Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Minggu, 25 November 2018

PESONA TAMAN WISATA PUSUK SEMBALUN - LOMBOK.



...”Bisa stop sebentar?, kece nih!” pinta saya pada sopir saat melihat hamparan hijau memikat di kejauhan dari balik kaca kendaraan yang melintasi jalan menanjak dan berkelok.
“ Nanti ya mas, ada bagian yang lebih bagus dari ini, kok…” ujar pak Sopir.  
Saya pun menyetujui. Tak lama kendaraan berhenti di lokasi yang menurut pak Sopir adalah spot terbaik untuk melihat kawasan Sembalun.


 
indahanya kawasan Sembalun Lawang dari balik kaca mobil


Siang itu, mas Anton, Kak Kent, Daeng Mamat dan Saya memisahkan diri lebih awal dari rombongan usai pelaksanaan program Anak Lombok Semangat Sekolah  selama empat hari di beberapa kawasan di Lombok Utara. Karena jadwal penerbangan kami lebih awal maka kami lebih dulu menuju Bandara.  Saat meninggalkan kawasan Sembalun Lawang, pandangan mata dimanjakan dengan hamparan sejuk kawasan pedesaan dengan perbukitan yang seolah menghias di sisi kiri dan kanan jalan.  Tak jarang kami mengabadikan suasana asri Sembalun dari balik kaca kendaraan yang tengah melaju.
Taman Wisata Pusuk Sembalun



Dan benar saja, saat kendaraan berhenti di spot yang dimaksud, kami semua dibuat terpukau dan berdecak kagum akan hamparan keindahan yang tersaji di kejauhan dari kawasan Pusuk Sembalun.  
Kami berada di Taman Wisata Pusuk Sembalun. Sebuah kawasan puncak yang berada di jalan wisata gunung Rinjani di kawasan Sembalun Bumbung, Sembalun, kabupaten Lombok Timur. Dalam bahasa sasak – Lombok, Pusuk berarti puncak. Jadi kawasan Pusuk Sembalun adalah bentangan hutan yang berada di puncak dari kawasan gunung Rinjani.



medan jalan yang berkelok dan curam, harap berhati-hati saat mengemudi

jangan memarkirkan kendaraan seperti ini, khawatir terkena tanah longsor perbukitan


Kami pun langsung mengabadikan keindahan alam yang tersaji melalui ponsel dan juga kamera. Mas Anton dan Daeng Mamat dengan sigap mengabadikan kawasan Taman Wisata Pusuk Sembalun dengan pesawat drone mereka masing-masing. Lumayan saya dan kak Kent jadi modelnya, hehehe. Sebagaimana sebuah taman wisata, Pusuk Sembalun diperuntukkan bagi mereka yang ingin bersantai menikmati keindahan alam dari puncak ketinggian usai menjelajahi jalan yang berliku. Rute jalan yang berkelok adalah bagian yang wajib diwaspadai oleh pengendara. Parkirlah pada lokasi parkira yang memamg telah disediakan. Terlebih ada gugusan tanah perbukitan yang sewaktu-waktu rawan longsor. “Saat terjadi gempa kemarin, tanah dari perbukitan itu longsor dan menutupi sebagain badan jalan” ujar seorang pria yang bertugas mengatur parkir kendaraan di kawasan Taman Wisata Pusuk Sembalun.

siapa yang tak terpikat melihat keindahan bentangan alam. Panorama  yang memesona
 
salah satu spot Photo kekinian

Panorama Sembalun dan Model nya yang super Kece Bana Bana



Sebagai tempat persinggahan dan peristirahatan, Taman Wisata Pusuk Sembalun juga menyediakan toilet umum, gazebo untuk bersantai dan menikmati pemandangan desa Sembalun di kejauhan. Termasuk beberapa spot photo kekinian yang menarik untuk diabadikan berlatar panorama alam nan indah.  Selain itu, pengunjung yang berhenti di kawasan Taman Pusuk Sembalun akan melihat kehadiran monyet yang banyak berkeliaran di sekitar kawasan taman. Jangan takut, mereka tidak akan mengganggu bila tidak di ganggu, hehehe. Tapi bila di beri camilan, para monyet akan mendekat lho!, hahaha.  Seperti yang dilakukan oleh Daeng Mamat, memberikan susu pada Monyet!, hahaha.

monyet pun doyan susu
 
Jadi buat kamu yang ingin bersantai sejenak usai melakukan perjalanan jauh atau pendakian di gunung Rinjani, ada baiknya singgah di Taman Wisata Pusuk Sembalun yang menyajikan keindahan alam berupa hijaunya pepohonan, gugusan bukit berdampingan dengan pegunungan dan hamparan sawah di kejauhan berpadu dengan areal pemukiman warga. Sungguh panorama yang sayang untuk dilewatkan.

capture dari Drone mas Anton


USAHA PHOTO NARSIS DALAM HUTAN

Perjalanan pun berlanjut usai puas mengabadikan diri di Taman Pusuk Sembalun. Tentu kami sadar diri  bahwa ada jadwal penerbangan yang harus ditepati.  Kendaraan pun terus bergerak menuju Mataram. Meski tak lama berselang, mobil kami dihentikan Polisi saat memasuki bagian dalam hutan lindung Sembalun. Bukan karena ada pemeriksaan surat menyurat kendaraan atau diri kami bermasalah, tetapi karena sedang berlangsung penebangan pohon guna mengurangi resiko pengendara tertimpa pepohonan yang terlampau rindang dibeberapa bagian jalan.  Kendaraanpun berhenti. Begitupun dengan pengemudi kendaraan lain.

capture kawasan hutand ari drone mas Anton


Tak ingin hanya berdiam manis dalam kendaraan, saya pun keluar guna melihat-lihat sekitar kawasan hutan. Sembari berbasa-basi pada petugas hutan dan beberapa Polisi yang bertugas. Siapa tau bakal di tanggep buat manggung dangdutan. Dasar Biduan kampung!!.  Selama aktivitas saya bertegur sapa, saya justru tertarik mendekat ke beberapa petugas hutan yang terlihat berhasil menyelematkan tumbuhan anggrek dari beberapa batang pohon yang di tebang. “Beberapa diantara tanaman anggrek ini, ada yang tergolong langka” ujar petugas saat saya tanyai. Selain itu ada pula petugas hutan yang memetik tumbuhan pakis yang tersebar di sepanjang pinggiran jalan. “Buat di masak tumis ya, pak?” tanya saya yang dijawab anggukan.

petugas dan anggrek pohon yang ia selamatkan

mengumpulkan Pakis untuk di jadikan gulai tumis.
 
Yang lebih menarik adalah ketika mas Anton mengoperasikan pesawat drone nya untuk mengisi waktu menunggu lalu lintas kembali normal. Saya dan kak Kent pun ikutserta di belakang mas Anton.
yok, kita  photo-photo …” ajak mas Anton pada saya dan kak Kent. Yaa kami sih seneng banget kalo diajak photo. Apalagi di photo pake drone, hahaha.

Salah satu cara mengisi waktu dalam hutan. Niat banged mas Anton pose menghadap drone

pilot drone yanga ncang ancang, dan modelnya yang was was tertabrak kendaraan lewat


Meski ternyata, untuk menghasilkan photo yang sesuai keinginan tidaklah semudah yang dibayangkan. Terlebih untuk berpose seolah terkapar di tengah jalan raya dalam hutan rimba. Beberapa kali kendaraan melintas dan kami, sang model dan pilot drone wajib menyingkir sesaat.  Bahkan pose yang telah diatur terpaksa bubar ketika sebuah truck melintas dibadan jalan.  Untung tak tergilas!. Ungkapan  ‘Ada perjuangan dibalik hasil photo yang menarik’ benar adanya.


Pose mas Anton

Pose kak Kent

Pose saya



Sekitar satu jam lamanya waktu menunggu penebangan pohon berlalu sebelum akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju Bandara. Hal-hal tak terduga dalam perjalanan justru menjadi kisah menarik tersendiri. Terlebih bersama orang-orang yang memiliki misi dan minat yang sama.  Semoga kelak akan ada kisah perjalanan bersama dilain kesempatan. Harapennye wisate bukan bencane!.

4 komentar :

  1. Ya Allah pose-pose di tengah jalan itu, spektakuler banget. Untung ada dihentikan karena penebangan pohon ya..Jadinya otak-otak kreatif kalian bekerja dengan baik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahahaha yes! otak kreatif nya mas Anton yang berinisiatif buat photo photo di jalan raya dalam hutan itu mbaa hehehehe.... lumayan nunggu waktu, daripada bengong eheheheh

      Hapus
  2. Pasti bapak-bapak yang bertugas di sana ketawa melihat polah tiga orang ini om. Pas foto dari atas keliatan banget lebat pepohonan disibak jalan

    BalasHapus
  3. Ahaha, bahaya amat tiduran di jalan. πŸ˜‚

    Wah, kalau sudah ke Pusuk Sem alun, kapan dong nih ke Puncak Anjani lewat sembalun?
    😊

    BalasHapus

Scroll To Top