Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Jumat, 18 Agustus 2023

SATWA ELEPHANT ECOLODGE TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS LAMPUNG TIMUR




bagian depan Satwa Elephant Ecolodge kawasan Taman Nasional Way Kambas



Saya yakin betul bahwa tak banyak yang tahu soal Satwa Elephant Ecolodge,  meski letaknya hanya 500 meter dari pintu masuk Taman Nasional Way Kambas di Lampung Timur.  Apa sih Ecolodge itu?, Lalu apa pula Satwa Elephant Ecolodge?

 

Ecolodge adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan akomodasi wisata yang bergantung pada lingkungan dan sesuai dengan filosofi dan prinsip ekowisata (Hawkins et al., 1998).

Jadi secara umum, sarana bermalam model Ecolodge ini selalu ada di dekat Taman Nasional di beragam belahan negara. Begitu pula di Indonesia. Nyaris semua Taman Nasional di beberapa provinsi di Indonesia terdapat bangunan Ecolodge. Ciri dari bangunan Ecolodge umumnya berwujud sederhana, pengunaan kayu sebagai ciri bangunan begitu dominan. Hal tersebut karena keberadaan Ecolodge menjadi satu-kesatuan dari sebuah Taman Nasional.


kawasan asri dengan dedaunan hijau dan pepohonan yang rindang.

 

Sebenarnya, Saya pribadi tak begitu tahu soal keberadaan Satwa Elephant Ecolodge dalam kawasan Taman Nasional Way Kambas.  Meski kali pertama tandang ke Way Kambas saat masa Putih Abu Abu dulu sudah melihat wujud bangunan saat perjalanan memasuki bagian depan Taman Nasional Way Kambas. Saya kira dahulu adalah hunian warga atau pengurus dari Taman Nasional Way Kambas. Setelah puluhan tahun berlalu, Saya pun mengetahui kondisi dari Satwa Elephant Ecolodge yang berada di desa Labuhan Ratu 9, kecamatan Labuhan Ratu kabupaten Lampung Timur tersebut.

 

 Satwa Elephant Ecolodge adalah bangunan yang menjadi akomodasi penunjang dari kawasan Taman Nasional Way Kambas. Dengan luas terdiri dari 1.300 kilometer persegi, Taman Nasional Way Kambas terdiri dari hutan rawa dan hutan hujan dataran rendah. Taman Nasional Way Kambas menjadi cagar alam pada tahun 1972 dan dikenal dengan populasi Gajah Sumatera yang tergolong signifikan. Selain itu dalam Taman Nasional Way Kambas terdapat pula konservasi Badak Sumatera di tahun 1990-an, Harimau Sumatera dan terdapat pula mutual sekawanan Kera, Owa Siamang, Tapir Melayu termasuk 300-an lebih spesies burung dan juga Bebek Sayap Putih endemik.

 


Saya tandang ke Satwa Elephant Ecolodge dalam rangka menjadi narasumber pelatihan peningkatan kapasitas PKK  24 kecamatan se-kabupaten Lampung Timur. Pelatihan yang  berlangsung di kecamatan Labuhan Ratu kala itu adalah kecamatan terakhir dari seluruh rangkaian acara pelatihan dan berlokasi di Satwa Elephant Ecolodge.

 

suasana pelatihan di pekarangan Ecolodge

“Kenapa namanya Satwa Elephant Ecolodge?” Tanya saya  penasaran pada pak Defri selaku Camat Labuhan Ratu yang kala itu turut hadir dalam pembukaan pelatihan yang juga dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Timur.  “Satwa bermakna banyaknya jenis hewan, sedangkan Elephant adalah hewan yang jumlahnya banyak dan menjadi ciri dari Taman Nasional Way Kambas.  Makanya kawasan ini diberi nama Satwa Elephant Ecolodge” terang pak Defri.

 

Satwa Elephant Ecolodge didirikan sebagai akomodasi penunjang bagi pengunjung yang ingin bermalam dan dekat dengan kawasan Pusat Latihan Gajah (PLG) Taman Nasional Way Kambas. Sebagai sebuah sarana bermalam, Satwa Elephant Ecolodge terdiri dari 4 pondok yang ditata sederhana tapi mengutamakan kenyamanan. Empat bangunan yang berada terpisah satu sama lain dalam satu kawasan rindang tersebut dapat menampung 4 orang dalam 1 bangunan bermalam. Ukuran ranjang yang tergolong luas dengan sarana bermalam yang memadai. Hamparan rumput bersanding dengan taman nan hijau mencipta suasana sejuk dan nyaman selama berada di sekitar bangunan. Terdapat pula gazebo yang dapat di manfaatkan sebagai ruang berkumpul selain restaurant yang berada dekat dengan area resepsionis pada bagian muka dari Satwa Elephant Ecolodge.


Kondisi kamar tidur dengan ukuran ranjang yang besar dan ruangan yang bersih.

 

Bagi wisatawan yang menjunjung tinggi kemewahan, bermalam di Ecolodge pastilah kurang sesuai. Tak ada kemewahan dari bangunan Ecolodge. Mengingat bangunan jenis Ecolodge tergolong sederhana. Bahkan secara tampilan luar akan terkesan seadanya. Tapi memang itulah konsep dari Ecolodge. Sebagai penyedia fasilitas akomodasi pariwisata yang wajib memenuhi kriteria antara lain ; Melindungi lingkungan sekitar, baik alam dan budayanya; memiliki dampak minimal pada alam di sekelilingnya selama pembangunannya; sesuai dengan konteks fisik dan budaya melalui perhatian pada bentuk, lansekap dan warna, serta pembangunan arsitektur lokal; menggunakan sarana yang berkelanjutan untuk perolehan air dan mengurangi konsumsi air; menangani dengan hati-hati pembuangan limbah padat dan limbah lainnya; mendapatkan kebutuhan energy dengan desain pasif dan mengkombinasikannya dengan beberapa hal terkait untuk berkelanjutan yang lebih besar; mengupayakan untuk bekerja bersama dengan komunitas lokal; menawarkan program interpretative untuk mendidik, baik pegawai dan wisatawan, seputar lingkungan alam dan budaya sekeliling; berkontribusi pada pengembangan lokal berkelanjutan melalui program penelitian.


salah satu penginapan dalam Ecolodge yang terhubung dengan gazebo.


Selaku Camat, pak Defri menjelaskan bahwa Satwa Elephant Ecolodge didedikasikan untuk mendidik dan memberdayakan masyarakat lokal dalam konservasi jangka panjang dan pembangunan berkelanjutan. Kawasan Satwa Elephant Ecolodge dijalankan sepenuhnya oleh penduduk desa setempat dan staf  yang berfokus pada pelestari lingkungan secara terus menerus.  

 

Buat yang ingin reservasi dan info lebih lanjut soal Satwa Elephant Ecolodge dapat mengakses laman berikut ; https://ecolodgesindonesia.com/sumatra-ecolodge/

Alamat Satwa Elephant Ecolodge ; berada di Labuhan Ratu 9.

Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur. Provinsi Lampung.

1 komentar :

  1. Wah Jadi Lebih banyak tahu tentang Taman Nasional Way Kambas

    BalasHapus

Scroll To Top