Beberapa
kali terlibat dalam gelaran Kelas Inspirasi di Sumatera dan pulau Jawa membuat saya
berkeinginan menjadi bagian Kelas Inspirasi dibagian timur Indonesia. Keinginan
pun terwujud ketika saya, mba Donna dan Bambang sepakat ikutserta dalam gelaran
Kelas Inspirasi Raja Ampat usai menjalani gelaran Kelas Inspirasi Lombok 5.
Daftar via online pun terlaksana. Hingga waktu berselang, nama saya masuk dalam daftar relawan terpilih
dan benar-benar menjadi bagian dari Kelas Inspirasi Raja Ampat 1.
Tampilkan postingan dengan label kelas inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kelas inspirasi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 29 Juli 2018
Rabu, 24 Januari 2018
KELAS INSPIRASI LOMBOK 5 - JELAJAH BUDAYA
![]() |
| Photo by AwadRifky |
Jajaran
rumah warga dan area perkebunan menghias perjalanan saya dan rombongan siang
itu. Diantara rimbunnya pepohonan dan
bentangan alam Lombok yang memukau mata saya. Menumpang sepeda motor Danu yang ia
bawa langsung dari Bojonegoro, saya dan rekan-rekan bertolak dari pusat kota
Mataram menuju kabupaten Lombok Utara. Tak pernah saya tahu soal kawasan yang
saya lalui. Tapi beragam aktivitas
penduduk lokal yang tersaji sepanjang perjalanan, sesuatu yang sayang untuk
dilewatkan pandangan mata.
Selasa, 22 November 2016
KELAS INSPIRASI LAMPUNG 3 - INSPIRASIMU HARI INI, MASA DEPAN MEREKA KELAK.
![]() |
| Kelas Inspirasi Lampung #3 - kelompok 5 MI Al Ijtihad - Panjang. |
Terlibat
dalam kegiatan mengajar sehari dalam Kelas Inspirasi tentu akan mendapatkan
pengalaman yang belum tentu didapat dari sekedar membaca buku. Terlebih, saya
pernah terlibat dalam gelaran Kelas Inspirasi bagian kedua di Lampung padatahun sebelumnya. Jadi tahu betul betapa menyenangkannya ada dalam aktivitas
mengajar sehari – bertemu anak anak sekolah dasar secara langsung.
![]() |
| Logo Kelas Inspirasi Lampung angkatan 3 |
Sebagaimana
pelaksanaan pertama dari Kelas Inspirasi secara nasional, bertujuan menjadi
wadah keterlibatan para professional dengan realitas dunia pendidikan dasar
dalam lingkungan sekitar maupun Indonesia pada umumnya. Setiap pelaku profesi
diajak untuk menceritakan profesinya. Dengan harapan, para siswa akan memiliki
lebih banyak pilihan cita cita dan kemudian menjadi lebih termotivasi untuk
memiliki mimpi yang tinggi dan besar.
Video Saya dalam Kelas Inspirasi Lampung #2 SDN Way Laga.
Saya
pun kemudian menyusun sejumlah persiapan ketika mengetahui nama saya masuk
dalam jajaran relawan inspirator. Persiapan yang lebih matang tentu saja terjadi
dalam group. Saya beruntung tergabung
dalam group 5 dalam Kelas Inspirasi Lampung angkatan ke 3 di tahun 2016 ini.
Mengapa beruntung?, meski di isi oleh sosok sosok sibuk, bahkan beberapa
diantaranya tinggal di luar kota Bandar Lampung, tetapi koordinasi aktif
melalui group Whatsapp terlaksana dengan baik. Mas Wicak yang
bertindak sebagai ketua kelompok sangat membantu dalam menyiapkan berbagai
kebutuhan jelang pelaksanaan Kelas Inspirasi. Saya hanya pernah ikut sekali
pertemuan yang terselenggara di Gudang Rupa Food & Beverage milik dari mas
Wicak dengan menghasilkan beberapa keputusan. Selebihnya, saya memantau perkembangan informasi dari
diskusi group via ponsel. Lancarnya
persiapan kelompok 5 tentu juga ada peran serta Fasilitator Kelas Inspirasi
Lampung ke 3 – Derry dan mas Ari yang sangat membantu kelompok 5.
Senin,
21 November 2016
Tibalah
hari pelaksanaan dari Kelas Inspirasi Lampung bagian ke 3.
Saya
dan teman teman dalam kelompok 5 mendapat tempat kunjungan Madrasah Ibtidaiyah
(MI) Al Ijtihad yang beralamat di jalan
Soekarno Hatta Gang Sentot No. 7 kecamatan
Panjang – Bandar Lampung.
![]() |
| halaman sekolah MI Al Ijtihad yang cukup luas |
![]() |
| suasana upacara senin dengan gugusan bukit menambah keasrian suasana |
Pagi
yang cerah mewarnai perjalanan kelompok kami. Bergerak dari Gudang Rupa di Way
Halim melaju ke jalan Soekarno Hatta kearah Panjang. Kondisi jalan dan arus lalu lintas yang tidak
terlampau padat membuat kami lancar menuju
lokasi.
Iring
– iringan kendaraan kami pun tiba pada sebuah bangunan sekolah dengan halaman
depan yang cukup luas. Kerumunan anak anak berseragam merah putih bersiap
melaksanakan upacara bendera.
Kami
pun segera berbaris dihadapan kerumunan anak anak yang telah berbaris rapih.
Suasana hikmat pun hadir dalam bentuk upacara bendara. Sesaat
kenangan saya terlempar pada masa
sekolah dasar dahulu.
![]() |
| suasana Upacara Bendera hari Senin |
Runutan
upacara bendera hari Senin berlangsung lancar. Sesi perkenalan adalah aktivitas selanjutnya.
Menugaskan diri sebagai pembawa acara , saya membuka sesi pertemuan kelompok di hadapan jajaran bapak ibu guru dan anak anak
MI Al Ijtihad. Mba Emilia kemudian
menyampaikan sambutan mewakili kelompok
5 disusul dengan perkenalan setiap personal dalam kelompok 5 sebelum kemudian
perwakilan dari MI Al Ijtihad pun turut memberi kata sambutan terhadap
kehadiran kelompok kami.
Usai ceremonial, kami mengarahkan anak anak untuk menggemakan yel yel yang sudah saya buat dan telah disepakati oleh kelompok.
![]() |
| mas Ari - salah satu Fasilitator kelompok 5 hikmad mengikuti upacara |
![]() |
| Ketua Kelas Inspirasi Lampung - Derry Saputra Emilga |
Usai ceremonial, kami mengarahkan anak anak untuk menggemakan yel yel yang sudah saya buat dan telah disepakati oleh kelompok.
… MI Al Ijtihad, Berakhlak Mulia, Berjaya
Selamanya!!...
Demikian
sepenggal kalimat yang kemudian menggaung melalui pekikan lantang seisi halaman
sekolah. Cukup menyemangati pagi senin
itu.
![]() |
| tau kan saya sedang ngapain??.... |
Tak hanya
itu, aktivitas menularkan semangat pagi pada anak anak MI Al ijtihad
selanjutnya adalah dengan mengajak semua yang ada di hamparan depan sekolah
dengan melaksanakan goyang ‘Gummy Bear”.
Nah, soal goyang Gummy Bear ini, awalnya saya hanya bertugas memberi ide meski pada
prakteknya tetap saya pun yang harus memperagakan gerakan yang disadur dari sebuah
video yang saya dapat dari chanel YouTube.
Baiklah. Hajar saja!. ahhahaha.
Dibantu oleh mas Delta yang memegang layar ponsel di depan saya dengan pengeras
suara yang dicorongkan ke ponsel, jadilah gerakan gerakan Gummy Bear bisa saya
sampaikan di hadapan anak anak, bapak ibu guru dan teman teman dalam kelompok
5.
Mau tau rasanya bergoyang Gummy Bear
depan anak anak?, SENSASIONAL!!!. – kapan lagi bergoyang
depan anak sekolah dasar! Hajaaarrr!!.
Gummy Bear
Kegiatan
ber-Gummy Bear bersama usai. Tunailah salah satu tugas saya. Hahahha. Selanjutnya, saya dan semua
dalam kelompok bersiap memasuki kelas untuk bertemu dengan anak anak MI Al
Ijtihad sesuai dengan pembagian jam mengajar yang telah di susun oleh mas Ari –
salah satu fasilitator kelompok 5.
![]() |
| jadwal mengajar dan pembagian kelas kelompok 5 |
Sesungguhnya, aktivitas mengajar bukanlah hal asing bagi saya. Selain mendiang Mama seorang guru, sejak akhir 2009 saya telah menjalani aktivitas mengajar pada beberapa perguruan tinggi swasta ditambah sebagai trainer bidang komunikasi, public speaking, Master of Ceremony dan materi Personality and Development Program. Tentu saja, pengalaman mengajar yang saya alami adalah mengajar individu dengan rentang usia 16 hingga 40 tahun keatas. Mengajar didepan anak anak sekolah dasar adalah perkara lain.
![]() |
| bahagianya saya menemukan sosok HAIKAL - anak yang pandai di kelas |
Dalam
aktivitas Kelas Inspirasi Lampung bagian ke 3 ini, saya masih bersemangat untuk
menyampaikan pentingnya keberanian anak anak dalam bertutur di depan khalayak. Public Speaking for Kids adalah sesuatu
yang saya kedepankan selain menyampaikan pada anak anak akan profesi sebagai Master of Ceremony atau Pemandu Acara
yang menjadi profesi lain dari tugas kedinasan saya yang layak juga di jadikan
impian oleh anak anak. Mulai dari
pemandu acara pernikahan hingga TV Host
adalah profesi yang tidak hanya sekedar ladang penghasilan, tetapi juga dapat mengantarkan seseorang pada tingkat
kehidupan yang mapan jika ditekuni dengan professional. Bahagianya, sebagian besar anak anak berminat
menjadi seorang Master of Ceremony bahkan
TV Host ketika saya jelaskan soal
profesi tersebut di depan mereka. Bahkan ada sosok anak di kelas 6 bernama
Haikal yang dengan kemampuan, semangat dan kepercayaandirinya menarik perhatian
saya karena minatnya untuk menjadi pembawa acara di televisi.
Bahkan ada pula yang mampu bernyanyi lagu bertema ibu dengan merdu di depan
kelas hingga ia menangis dan membuat seisi kelas mengharu-biru, termasuk saya.
![]() |
| Siti dan Saka - penyanyi cilik bersuara merdu yang membuat haru |
A photo posted by Indra Pradya (@duniaindra) on
![]() |
| mas Wicak - Seniman |
![]() |
| mba Arlavinda - Banker mengedukasi anak anak agar Gemar Menabung di Bank |
![]() |
| florist mengajari anak anak merangkai bunga dan membuat bunga dari bahan ringan |
![]() |
| mba Deka - Videographer Kelompok 5 |
![]() |
| mas Delta - photographer sadar kamera |
Menghadapi
anak anak tentu butuh perhatian lebih dari sekedar menyiapkan bahan ajar dan
pendalaman materi semata. Harus ada ekstra sabar dan ekstra perhatian. Soal ekstra sabar tentu saja hal ini
terlaksana kala menghadapi tingkah aktif anak anak dengan ketidakfokusan mereka
dalam menyimak apa yang pengajar sampaikan. Teman teman saya dalam team telah
mempersiapkan beragam strategi jika kelak mengalami kesulitan dalam menghadapi
anak anak dalam proses belajar di kelas. Tengok saja kiat mba Yulica yang membawa serta alat alat
kesehatan agar dapat menarik perhatian anak anak. Begitu juga dengan dokter
Dandy yang mengarahkan anak anak untuk hidup sehat hingga mengajak anak anak interaksi di luar
kelas sebagai cara agar anak anak memahami soal hidup sehat seraya bermain di
halaman sekolah. Tak hanya itu, rekan
rekan dengan profesi yang beragam juga menyajikan cara yang tidak umum dalam
menyampaikan profesi mereka pada anak anak. Misal, mba Nurma yang seorang Florist membawa sekeranjang perlengkapan florist untuk mengajarkan anak anak merangkai bunga sebelum akhirnya
bunga bunga yang berhasil dirangkai tersebut wajib diberikan anak anak pada
guru guru mereka. So Sweet!!. Dalam pengamatan saya, seluruh teman dalam
kelompok 5 memiliki cara cara jitu dalam menyampaikan profesi mereka agar
dipahami anak anak.
![]() |
| Mba Ruri sang Dokter Hewan |
![]() |
| Mba Emilia - Praktisi Pendidikan dan Penyusun Metode Pembelajaran |
![]() |
| Mba Leny - Farmasi |
![]() |
| mas Erlan - Staff Pajak |
![]() |
| coba tebak ini profesi nya apaa ??? (Pemadam Kebakaran) |
![]() |
| mba Yulica - Dosen Keperawatan |
![]() |
| Pak Dendy - Dokter RSUD Lampung Tengah |
A photo posted by Indra Pradya (@duniaindra) on
![]() |
| seseruan tongsis ria bareng anak anak seusai kelas |
![]() |
| Piagam Cita Cita an lembaran daun Cita Cita |
Aktivitas
mengajar usai ketika pukul 12 siang.
Pada pertemuan
di jam terakhir bersama anak anak Mi Al Ijtihad di kelas, kami memberi selembar
piagam cita cita yang harus mereka isi dan kemudian di bawa pulang ke rumah.
Dengan harapan menjadi kenangan akan pertemuan mereka dengan kami hari itu.
Sekaligus memacu semangat mereka untuk menggapai impian yang mereka tulis tersebut bersama dukungan orang tua dirumah.
![]() |
| pohon cinta cita karya tangan kreatif mas Wicak |
![]() |
| saya mengarahkan anak anak menempel cita cita yang mereka tulis pada pohon cita cita |
![]() |
| photo bersama kelompok 5 dengan jajaran kepala sekolah dan dewan guru seusai kegiatan |
Sebagai
kenangan untuk sekolah, kami meminta setiap anak untuk menuliskan nama, kelas
dan cita cita mereka pada selembar kertas stiker berwana hijau yang telah dibentuk
selembar daun yang kemudian akan mereka letakkan pada sebuah pohon cita cita
yang telah dipersiapkan. Pohon cita cita tersebut tentu akan menjadi hiasan
sekolah yang nantinya akan menjadi pengingat setiap anak akan cita cita yang
mereka impikan.
![]() |
| versi photo lengkap pake tongsis |
![]() |
| photo bersama seusai pertemuan Refleksi - KI_Lampung |
Merasakan
langsung jadi seorang pengajar bukanlah pekara mudah. Terlebih dengan misi
menyampaikan inspirasi. Saya dan teman
teman yang bertugas dalam Kelas Inspirasi Lampung angkatan ke 3 di tahun 2016
ini masihlah sosok yang terus berupaya untuk menggapai taraf kehidupan yang
lebih baik dengan menggeluti profesi yang kebetulan saat ini telah dan sedang
ditekuni. Selain kami, tentu ada banyak pihak pihak yang jauh lebih baik secara
karier dan capaian dibidang yang kami
geluti kini. Bahkan bisa jadi telah menjadi
sosok terpandang. Tapi bukankah berbagi sesuatu yang baik dan positif adalah sebuah keharusan bagi individu yang
ingin menjadi pribadi yang bermanfaat?. Tak perlu jadi orang kaya raya atau
pejabat bertahta dahulu baru berbagi, kan ?. Meski saya atau mungkin teman
teman dalam satu kelompok atau bahkan dalam satu angkatan bukanlah
pribadi yang mapan atau terkenal tetapi niatan kami untuk berbagi berdasarkan apa yang kami miliki
adalah hal yang paling mendasar dari keterlibatan kami dalam Kelas Inspirasi. Capaian terbaik dalam setiap pribadi tentulah
menginspirasi. Inspirasi yang dapat dibagi agar nantinya menjadi pelajaran bagi
generasi mendatang. Karena Inspirasimu hari ini, masa depan anak anak kelak.
Kamis, 15 Oktober 2015
MENGAJAR SEHARI, MENYEBAR INSPIRASI.
![]() |
| Saya dan anak anak di Kelas 3A di akhir acara mengajar - merayakan Impian mereka. Photo by Roni Daud |
Tak pernah membayangkan sebelumnya dapat mengajar langsung anak anak Sekolah Dasar. Menjadi guru adalah sesuatu yang sejak dahulu saya anggap sebagai profesi cukup berat dan memiliki tanggungjawab yang juga tidaklah ringan. Dan itu terjadi pada saya. Menjadi guru sehari dalam arti kata sesungguhnya.
Adalah komunitas Kelas Inspirasi Lampung yang mewujudkan sebuah profesi yang dulu saya anggap tak mungkin dapat saya jalani. Sejak nama saya dinyatakan menjadi bagian dari Inspirator - begitu sebutannya, saya masih tidak begitu yakin dapat mengajar terlebih meng-inspirasi anak anak Sekolah Dasar. Hingga pada hari briefing dari panitia, pembagian kelompok, pembagian tugas setiap personal dalam kelompok menjadi tahapan dari persiapan demi persiapan yang saya lalui dan kemudian menguatkan saya untuk total dan fokus serta sungguh sungguh mengemban amanat ini.
Mengajar bukan sesuatu yang asing bagi saya. almarhumah Ibu saya adalah seorang Guru SD. Sosoknya yang lembut namun juga tegas telah melekat dalam diri saya. Meski besar dalam didikan seorang guru SD, tapi pekara mengajar anak anak SD bukanlah sesuatu yang bisa saya lakoni dengan mudah. Meski secara profesi, saya memang banyak bersinggungan dengan khalayak. Sebagai staff Promosi - menghadapi ratusan orang beragam karakter dalam event besar bukanlah hal asing. Sebagai pelaku dunia entertain - menghadapi banyak karakter audience lengkap dengan ragam perangaipun bukanlah hal asing. Sebagai penyanyi kawinan, penyanyi kafe atau restaurant dan event event hiburan, termasuk sebagai pemandu acara adalah beberapa profesi yang saya tekuni diluar waktu bekerja sebagai staff promosi. Selain itu mengajar ditataran mahasiswa dan berbagi bidang ilmu komunikasi atau public speaking juga sudah sering saya lakukan. Tapi berhadapan dengan anak anak Sekolah Dasar tentu bukan pekara mudah.! Bagian ini saya dituntut harus melakukan strategi tersendiri. Yang saya tahu anak anak Sekolah Dasar tidak semudah yang dibayangkan. Meski saya adalah seorang bapak dengan tiga anak, saya juga kerap kewalahan menghadapi beda karakter mereka. Bagaimana dengan puluhan siswa tiap kelas yang kelak akan saya lakoni.!
![]() |
| Suasana Pagi di halaman sekolah SDN 1 Way Laga |
Kamis pagi itu segalanya terjawab. Bertempat di SD Negeri 1 Way Laga - Kecamatan Panjang - Bandar Lampung, Saya dan rekan rekan inspirator lainnya dengan persiapan maksimal bertekad menyampaikan inspirasi sesuai dengan profesi yang kami tekuni masing masing. Dalam team saya - ada juru masak, perawat, ahli mesin, dokter, sekretaris, akuntan, dan profesi lainnya memiliki cara tersendiri untuk dapat menginspirasi anak anak. Total 9 Inspirator hari itu bertugas mengajar di masing masing 4 kelas (ada yang 3 kelas) dan kelas yang kami kunjungi adalah kelas 3 sampai 6 SD. mengingat usia di kelas 3 sampai 6 SD adalah usia yang cukup paham akan sebuah profesi dan cita cita mereka. Jadi kami tidak mendatangi kelas 1 dan 2 SD. Jadilah siang itu kami berjibaku dengan strategi penyampaian yang telah kami siapkan masing masing sebelumnya.
Soal mengajar, saya telah mempersiapkan sejak beberapa hari sebelumnya. Bahkan sejak dinyatakan masuk dalam kelompok Kelas Inspirasi Lampung angkatan 2. Tapi soal apa yang akan saya sampaikan selalu mengalami perubahan. Dalam proses mendaftar, saya mencantumkan profesi sebagai staff Promosi. Tapi pada perjalanan menyiapkan diri, saya selalu tidak yakin bahwa profesi promosi bisa dengan mudah di cerna oleh anak anak Sekolah Dasar. Terlebih profesi promosi tidaklah se-familiar profesi Dokter, Polisi, Guru, Pilot dan lain sebagainya. Setelah berdiskusi dengan istri yang nyaris setiap malam menjelang tidur akhirnya saya memutuskan untuk menyebarkan profesi Master of Ceremony (MC) atau Pembawa Acara sekaligus bernyanyi di depan anak anak SD. Pemilihan materi tersebut bukanlah tanpa alasan. Profesi MC dapat dengan mudah saya utarakan pada anak anak dengan mengungkapkan nama nama besar yang kerap mereka simak di Televisi. dan benar saja, ketika saya tanya pemandu acara Televisi yang mereka tahu, dengan mudah anak anak menyebut nama nama seperti ; Irfan Hakim, Ramzie, Rinna Nose, Andika Pratama, Gading Martin, dan lain sebagainya. Selain itu saya juga membawa misi agar anak anak percaya diri dan berani tampil di depan. Karena keberanian itu lebih penting ketimbang hanya sekedar pandai teori. Itulah sebabnya saya membuat simulasi pada setiap kelas bagaimana mereka tampil di depan kelas layaknya seorang Pembawa Acara di atas panggung dan menyapa teman temannya sebagai audience. Selain itu saya juga mempersilakan mereka untuk bernyanyi dan mengajak teman teman mereka lainnya untuk bernyanyi. Tak lain untuk membuat mereka berani berada di depan kelas plus suasana ringan dan menyenangkan. Tak sia sia, anak anak menyukai sesi ketika mereka menyanyi meski awalnya malu malu. Terlebih pengalaman bicara di depan kelas yang jadi moment perdana mereka selama jadi murid Sekolah Dasar. Untuk melengkapi penampilan mengajar saya, saya membawa serta Microphone merah yang saya pinjam dari band saya. Microphone itu bagai sebuah alat magis yang membuat anak anak ingin memegangnya langsung dan menggunakannya seperti mereka seorang penampil bak pembawa acara atau penyanyi yang mereka idolakan dari Televisi. Lumayan jitu strategi Microphone merah itu.
![]() |
| Microphone Merah yang saya bawa menjadi daya tarik bagi setiap anak anak Sekolah Dasar. Photo by Roni Daud. |
Belumlah saya meyakini bahwa apa yang saya lakukan dapat meng-Inspirasi anak anak Sekolah Dasar Negeri 1 Way Laga. Tapi setidaknya saya dan teman teman telah berbuat sesuatu untuk menyemangati impian mereka. Sebagai anak anak yang merupakan generasi penerus bangsa kelak. Beruntungnya saya tergabung dalam Kelas Inspirasi Lampung angkatan 2. Memberi saya babak pengalaman baru dalam rentang perjalanan hidup saya. Karena tidaklah saya paham sejauh apa manfaatnya diri ini jika tidak berbuat sesuatu untuk banyak orang yang memang membutuhkan apa yang diri ini mampu. Mengutip sebuah ungkapan dari sesama Inspirator dari group lain, bahwasanya hidup ini bukan tentang langkah yang kita tempuh tapi tentang jejak yang kita tinggalkan.
Terima kasih saya untuk semua personal yang terlibat dalam group 1. Team yang senantiasa menyemangati dan mengingatkan sebagai keluarga baru. Terima kasih juga untuk jajaran Photographer dan Videographer. Terima kasih yang juga paling penting adalah untuk 3 sosok Fasilitator - bagian dari panitia yang bersinggungan dengan kami dalam team - yang selalu sabar menghadapi pertanyaan dan perangai kami. Salut mendalam untuk sosok Lucu meski sedikit seram tapi super sabar - Muhammad Zakaria - Mr. Jack Sparrow dan dua dayang dayang tercinta, imut dan selalu senyum meski lelah terasa - Anira dan Hasti.
Terima kasih atas pengalaman berharga ini.







































