempar pertanyaan yang
selalu saya lontarkan pada setiap penulis handal yang saya temui. “penulis wajib
punya good mood sendiri.” begitu jawab
Trinity, ketika saya tanyakan bagaimana memelihara selera menulis yang
kadangkala dipengaruhi oleh ‘mood’.
“Mood itu kita yang cipta, bukan menunggu.
Mindset sangat punya peran dalam
menghadirkan mood” jelasnya pada
saya. “kalo gue biasanya punya waktu
khusus menulis, di jam 10-12 malam.” rincinya lagi.
Trinity juga mengungkapkan bahwa sebagai penulis
tidak perlu membatasi diri dan terlalu terpola. “bebas saja”. ucapnya. Sebagai
penulis perjalanan, tentu harus banyak melakukan perjalanan. Terlebih perjalanan
yang tidak terlalu diatur oleh jadwal atau terbelenggu oleh keharusan menulis. Pengalaman Trinity sebagai seorang pejalan
yang telah banyak mendatangi ragam tempat dibelahan dunia, membuat ia dapat
menceritakan pengalaman perjalanannya dari sudut pandang yang berbeda dari para
pelancong lain dengan sajian kalimat yang ringan, menyenangkan dan mudah
dipahami.
![]() |
Bahagianya saya bertemu dengan Trinity - salah satu sosok yang menyemangati saya menulis dan serius ng-Blog. |
Sungguh beruntung saya dapat bertemu langsung dengan
Trinity siang itu. Bincang singkat yang terjadi pun bagai sebuah suntikan
semangat bagi saya yang masih harus terus menerus belajar dari para penulis
handal. Terlebih semangat saya untuk memiliki karya tulis yang dicetak dalam
sebuah buku yang semoga kelak dapat terwujud. Amin. Hehehe.
Trinity pun menyemangati saya untuk terus menulis
diakhir pertemuan kami. Meski sebenarnya ada banyak pertanyaan yang ingin saya
lontarkan. Tapi karena keterbatasan
waktu yang tidak memungkinkan saya bicara banyak bersama Trinity. Selain saya pribadi harus kembali ke tugas kantor - setelah 'kabur' puluhan menit. Semoga kelak
ada waktu yang cukup panjang untuk saya mencuri ilmu darinya. Meski ada yang
kurang rasanya, tidak bisa membawa serta buku karya Trinity yang saya koleksi
untuk ditandatangani si penulisnya langsung. Mengingat tak cukup waktu untuk
kembali kerumah dan membawa serta buku buku Trinity dalam pertemuan siang itu.
Setidaknya bincang singkat dengan motivasi dan photo bersama jadilah
penyemangat besar saya untuk terus menulis. Terlebih ketika trinity menyempatkan melihat laman Blog saya dan memberi saran atas tampilan Blog saya. Aaaah...senangnya dapat arahan dari sang ahli yang sangat berarti.
BUKU TERBARU
DAN PROJECT FILM.
Kabar menyenangkan dari Trinity yang saya dengar
langsung siang itu adalah progress menulis buku terbaru yang sedang ia lakoni.
Sebagai orang yang telah membaca buku buku karya Trinity tentu karya terbarunya
adalah hal yang saya nanti. Selain itu, melalui Tujuh Bintang Sinema – Trinity sedang
mempersiapkan sebuah film layar lebar yang kelak salah satu lokasi syutingnya
bertempat di beberapa destinasi wisata
menarik di provinsi Lampung. Belumlah saya
mengetahui detail seputar project film yang akan mengagkat kisah
perjalanan Trinity tersebut. Kedatangan Trinity dan kru Tujuh Bintang Sinema
lengkap dengan sutradara gaek Rizal Mantovani ke Lampung pun bertujuan untuk tinjau
lokasi syuting kelak. Setidaknya masuknya
Lampung dalam sajian sinematography film nantinya memberikan kebanggaan
tersendiri bagi saya, masyarakat Lampung dan gaung provinsi Lampung. Semoga saja saya dapat hadir di acara
pemutaran perdana film tersebut kelak, atau dapat jadi pemain figuran di salah
satu scene. hahaha. Semoga saja. Siapa tahu kan?. Ayoo dibantu Amin nya, ya.