Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Tampilkan postingan dengan label culinary lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label culinary lampung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Februari 2016

SAJIAN MEWAH DI RUMAH MAKAN SEDERHANA.



 
Beberapa sajian khas di Rumah Makan Sederhana.

Adaptasi hidangan kerap terjadi seiring dengan bertemunya ragam tradisi dalam suatu daerah.
Di kabupten Tanggamus provinsi Lampung, terdapat Rumah Makan Sederhana – yang menghidangkan sajian masakan sunda dengan cita rasa masyarakat Lampung.

Tampilan depan rumah makan Sederhana
 
suasana bagian dalam rumah makan, tersedia juga area lesehan.

Sesuai namanya – tampilan dari rumah makan hingga sajian ragam menu di rumah makan ini benar benar sederhana. Namun tidak soal rasa. Cita rasa menu menu di rumah makan Sederhana sungguh menggugah selera. Lihat saja ragam menu yang di tawarkan, mulai dari Gulai Iwa (ikan) Tuhuk – sebutan ikan berdaging tebal khas masyarakat Lampung Pesisir yang telah di konsumsi sejak dulu. Lalu pindang simba, pindang tulang, gulai udang, sop iga, hingga sop ayam yang merupakan menu paling favorite di rumah makan Sederhana. 

Pengunjung dapat memilih sajian pilihan menu


Pengunjung rumah makan Sederhana dapat memilih terlebih dahulu pada gerai sajian menu yang telah terhidang sebelum nantinya menu menu pilihan pengunjung tersebut akan dihangatkan. Yang menarik adalah sajian sambal terasinya yang sungguh medok, segar dan menambah lahap makan. Semakin lengkap tersaji bersama aneka lalapan rebus dan lalapan segar. Komplit rasanya. 

Sambal terasi Medok khas rumah makan Sederhana

Aneka lalapan

Gulai Iwa (ikan) Tuhuk khas Lampung

Sop Ayam - sajian yang harus di coba di rumah makan Sederhana

Soup Tulang Iga yang lezat




“Kami menyajikan hidangan sunda pada umumnya namun ada sentuhan cita rasa khas masyarakat Lampung” ujar Ibu Imas yang merupakan anak kedua dari Ibu Hasanah sang pendiri rumah makan Sederhana sejak 12 tahun silam. Soal harga, relatif terjangkau untuk hidangan bercitarasa istimewa.

Tumis Tilit ayam yang bercitarasa khas

Gulai udang yang lezat

Selain menikmati sajian lezatnya, rumah makan ini juga menyediakan aneka jajanan khas yang dapat dijadikan buah tangan selain sebagai lokasi rest area pengendara yang memadai.
Bagi kamu yang ke Tanggamus atau melakukan perjalanan melalui kawasan Tanggamus ada baiknya singgah di rumah makan Sederhana yang terletak dijalan Ir.H.Juanda – Kota Agung – Tanggamus – Lampung. No.Tlp (0722)22232.

Kamis, 03 Desember 2015

SERUIT - KULINER KHAS LAMPUNG YANG LEZAT DISANTAP.

sajian lengkap Seruit Lampung  beserta sajian pelengkap penambah selera (photo diambil di Rumah Makan Cik Wo - Pahoman - Bandar Lampung)






Setiap provinsi di nusantara memiliki ke-khas-an yang kemudian menjadi bagian dari identitas provinsi tersebut. Tak hanya bidang seni, budaya dan adat istiadat yang kemudian menjadi ciri khas provinsi, termasuk juga didalamnya kuliner khas daerah.
Sebagai provinsi paling selatan di pulau Sumatera. Lampung secara keseluruhan memiliki ke-khas-an dalam sajian menu makanan. Adalah Seruit yang merupakan kuliner  khas dari provinsi Lampung. Dan pada tahun 2015, Seruit Lampung telah masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) provinsi Lampung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Baik suku Pepadun maupun suku Saibatin – dua suku asli di provinsi Lampung,  memiliki ke-khas-an yang unik dalam tradisi makan seruit bersama – yang selanjutnya disebut ‘Nyeruit’.
Aktivitas Nyeruit telah menjadi budaya makan bersama yang terjadi pada suku Lampung sejak dulu. Baik dalam aktivitas makan bersama dilingkup keluarga hingga dalam gelaran pesta adat atau pesta pernikahan.  

Suasana 'Nyeruit' yang merupakan aktvitas makan bersama khas Lampung. Photo adalah moment Makan bersama bpk. Herman HN, dalam gelaran acara adat.

MENU SERUIT
Sesungguhnya menghidangkan menu olahan berupa Seruit Lampung tidaklah rumit. Siapapun dapat menyajikan dan mengolahnya menjadi santapan Seruit. Terdiri dari Sambal terasi – sebagai keutamaan dari Seruit,  dipadu dengan ikan bakar atau ikan pepes yang biasanya berasal dari jenis ikan sungai/ikan air tawar. Ditambah dengan terong bakar/rebus, tempoyak (durian yang di fermentasi), isi timun (ketimun bagian dalam). Lalu semua bahan utama tersebut diaduk hingga tercampur rata. Dalam tradisi Lampung, pencampuran seluruh bahan Seruit tadi dilakukan dengan menggunakan tangan. Dan konon – dalam budaya santap bersama dalam suku Lampung – yang meracik dan mengaduk Seruit pun biasanya dilakukan oleh sosok tertua dalam keluarga, dengan suasana makan duduk dilantai/lesehan. Setelah sambal dan pelengkapnya tadi bercampur rata maka jadilah sajian seruit yang siap disantap.  Akan lebih lengkap dan nikmat jika menyantap Seruit bersama pindang ikan baung, tahu/tempe goreng dan aneka lalapan seperti daun singkong rebus, timun, oyong rebus, kacang panjang rebus, kemangi, bahkan sampai petai dan jengkol muda. Bahkan beberapa pihak dalam tradisi Lampung melengkapi santapan Seruit dengan lalapan berupa Kemutik Lengko (putik mangga muda), daun putik kencur, daun jambu mete muda, pucuk daun adas, hingga julang jaling. Sesuatu yang sangat tradisional. Kini, hidangan Seruit pun dapat dengan mudah diperoleh di beberapa rumah makan yang menyajikan hidangan seruit Lampung atau rumah makan pindang di Bandar Lampung. Dengan merogoh kocek Rp.40.000/porsi,  pengunjung  bisa meracik Seruit sesuai selera, terdiri dari sambal terasi/sambal mangga plus tempoyak, pindang baung/patin dan lalapan lengkap.

Bahan utama Olahan Seruit ; Sambal Terasi, Terong Bakar dan Tempoyak (durian yang di Fermentasi)

pepes Ikan Patin, sambal terasi dan lalapan segar menjadi pelengkap aktivitas Nyeruit.

Pindang Ikan Baung pelengkap sajian Seruit di Rumah Makan Cik Wo



CARA MEMBUAT SERUIT ALA INDRA PRADYA



KEPEDULIAN PEMERINTAH
Sebagai bagian dari tradisi Lampung, Seruit diharapkan menjadi ke-khasan-an daerah yang kelak dapat dinikmati oleh wisatawan ketika berkunjung ke Lampung. Sama halnya ketika wisatawan dapat menikmati sajian kuliner khas daerah lain jika berkunjung ke berbagai provinsi di nusantara.
Agar Seruit dapat dikenal luas, pemerintah kota Bandar Lampung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandar Lampung menghimbau agar seluruh pelaku industri kepariwisataan di Bandar Lampung untuk menyajikan hidangan Seruit.  Pada 11 November 2015 lalu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandar Lampung – Yus Amri Agus, S.Sos, M.Ip.,  mengundang  para manager hotel berbintang di kota Bandar Lampung untuk membicarakan langkah nyata dalam upaya memperkenalkan Seruit Lampung pada khalayak ramai khususnya tamu tamu yang bertandang ke hotel di Bandar Lampung. Pertemuan yang digelar di Hotel 7th – Bandar Lampung itupun membuahkan kesepakatan dan sinergi antara harapan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandar Lampung dengan kesediaan pihak hotel yang hadir. Selain kesiapan hotel untuk menyajikan hidangan Seruit Lampung diantara suguhan menu hotel lainnya, pertemuan tersebut juga menyepakati untuk melakukan pertemuan secara berkala yang kelak akan digelar selama 3 bulan sekali guna membahas pengembangan wisata dan budaya di kota Bandar Lampung. Dengan menetapkan jadwal bergilir hotel yang nantinya akan menjadi tuan rumah  hingga Januari 2019 melalui sistem kuncang/undian langsung.


Suasana Makan Bersama pejabat Walikota Bandar Lampung dengan jajaran Pemda Bandar Lampung dalam launching Pojok Seruit Hotel the 7th - Bandar Lampung.

 Menindaklanjuti pertemuan pada 11 November 2015 tersebut, pada tanggal 24 November 2015, Hotel The 7th – Bandar Lampung segera mewujudkan harapan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandar Lampung dengan menggelar launching ‘Pojok Seruit’ yang kelak akan menjadi sarana pengunjung hotel jika ingin mendapatkan kuliner khas Lampung.  Launching Pojok Seruit yang dihadiri oleh pejabat Walikota Bandar Lampung – Hi. Sulfakar tersebut berlangsung meriah.  Berlangsung di area pool side hotel, hidangan kuliner tradisional Lampung seolah ‘naik kelas’ dalam tata saji dan perangkat makan khas hotel bintang 5. Sesuai dengan konsep dari Seruit khas Lampung – Sambal Terasi, Tempoyak, Ikan Pepes, Ikan Bakar dan Pindang Ikan beserta Lalapan segar tersaji dihadapan puluhan undangan yang mayoritas jajaran pejabat dilingkungan Pemerintah Daerah Kota Bandar Lampung tersebut. Bagi khalayak yang ingin menikmati hidangan Seruit di Pojok Seruit Hotel The 7th cukup membayar Rp. 65.000,- /porsi lengkap seruit - sebuah harga yang terjangkau untuk sekelas hotel berbintang.
 

Sajian paket Seruit di Launching Pojok Seruit Hotel The 7th - Bandar Lampung.

PERWALI 19 TAHUN 2011.
Jauh sebelum adanya pertemuan dan dilanjutkan dengan Launching Pojok Seruit oleh hotel the 7th Bandar Lampung, pemerintah daerah kota Bandar Lampung telah memiliki ketetapan akan keberpihakan pada seni dan budaya khas Lampung melalui Peraturan Walikota (PerWali) Bandar Lampung, Nomor 19 Tahun 2011 tentang ‘Pelestarian Kebudayaan Lampung Dalam Hal Penampilan Musik Hidup/Live Music Tradisional Lampung Serta Pemutaran Musik Instrumen Lampung Pada Usaha Kepariwisataan di Wilayah Kota Bandar Lampung’. Dalam rumusan Peraturan Walikota tersebut dijelaskan secara rinci mengenai kewajiban para pelaku usaha kepariwisataan di kota Bandar Lampung berkenaan dengan pelestarian seni dan budaya asli Lampung.  Berkenaan dengan pengenalan dan pelestarian Seruit Lampung, pada 14 Juni 2011 Pemerintah Kota Bandar Lampung telah berhasil menggelar Nyeruit atau makan seruit bersama dengan seluruh jajaran pemerintah kota Bandar Lampung dan segenap lapisan masyarakat. Dan aktivitas yang digelar di Lapangan Saburai – Bandar Lampung tersebut mencatatkan kota Bandar Lampung pada Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pelaksana Makan Seruit terbesar dan terbanyak – dengan melibatkan 10.850 orang menyantap Seruit dalam waktu bersamaan. Dengan pencetus ide pembuat rekor adalah ; Drs. Herman HN, MM (Walikota Bandar Lampung), Hj. Eva Dwiana Herman (Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandar Lampung), Panitia HUT Kota Bandar Lampung Ke-329 Tahun 2011. 

click link :   http://muri.org/muri/rekor/21-kulinari/2987-makan-seruit-makanan-tradisional-khas-lampung-oleh-peserta-terbanyak

Hidangan Seruit dalam gelaran Begawi Adat Lampung.


Dalam pelaksanaannya, pelestarian dan pengembangan segala bentuk seni dan budaya khas daerah merupakan bagian dari konsep Sapta Pesona yang merupakan pedoman dasar setiap pelaku usaha kepariwisataan  dalam menjalankan usaha kepariwisataannya. Pemilik Kafe, Rumah Makan, Hotel/Penginapan, Objek Wisata, harus senantiasa bersedia  memberi sentuhan khas daerah dimana usaha tersebut dijalankan. Sehingga didapatkan sebuah kesan yang baik dan menyenangkan akan kasanah khas daerah dimana para wisatawan berkunjung. Jika hal ini diterapkan, maka menjadi sebuah kemungkinan butir Kenangan dalam konsep Sapta Pesona akan terwujud.

Video Muli Mekhanai sedang Nyeruit



Sebagai etalase provinsi Lampung, pemerintah kota Bandar Lampung senantiasa bersinergi dengan segenap komponen dalam mewujudkan pengembangan dan pelestarian nilai nilai luhur yang terkandung melalui seni dan budaya khas Lampung. Sehingga wisatawan yang berkunjung ke kota Bandar Lampung tidak terlalu sulit menikmati seni dan budaya khas Lampung termasuk mencari kuliner khas setiap bagian provinsi Lampung, ketika pihak pelaku usaha dan jasa pariwisata berkenan menyajikan bentuk seni dan budaya termasuk kuliner Lampung dalam usaha atau jasa kepariwisataan yang mereka geluti. Dan kemudian juga menjadi tugas semua lapisan masyarakat dalam mendukung terwujudnya suasana yang menyenangkan sebagai kawasan kunjungan wisatawan.  Dengan tetap mencintai dan terus menerus memperkenalkan serta melestarikan seni, budaya dan nilai adat istiadat asli daerah Lampung termasuk didalamnya kuliner khas Lampung.

Jadi, Jika kamu berkunjung ke Lampung, kurang lengkap rasanya jika tidak menikmati langsung kuliner khas Lampung yakni, Seruit Lampung.

Selasa, 29 September 2015

GULAI TABOH ; WARISAN LEZAT BUDAYA LAMPUNG.




 
lezatnya gulai taboh iwa tapa semalam khas Lampung

 Tak banyak yang tahu jika Lampung memiliki banyak menu makanan yang merupakan bagian dari warisan nenek moyang suku Lampung sejak dulu. Salah satunya adalah gulai Taboh. Sejak dulu, masyarakat lampung adalah masyarakat yang gemar menkonsumsi ikan. baik masyarakat Lampung Pepadun maupun Lampung Saibatin. Ikan yang disantappun beragam, mulai dari ikan sungai atau ikan air tawar hingga ikan laut.


Adalah Gulai Taboh, salah satu sayur pendamping yang masuk pada sajian menu utama dalam budaya santap masyarakat Lampung yang berbahan dasar menggunakan ikan.
Bagi masyarakat di luar Lampung, gulai taboh tak ubahnya seperti hidangan gulai Lodeh. Sebuah sajian sayur menggunakan santan. Tetapi yang membedakan dari Gulai Taboh khas Lampung adalah bahan baku pilihan dan bumbu yang begitu khas.
Sebagai bagian dari tradisi, Gulai Taboh di Lampung terbagi menjadi dua, pertama Gulai Taboh yang menggunakan bahan Ikan Laut dengan sayuran daun tangkil, kacang panjang dan rebung. Kedua adalah gulai taboh yang menggunakan ikan sungai dengan campuran Tuba (keluwek) dalam proses  memasaknya.
 
 dalam bahasa Lampung : Tuba (dalam bahasa nasional Keluwek)



Yang saya bahas kali ini adalah Gulai Taboh Iwa Tapa Semalam.


Sesuai namanya, Gulai Taboh Iwa Tapa Semalam menggunakan ikan sungai – Ikan Mujair yang telah melalui proses asap dalam semalam. Jadi ikan yang nantinya di santap akan terasa lembut setelah melalui proses pengasapan semalam penuh. Tahap selanjutnya adalah rangkaian bumbu yang terdiri dari jahe, sereh, lengkuas, cabai rawit, garam, kunyit dan bawang merah tanpa bawang putih, karena masyarakat Lampung tidak terlampau menyukai penggunaan bawang putih dalam proses masak memasak.

IkanMujair yang telah melalui proses pengasapan dalam semalam.
Setelah seluruh bumbu digiling halus sampailah pada tahap memasak. Pada proses ini, gulai taboh khas Lampung sama sekli tidak menggunakan minyak makan dalam proses masak. Santan yang telah mendidih diberi racikan bumbu yang telah di giling sempurna lalu sertakan beberapa buah Tuba (keluwek) dan ikan mujair yang telah di proses asap dalam semalam. Aduk hingga mendidih dan kemudian masukkan santan kental sebagai bagian akhir sebelum di hidangkan. 

Soal cita rasa, tidaklah mengecewakan. Sensasi gurihnya santan berpadu racikan bumbu pilihan bersanding lengkap dengan lembut dan renyahnya ikan mujair yang telah diasapkan dalam semalaman. Tak hanya itu, sensasi lidah akan mendecap nikmat kala tergigit Tuba (Keluwek) diantara genangan santan.

Kini, Gulai Taboh masih dapat ditemui kala ada gelaran acara adat istiadat masyarakat Lampung atau pada tradisi makan bersama yang merupakan ciri khas kekeluargaan masyarakat Lampung. Tapi bagi kamu yang ingin mencoba gulai taboh istimewa khas Lampung bisa datang ke Rumah Makan Cik Wo yang beralamat di jalan Nusa Indah – Pahoman – Bandar Lampung.

Gulai Taboh.

Scroll To Top