Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Rabu, 09 Agustus 2017

BUKIT KABUT BAWANG BAKUNG - HAMPARAN PESONA NEGERI DI AWAN LAMPUNG BARAT



Cukup sering saya menyimak  pesona Bukit Kabut Bawang Bakung atau kerap disebut Bukit Geredai, baik melalui penuturan langsung, video hingga photo-photo yang terpampang di akun-akun sosial media para pejalan dan pecinta photography. Beruntung, dalam rangkaian acara Festival Sekala Brak IV 2017 lalu saya dan rekan rekan yang hadir di antar langsung oleh bang Eka dan rekan rekan penggiat wisata di Lampung Barat berkunjung ke puncak Bukit Kabut Bawang Bakung – pesona negeri di awan Sekala Brak Lampung Barat.

karya bang Eka - pernah dimuat di Majalah Inflight Garuda  flight Timur Tengah - serius gak mau dapet hasil photo begini??? datanglah ke Bukit Kabut Bawang Bakung - Bukit Geredai - Lampung Barat.

  
AWAL MULA BUKIT KABUT BAWANG BAKUNG

Bukit Kabut Bawang Bakung Geredai  terletak di Pekon (desa) Negeri Ratu,  kecamatan Batu Brak.  Pengunjung tinggal mengikuti arah lurus dari letak Paksi Bejalan Di Way – jalan Puspanegara  Pekon Kembahang. Malam sebelum mendatangi kawasan Bukit Kabut Bawang Bakung saya sempat menyimak kisah awal ditemukannya letak Bukit Kabut Bawang Bakung dari bang Eka, si empunya akun sosmed @ekafendiaspara_alliwa

hasil jepretan saya dengan jenis kamera Mirrolless - bukan DSLR.
“Awalnya, informasi keberadaan Bukit Kabut Bawang Bakung itu saya dapat dari bang Budhi Marta Utama – penyuka photography yang pernah tercatat sebagai  pegawai negeri sipil di kabupaten Lampung Barat.” ucap bang Eka membuka kisahnya pada saya.
Berdasarkan  Informasi yang di dapat dari bang Budhi Marta pada Maret 2011 itulah, yang kemudian membuat bang Eka tergerak untuk mendatangi langsung Bukit Kabut Bawang Bakung.  Dengan sebuah tekat, bang Eka pun mengunjungi Bukit Bawang Bakung pada pagi sekali agar mendapati gumpalan kabut secara langsung seperti yang dibicarakan bersama bang Budhi Marta sebelumnya. “Saya berangkat sendiri usai subuh, karena tak ada teman yang berkenan ikut serta saat itu” tutur bang Eka.
Dan tak sia sia, kehadiran embun pagi yang diharapkan pun terwujud. “Pagi itu, saya berhasil menyaksikan kabut bagai gumpalan salju  diantara pepohonan dan rumah warga dari puncak Bukit Bawang Bakung” tutur bang Eka yang kala itu tak henti mengabadikan lokasi melalui kameranya. “sungguh keindahan bentangan alam yang memesona” imbuh bang Eka mengisahkan awal pertama melihat keindahan kabut dari puncak Bukit Bawang Bakung.

karya bang Eka pada Maret 2011.  Mengagumkan!!!
 
Setelah moment kunjungan pertama itulah, bang Eka mengunggah photo hasil karyanya dengan tajuk ‘Selimut Kabut Geredai’ .  Sejak saat itu, bang Eka dan rekannya – bang Endang Guntoro Canggu serta beberapa rekan lainnya di Lampung Barat yang juga memiliki minat yang sama mulai melakukan pengambilan photo bersama, hingga aktif menyebarluaskan informasi pesona Bukit Kabut Bawang Bakung melalui media sosial. 

FOTO ; BUDHI MARTA UTAMA, EKA FENDI, ENDANG GUNTORO
A post shared by Pemotret Gadungan (@endangguntorocanggu_) on

Photo pesona Bukit Kabut Bawang Bakung kemudian mulai disajikan dalam pameran karya photography pesona wisata di Bandar Lampung. “Banyak pihak yang mengagumi keindahan kabut di Bawang Bakung” ucap bang Eka. Hingga kemudian mendatangkan banyak kunjungan.  Perbukitan yang diberi nama Bawang Bakung bukan karena ada tanaman bawang di puncak bukit. Kata Bawang dalam bahasa Lampung berarti  rawa-rawa. Banyaknya rawa-rawa dan areal persawahan di bagian bawah bukit dan hamparan kabut yang dapat disaksikan dari puncak bukit itulah mencuat nama Bukit Kabut Bawang Bakung.


 
A post shared by Aries Pratama (@riez_aries) on

KONFLIK SESAAT

Peningkatan jumlah pengunjung ke Bukit Bawang Bakung ternyata mendatangkan masalah berupa rusaknya tanaman perkebunan disekitar bukit oleh oknum pengunjung yang tidak mengindahkan lingkungan yang kemudian berujung pada kemarahan pemilik lahan justru kepada Bang Eka dan rekan-rekannya yang tidak mengetahui hal tersebut. Hingga di tahun 2014, bang Eka dan rekan-rekan penyuka photografi yang tandang ke Bawang Bakung harus melakukan pengambilan keindahan bentangan alam dan kabut dari posisi puncak jalan saja.

Setelah lama tak tandang ke Bukit Bawang Bakung, pada 2015, bang Eka dan rekan rekan mendapati kawasan belukar di puncak bukit dibakar pemilik lahan – Udo Barzawan. Pembakaran lahan puncak dimaksudkan untuk dijadikan ladang kopi. Tapi selang beberapa bulan, lahan yang semula dibakar tersebut ditumbuhi ilalang hijau yang justru menambah keasrian kawasan puncak bukit dan menjadikan hasil photo semakin dramatis, antara ilalang hijau dan gumpalan kabut pagi. Syahdu broh!!.


SPOT  HUNTING PHOTO MENARIK

Saat ini, sejumlah hasil photo di kawasan Bukit Kabut Bawang Bakung atau Bukit Geredai tersebut mudah ditemui di sebagian besar akun sosial media para traveler atau mereka yang berprofesi sebagai photographer.

Sama halnya yang terjadi pada saya dan rekan rekan pagi itu.  Dari Homestay Piknik Liwa kami menuju desa (pekon) Negeri Ratu. Di desa terdekat dari letak Bukit Bawang Bakung tersebutlah kami mem-parkir kendaraan roda empat untuk selanjutnya menaiki  motor kebagian puncak bukit. Sebenarnya, bila sang pengemudi mobil piawai, bisa saja mobil langsung menuju puncak Bukit Bawang Bakung, mengingat badan jalan menuju puncak bukit pun relatif baik meski dibeberapa bagian ada sedikit kerusakan, tapi secara keseluruhan kondisi jalan memperlancar kehadiran pengunjung. Dengan mengendarai sepeda motor kebagian atas merupakan sensasi tersendiri. Saya dan rekan rekan pagi itu naik sepeda motor dari rekan-rekan Lampung Barat yang turut serta berkunjung ke Bukit Bawang Bakung bersama kami.  Sempat terjadi tragedi motor bang Goen mogok dan tergelincir hingga menyebabkan lecetnya kulit betis bang Goen yang mulus, yang berimbas pada posisinya sebagai bintang iklan sabun dan lotion yang terancam putus kontrak!!!. HoobaaH!!!.

saya dan bang Goen - sang Model Betis Mulus yang terancam putus Kontrak!!! photo by Ariez Krui
 
mengabadikan moment - di photo dari belakang oleh bang Goen
 
Menghabiskan pagi di puncak Bukit Bawang Bakung adalah sensasi kebahagiaan tersendiri. Menyimak gumpalan kabut berarak diantara pepohonan dan rumah warga dikejauhan adalah kepuasan yang didapat dari usaha pagi buta menuju bukit Bawang Bakung.

Sebenarnya, kunjungan kami ke puncak Bukit Bawang Bakung pagi itu tidaklah didukung cuaca yang memadai.  Mendung membayangi kabut yang berarak. Hingga secara mata lensa tidak di dapat gumpalan kabut dihamparan langit nan cerah.  Termasuk tidak didapati secara maksimal wujud gunung Pesagi yang gagah menjulang diantara kabut yang berarak. “Kalau cuaca cerah, bentuk gunung Pesagi itu bisa jadi latar photo yang menarik.” ucap bang Goen pada saya pagi itu sambil photo-photo. Meski begitu, kehadiran kabut dibeberapa bagian cukuplah menyenangkan untuk dijadikan spot photo. Setiap personal menuntaskan hasrat photo dari beragam sisi. Mulai dari photo Selfie..Wefie... photo sama barang barang endorse hingga menegakkan tenda agar terlihat suasana camping seolah nyata adanya!!!. Usaha Broh. Demi postingan instagramable.!!! hahaha!!!.  
carilah posisi terbaik

duta selfie 2017. Selfie Everywhere ...

capture moment sepuasnya tak dipungut biaya asal jangan buang sampah sembarangan yaaaa

pose dengan tenda endorse...pesan sponsor..Icak Icak Kemah Broh!!!

Dari Topi, Kaos Lengan Panjang, celana sampe Sendal jepit,  semuanya Endorse. Thanks Kaway!!!

Makan pagi dalam kebersamaan juga menjadi kebahagiaan kami. Sajian nasi putih, telur dan halipu sambol (sambel keong hitam) plus rebusan daun singkong karya lezat dari istri bang Eka menjadi kenikmatan pagi yang kelak akan kami kenang.  Makan bersama beralas sekenanya sungguh kebersamaan yang langka. 

yang penting kebersamaannya broh!!!

sederhana, tapi cita rasanya Istimewa, plus suasana nya juga.
 
makan pagi dalam kebersamaan - photo by Bang Goen

Dalam kebersamaan, saya menikmati suasana puncak Bukit Bawang Bakung yang ke-eksotisan-nya telah saya simak melalui hasil jepretan para rekan photographer handal. Meski kamera yang saya bawa tidaklah mendukung untuk mendapat hasil photo yang optimal layaknya kamera DSLR, tapi berada di puncak Bukit Bawang Bakung merupakan kebahagiaan saya pagi itu.




photo bang Goen dan Istri dengan latar belakang Gunung Pesagi

Saya di photo oleh Aries Pratama - kualitas Kamera dengan Kualitas Personal emang gak bisa bo'ong yaa!!

Topi dan Kaos by Kaway Lampung - Photo by bang Goen
LOKASI BERAGAM ACARA

Dengan bertebarannya photo landscape keindahan kabut dari atas Bukit Bawang Bakung  yang semakin banyak saat ini, bukan tidak mungkin kelak kunjungan ke puncak Bukit Bawang Bakung semakin meningkat. Tak hanya sebagai spot photo tetapi juga menjadi tempat pelaksanaan beragam acara  seperti yang pernah berlangsung pameran photo tunggal dari bang Eka.  Pernah pula gelaran yang dibuat oleh bang Eka, bang Endang Guntoro Canggu, bang Edy dan rekan rekan pecinta photography dan wisata Lampung Barat pada Agustus 2015 silam.  Mereka berhasil membuat moment perayaan hari kemerdekaan mampu mendatangkan banyak pengunjung. Diluar dugaan,  gelaran inisiasi bang Eka tersebut menarik antusias pengunjung yang semula ditargetkan 100 orang malah mencapai 300 orang!!. Animo yang luar biasa dari segenap lapisan masyarakat yang mencintai spot wisata berupa alam terbuka.  Semoga kedepan semakin banyak gelaran acara yang bisa dilaksanakan di puncak Bukit Kabut Bawang Bakung. Sajian Musik misalnya, atau penayangan film yang berkenaan dengan pesona Bawang Bakung itu sendiri.

Makan Bersama Pejabat tinggi kabupaten Lampung Barat di puncak bukit kabut bawang bakung


Bupati Lampung Barat, Dandim dan Kapolres beserta Istri berphoto dengan latar kabut pagi bukit bawang bakung geredai 4 agustus 2017


MARI LESTARIKAN KAWASAN DENGAN JAGA LINGKUNGAN

Semakin hari, Bukit Kabut Bawang Bakung menjadi mahnet bagi pencinta wisata alam. Beragam acara pernah di gelar. Mulai dari pameran photo karya jajaran photographer di Lampung Barat, beragam gelaran kemah hingga makan pagi bersama pejabat tinggi Lampung Barat dengan sajian bentangan alam berbalut kabut.

Keindahan alam dengan segala daya pikatnya, tidaklah berlangsung lama bila pengunjung tidak memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan.   Dengan semakin ramainya kunjungan ke Bukit Bawang Bakung atau Bukit Geredai, hendaknya disertai dengan kesadaran untuk menjaga lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah di kawasan bukit.  Para pengunjung harus berkenan membawa serta sampah makanan dan minuman ketika meninggalkan bukit Bawang Bakung demi terciptanya lingkungan puncak bukit yang bersih dan lokasi wisata alam yang berkelanjutan.



_____
Note ; Bila Butuh Informasi Seputar Wisata di Lampung Barat, Homestay dan Guide
silakan hubungi ;

Homestay Piknik Liwa
Jalan Gajah Mada Seranggas Liwa Lampung Barat
Akun IG ; @piknik_liwa
HP/WA – 082186409723

3 komentar :

  1. Lokasinya hampir mirip dengan perbukitan di Dlingo, Bantul. Tiap aa kabutmenggupal kayak kapas emang bagus banget diabadikan.

    BalasHapus
  2. yesss.... gumpalan kabut memang jadi daya pikat yaa...dimana pun lokasinya selalu memesona

    BalasHapus
  3. Kece bana ya masya Allah, itu awan ya berkumpul bikin takjub

    BalasHapus

Scroll To Top