Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Jumat, 05 Agustus 2016

TIPS MENUJU GIGI HIU


saya dan pesona Gigi Hiu - Photo by mba Katerin



Pepatah bilang ‘sedia payung sebelum hujan’.
Persiapan itu penting. Seperti yang kerap saya sampaikan di kelas ketika jadi pemateri  Public Speaking bahwa – Gagal dalam perencanaan, berarti sedang merencanakan kegagalan. Nah, begitu pula dengan berwisata.  Jalan jalan ke sebuah kawasan. Menikmati  destinasi menarik adalah keinginan setiap personal. Mengingat aktivitas wisata kini telah menjelma menjadi sebuah kebutuhan. Terlebih trend posting photo kece di akun social media. Tapi, untuk  urusan wisata yang berhubungan dengan alam, ada baiknya setiap pribadi melakukan perencanaan matang agar tidak menyesal kemudian.

Aktivitas pengunjung di lokasi Gigi Hiu


Sehubungan dengan wisata yang bersinggungan langsung  dengan alam, kesempatan ini akan saya gunakan untuk menjelaskan beberapa hal berupa tips tips yang sekiranya dapat jadi acuan jika kalian ingin berkunjung ke Gigi Hiu.
Mengingat banyak yang bertanya cara menuju Gigi Hiu, maka baiknya saya jabarkan saja di postingan ini, karena terkadang saya tidak punya banyak waktu untuk memberi penjelasan satu persatu pada setiap akun yang bertanya via Instagram, facebook atau twitter saya. #SOKSIBUK!!.

Garis Merah adalah rute yang harus kamu tempuh dari Bandar Lampung ke Teluk Kiluan lalu ke lokasi Gigi Hiu - photo from Blogger Lampung.


 
Gigi Hiu - Kelumbaian - kabupaten Tanggamus - Provinsi Lampung

Jadi silakan simak pemaparan  dari saya berikut ini.

Gigi Hiu – sebuah kawasan yang mengetengahkan pesona alami berupa bebatuan yang menjulang tinggi. Di beberapa tempat kerap disebut dengan ‘Batu Layar’, tetapi penamaan Gigi Hiu untuk memudahkan identifikasi destinasi wisata yang mulanya dilakukan oleh Oom Yopie dan Budhi Martha – sosok awal yang mengenalkan pesona Gigi Hiu pada khalayak luas.
Menurut saya pula, Gigi Hiu adalah destinasi wisata yang cocok  bagi mereka yang menyukai Wisata Minat Khusus. Mengingat proses perjalanan menuju Gigi Hiu membutuhkan mental yang kuat. – jadi buat anak mama yang  suka mengeluh, takut lecet, becek dan gak ada ojek apalagi Mall, lebih baik tak usah mendatangi Gigi Hiu.

1.       Gigu Hiu terletak di Kelumbaian - Tanggamus. Pengunjung harus menuju Teluk Kiluan terlebih dahulu sebelum akhirnya menempuh perjalanan dengan sepeda motor menuju Gigi Hiu.
2.      Pilihlah pengendara sepeda motor (ojek) yang tersedia di Teluk Kiluan dan memang biasa mengantarkan pengunjung dari Teluk Kiluan ke Gigi Hiu.  Jangan sesekali merasa percaya diri bisa membawa motor sendiri. Sehebat apapun kemampuan berkendaraanmu, tetap percayakan pada tukang ojek setempat yang memang telah terbiasa  pengantar tamu ke Gigi Hiu. Terakhir saya menuju ke Gigi Hiu pada akhir Juli 2016 – tarif Ojek dari Teluk Kiluan ke Gigi Hiu sebesar Rp. 200.000,- - nilai tersebut sesuai dengan jarak tempuh dan medan jalan yang tak biasa. Tak hanya mengantarkan pengunjung dengan selamat, para mamas Ojek juga menunggu setiap pengujung ketika menikmati pesona Gigi Hiu selama 3 jam sebelum akhirnya mengantarkan kembali pulang ke Teluk Kiluan dengan selamat.
3.      Bersahabatlah dengan medan jalan yang tidak mudah. Jalin komunikasi dengan mamas Ojek dan ikuti ritme berkendaranya. Jangan melakukan gerak badan berlebihan yang kelak akan berakibat pada kecelakaan dalam berkendara. Tak hanya fisik yang harus prima, kamu juga harus membawa camilan ringan dan air mineral – mengingat di sekitar Gigi Hiu tidak ada warung waralaba.
4.      Selama berada di Gigi Hiu, jaga keselamatan dengan tidak melakukan hal hal yang berresiko tinggi dan berdampak pada hal yang fatal, seperti – jangan naik ke puncak batu jika memang tidak mampu. Jangan melakukan spekulasi. Terlebih jangan berphoto dekat ombak yang datang menerjang. Karena sehebat apapun kamu berenang belum tentu bisa menaklukkan terjangan ombak. Apalagi yang tidak bisa berenang seperti saya. Photo photo cantik di beberapa spot yang tidak berbahaya sudah cukup.
5.      Jangan buang sampah sembarangan di kawasan Gigi Hiu. Bawa kembali sisa makanan mu atau taruh di tempat khusus sampah yang tersedia di lokasi Gigi Hiu. Ingat, pejalan yang baik adalah mereka yang juga berkenan menjaga keasrian dan kebersihan lingkungan. Kalo mau buang sampah sembarangan mending dirumah aja!!.

Demikian beberapa hal yang harus diindahkan bagi kalian yang ingin menikmati pesona Gigi Hiu. Ingat jangan pernah kesampingkan keselamatan ketika berwisata di alam. Karena keselamatan tetap lebih penting ketimbang hasil photo. Meski ada proses panjang yang tak biasa dibalik photo yang nampak indah  dimata.

7 komentar :

  1. Tambahin tipsnya... Kalo jatoh bangun sendiri.. hahahaha..
    Perjalanan warbiyasak bersama teman-teman yang juga luar biasa!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ciiiaaaaa....pengalaman pribadi bangeddd

      Hapus
  2. Semoga ke depannya akses menuju Gigi Hiu lebih baik lagi. Memang mengurangi tantangan, tapi penting bagi keselamatan. Kalau malam gelap, nggak ada penerangan, bahaya melewati jalan 4 musim itu *musim batu, musim cor, musim lumpur, musim aspal hancur :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahahhaha musim bermusim yaaaa...mantap

      Hapus
  3. Eh dah 200 rebu saja yaaa, kapan lalu gw masih 120 an

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin dampak harga harga naek semua kakak....heheheh

      Hapus
  4. Wah jadi pengen kesini. Buka celengan ayam dulu ah

    BalasHapus

Scroll To Top