Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Tampilkan postingan dengan label tanggamus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanggamus. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Maret 2018

SINGGAH MAKAN DI SAVANA



“Apa ?, Savana ?” tanya saya meyakinkan.
“Ia, Savana, bukan Havana ya…” terang bang Elvan via ponsel.
Pembicaraan di ponsel pun berakhir. Menyisakan beberapa pertanyaan dibenak. “kenapa harus ke Savana?” tanya saya pada diri sendiri.  Terbayanglah suasana Savana dibenak saya.
 Eiittss  Jangan lekas menyimpulkan Savana yang dimaksud bang Elvan yaaa…hehehe. Savana yang dimaksud adalah nama dari Rumah Makan yang menurut bang Elvan layak saya singgahi untuk menjajal selera makan dengan citarasa masakan yang tak biasa.  Makin penasaran dech!!.

Jumat, 05 Agustus 2016

TIPS MENUJU GIGI HIU


saya dan pesona Gigi Hiu - Photo by mba Katerin



Pepatah bilang ‘sedia payung sebelum hujan’.
Persiapan itu penting. Seperti yang kerap saya sampaikan di kelas ketika jadi pemateri  Public Speaking bahwa – Gagal dalam perencanaan, berarti sedang merencanakan kegagalan. Nah, begitu pula dengan berwisata.  Jalan jalan ke sebuah kawasan. Menikmati  destinasi menarik adalah keinginan setiap personal. Mengingat aktivitas wisata kini telah menjelma menjadi sebuah kebutuhan. Terlebih trend posting photo kece di akun social media. Tapi, untuk  urusan wisata yang berhubungan dengan alam, ada baiknya setiap pribadi melakukan perencanaan matang agar tidak menyesal kemudian.

Aktivitas pengunjung di lokasi Gigi Hiu


Sehubungan dengan wisata yang bersinggungan langsung  dengan alam, kesempatan ini akan saya gunakan untuk menjelaskan beberapa hal berupa tips tips yang sekiranya dapat jadi acuan jika kalian ingin berkunjung ke Gigi Hiu.
Mengingat banyak yang bertanya cara menuju Gigi Hiu, maka baiknya saya jabarkan saja di postingan ini, karena terkadang saya tidak punya banyak waktu untuk memberi penjelasan satu persatu pada setiap akun yang bertanya via Instagram, facebook atau twitter saya. #SOKSIBUK!!.

Garis Merah adalah rute yang harus kamu tempuh dari Bandar Lampung ke Teluk Kiluan lalu ke lokasi Gigi Hiu - photo from Blogger Lampung.


 
Gigi Hiu - Kelumbaian - kabupaten Tanggamus - Provinsi Lampung

Jadi silakan simak pemaparan  dari saya berikut ini.

Gigi Hiu – sebuah kawasan yang mengetengahkan pesona alami berupa bebatuan yang menjulang tinggi. Di beberapa tempat kerap disebut dengan ‘Batu Layar’, tetapi penamaan Gigi Hiu untuk memudahkan identifikasi destinasi wisata yang mulanya dilakukan oleh Oom Yopie dan Budhi Martha – sosok awal yang mengenalkan pesona Gigi Hiu pada khalayak luas.
Menurut saya pula, Gigi Hiu adalah destinasi wisata yang cocok  bagi mereka yang menyukai Wisata Minat Khusus. Mengingat proses perjalanan menuju Gigi Hiu membutuhkan mental yang kuat. – jadi buat anak mama yang  suka mengeluh, takut lecet, becek dan gak ada ojek apalagi Mall, lebih baik tak usah mendatangi Gigi Hiu.

1.       Gigu Hiu terletak di Kelumbaian - Tanggamus. Pengunjung harus menuju Teluk Kiluan terlebih dahulu sebelum akhirnya menempuh perjalanan dengan sepeda motor menuju Gigi Hiu.
2.      Pilihlah pengendara sepeda motor (ojek) yang tersedia di Teluk Kiluan dan memang biasa mengantarkan pengunjung dari Teluk Kiluan ke Gigi Hiu.  Jangan sesekali merasa percaya diri bisa membawa motor sendiri. Sehebat apapun kemampuan berkendaraanmu, tetap percayakan pada tukang ojek setempat yang memang telah terbiasa  pengantar tamu ke Gigi Hiu. Terakhir saya menuju ke Gigi Hiu pada akhir Juli 2016 – tarif Ojek dari Teluk Kiluan ke Gigi Hiu sebesar Rp. 200.000,- - nilai tersebut sesuai dengan jarak tempuh dan medan jalan yang tak biasa. Tak hanya mengantarkan pengunjung dengan selamat, para mamas Ojek juga menunggu setiap pengujung ketika menikmati pesona Gigi Hiu selama 3 jam sebelum akhirnya mengantarkan kembali pulang ke Teluk Kiluan dengan selamat.
3.      Bersahabatlah dengan medan jalan yang tidak mudah. Jalin komunikasi dengan mamas Ojek dan ikuti ritme berkendaranya. Jangan melakukan gerak badan berlebihan yang kelak akan berakibat pada kecelakaan dalam berkendara. Tak hanya fisik yang harus prima, kamu juga harus membawa camilan ringan dan air mineral – mengingat di sekitar Gigi Hiu tidak ada warung waralaba.
4.      Selama berada di Gigi Hiu, jaga keselamatan dengan tidak melakukan hal hal yang berresiko tinggi dan berdampak pada hal yang fatal, seperti – jangan naik ke puncak batu jika memang tidak mampu. Jangan melakukan spekulasi. Terlebih jangan berphoto dekat ombak yang datang menerjang. Karena sehebat apapun kamu berenang belum tentu bisa menaklukkan terjangan ombak. Apalagi yang tidak bisa berenang seperti saya. Photo photo cantik di beberapa spot yang tidak berbahaya sudah cukup.
5.      Jangan buang sampah sembarangan di kawasan Gigi Hiu. Bawa kembali sisa makanan mu atau taruh di tempat khusus sampah yang tersedia di lokasi Gigi Hiu. Ingat, pejalan yang baik adalah mereka yang juga berkenan menjaga keasrian dan kebersihan lingkungan. Kalo mau buang sampah sembarangan mending dirumah aja!!.

Demikian beberapa hal yang harus diindahkan bagi kalian yang ingin menikmati pesona Gigi Hiu. Ingat jangan pernah kesampingkan keselamatan ketika berwisata di alam. Karena keselamatan tetap lebih penting ketimbang hasil photo. Meski ada proses panjang yang tak biasa dibalik photo yang nampak indah  dimata.

Minggu, 31 Juli 2016

KISAH PERJALANAN WISATA 4 HARI ; DARI WAY KANAN HINGGA KILUAN

Salah Satu Rumah Panggung yang ada dalam Desa Wisata Gedung Batin - Way Kanan


Berawal dari ajakan Oom Yopie – Admin Akun @KelilingLampung_  dalam pertemuan disela tugas saya memandu acara di kampus ITERA-lah yang membuat saya akhirnya ikutserta dalam perjalanan wisata ke kabupaten Way Kanan dan Teluk Kiluan – Tanggamus – Lampung.  Ajakan berwisata tentu selalu menggiurkan. Rugi jika di tolak. Terlebih bersama sosok yang menyenangkan.  Tergambarlah suasana perjalanan seru meski  perjalanannya sendiri belum dimulai.

Sarapan pagi sekaligus moment perkenalan personal - Group menuju Way Kanan


Selepas waktu subuh. Oom Yopie menghampiri saya setelah 4 personil lainnya dijemput di hotel. Mereka adalah Mba Katerin – yang sudah saya kenal sebelumnya dalam beberapa perjalanan. Lalu ada mba Rosana dari Balikpapan – Kalimantan, Mba Rian dari Yogyakarta, dan Mba Dian dari Batam. Keempat wanita tersebut telah tiba di Lampung dan sempat bermalam sebelum akhirnya hari ini akan menjelajak ke Way Kanan bersama Oom Yopie dan saya.
Sebagai Informasi – melakukan perjalanan bersama Ibu Ibu itu menyenangkan bagi saya. Karena saya merasa jadi anak lelaki yang akan dilindungi oleh sosok ibu – ibu hahahha. Kecuali mba Rian yang belum jadi Ibu Ibu – alias single berlabel.!!.

Kondisi jalan menuju Way Kanan yang relatif baik dengan lalu lintas lancar.


Jadilah pagi itu kami semua men-tasbihkan diri sebagai group yang akan melancong ke kabupaten Way Kanan – salah satu kabupaten di provinsi Lampung yang letaknya bersebalahan langsung dengan kawasan Sumatera Selatan. Mengingat waktu tempuh yang cukup jauh, kami memutuskan untuk sarapan pagi terlebih dahulu di warung nasi uduk depan bandara Radin Inten II.  Ritual sarapan berlangsung lancar lengkap dengan photo makanan –  yang seolah telah jadi hal wajib bagi pejalan. Lumayan nambahin photo dalam bertutur di blog kelak, hehehehehe.

Iconic Tower di Blambangan Umpu - Way Kanan.


Setelah sarapan, kami bersiap melanjutkan perjalanan. Jarak Bandar Lampung – Way Kanan yang lebih kurang 167,7 km tersebut tidaklah terlewat begitu saja. Tidaklah mungkin seorang pejalan apalagi ber-label travel blogger hanya berdiam diri selama perjalanan. Pembicaraan akrab dan seru mewarnai perjalanan. Topik obrolan hangat diselingi canda tawa pelepas penat tentu jadi keseruan tersendiri dalam perjalanan.


MENIKMATI WISATA WAY KANAN

Sekolah yang pernah saya rasakan ketika kecil dulu di Baradatu


Pukul 10.30 WIB kami tiba di Way Kanan.  Melihat keramaian Baradatu – salah satu kecamatan di Way Kanan seolah membangkitkan kenangan masa kecil saya.
Saya pernah mengenyam pendidikan selama kelas 4 di Sekolah Dasar Negeri Tiuh Balak Pasar – Baradatu, sebelum akhirnya berpindah pindah sekolah kala itu. Saya sempat meminta pada Oom Yopie – sang pengendali kemudi untuk berhenti sejenak di sekolah SD yang menjadi bagian sejarah hidup saya tersebut untuk sekedar mengabadikan beberapa sudut sekolah. Dejavu pun melanda.

Makan Siang lezat di Way Kanan. Sambalnya Nendang.!!


Ketika masuk kawasan Blambangan Umpu – Ibukota kabupaten Way Kanan, Oom Yopie mengajak kami bertemu rekannya yang kemudian membawa kami menikmati makan siang yang sungguh lezat dicecap. Seusai makan siang, kami pun sempat beristirahat sejenak di rumah rekan Oom Yopie – yang memiliki akun facebook Rinto Macho.
Sebenarnya, Oom Yopie dan bahkan kami semua memiliki agenda untuk dapat beraudiensi dengan Bupati Way Kanan berkenaan dengan misi kami mendatangi spot wisata menarik di Way Kanan. Meski  rencana audiensi harus dibatalkan karena jadwal Bupati yang sedang padat hari itu.

Ketika Stasiun Kereta Api jadi spot menarik untuk di kunjungi --- photo narsis jangan lupa.!!


Perjalanan dilanjutkan menuju Desa Wisata Gedung Batin yang letaknya berada dalam kecamatan Baradatu setelah beberapa menit  kami diajak “Blambangan Umpu City Tour “  mengabadikan spot photo menarik.  Memasuki kawasan Desa Gedung Batin, saya seolah melihat peradaban asli suku Lampung masa lampau dengan tata kehidupan dan cara fikir masyarakat yang sudah cukup modern.

….Pengalaman saya berada di Desa Wisata di Gedung Batin akan saya tulis tersendiri. Karena kesan saya yang begitu dalam terhadap Desa Wisata ini. Termasuk sensasi bermalam di rumah panggung berusia tua yang ingin rasanya diulang lagi jika suatu hari kelak kembali ke Way Kanan.


Suasana Sore di 2 rumah yang usianya lebih dari 300 tahun yang ada dalam kawasan Desa Wisata Gedung Batin


Setelah menikmati bermalam di Desa Wisata Gedung Batin,  kami bergegas menuju salah satu objek wisata ternama di kabupaten Way Kanan yang akhir akhir ini tengah mahsyur dikalangan pecinta wisata, yakni Air Terjun Putri Malu.  Sudah tak asing lagi bahwa Way Kanan adalah kabupaten dengan sebutan 1000 Air Terjun. Bahkan ada sebuah air terjun yang suasananya mirip dengan air terjun ternama kelas dunia ; Niagara – tetapi dalam versi Way Kanan.

Bersama 3 ibu ibu muda kece bingit dan 1 single berlebel paling depan

Perjalanan ke Air Terjun Putri Malu harus kami tempuh lebih kurang 1 jam dari pusat keramaian Baradatu kearah Banjit. Tidak terlampau sulit menuju kawasan Air Terjun Putri Malu meski harus juga dengan perjuangan yang tidak mudah. Tapi bukankah yang sukar itu selalu berbuah keindahan. Karena sesuatu yang indah itu justru muncul diakhir dari perjuangan kan?.

… Kisah kunjungan saya dan rombongan menuju Air Terjun Putri Malu akan saya tulis terpisah. Mengingat banyak hal hal menarik yang harus di jabarkan secara khusus.

Hidangan Lezat, Suasana memikat - persembahan Selebriti Cafe - Bandar Lampung.


JELAJAH  KEINDAHAN TELUK KILUAN

Seusai  menikmati Air Terjun Putri Malu, saya dan rombongan bergegas kembali ke Bandar Lampung. Perjalanan pulangpun lancar, sebelum akhirnya sajian lezat di Selebriti Café menjadi sajian makan malam sekaligus menjadi penghilang lelah setelah menempuh 5 jam perjalanan dari kabupaten Way Kanan  ke Ibukota provinsi Lampung – Bandar Lampung. Saya memutuskan untuk kembali ke rumah dulu mengingat berganti perlengkapan jelang jelajah Teluk Kiluan.

Group semakin ramai - bersiap menuju Teluk Kiluan


Seolah tak ada lelah untuk berwisata, Perjalanan mengandung wisata bagai menjadi  hasrat dan kegembiraan tersendiri.
Benar saja. keesokan paginya saya beserta rombongan yang sebelumnya ke Way Kanan menjemput rekan rekan trip ke Teluk Kiluan di Bandara. Sebelum akhirnya kami yang telah berjumlah 17 orang dengan 3 mobil melajukan semangat menuju Teluk Kiluan. Suasana kebersamaan seketika tercipta.
Sebelum menuju Teluk Kiluan aktivitas diawali dengan kunjungan ke Taman Kupu Kupu Gita Persada dan makan siang bersama di Pindang IKA sebelum akhirnya jelajah Gigi Hiu – Kelumbayan  dan dilanjutkan dengan bermalam di cottage dalam area Teluk Kiluan.

bersama mereka - sosok yang baru saya kenal tetapi selalu menghadirkan kebahagiaan.


Dua hari bersama sosok sosok pejalan sejati sungguh merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saya. Yang paling utama, saya mendapat kenalan baru, pribadi pribadi menarik dengan beragam latar belakang profesi yang mereka geluti hingga saya mendapat inspirasi akan ketekunan dan ketangguhan mereka sebagai jiwa pejalan wisata  dan penulis blog yang aktif.  Meski tidak semua dari 17 orang yang terlibat – yang terdiri dari ragam usia tersebut saya kenal akrab, mengingat waktu pertemuan yang cukup singkat ditambah ada beberapa pribadi yang cenderung diam dan tertutup sehingga sulit untuk cepat melebur dalam group selain ada yang sedang  jaga image. Oops.!.

Selalu ada keindahan dibalik upaya terjal. -  menuju Gigi Hiu.


Bagi saya, apapun bentuk dari Traveling itu adalah sebuah perayaan.
Perayaan diri sendiri dari waktu luang yang memang harus dinikmati. Menikmati waktu dan lingkungan yang dijajaki dalam perjalanan. Menikmati menjadi diri sendiri yang belum tentu dapat terjadi dalam aktivitas rutin atau kala bertugas jadi pekerja. Menikmati kondisi yang didapati, apapun kondisinya.  Termasuk soal signal  yang tak leluasa dijangkau hingga berdampak pada terhambat mem-posting photo di media sosial.
Selain itu, Traveling – dalam perspektif saya adalah pembelajaran. Karena setiap perjalanan harus memiliki nilai yang dapat menambah kematangan personal. Tidaklah  indah sebuah nilai perjalanan jika sebagian besar waktu hanya dihabiskan bersama gedged tanpa ada interaksi dengan rekan pejalan lainnya yang tergabung dalam team trip. Karena pembelajaran hanya diperoleh dari bentuk interaksi. Dan interaski yang laping mudah adalah dengan setiap macam pribadi. Karena sesungguhnya, setiap pribadi itu unik dan memiliki keunggulan. Tentu seorang pejalan sejati  mampu  menghargai kondisi dan rekan pejalan lainnya dalam group kecuali jika jalan sendiri.


Mari berwisata. Nikmati hidup dengan mendatangi langsung karya Tuhan  berupa keindahan alam yang memamg harus dinikmati.

Selasa, 09 Februari 2016

SAJIAN MEWAH DI RUMAH MAKAN SEDERHANA.



 
Beberapa sajian khas di Rumah Makan Sederhana.

Adaptasi hidangan kerap terjadi seiring dengan bertemunya ragam tradisi dalam suatu daerah.
Di kabupten Tanggamus provinsi Lampung, terdapat Rumah Makan Sederhana – yang menghidangkan sajian masakan sunda dengan cita rasa masyarakat Lampung.

Tampilan depan rumah makan Sederhana
 
suasana bagian dalam rumah makan, tersedia juga area lesehan.

Sesuai namanya – tampilan dari rumah makan hingga sajian ragam menu di rumah makan ini benar benar sederhana. Namun tidak soal rasa. Cita rasa menu menu di rumah makan Sederhana sungguh menggugah selera. Lihat saja ragam menu yang di tawarkan, mulai dari Gulai Iwa (ikan) Tuhuk – sebutan ikan berdaging tebal khas masyarakat Lampung Pesisir yang telah di konsumsi sejak dulu. Lalu pindang simba, pindang tulang, gulai udang, sop iga, hingga sop ayam yang merupakan menu paling favorite di rumah makan Sederhana. 

Pengunjung dapat memilih sajian pilihan menu


Pengunjung rumah makan Sederhana dapat memilih terlebih dahulu pada gerai sajian menu yang telah terhidang sebelum nantinya menu menu pilihan pengunjung tersebut akan dihangatkan. Yang menarik adalah sajian sambal terasinya yang sungguh medok, segar dan menambah lahap makan. Semakin lengkap tersaji bersama aneka lalapan rebus dan lalapan segar. Komplit rasanya. 

Sambal terasi Medok khas rumah makan Sederhana

Aneka lalapan

Gulai Iwa (ikan) Tuhuk khas Lampung

Sop Ayam - sajian yang harus di coba di rumah makan Sederhana

Soup Tulang Iga yang lezat




“Kami menyajikan hidangan sunda pada umumnya namun ada sentuhan cita rasa khas masyarakat Lampung” ujar Ibu Imas yang merupakan anak kedua dari Ibu Hasanah sang pendiri rumah makan Sederhana sejak 12 tahun silam. Soal harga, relatif terjangkau untuk hidangan bercitarasa istimewa.

Tumis Tilit ayam yang bercitarasa khas

Gulai udang yang lezat

Selain menikmati sajian lezatnya, rumah makan ini juga menyediakan aneka jajanan khas yang dapat dijadikan buah tangan selain sebagai lokasi rest area pengendara yang memadai.
Bagi kamu yang ke Tanggamus atau melakukan perjalanan melalui kawasan Tanggamus ada baiknya singgah di rumah makan Sederhana yang terletak dijalan Ir.H.Juanda – Kota Agung – Tanggamus – Lampung. No.Tlp (0722)22232.
Scroll To Top