Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Senin, 21 Januari 2019

BERGERAK SERENTAK UNTUK BANTEN DAN PESISIR LAMPUNG SELATAN




Kolaborasi bersama untuk para penyintas terdampak bencana Tsunami Selat Sunda kembali terlaksana. Setelah nyaris dua bulan membuka pintu donasi untuk segenap pihak agar kemudian dapat bergerak bersama untuk Banten dan Pesisir Lampung Selatan. Sesuai dengan beberapa aksi sebelumnya, misi kemanusiaan yang di prakarsai oleh seluruh pihak dalam All Community For Humanity (ACFH) ini bersinergi dengan segenap pihak yang memiliki kesamaan visi dan misi untuk kemanusiaan. Tak hanya untuk desa-desa di Pesisir Lampung Selatan, gelaran yang berlangsung pada 18-20 Januari 2019 juga berlangsung di beberapa lokasi bencana di Banten.



 
Semburat jingga dan keemasan berpendar diantara mega-mega. Pantas bila saya dan rekan-rekan memandang kagum akan komposisi warna yang disuguhkan sang maha Pencipta petang itu. Sore nan lengang di Kunjir. Salah satu desa dalam garis Pesisir Lampung Selatan yang merupakan desa terdampak bencana tsunami Selat Sunda. Beberapa rekan dari Ikatan Muli Mekhanai Kota Bandarlampung (IMKOBAL) yang juga turut berkolaborasi bersama ACFH ; Muli Maulida dan Azizah serta Mekhanai Firly dan Kevin bersama saya datang lebih awal dari seluruh rombongan yang tergabung dalam sebuah misi kemanusiaan untuk para peyintas terdampak bencana.

kawasan lengang dan puing bangunan telah dibersihkan.
 
Dalam pandangan mata, kondisi kawasan Pesisir Lampung Setalan telah mengalami sentuhan perbaikan. Tiada lagi reruntuhan bangunan. Patahan kayu dan bangkai kapal yang pernah saya lihat berserakan pada kunjungan sebelumnya telah hilang dari hadapan. Tanah lapang nan lengang tersaji dalam pengamatan. Pemulihan bencana yang tergolong cepat. Meski sisa-sisa bencana tetap terlihat jelas di sepanjang garis pesisir.  Saya dan rekan-rekan sengaja datang lebih awal dari rombongan lain untuk melihat lebih dulu kawasan yang kelak akan kami jadikan tempat pemberian bantuan secara langsung. Menyapa lebih akrab dan dekat beberapa penyintas bukan sekedar berempati tetapi juga memahami harapan mereka secara langsung.

menghibur adik-adik di desa Way Muli.

bangunan sekolah yang tak lagi berfungsi
 
Pada hari pelaksanaan, segenap tim ACFH dan IMKOBAL telah bersiap sejak pagi. Meski rombongan mas Anton, mas Andre dan mba Fitri baru saja tiba di kawasan Pesisir dan bergabung bersama kami setelah menuntaskan berjam-jam berkendara dari Jakarta. Bahkan daeng Mamat  yang hadir bersamaan telah memulai perjalanan dari Surabaya untuk tergabung dalam kegiatan di pesisir Lampung Selatan.  Tim pun semakin lengkap saat kak Kent – Pilot maskapai ternama bersama beberapa rekan Muli dan dokter Martin hadir. Lengkaplah formasi tim yang akan bergerak bersama menemui para penyintas.

Sebuah kesepakatan telah disetujui dalam pelaksanaan pemberian bantuan pada para penyintas di kawasan Pesisir Lampung Selatan kali ini.  Kami akan memberikan segala bantuan yang telah diberikan oleh para donatur secara langsung pada warga yang bertempat tinggal dalam kawasan bencana.  Dengan bertemu langsung para penyintas kami mampu mendengarkan keluhan dan harapan mereka secara langsung. Hal tersebut tentunya akan memperkaya pemahaman kami berdasarkan sudut pandang mereka.  Desa Way Muli, desa Kunjir 1 dan Kunjir 2 jadi lokasi kunjungan kami.  Tak banyak titik kunjungan tapi berinteraksi langsung dengan para warga sungguh hal yang berharga. Para pengungsi telah kembali ke kediaman mereka meski menyisakan kerusakan. Kawasan pengungsian berangsur di tinggalkan. Beberapa warga yang tak lagi memiliki rumah telah berpindah ke desa lain atau ke Kalianda.

bersama ibu ibu warga yang ada di desa Way Muli

Penyerahan bantuan bagi warga di desa Kunjir

usai berinteraksi dengan adik-adik di desa Way Muli.
  
BANTUAN SERAGAM UNTUK ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR DI BANTEN

Selain pelaksanaan penyaluran bantuan di sepanjang Pesisir Lampung Selatan, pada saat yang sama misi kemanusiaan All Community For Humanity (ACFH) berlangsung pada beberapa titik bencana di Banten. Adalah mba Tati dan Anaz yang merupakan bagian dari ACFH menjadi  koordinator pelaksana di kawasan Banten.

Bila kegiatan di kawasan Pesisir Lampung Selatan fokus pada pemberian bantuan sembako dan kebutuhan keseharian warga plus trauma healing khusus anak-anak maka program yang digelar di Banten lebih pada pemberian seragam dan perlengkapan sekolah yang memang mendesak diperlukan berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh mba Tati dan Anaz  sebelumnya. Dalam pelaksanaan kegiatan di Banten, mba Tati dan Anaz di dukung oleh rekan-rekan dari Apoteker Tanggap Bencana (ATB) yang telah bergerak sejak bencana tsunami Selat Sunda melanda Banten. 
 
penyerahan bantuan perlengkapan sekolah di SDN Margagiri 2

mba Tati melakukan pemeriksaan kesehatan warga di Banten

penyerahan bantuan perlengkapan sekolah
kegiatan Trauma Healing for Kids di Banten


Kegiatan di Banten terpusat di beberapa sekolah dalam wilayah Margasana, Margagiri, Muara, Teluk hingga Cikujang.  Aktivitas mendatangi bangunan sekolah yang secara akses tergolong sulit tersebut berlangsung lancar. Hal ini tentu berkat kerjasama beragam pihak dan kesungguhan segenap tim yang terlibat.  Bahwa bencana yang menimpa warga bukan alasan untuk larut dalam nestapa.  

All Community For Humanity and IMKOBAL for Pesisir Lampung Selatan.
 
Terima kasih pada segenap pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan kegiatan sosial ‘All Community For Humanity (ACFH)’ di dua tempat pelaksanaan. Terima kasih pada mba Wulan  dan keluarga besar yang berkenan menampung saya dan rekan-rekan bermalam. Terima kasih pada Suya Maxima Photography yang memberi bantuan dan men-support kegiatan IMKOBAL untuk penyintas di Pesisir Lampung Selatan. Terima kasih juga pada bang Manto – anggota HIPMI Lampung yang telah meminjamkan Truck Bumblebee nya untuk mengangkut  segala keperluan gelaran kali ini.  Sampai bertemu pada gelaran selanjutnya dalam program misi kemanusiaan All Community For Humanity.

0 comments :

Posting Komentar

Scroll To Top