Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Kamis, 19 April 2018

CERITA SERU ISLAND HOPPING BARENG TRINITY DAN SAHABAT JALAN.


 

Pukul 6 pagi saya tiba di Emersia hotel. Bersiap lebih awal sebelum  jumpa Trinity dan sahabat jalannya. Pagi yang menyemangati, setelah pertemuan dengan Trinity dan sahabat jalannya kemarin.  Semakin semangat karena sepanjang hari bakal island hopping bersama Trinity dan sahabat jalannya.  Jauh hari, telah  saya persiapkan segala keperluan berkenaan dengan aktivitas mantai untuk sepanjang Sabtu tersebut. “Cari pantai yang nggak  rame’ ya..” begitu pinta Trinity pada saya sejak awal.  Mudah bagi saya mengartikan kalimat tersebut. Meski agak sulit juga cari pantai yang tak ramai di akhir pekan. 

Photo sesi suka suka hura hura diatas speedboat

Trinity dan sahabat jalannya sempat sarapan di area balkon resto Emersia hotel yang telah saya pesan dan dipersiapan pihak hotel pada malam sebelumnya.  Bincang ringan jelang ke pantai pun menambah suasana pagi semakin seru.
Soal menikmati pantai-pantai di Lampung, bukan kali pertama bagi Trinity. Terlebih Trinity pernah menghabiskan berhari-hari di Lampung ketika proses pengerjaan film ‘The Nekad Traveller’.  Saya pun sempat bertemu Trinity pada saat pertama survey lokasi syuting dan kemudian  jadi MC saat Meet and Great  jelang peluncuran perdana film ‘The Nekad Traveler’ yang disadur dari buku karya Trinity – The Naked Traveler.

 Soal kunjungan Trinity dan sahabat jalannya di Lampung kali ini menandai persahabatan mereka yang memasuki usia 30 tahun sejak pertemuan pertama di bangku SMA. Pembaca setia buku Trinity – The Naked Traveller, pastilah familiar dengan kisah Trinity dan sahabat jalannya itu.  Saya pribadi senang sekali menjadi bagian dari trip Trinity dan sahabat jalannya itu. Bagai  keinginan sejak lama yang dikabulkan Pencipta.

photo sesi Kutar Kutur Version

Perjalanan dari hotel ke lokasi pantai terbilang lancar. Selain Aldi pandai mencari rute jalan yang relatif sepi, keberangkatan dipagi hari  belumlah terkena kemacetan yang berarti.  Sesuai permintaan, island hopping Trinity dan sahabat jalannya tidak mengambil lokasi island hopping seperti biasanya. Itulah sebabnya, saya merencanakan island hopping melalui pantai Mutun. Bukan dari dermaga Ketapang seperti pengunjung pada umumnya. Karena bila dimulai dari dermaga Ketapang, maka butuh waktu  1 jam lebih berkendaraan.  Jenis kapal yang saya pilih untuk mengantarkan Trinity dan sahabat jalan melakukan Island Hopping pun berbeda. Bukan jenis kapal kayu dengan kekuatan mesin standard seperti yang digunakan pengunjung lain. 

PEMBOMAN  IKAN DAN SNORKELING YANG RAMAI

Speedboat menghampiri kami di bibir dermaga pantai Mutun.  Bang Naldo, pemilik pulau Tangkil bertindak sebagai pengemudi speedboat yang kami tumpangi. Pulau-pulau sepanjang perairan Teluk Lampung menjadi pemandangan selama melakukan pelayaran. Mesin speedboat berkekuatan cepat memecah kesunyian perairan. Suasana terik menyapa kami selama pelayaran. Beruntungnya, baik Trinity maupun sahabat jalannya bukan tipe orang yang takut kulit mereka menghitam!. Justru Trinity dan sahabat jalannya itu bersuka cita ketika melakukan aktivitas snorkeling di beberapa pulau yang kami singgahi. “kulit gelap ini eksotis” begitu mba Jade berucap pada saya.

 Pulau Kelagian jadi  spot kunjungan pertama.  Berphoto beragam pose serta gaya suka-suka adalah aktivitas Trinity dan sahabat jalannya kala itu.  Menyambangi Pahawang adalah tujuan kami selanjutnya.   Suasana bahagia dalam pelayaran bergenti hening. Kami semua terhenyak ketika mendapati ratusan ikan ikan ukuran kecil mengambang di atas perairan Teluk Lampung yang kami lalui dalam pelayaran menuju kawasan Pahawang. “Gila nih!” ucap bang Naldo yang geram melihat ulah oknum perusak habitat ikan dengan cara di bom. Ikan-ikan kecil mengambang. Memenuhi kawasan laut yang kami lalui.


A post shared by naldo (@naldo3611) on

Aktivtas snorkeling di perairan Pahawang jadi aktivitas kami selanjutnya. Meski kemudian kapal-kapal pengunjung lain mendekati posisi kapal kami. –tau aja tuh orang orang spot snorkeling bagus!. Hahahah. Kami memutuskan beranjak dari spot snorkeling di Pahawang setelah menyadari beberapa kapal kayu bermuatan penuh tumpah ruah melakukan snorkeling. Karena tujuannya cari pulau atau perairan yang sepi jadi kami bergerak menuju ke spot selanjutnya. Pulau Mahitam adalah spot selanjutnya. Meski tak melakukan aktivitas snorkeling. Pulau Mahitam jadi spot photo suka-suka bersama-sama. Mulai dari photo group dengan gaya kutur, ceria, dapat doorprize hingga photo ‘icak-icak’. Komplit dah!.

photo sesi Icak Icak di Mahitam - Bertabur Don To E'!!!
MENEMUKAN SISI SEPI DI PULAU TEGAL

Tak begitu lama kami di pulau Mahitam.  Selain suasana ramai yang tak buat nyaman, lapar mulai menyerang. Waktu semakin beranjak tengah siang. Bang Naldo membawa kami ke pulau Tangkil. Hidangan ikan bakar telah menanti kami. –mayaann ketemu nasi. Cukuplah buat charger tenaga ke aktivitas selanjutnya, hehehe. “Cari pulau yang bisa buat santai, ya.. yang bisa selonjoran di pasir, tapi jangan ada pengunjung lain” pinta mba Jade pada saya usai makan siang.

Pulau Tegal jadi tujuan kami usai makan siang. Saya kemudian ingat bahwa ada sisi dari pulau Tegal yang sepi tak berpenghuni. Saya ingat moment ketika dulu bersama teman teman pernah tandang pada November 2017. Bang Naldo mengarahkan kapal kearah pulau Tegal. Sebagian besar kawasan pulau Tegal menjadi spot wisata umum. Adalah Tegal Mas yang memiliki sarana hiburan hingga cottage yang memadai dalam pulau Tegal.  Saya meminta bang Naldo memutari pulau Tegal. Sambil saya mengingat kawasan sepi yang dahulu pernah saya kunjungi. Saya ingat sebuah bagian yang sepi dalam kawasan pulau Tegal yang luas tersebut.



Ingatan saya tak salah. Meski mulanya bang Naldo sempat ragu untuk mengikuti arah yang saya sampaikan. Hamparan pasir putih di bibir pantai dengan air berwarna toska dan biru aquatic itu pun terpambang nyata!. Tibalah kami di satu sisi dalam pulau Tegal yang sepi. Tak ada pengunjung lain selain kami. Hanya ada satu bangunan sederhana. Berupa rumah dari pekerja di kawasan Tegal Mas. Bersantailah kami semua disana. Bagai menemukan pulau penuh harta karun rasanya. Bahagia sekali. Terlebih ada hamparan rumput dengan kursi kayu berwarna putih tepat menghadap ke hamparan pantai. Bagai berada di sebuah pesta kebun yang private. Nyaman untuk berlama-lama.

star fish di kolam pribadi
Tak heran bila Trinity dan sahabat jalannya langsung menikmati hamparan pantai.  Mulai dari photo beragam pose (teteup) hingga menyelam bersama. Menikmati beningnya air laut  di sudut pulau Tegal sepi pengunjung itu. Aaahh,… beruntungnya kami sore itu.  Seperti dapat kolam renang pribadi nan luas. Sungguh jadi momen kebersamaan yang mahal.  Saya bisa sangat dekat dengan Trinity dan sahabat jalannya.  Bicara banyak hal. Photo beragam gaya suka-suka. Keceriaan yang hangat. Sungguh berharga  bagi saya mengenal mereka. Berharap ada trip seru lainnya dilain waktu.

4 komentar :

  1. Seru banget sih hopping island bareng Trinity. Aku belum pernah hopping island sebanyak itu di Lampung. Paling cuma Kelagian dan Pahawang. Keren Om Indra ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mari ke Lampung lagi.... nanti tak ajak ke sana deh..tenang ajaa.... pingin pulau yang private juga kan hehehe..yoklah atur trip ke Lampung lagi yaaa

      Hapus
  2. Salam kenal Bang Indra Pradya... Tulisan Bang Indra benar-benar bagus yang memuat tentang tempat-tempat menarik di Lampung. Saya juga orang Lampung lho Bang, tapi malu saat temen-temen sudah banyak yang mengeksplorer Lampung. Sementara saya? hehehe.... Semoga kapan-kapan bisa mengeksplorer Lampung bareng Bang Indra... :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mari mari...bila ke Lampung hubungi saya saja..no contact assaya ada di akun Instagram saya @duniaindra.

      Hapus

Scroll To Top