Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Maret 2015

MENIKMATI RAGAM PESONA BAHARI PESISIR TELUK LAMPUNG





Cuaca cerah menemani pelayaran kami siang itu. Setelah sedikit meleset dari tepat waktu yang direncanakan, saya dan rekan rekan mekhanai Bandar Lampung beserta tim program ‘Explore Banget”  - Mas Arie dan kawan kawan bergerak menyusuri hamparan pesisir teluk lampung bersama mas Edi dari RQ Tour and Travel.
Seperti yang telah direncanakan, kami akan berlayar menuju beberapa pulau yang termasuk dalam garis pesisir teluk lampung. Bergerak dari dermaga Ketapang – Pesawaran, setelah melalui rute perjalanan cukup lancar dari pusat kota Bandar Lampung selama satu jam setengah, kami bergegas menaiki kapal nelayan bermesin solar ukuran sedang.
Air laut yang tenang, cuaca yang cerah serta rekan rekan yang sangat antusias menikmati perjalanan singkat ditengah padatnya aktivitas selama sepekan sebelumnya. Terlebih saya dan rekan rekan Mekhanai ; Kurnia, Panca, Angga, Agung dan Aqin disibukkan dalam kepanitiaan acara pemilihan Muli Mekhanai Bandar Lampung 2015 sejak awal Maret lalu hingga awal April mendatang. Jadilah suasana siang itu bagai kegembiraan dapat lepas dari rutinitas.

Tak ada kendala berarti yang saya dan tim hadapi selama pelayaran mengarungi garis pesisir Teluk Lampung. Air laut yang tenang dengan cuaca cerah membuat kami dapat melihat betapa indahnya hamparan laut nan luas berhias perbukitan yang menonjol di beberapa bagian dengan ragam ekosistem alami menambah sejuknya pandangan mata.




Tujuan pertama kami siang itu adalah Tanjung Putus.
Tanjung Putus adalah salah satu wisata bahari dengan pesona kekayaan biota laut. Tak hanya ragam terumbu karang yang memikat tetapi juga habitat laut yang melimpah. Tak heran, saya dan tim bergegas menanggalkan pakaian dan dengan sigap memakai ragam peralatan bantu snorkeling yang telah dipersiapkan.  Lagi lagi saya meyakinkan keselamatan dalam ber-snorkeling – biasalah, Nasib orang yang tak pandai berenang. Beruntung rekan rekan yang ikut serta dalam tim pandai berenang. 

Ini bukan kali pertama saya mengunjungi Tanjung Putus. Tapi mendatangi salah satu kawasan snorkeling terbaik di garis pesisir teluk lampung  tersebut tak pernah ada bosannya. Bagi saya, melihat atraksi hewan bawah laut bergerak bebas tanpa dikomandoi itu adalah sebuah kemewahan akan karunia sang pencipta alam dan isinya. Dalamnya laut berarus tenang dengan aneka bentuk karang nan anggun sebagai hiasan alam maha agung. Berulang kali saya berdecak kagum kala dapat memandangi langsung kekayaan bawah laut. Tak pernah terfikirkan bisa begitu  bermain dekat dengan ikan ikan beragam bentuk dan warna yang lalu lalang sekitar tubuh. Belum lagi dapat memegang terumbu karang yang bergoyang tenang bagai menunjukkan misteri tersendiri kala di dalam laut dan berbeda rupa kala di permukaan.

Tak ada lelahnya mengagumi karya sang pencipta akan kehidupan bawah laut yang mengagumkan. Tanpa terasa lapar melanda. Kami menikmati makan siang di perjalanan pulang meninggalkan Tanjung Putus menuju Pulau Pahawang.



Ikan Kerapu hasil memancing

Sepanjang perjalanan menuju pulau Pahawang, mas Edi selaku owner RQ Tour and Travel dan mekhanai Panca mengisi waktu dengan memancing di laut lepas. Beruntung, aktivitas iseng berbuah ikan ikan Kerapu sebagai hasil  memancing siang itu.
Pulau Pahawang adalah kunjungan kami selanjutnya. Setelah 40 menit berlayar dari Tanjung Putus kami tiba di kawasan Pulau Pahawang Kecil yang tampak lebih tenang di banding Pulau Pahawang Besar yang didiami banyak penduduk pesisir dengan ragam aktivitas laut sebagai mata pencaharian mereka sehari hari.  Pengemudi kapal yang kami tumpangi harus hati hati kala merapatkan kapal di tepian, karena dibeberapa bagian sekitaran Pulau Pahawang ada banyak terumbu karang yang tumbuh cukup dangkal hingga riskan terkena bagian bawah kapal jika tidak hati hati. 


Kapal belum bertambat sempurna, saya dan rekan rekan satu kapal memutuskan untuk bergegas menjajakkan kaki di permukaan air laut yang tenang kala itu. Hamparan pasir dengan  gugusan perbukitan kecil lengkap dengan ragam pepohonan bagai hamparan sorgawi yang terlukis jelas di depan mata dan saying untuk tidak dinikmati. Bagai karya pencipta untuk suasana surga di bumi Lampung. Bersahutan kami bersorak kegirangan kala menjajakkan kaki di lembutnya hamparan pasir dengan sensasi dingin air laut berwarna biru dan hijau toska gradasi.  Menghabiskan waktu di Pahawang kecil dengan pengambilan gambar untuk program ‘Explore Banget” jadi suasana kebersamaan saya dan tim sore itu. Cuaca cerah sungguh mendukung kami semua.
Meski sungkan rasanya berpisah dengan pulau Pahawang, tetapi kami harus meninggalkan pulau dan bergegas kembali ke dermaga Ketapang mengingat hari menjelang petang.  Mas Edi – pemilik RQ Tour and Travel mengingatkan pada kemudi kapal untuk singgah di kawasan Batu Timbul dalam perjalanan menuju dermaga Ketapang. Sayang hujan super deras melanda perjalana pulang kami. Saya sempat khawatir akan keselamatan kala itu. Hujan benar benar deras. Air hujan mengenai tubuh bersama hempasan angin kencang dan ombak laut menyapa pelayaran pulang kami.  Berkali kali saya berdoa pada sang kuasa memohon keselamatan.  Saya takut karena tak pandai berenang sama sekali. Beberapa rekan tampak mulai memakai pelampung dan mengemas barang bawaan dalam wadah pelastik.  Niat ingin singgah ke Batu Timbul kami urungkan karena selain sulitnya kapal merapat ketepian, hujan terus menyapa dengan kuatnya bahkan berkali kali kilat datang menghentak denyut jantung hingga berdetak kencang. 

  

Memang tak cukup rasanya menikmati beberapa pulau hanya dalam satu hari. Terlebih akses pantai dan pulau dari pusat kota Bandar Lampung relatif dekat dan mudah. Sebagai bagian dari program trip RQ Tour and Travel, saya dan seluruh rekan yang terlibat merasa senang karena selain merasakan perjalanan penuh kesan tetapi sekaligus mendapat banyak pengetahuan tentang lingkungan perairan dan kelestarian biota laut. RQ Tour and Travel yang berpengalaman memandu  banyak pihak dalam paket wisata, tak hanya memanjakan rekan rekan wisatawan dengan paket yang memuaskan tetapi kerap memasukkan unsur edukasi dan penguatan team work dalam tiap paket perjalanannya. Tak heran jika paket dan konsep  “Small Paradise Trip”  yang diusung RQ Tour and Travel selalu jadi incaran para pencinta jalan jalan baik kelompok maupun korporasi.

Senja hadir lebih awal kala kami tiba di dermaga Ketapang . Guyuran hujan nan deras menyisakan tetesan kesejukan bagi semesta. Meski tak melihat suguhan matahari terbenam karena awan terus menghitam dan malam akan segera membentang, tetapi perjalanan mengarungi lautan dan menikmati pesona bawah laut Tanjung Putus serta menjajakan kaki di hamparan pasir nan halus Pulau Pahawang Kecil  bersama sosok – sosok dalam tim yang menyenangkan bagai rekreasi terindah disela padatnya aktiviitas kehidupan.

Rabu, 04 Februari 2015

RAGAM BATIK KHAS LAMPUNG DI SIGER RUMAH BATIK




beberapa batik tulis yang di jajakan di show room Batik Siger


Siapa yang tak mengenal Batik ?
Setiap bagian provinsi di negeri ini memiliki batik khas yang menarik untuk disimak.
Tak terkecuali Batik Siger – Lampung. 
 Batik Siger adalah nama brand dari sebuah produksi Siger Rumah Batik  yang berada di kawasan Kemiling – Bandar Lampung. Seolah melengkapi kehadiran  show room dan produksi batik khas Lampung di Bandar Lampung.  Siger Rumah Batik  hadir dengan keunikan tersendiri. Selain memproduksi motif motif khas Lampung, Siger Rumah Batik juga menjadi sentra pembuatan secara langsung. Jika di beberapa usaha batik di Bandar Lampung melakukan usaha produksi di beberapa daerah di pulau Jawa, lain halnya dengan Siger Rumah Batik.  Mulai dari proses menggambar, men-canting, hingga proses akhir dari runutan panjang penciptaan sebidang kain batik yang menarik, semua di lakukan di sebuah rumah di tengah kawasan perumahan di kecamatan Kemiling – Bandar Lampung.




Pada umumya, batik batik khas Lampung dapat dengan mudah di jumpai di beberapa kawasan penjaja kain batik di Bandar Lampung. Dari jajaran toko toko khas batik Lampung di Tanjung Karang hingga banyaknya gerai batik di Pasar Bambu Kuning – Bandar Lampung.
Motif motif Batik Lampung pun beragam mulai dari simbol siger lampung atau mahkota pengantin pepadun maupun sai batin hingga  aneka ragam flora fauna khas mulai dari ragam bunga bunga dan tumbuhan kekayaan alam Lampung hingga aneka hewan hewan dari mulai kekayaan hasil laut hingga gajah yang dikenal sebagai hewan ikonik provinsi Lampung.

Secara khusus, batik batik yang di produksi oleh Siger Rumah Batik lebih spesifik pada produksi batik tulis dan cap, tetapi tidak menutup kemungkinan jika ada pesanan batik printing. Secara harga memang batik tulis ataupun cap lebih mahal ketimbang harga batik printing. Karena proses panjang yang di hasilkan dari pembuatan batik tulis tersebut. Tetapi tentu ada harga ada rupa, batik tulis akan sangat berbeda dalam hal kualitas dan kenyamanan dalam pemakaiannya.
Meski daya beli masyarakat pada batik tulis terbatas. Tak lantas menghentikan kreatifitas Ibu Laila Al Khusna – selaku general manager dari Siger Rumah Batik. Ada banyak kreatifitas dalam pencampuran warna maupun motif. Adapula  batik Soga, lasem, jumputan,  dengan sentuhan ornamen lampung, atau hasil karya batik dari pewarnaan alami.

batik tulis motif lampung karya Mama una batik siger lampung


Bagi yang ingin mendapatkan koleksi batik tulis khas Lampung dengan kualitas tinggi dan motif yang unik nan menarik, tak ada salahnya mengunjungi Siger Rumah Batik di jalan Bayam No.38 Beringin Raya – Kemiling – Bandar Lampung, dengan menghubungi nomor telpon 0721 272740

Senin, 02 Februari 2015

SELEMPANG DUTA WISATA = PROUD AND MISSION



contoh, Selempang Duta Wisata Daerah.



Pada gelaran RAKORNAS ADWINDO ke 3 Tahun 2012 yang lalu, di tahap Diskusi Panel dari Pihak Kementerian yang di sampaikan oleh Pak Yabes ada sebuah tag line yang cukup menggelitik.  Beliau sempat mengungkapkan bahwa Selempang yang di sandang dan melingkari bahu hingga dada setiap para Duta Wisata di seluruh Indonesia itu adalah gabungan dari sebuah kebanggaan sekaligus juga misi untuk melaksanakan bagian dari apa yang menjadi tanggung jawab para juara tersebut.

Kebanggaan yang di maksud sudah barang tentu, kebanggaan menjadi pemenang.  Telah terpilih menjadi pemenang dari seluruh sosok yang berlaga dan menjadi kompetitor selama rangkaian acara berlangsung.  Kebanggaan karena melalui beragam tahap dalam sebuah kontes pemilihan icon atau duta wisata di daerah masing masing atau di tingkat nasional. Kebangga ini pula lah yang kelak akan menjadi alasan mengapa setiap juara harus sadar diri selalu menggunakan selempang dalam setiap tugasnya. Karena dasar dari selempang bukanlah bentuk dan corak atau tulisannya semata melainkan juga kebanggaan karena tak semua sosok dalam lomba dapat memiliki selempang jika memang dirasa kurang pantas.

Kata kedua yang tersirat dari sehelai selempang yang disandang adalah Mission. Mission yang di maksud adalah Misi dari setiap individu yang memiliki selempang untuk terus menerus berkarya dan bekerja sesuai dengan tugas dari sebuah kompetisi tersebut.  Layaknya kompetisi yang mengunggulkan gabungan dari keindahan rupa, keunggulan kepribadian dan sikap, tentu misi yang diharapkan adalah bagaimana menjadi sosok terdepan dalam bidang bidang yang mencakup pada aktivitas khalayak ramai.  Kegiatan yang bersumber serta bermanfaat bagi masyarakat banyak tentulah sangat di harapkan.  Setiap pemenang yang memiliki selempang tentu di harapkan dapat menjadi garda terdepan dalam penciptaan kreativitas di lingkungan dimana ia tinggal dan berkarya.

Nah, jika seorang pak Yabes menyoroti bahwa selempang bukanlah sebuah mainan tapi sebuah gabungan unik dan khas dari sebuah kebanggaan dan misi. Kebanggaan akan seorang sosok yang unggul di banding yang lain, serta misi untuk terus dapat menghasilkan karya. Tentu saja karya yang bermanfaat  bagi semua pihak.  Tapi sayangnya saat ini tak sedikit dari para pemenang beragam ajang pemilihan Duta Wisata di manapun yang belum memahami arti dari selempang yang di sandang. Masih ada rasa malu dan gengsi menyematkan selempang dalam setiap tugas yang semestinya ada rasa bangga kala mengenakannya.  Ada pula sebuah kebanggaan yang di salah artikan. Kebanggaan yang bisa jadi datang bukan karena dari perjuangan tapi karena ‘sogokan’, sehingga wajar saja jika setelah menang tidak memiliki visi dan misi untuk berkarya. Ajang berakhir, maka berakhir pula lah langkah untuk berkarya nyata. Tak banyak dari setiap personal yang memahami betapa  banyak makna tersirat dari selempang yang di dapat. Meski itu bukan juara pertama, meski hanya juara predikat, atau hanya sekedar finalis saja. Tapi selempang yang di peroleh adalah buah karya dari usaha keras.  Sebuah benda yang tak bisa di ukur dari uang, meski harga selempang tidaklah mahal, dan  semua orang pun bisa bebas membeli selempang dan sekehendak-hati membubuhkan gelar apapun yang mereka mau. Tapi tentu bukan itu makna sebenarnya dari selempang kemenangan.  

Di lain pihak, Kebanggan dan Visi itu tentulah berbanding lurus dengan sebuah pembuktian dari apa yang di niatkan. Maka tak heran jika banyak sosok yang menghilang setelah ajang pemilihan berakhir, bisa jadi juga karena mereka tak memiliki niat untuk mengabdi pada  daerah dimana mereka mengikuti ajang pemilihan. Layaknya ratusan lulusan sebuah Sekolah Menengah Atas atau Universitas, sudah barang tentu yang masih memberi sumbangsing pada almamater hanya beberapa, selebihnya tentulah hilang di telan zaman, atau bisa di bilang mati jiwa kala raga masih hidup. Atau kisah lain para personal yang melakukan ‘koleksi’ selempang dengan terang terangan.  Ikut pemilihan di satu kabupaten dan kabupaten lain, satu kota dan kota lain, tapi tak ada satu pun karya yang ia berikan dan dedikasikan bagi tempat dimana ia mengikuti ajang pemilihan tersebut.  Tak ada yang salah dengan hal tersebut.  Yang salah adalah ketika keikutsertaan dalam ajang pemilihan hanyalah ikut ikutan semata, tanpa pernah tahu tujuan pasti dan jelas dari keikutsertaan dirinya sendiri. Sama halnya dengan upaya pencarian ‘mata pencaharian’ dari ajang pemilihan. Atau hanya jadi pelengkap saja.


TUGAS, TANGGUNGJAWAB DAN TANTANGAN DUTA WISATA



Jajaran Duta Wisata Daerah - capture photo  from Grand Finale Cak Ning Surabaya 2011.



Sejatinya, Duta Wisata adalah sosok yang diharapkan dapat menjadi bagian terdepan di sebuah wilayah dalam menggali, memperkenalkan hingga kemudian menjadi bagian dari denyut kehidupan seni, budaya dan pariwisata daerah – di kutip dari Dirjen Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Duta Wisata, baik di daerah maupun di pusat, didapat melalui sebuah rangkaian pemilihan yang menghabiskan biaya tak sedikit. Dengan standard penilaian yang juga tidak rendah. Di kemas dalam bentuk gelaran yang megah dan tentu mengandung ekspektasi serta filosofi daerah sehingga para pemenang diharapkan dapat benar benar memahami dan menjalankan segala keagungan budaya luhur daerah dimana mereka berasal.

Itu sejatinya.

Kenyataannya ?, tak jauh berbeda.

Sebagian tentu saja sesuai dengan yang diharapkan, meski sebagian lainnya masih di pertanyakan dedikasinya.

Sungguh sebuah langkah mudah bagi sosok Duta Wisata dalam memperkenalkan keunggulan daerahnya pada khalayak ramai. Selain tampilan fisik mereka yang tentu ‘menjual’ dan lebih memiliki daya tarik diatas rata rata fisik usia sebaya mereka. Kini, melakukan promosi tak melulu harus dengan media massa berupa media cetak atau elektronik saja. Media Sosial-  kekuatan dunia maya dapat di kerahkan untuk membangun image terbaik dari daerah dimana Duta Wisata bertugas. Duta Wisata di daerah tentu memiliki tanggungjawab dalam memberikan wacana terbaik daerahnya kepada semua pihak diluar daerah.


Sebagian Duta Wisata menjalankan fungsinya, meski masih ada bagian Duta Wisata yang hanya sekedar jadi Duta Wisata tanpa pernah peduli dengan gelar yang disandang. Lihat saja isi akun media sosial yang mereka punya, tak semua Duta Wisata Daerah bangga mem-pamerkan keindahan seni, budaya dan potensi wisata daerah mereka. Sebagain bangga dengan kunjungan luar negeri yang mereka jajaki, sebagian lagi memenuhi akun media sosialnya ( Instagram, Twitter, Facebook, dan brand sosmed lainnya) dengan wajah wajah tampan/cantik yang dikemas dalam ragam ekspresi photo selfie.! Atau photo photo aktivitas hedonist, party to party.  Miris.  Tak ada yang salah dengan foto personal,  karena itu hak personal selaku pemilik akun, tetapi tentu porsinya jangan mengalahkan foto foto objek wisata daerah dimana mereka berasal. Karena sudah jadi tugas utama mereka memperkenalkan potensi seni, budaya dan pariwisata daerah. 


Selain itu, Duta Wisata kini di hadapkan dengan ragam tanggungjawab nan komplek. Sebut saja keharusan untuk terus belajar, mengasah kemampuan komunikasi karena Duta Wisata tentulah sosok yang luwes dalam berkomnikasi, membekali diri dengan banyak kemampuan yang berhubungan dengan tugas Duta Wisata dan keperluan personal sebagai pribadi remaja yang unggul.  Saya sangat mengapresiasi sosok sosok Duta Wisata Daerah yang berkenan terjun langsung di lapangan memandu pendatang.  Karena kesediaan dan kemampuan terjun langsung di lapangan mendampingi wisatawan adalah kemampuan yang tidak semua personal miliki, meski Duta Wisata perkotaan/ibukota sekalipun.

Scroll To Top