Kilatan
cahaya yang berpendar di tugu Monumen Nasional belumlah hilang. Bahkan beberapa
lampu sekitar masih terang benderang diantara ragam aktivitas masyarakat ibukota.
Waktu subuh baru berlalu, ketika saya mengumpulkan semangat memulai pagi di
Jakarta setelah melalui perjalanan dengan bis Damri sepanjang malam, melintasi
selat sunda dan harus menikmati kenyataan berlayar bersama kapal besar yang hanya
menyediakan kursi penumpang sederhana.
Pupuslah harapan saya sebagai penumpang untuk dapat tidur lelap dalam fasilitas
lesehan. Meski begitu tetaplah berucap syukur atas kelancaran dalam pelayaran.
Setidaknya nyawa ini masih terselamatkan.
Tampilkan postingan dengan label Pelabuhan Sunda Kelapa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelabuhan Sunda Kelapa. Tampilkan semua postingan





