Tampilkan postingan dengan label culinary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label culinary. Tampilkan semua postingan
Rabu, 25 Oktober 2017
Selasa, 27 Desember 2016
MENJAJAL KULINER THAILAND YANG SENSASIONAL
Sebagai pejalan atau gelar bekennya – wisatawan, kurang lengkap
rasanya jika tidak menjajal kuliner di
lokasi kunjungan. Terlebih jika tempat yang dikunjungi tersebut tersohor dengan
kulinernya, jauh lebih tersohor dari sajian
‘Om Telolet Om’! , eehh!.
Selasa, 20 Januari 2015
SERUIT LAMPUNG ; TRADISI DAHULU DAN KONDISI MASA KINI.
![]() |
| Seruit Lampung |
Seruit adalah jenis makanan olahan khas Lampung yang kerap di
hadirkan dalam kegiatan makan bersama. Nyeruit adalah sebutan dari makan Seruit
bersama sama. Nyeruit merupakan tradisi makan Seruit di masyarakat lampung bersama sama, baik
dalam keluarga besar maupun dalam kegiatan makan bersama tetamu yang datang. Bahkan
di acara acara sakral masyarakat Lampung seperti pernikahan dan ragam jenis hajatan lainnya, Nyeruit selalu dilakukan.
![]() |
| Bahan Bahan yang akan di olah menjadi Seruit |
Seruit, merupakan jenis olahan yang terdiri dari Sambal –
sebagai bagian utama, yang di campur
dengan Ikan Bakar berjenis ikan sungai, di tambah dengan bagian dalam timun,
terong bakar/goring di tambah dengan tempoyak
(durian yang telah di fermentasi). Seluruh bahan tersebut di aduk dengan rata dan kalis dengan
sedikit guyuran kuah pindang ikan Baung/Patin. Dan setelah kental, olahan
seruit siap di hidangkan. Jangan lupa hidangan pendamping seperti Pepes Ikan, tahu/tempe
goreng, gulai taboh khas Lampung dan aneka jenis lalapan mentah maupun yang
telah di rebus harus bersanding dengan
olahan Seruit.
![]() | ||
| Tampilan Seruit setelah bahan olahan di campur. |
Kala kecil dulu, kegiatan Nyeruit selalu saya rasakan kala
makan bersama orang tua maupun dengan keluarga besar kakek yang bersuku Lampung
Menggala. Dulu, Kakek adalah orang yang di tunjuk untuk meramu seruit dengan
campuran khas beliau. Tradisi tersebut mengandung makna penghormatan pada sosok
tertua dalam keluarga. Kakek mengolah hidangan Seruit dengan campuran tahu
tempe atau telur ayam goreng, lengkap dengan memakai jari jemari tangan sebagai
cara lampau mengaduk olahan seruit.
Itu dulu ketika saya kecil.
![]() |
| Aneka Lalapan pendamping makan Seruit |
Kini, sekali waktu – terutama kala rindu suasana hidangan
masa kecil, saya kerap melakukan nyeruit
sendiri atau bersama keluarga. Ada makna
kebersamaan nan agung di balik aktivitas nyeruit. Meski lambat laun saya merasa jenis olahan
khas Lampung bernama Seruit atau
aktivitas Nyeruit kini semakin di tinggalkan. Mengingat aktivitas personal anggota
keluarga yang makin padat membuat jarang bertemu. Jika pun berkumpul hanya ketika hajatan dan
hari hari besar, itupun sudah terkalahkan oleh hidangan hidangan nusantara dan
modern lainnya yang di nilai lebih praktis. Belum termasuk serangan aneka makanan
cepat saji yang sangat mudah di dapat dengan harga cenderung lebih terjangkau di
banding biaya pengadaan bahan bahan Seruit. Wajar jika warung makan yang
menjajakan hidangan khas Lampung seperti Pindang khas Lampung atau Pindang
Meranjat khas Sumatera Selatan di Lampung lebih mahal ketimbang jenis hidangan
makanan lainnya.
![]() |
| Suasana kebersamaan kala Nyeruit berlangsung. Sumber Foto :
|
Beruntung ada upaya pemerintah daerah, baik kabupaten, kota
maupun provinsi Lampung mengangkat aktivitas Nyeruit dalam acara acara
ceremonial pemerintahan. Dan semoga tidak hanya berhenti di aktivitas
ceremonial saja, tetapi terus menerus di lakukan dalam kegiatan kegiatan
kebudayaan tahunan misalnya. Event – event daerah di Lampung dapat mengemas
Nyeruit dalam rangkaian kegiatan atau mengemasnya menjadi sebuah aktivitas
bersama warga dan tetamu yang hadir dengan tidak menghilangkan khas kedaerahan
dari proses atau tata laksana Nyeruit itu sendiri.
![]() |
|
Moment Nyeruit Bersama Pemda Kota Bandar Lampung - Memecahkan Rekor MURI
Sumber Foto :http://lampung.tribunnews.com/2011/06/14/seruit-massal-cetak-rekor-muri
|













