Siapa
yang tak mengenal Tapis ?. Bila ada yang tak mengenal Tapis, saya yakin yang di
tonton hanya sinetron dan serial turki masa kini saja. Oopss. Tidak bermaksud nyinyir
yaaa, hehehe… Tapis yang
merupakan seni sulam benang emas pada kain berserat tersebut, saat ini bukan sesuatu yang asing layaknya limapuluh
tahun silam. Kini, kain Tapis tak lagi sekedar selembar kain yang digunakan
pada acara acara adat atau pertemuan sakral dalam kehidupan masyarakat Lampung
saja. Lebih dari itu, kain Tapis kini bermetamorphosa dalam karya busana yang
menawan, dipakai dalam setiap kesempatan, dikenakan oleh beragam kalangan,
mulai dari pelajar, pekerja kantoran, peragawati hingga jawara kontes
kecantikan dan ketampanan dalam skala nasional dan internasional. Bahkan tapis
telah terimplementasi dalam t-shirt santai yang dapat dikenakan dalam aktivitas
sehari-hari.
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya Lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya Lampung. Tampilkan semua postingan
Senin, 13 Maret 2017
Selasa, 30 Agustus 2016
JELAJAH SEMARAK BUDAYA - SAJIAN WISATA DALAM TAMPILAN SENI DAN BUDAYA LAMPUNG NAN AGUNG.
![]() |
| Salah satu sajian karnaval budaya Lampung dalam Jelajah Semarak Budaya - Lampung Krakatau Festival 2016 |
![]() |
| Gubernur menyapa para warga yang berada di sepanjang jalan yang ia lalui. |
![]() |
| Rombongan Gubernur - jajaran petinggi provinsi Lampung dan tamu dari kementerian Pariwisata Republik Indonesia |
![]() |
| Kehadiran gajah gajah asal Way Kambas dalam karnaval Semarak Budaya |
![]() |
| Puluhan warga memadati jalan ketika gajah gajah melintas. |
![]() |
| Salah satu tampilan arak-arakan Semarak Budaya |
![]() |
| Pengantin pengantin pun ber-Tuping. |
TUPING LAMPUNG
Sesuai
dengan tema acara, Jelajah Semarak
Budaya benar benar tampak semarak. Bagaimana tidak, suasana semarak telah
nampak sejak awal rombongan Gubernur dengan iringan music dari jajaran marching
band yang berjalan menuju bundaran tugu adipura memainkan irama irama yang
menghentak suasana. Dan kemudian berturut
turut tampilan budaya Lampung persembahan 15 Kabupaten/Kota di provinsi
Lampung. Tampilan setiap Kabupaten/Kota pun beragam. Tampilan budaya Lampung
dengan kemasan yang menarik tanpa meninggalkan budaya luhur adat istiadat Lampung
nan agung. Adalah Tuping – dalam bahasa
Lampung berarti Topeng, merupakan benang merah dari seluruh tampilan yang
tersaji. Mulai dari jajaran Muli
Mekhanai hingga rombongan parade budaya seluruhnya mengenakan Tuping dengan
bentuk dan warna yang beraneka ragam.
![]() |
| tampilan jenis Tuping/Topeng khas Lampung |
![]() |
| Penari bertopeng kreasi |
Tuping
atau Topeng bukanlah sesuatu yang asing dalam kehidupan masyarakat Lampung
mengingat Tuping telah jadi bagian dari adat istiadat dan aktivitas berkesenian
masyarakat Lampung sejak dahulu. Dalam beberapa jenis tarian, tuping menjadi bagian pertunjukan hingga penamaan
Sekura yang mengetengahkan jenis Tuping khas Lampung.
![]() |
| Tuping khas Lampung |
![]() |
| Tuping Sekura |
![]() |
| Sekura kamak |
Sajian
Tuping tak hanya pada parade bertema kontemporer tetapi juga pada nilai nilai
tradisi, seperti Tuping dalam Sekura Kamak,
Sekura Cakak Buah hingga Muli (gadis Lampung) dan Bebay (ibu-ibu) Nyuncun Pahar (mengusung pahar –sejenis
hantar hantaran yang diusung diatas kepala). Secara personal, saya berdecak
kagum pada beberapa nilai tradisi yang diimplementasikan dalam sajian sajian
yang mudah dipahami. Sungguh kreatif jiwa jiwa dibalik sajian karnaval budaya Kabupaten/Kota dalam rangka Lampung Krakatau
Festival 2016.
Penampilan
setiap utusan Kabupaten/Kota pun menjadi tontonan yang sayang dilewatkan. Terlebih
setiap tampilan yang tersaji mengandung makna dan filosofi yang diangkat dari
kisah kisah serta legenda dalam kehidupan masyarakat Lampung.
Siang
itu mata saya dimanjakan oleh sajian sajian kedaerahan yang beragam. Meski sayang
tidak setiap group tampil maksimal.
![]() |
| Sajian kekayaan budaya Lampung |
![]() |
| kreasi Tuping dalam sajian Kota Metro |
PROGRAM PARIWISATA UNGGULAN
Sajian
demi sajian benar benar menghibur. Semarak yang jadi tema pun cukup terwujud.
Terlebih arak arakan mobil hias dan pelepasan balon sebanyak 1883 sebagai tanda
meletusnya gunung Krakatau pada tahun 1883. Ini kali pertama saya menyaksikan gelaran karnaval budaya dalam event Lampung Krakatau Festival hingga usai. – tahun tahun
sebelumnya cukup membosankan. Secara
pribadi saya menaruh kagum pada ramuan musik yang tersaji dalam pementasan
yang merupakan kolaborasi apik para musisi handal Lampung dengan penabuh perkusi kaliber nasional
meski para musisi tampil beratap mentari, mereka tetap menebar senyum dengan
wajah meringis berseri-seri.
Penampilan
setiap Kabupaten/Kota pun lebih mengedepankan kearifan lokal dan warisan budaya
luhur ketimbang kostum kostum fantasi. Meski masih ada beberapa Kabupaten/Kota yang menyajikan kostum fantasi.
Bagaimanapun butir butir yang tersaji menjadi suguhan seni budaya yang menarik
untuk disimak. Meski sebenarnya EO dan Panitia harus terus berfikir keras agar
sajian yang dipersembahkan tidak membuat suasana semeraut. Pengaturan bukan
hanya soal tampilan, tetapi juga soal
kenyamanan dan keamanan penonton. Pemilihan lokasi gelaran pada bundaran Tugu
Adipura pun merupakan gebrakan baru pada tahun ini, meski jarak antara panggung
utama dan bangku pejabat tidak terlalu luas. Sehingga menyulitkan penampil
bergerak maksimal saat melakukan atraksi seni.
![]() |
| Gubernur Lampung - M.Ridho Ficardo ketika menyampaikan sambutannya di dampingi Muli Mekhanai Lampung. |
Selain
pertunjukan seni dan budaya khas Lampung, pada gelaran Jelajah Semarak Budaya –
Lampung Krakatau Festival 2016 juga dilakukan penyematan medali budaya dari
Lembaga Kebudayaan Nasional Indonesia (LKNI) kepada Gubernur Lampung sebagai pembina
utama budaya dan pariwisata daerah. Pemberian medali oleh ketua LKNI tersebut dimaksudkan agar Gubernur Lampung
lebih semangat lagi dalam mengembangkan budaya dan pariwisata daerah Lampung. Hal
ini pun sejalan dengan harapan Gubernur Lampung bahwa gelaran Lampung Krakatau
Festival dengan beragam kegiatan pendukungnya dapat menjadi program pariwisata
unggulan tak hanya di provinsi Lampung tetapi juga ditingkat nasional. Hingga
bukan tidak mungki, pesona dan potensi Lampung
dapat berdayasaing dikancah internasional.
![]() |
| Sajian kabupaten Lampung Barat yang berakar pada tradisi masyarkat Lampung di Lampung Barat. |
Sore
itu – Semarak Budaya benar benar menjadi semarak ketika pembagian 2.000 topeng pada seluruh undangan
dan warga yang hadir tumpah ruah dan kemudian menjadi penghargaan yang
tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Perayaan puncak Lampung Krakatau
Festival 2016 sungguh meriah. Semoga ini
menjadi cambuk bagi semua komponen masyarakat untuk lebih semangat menggali
kearifan lokal sebagai pesona seni dan budaya serta potensi wisata daerah Lampung, selain kesediaan dari
setiap lapisan masyarakat akan pentingnya pemahaman sadar wisata dan konsep
sapta pesona. Karena memajukan daerah bukan semata-mata tugas pemerintah saja
tetapi juga segenap lapisan masyarakat.
Senin, 28 Maret 2016
DAFTAR WARISAN BUDAYA TAKBENDA ASAL LAMPUNG
Daftar
Warisan Budaya Takbenda asal Lampung yang telah terdaftar dan ditetapkan oleh
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.
1. Tapis (2013)
2. Muayak (2014)
3. Gamolan (2014)
4. Sigeh Penguten (2014)
5. Tari Melinting (2014)
6. Lamban Pesagi (2014)
7. Sekura Cakak Buah (2015)
8. Sulam Usus (2015)
9. Cakak Pepadun (2015)
10. Gulai Taboh (2015)
11. Seruit (2015)
Tahun
2016, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
kembali akan mengusulkan beberapa Warisan Budaya Takbenda diantaranya ;
1.
Warahan
: Sastra tutur/lisan yang terdapat dibeberapa daerah di Lampung yang
sentral berada diseorang Pewarah. Warahan berisi tentang sejarah dan tohok
kepahlawanan yang sarat dengan pesan pesan. Warahan berkembang menjadi bentuk
lakon hingga sekarang.
2.
Tuping
: Tuping sejarahnya adalah hulubalang atau tentara dari Radin Inten II pada
jaman penjajahan yang menyerang dengan media topeng agar dapat mengelabui
musuh. Pada saat ini tuping berkembang menjadi penampilan tarian kolosal.
3.
Kakiciran adalah festival tari rakyat yang diadakan
oleh masyarakat Pesisir di lampung Barat. Pelaksanaan pada malam hari, 6 hari
setelah perayaan Idul Fitri.
4.
Nyambai,
adalah salah satu bagian perayaan pada upacara perkawinan masyarakat di Pesisir
Lampung kabupaten Lampung Barat. H-1 pada muda mudi menampilkan kemahiran
menari mereka.
5.
Maduaro
, adalah kain sulam benang hias yang berasal dari masyarakat Tulang Bawang yang
sangat lekat dengan peristiwa adat bagi wanita Lampung.
Rabu, 23 Maret 2016
MENGULAS BUDAYA DAN WARISAN BUDAYA TAK BENDA LAMPUNG.
![]() |
| Lidah Lidah - sebutan untuk hiasan (dekorasi) yang kerap digunakan masyarakat Lampung baik dalam keseharian maupun dalam acara acara adat, pernikahan, dsb. |
Menurut kamus
besar bahasa Indonesia terbitan balai pustaka, definisi kebudayaan adalah
antara lain hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti
kepercayaan , kesenian dan adat istiadat. Kata dasar kebudayaan adalah budaya,
yang merupakan bentuk majemuk dari kata budidaya yang berarti cipta, karsa dan
rasa.
Sebenarnya kata
budaya hanya diakui sebagai suatu singkatan dari kebudayaan. Budaya sebagai sistem gagasan menjadi pedoman
bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, belajar dan menjadi sikap perilaku
manusia berikutnya atau lazim disebut nilai budaya.
Nilai budaya
dapat kita lihat dan kita rasakan dalam sistem kemasyarakatan/kekerabatan yaitu
diriwayatkan dalam bentuk adat istiadat, kesenian dan kepercayaan. Budaya berfungsi membantu manusia dalam
memenuhi kebutuhan hidupnya.
Selanjutnya, budaya
dalam masyarakat dikelompokkan dalam tiga hal, yaitu ;
- Perilaku , yang merupakan cara bertindak atau berperilaku tertentu dalam situasi tertentu didalam suatu masyarakat dengan pola perilaku yang diatur dalam norma.
- Bahasa, yang merupakan sebuah sistem symbol yang dibunyikan dengan suara dan ditangkap oleh telinga.
- Materi, budaya materi merupakan hasil dari kreatifitas, perbuatan dan karya manusia dalam masyarakat berupa antara lain pakaian, perumahan, alat alat rumah tangga , senjata dan lain sbgdnya.
BUDAYA LAMPUNG.
Budaya cenderung
bertahan karena unsur mata pencarian, unsur teknologi dan pengetahuan.
Sedangkan dasar pembentuk dari budaya Lampung, pada umumnya berawal dari unsur
; Agama Islam yang mayoritas dianut oleh masyarakat Lampung, kekerabatan partial, politik kepemimpinan berdasarkan keturunan, ekonomi bercocok tanam
atau pertanian dan kesenian yang telah berkembang dalam kehidupan bermasyarakat
yang terdiri dari seni tari, pencak, seni musik, sastra dan lain sebagainya.
Dalam
perkembangannya, kelompok masyarakat Lampung menyebar di berbagai tempat di
daerah Lampung yang kemudian menyebabkan terjadinya pembentukan budaya Lampung itu
sendiri. Secara umum, sebaran budaya
Lampung dapat dibedakan kedalam dua kelompok dasar adat yakni ;
- Masyarakat Pepadun, yang berkediaman didaerah pedalaman atau perbukitan Lampung terdiri dari masyarakat adat Abung (Abung Siwo Mego), Pubian (Pubian Telu Suku), Menggala Tulang Bawang (Megopak Tulang Bawang) dan Buay Lima.
- Masyarakat Saibatin, sekelompok masyarakat yang berkediaman di sepanjang pesisir termasuk masyarakat adat Krui, Ranau, Komering sampai Kayu Agung.
WARISAN BUDAYA TAK BENDA (WBTB) LAMPUNG.
Warisan budaya
adalah benda atau atribut tak berbenda yang merupakan jati diri suatu
masyarakat atau kaum yang diwariskan dari generasi – generasi sebelumnya, yang
dilestarikan untuk generasi – generasi yang akan datang.
Warisan Budaya
terbagi menjadi dua, yaitu Warisan Bendawi dan Warisan Tak Benda. Warisan
Budaya Bendawi adalah hal hal yang dapat disentuh dan dipakai. Sedangkan
Warisan Budaya Tak benda adalah segala praktek, representasi, ekspresi, pengetahuan,
keterampilan – serta alat alat, benda (alamiah), artefak dan ruang ruang budaya
terkait dengannya – yang diakui oleh berbagai komunitas, kelompok dan dalam hal
tertentu perseorangan sebagai bagian warisan budaya meraka.
Warisan Budaya Tak
Benda meliputi juga tradisi dan ekspresi lain, termasuk bahasa, seni
pertunjukan, adat istiadat masyarakat, ritual dan perayaan perayaan.
Selanjutnya
marilah kita simak capaian propinsi Lampung melalui pencatatan Warisan Budaya
Tak Benda yang dilakukan oleh Direktorat
Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya – Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia.
Di tahun 2015,
Lampung berhasil mencatatkan 5 budaya khas Lampung dalam daftar Warisan Budaya
Tak Benda. Lima produk budaya Lampung
yang mendapatkan ketetapan Budaya Tak benda tersebut yaitu ; Sulam Usus, Gulai
Taboh, Seruit, Cakak Pepadun dan Sekura Cakak Buah.
Ditahun 2014,
Lampung juga telah berhasil memperoleh pengakuan untuk ; Kain Tapis, Gamolan, Tari Melinting, Tari
Sigeh Pengunten, Muayak dan Rumah Adat Lampung Barat berhasil masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak
Benda.
Sebuah
pencapaian yang tak mudah tentunya. Karena untuk berhasil masuk dalam daftar
Warisan Budaya Tak Benda, para pemohon – dalam hal ini Dinas Pariwisata Lampung
harus melakukan usulan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan
mekanisme dan tahapan yang tidak mudah. Selain itu diperlukan kajian ilmiah
termasuk sederet pendukung yang menguatkan sesuatu tersebut layak masuk dalam
daftar Warisan Budaya Tak Benda.
Sebagai penyuka
seni budaya daerah, saya berharap ada banyak ragam produk seni Lampung yang
dimasukkan dalam Warisan Budaya Tak Benda, mengingat provinsi Lampung memiliki
banyak jenis seni dan budaya khas yang telah ada dan berkembang jauh sebelum
Indonesia merdeka. Beberapa jenis seni dan budaya Lampung tersebut memang tidak
seluruhnya terlaksana atau masih dapat dilihat hingga kini. Meski begitu
beberapa hal menarik dan layak untuk diusulkan dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda diantaranya ; Meduaro dari Tulang
Bawang, Sulam Ulat dari Mesuji, Ringget, Bebandung dan masih banyak lagi jenis
jenis seni dan budaya khas Lampung.
Sudah selayaknya seluruh masyarakat menjaga seni dan budaya asli daerah agar
tidak punah atau malah diakui oleh negara tetangga. Karena bagi saya, seni dan
budaya daerah adalah salah satu identitas bangsa yang wajib dijaga.
























