Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Rabu, 10 Desember 2014

KIAT SUKSES MEMULAI PUBLIC SPEAKING VERSI INDRA PRADYA

menyampaikan kemampuan Public Speaking pada peserta Muli Mekhanai Bandar Lampung sejak 2003


Apakah Kamu Merasa kesulitan bicara di depan umum?, merasa gugup dan tak tahu cara memulai sebuah pembicaraan ketika di depan orang banyak?. 

Sebagian orang yang saya temui kerap memiliki masalah yang sama dengan beberapa hal yang saya kemukakan diatas tadi.

Public Speaking Skill, atau kerap di kenal dengan kemampuan berbicara di depan publik, merupakan sebuah kepiawaian yang bisa di pelajari. Tak ada manusia yang langsung pandai bicara di depan banyak orang sejak belia. Kemampuan berbicara di depan umum dengan baik adalah tahapan yang di alami setapak demi setapak dalam fase kehidupan.




menjadi bagian dalam Kelas Inspirasi Lampung - mengajar anak anak itu lebih sulit ketimbang remaja atau orang dewasa lho.


Jika melihat sebagian anak anak di bangku SD atau SMP merasa sulit bicara di depan umum, saya cukup memaklumi, wajar - mereka masih tergolong remaja yang masih dalam fase belajar dan menyesuaikan diri pada banyak hal. Tetapi jika sudah SMA, kuliah apalagi bekerja secara profesional pada sebuah bidang, sungguh hal yang harus di perbaiki jika masih sulit atau bahkan menghindari ketika sampai pada moment bicara di depan publik. 

Speaker for Regional Intern Conference - AIESEC UNILA

Cepat atau lambat, ada masa di mana Kita sebagai personal akan di tuntut untuk bicara di depan banyak khalayak. Contoh ketika memberi sambutan sebagai orang tua yang Anak nya berulang tahun, atau di mintai menyampaikan sepatah kata mewakili wali murid di forum Sekolah atau hanya sekedar di mintai pendapat Tentang rekan yang berulang tahun pada sebuah perayaan pesta ulang tahun misalnya. 

GUGUP ITU TANDA BAHWA KAMU MANUSIA.!


Gugup adalah Alasan pertama mengapa orang orang tak berani bicara di depan umum. Dalam kapasitas apapun dan siapapun orang nya pasti ada rasa gugup. Menurut Saya GUGUP itu hal yang manusiawi. Justru sisi manusia nya di pertanyakan jika Tak ada rasa gugup. Hahahaha jangan jangan malaikat.! Hehee.... Tapi yang paling penting jangan fokus pada Gugup nya. Fokuslah pada apa yang akan di sampaikan. Carilah cara untuk meminimalisir rasa gugup itu. Karena rasa gugup Tak bisa di hilang kan dan Tak boleh di hilang kan. Karena dengan adanya rasa gugup Kita masih akan berupaya untuk berupaya maksimal dan tetep kontrol terhadap Apa yang akan di sampaikan. Jika rasa gugup hilang di khawatirkan jadi Percaya Diri yang berlebihan.


Pemateri  The Youth of Art and Culture - di SMA Negeri 10 Bandar Lampung program IGOS

Pemateri Management SDM and Management of Communication - pada Koperasi Mahasiswa Universitas Lampung



CONFIDENT BUT DON'T TOO MUCH.!

Percaya Diri (PD) adalah hal utama selanjutnya. "Saya sih gak PeDe..." Biasanya ada statement begitu bagi para pemula. Kenapa tidak PeDe..? Karena tidak pernah di latih. Percaya Diri bukan bagai hujan yang jatuh dari Langit dengan deras nya. Tapi sebuah tempaan yang berkelanjutan sehingga lama kelamaan akan menjadi sebuah hal yang mutlak dalam diri. Jelas saja Tak Percaya Diri bicara depan umum, karena tidak pernah di latih. 
Bagaimana melatih Percaya Diri?,
Berikut hal hal sederhana yang bisa di terapkan dalam kegiatan sehari hari ; 
1. Jika duduk dalam ruangan pada sebuah acara diskusi, Belajar, seminar, dsb, jangan pernah duduk di posisi belakang tapi upayakan duduk di Barisan depan (jika memang tidak dilarang) dengan duduk di depan kamu akan Terbiasa di lihat dan melihat orang tanpa bersembunyi di balik pundak orang lain di barisan belakang atau di pojokan.
2.  Jika kamu Dalam keramaian atau sebuah perkumpulan ambil lah bagian dalam keramaian atau perkumpulan tersebut. Jangan cuma diam mengangguk-angguk saja. Jika tidak bisa melempar topik Obrolan jadilah penanggap dari tema Obrolan yang di bicarakan.
3.  Sesekali ambil peran dalam sebuah acara. Jadi PANITIA acara dapat mengasah Tingkat kepercayaanya dirimu.

Nah, inti dari kepercayaan Diri adalah dengan terus berlatih dan berlatih, dengan tetap pada porsi yang sesuai. Confident itu nilai plus Tapi over confident adalah musibah yang lama kelamaan akan membuat diri mu justru tak di terima oleh public.

menjadi pemateri Public Speaking - PEMDA Tulang Bawang Barat
Sesi present my Portofolio

 VISUAL & FIRST IMPRESSION.

Kesan Pertama ketika bicara di depan audience Sangat menentukan feed beck dari audience. Apa yang pembicara dapat dari Khalayak sebenarnya adalah dampak dari penciptaan pembicara.

Untuk menciptakan kesan yang baik, Maka Kesan pertama harus menyenangkan audience. Untuk menyenangkan audience pembicara haruslah memberikan 'visual' yang sesuai dengan kondisi acara. Visual yang Saya maksud adalah kemampuan pembicara dalam menciptakan suasana hangat dengan Khalayak seperti ; tersenyum sejak awal hingga Akhir sesuai dengan Apa yang di sampaikan, mengucapkan salam terlebih dahulu di awal pertemuan, Jika Perlu berjabatan tangan dengan audience Jika audience hanya di bawah 30 orang, untuk menciptakan suasana akrab Jika memang itu adalah pertemuan Perdana. Tampilan keseluruhan dari ujung Rambut sampai ujung Kaki juga mempengaruhi penerimaan audience terhadap pembicara. Dan ingat, jangan TERLALU sibuk dengan Apa yang Ingin di sampaikan saja tetapi penampilan secara keseluruhan menjadi tolak ukur kamu bisa memberi kesan pertama yang menyenangkan dan di terima audience atau tidak. Karena Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda.!.

6 komentar :

  1. artikelnya bermanfaat bgt buat sy yg gak pede berbicara didepan umum :D
    thx om udah sharing

    BalasHapus
  2. Ayo MBA Mel di latih terus yaaa

    BalasHapus
  3. Hallo Mas Indra, luar biasa anda ini..baik sekali mau berbagi ilmunya..thanks ya mas !
    BERGUNA BINGGO..Tuing tuing. :D

    BalasHapus
  4. Wow! Nice tips kakaaak.. Aku suka grogi kalo harus tampil di muka umum. Bahkan waktu ikut Kelas Inspirasi, rasanya grogi banget berdiri di depan puluhan siswa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. semangat selalu mbaaa ku yang baik - you can do it..

      Hapus

Scroll To Top