Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Jumat, 10 Maret 2017

KE LAMPUNG TIMUR, NONTON FESTIVAL PANEN PADI HINGGA BERTEMU KELUARGA RAHMI


Ada hajat besar di awal maret lalu. Sejak pagi saya bersemangat melajukan kemudi kendaraan menjemput rekan rekan blogger dari luar kota di bandara. Bukan, bukan para blogger itu yang punya hajat, hehehe, tapi saya bertugas membawa teman teman blogger untuk tandang ke Lampung Timur. Menjadi bagian dari  gelaran Festival Panen Padi  – hajat besar kabupaten Lampung Timur diawal Maret 2017.



Jajaran traktor dan gerobak Hias dalam menyemarakkan Festival Panen Padi Lampung Timur 2017


Tak menunggu lama, teman teman blogger akhirnya bertemu dengan saya yang super kece bana bana ini, Wew!!.  Diantara teman teman blogger ada mba Evi dan Yayan yang telah mengenal saya sebelumnya. Selebihnya, mereka pasti bertanya tanya, siapa lah Indra Pradya yang kece banged ini!. Chebox!!. 
Maafkan imajinasi saya yang sering off side!. Tapi memang tak perlu waktu lama mengakrabkan diri dengan teman teman travel blogger. Kurang seru rasanya bila perjalanan tidak diselingi candaan. Berasa sedang konferensi tingkat tinggi yaah, serius gitu!!.

wajah wajah antusias dalam gerobak traktor

sejumput padi hasil Panen di Lampung Timur
Dari Bandara Radin Inten  II di Branti – Lampung Selatan, kami menuju kawasan Kota Metro. Perjalanan di Kamis pagi itu terbilang lancar. Suasana pagi belumlah terjadi kemacetan yang berarti.  Sampai di kota Metro tinggal mengikuti jalan lurus mulus menuju area kabupaten Lampung Timur.
Setelah melalui beberapa kecamatan, sampailah kami di sebuah lapangan pada kecamatan Raman Utara – tempat dilaksanakannya gelaran Festival Panen Padi Lampung Timur 2017. Sayang, kehadiran kami di lokasi acara terbilang siang. Jadilah kami tidak bisa menyaksikan prosesi Panen Padi yang dilakukan secara bersamaan oleh bapak Gubernur,  ibu Bupati, tamu dari kementerian dan seluruh jajaran pemeritnah daerah provinsi Lampung dan kabupaten Lampung Timur.  

salah satu karya Traktor Hias - photo by Raiyani.net

Menjadi bagian dari kemeriahan Festival Panen Padi adalah kebahagiaan tersendiri. Undangan langsung Ibu Bupati Lampung Timur melibatkan blogger dalam gelaran perdana dari Festival Panen Padi dalam 22 kalender kegiatan di kabupaten Lampung Timur selama tahun 2017, patut diapresiasi. beruntung kepala daerah yang sadar melibatkan blogger dalam event daerah ketimbang ngebet ngundang Duta Besar yang tentu Wajib diberi fasilitas mewah, belum tentu juga nantinya si Duta Besar bakal nulis event yang ia datangi. Oopss!! Sorry..

kalender event Kabupaten Lampung Timur selama tahun 2017. berminat ikutan ??


semangat anak muda dalam Festival Panen Padi . photo by Raiyani.net
   Suasana ramai di lapangan Raman Utara tak ubahnya seperti kawasan pameran pertanian dan pasar pagi pindah karena banyak yang berjualan. Beberapa booth yang memajang teknologi pertanian lengkap dengan beberapa merek pupuk yang dapat dimanfaatkan oleh para petani tersedia di lokasi acara. Sebuah panggung utama berdiri di tangah acara sebagai bagian dari ceremonial yang akan berlangsung.
 


A post shared by Endri Kalianda (@kaliandaendri) on

Benar saja, tak lama  pak Gubernur – Muhammad Ridho Ficardo beserta Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim dan jajaran tamu VIP hadir di lokasi acara dan acara ceremonial pun berlangsung usai mereka melakukan panen padi di lokasi sawah yang letaknya tak terlampau jauh dari lapangan tempat berlangsungnya acara.

Selama acara ceremonial berlangsung, saya tidak berlama lama di sekitar panggung, pasalnya perhatian saya tertarik untuk mendekati jajaran traktor hias yang digandeng dengan gerobak yang berisi beragam hasil perkebunan. Saya dan Yayan mendekati jajaran traktor dan gerobak yang terbaris rapih dibagian jalan tak jauh dari lapangan kecamatan Raman Utara. Mengabadikan meriahnya gerobak dan traktor hias di pinggir jalan cukuplah membuat lelah berkendara sejak pagi hilang.  Wajah sumringah adik adik kecil dan ibu ibu terlihat dari dalam gerobak diantara sayur mayur yang menghias.  Tak hanya itu, setiap gerobak hias yang ditarik traktor tersebut menghadirkan keunikan tersendiri. Mulai dari rangkaian buah sayur yang tertata rapih, sajian tanaman sayur mayur hingga jagung yang ditata apik menambah menariknya pawai gerobak hias siang itu.

photo resmi pak Gubernur, Ibu Bupati dan Blogger yang tetap saja Gokil

tak puas, pake TONGSIS.!!! Cekrek!!!

hasil dari Tongsis...maaf ada yang kepotong wujudnya heheheheheh
Dalam kemeriahan rombongan  traktor dan gerobak hias, saya menyaksikan secara langsung gelaran yang mewakili keberagaman masyarakat Lampung Timur dalam merayakan hasil kebun mereka. Tak salah bila Festival Panen Padi  dilaksanakan di Lampung Timur, mengingat  profesi masyarakat kabupaten Lampung Timur yang mayoritas bercocoktanam. Tak heran pula bila hasil kebun masyarakat Lampung Timur terbilang melimpah dan tergolong dalam kualitas terbaik dan mampu menjadi salah satu pemasok hasil perkebunan dan persawahan berkualitas di provinsi Lampung. Mengingat keuletan masyarakat Lampung Timur dalam mengupayakan hasil kebun yang optimal.

JAMUAN MEWAH  DI RUMAH DINAS BUPATI LAMPUNG TIMUR

Beranjak siang,  Perut kenyang usai makan bersama dan tentu tak melewatkan kesempatan wefie bareng pak Gubernur Lampung dan Ibu Bupati Lampung Timur. Pake tongsis!!.  Selanjutnya, saya dan rombongan blogger diarahkan mas Endri – pemandu trip kami selama di Lampung Timur menuju pusat pemerintahan Lampung Timur. Bukan untuk ikutan rapat, tapi kami diantar ke rumah dinas Bupati Lampung Timur yang menjadi tempat bermalam kami di Lampung Timur.
Selama bermalam di rumah dinas Bupati kami mengisi waktu saling bertukar informasi, berbicara banyak hal, mulai dari kisah remeh temeh  (yang gakpenting) hingga konsep trip yang seru. – meski tak semua yang terjadi dalam diskusi dimalam itu nyantol dalam ingatan saya. Hahahah. Tapi yang saya ingat, makanan di rumah dinas Bupati sungguh lezat. Tak hanya soal camilan yang banyak tetapi hidangan gulai pindang lengkap dengan bahan bahan seruitan jadi keseruan tersendiri bareng blogger dari luar Lampung.  Terima kasih Ibu Bupati atas kesediaannya memberi  fasilitas mewah bagi kami para blogger.  Sering sering ya bu …. Hhmmm.

suasana di ruang tamu Rumah Dinas Bupati...pada autis karena ada WiFi kenceng!!!

Jamuan  makan malam Ibu Bupati

selalu senang peragakan buat Seruit ke temen temen Blogger luar kotta.


BERTEMU KELUARGA RAHMI DI WAY KAMBAS

Hari kedua di Lampung Timur telah kami jadwalkan untuk mengunjungi beberapa tempat yang merupakan daya tarik wisata di Lampung Timur.  Sebagai informasi,  Lampung Timur penuh pesona wisata, lho… Selain hasil perkebunan yang melimpah, keindahan alam dan tradisi masyarakat lokal Lampung Timur  patut pula di simak.
Meski rencana berjumpa ibu Bupati di pagi hari harus batal, karena Ibu Bupati sedang ada acara. Jadilah photo photo di beranda rumah dinas jadi hal seseruan mengisi pagi. Meski berangkat cukup siang akhirnya kami bergerak menuju destinasi wisata unggulan di Lampung Timur. Way Kambas.

Photo Keluarga depan Rumah Dians Bupati Lampung Timur... (coba deh liat Samping mba Evi ada Cak Nun lho.... jangan jangan..mba Evi ini sebenrnya Novia Kolopaking!! ..hhhmmm...)

Sebelum tiba di Way Kambas – mas Endri sempat mengajak kami bertandang ke desa wisata Brajaharjosari – kecamatan Brajaselebah – Lampung Timur. Memasuki kawasan desa saya melihat keasrian rumah penduduk dengan beragam tumbuhan hijau. Tak hanya itu, kelak desa wisata yang baru saja diresmikan ini akan menjadi salah satu destinasi unggulan pariwisata di kabupaten Lampung Timur. 

Suaana Desa Brajaharjosari
rumah yang kami singgahi di desa wisata Brajaharjosari

Tak banyak informasi yang saya dapat dari desa ini, karena memang kunjungan kami hanya sesaat.  Setidaknya bercengkrama dengan pemilik rumah yang kami singgahi dan sempat mencecap buah jeruk bali yang segar , cukup menambah wawasan kami soal desa wisata di kabupaten Lampung Timur. Selain itu, saya juga sempat mengambil beberapa bibit bunga dan tanaman hias. Opps!!.maafkan.

Mentari beranjak naik. Suasana semakin terik. Saat saya dan rombongan blogger tiba di depan kawasan Taman Nasional Way Kambas. Beruntung kami tidak ditagih tiket masuk..hehhehehe.. mungkin karena kunjungan kali ini memang di fasilitasi pemerintah kabupaten Lampung Timur, yaa..mungkin lho… Tapi yang paling saya senang bisa melihat gajah gajah bermain di hamparan rumput luas. Kami pun dapat dengan mudah berinteraksi dengan gajah gajah dalam kawasan Way Kambas. Seorang pawang gajah memandu kami mendekati 3 ekor gajah yang bernama Rahmi dengan anaknya bernama April dan temannya Rahmi bernama Mela. Ketiga gajah tersebut sungguh menggemaskan. Sangat menyenangkan berada didekat mereka sembari photo bersama. Saya, tentu tak mau melewatkan keakraban photo bersama gajah. Meski sebenarnya lumayan takut. Takut di hajar Gajah!!.hahaha.

photo keluarga sebelum masuk area Taman nasional Way Kambas

tampak sumringah, meski ada ketakutan di datangi Gajah besar. hahaha SOK IYES.!!!

Melihat keindahan gajah Lampung Timur di kawasan Taman nasional Way Kambas, bukanlah kali pertama bagi saya. Secara pribadi saya selalu senang tandang ke kawasan yang juga bagian dari kawasan konservasi dan telah diakui sebagai warisan ASEAN ke 36 pada tahun 2016 silam.  Meski begitu, saya masih berharap adanya optimalisasi dari beragam fasilitas pendukung yang tersedia dalam kawasan Taman Nasional Way Kambas. Mengingat beberapa diantara fasilitas pendukung telah usang tanpa adanya perawatan. Terlihat dari Teater tempat atraksi gajah, mushollah, sarana umum hingga beberapa gedung yang tak lagi terawat. Sungguh sayang.



 
semua mencari titik kece masing masing ...


Selalu ada hal menarik setiap kunjungan ke Way Kambas. Kawasan yang sejak kecil saya kenal sebagai sekolah gajah terbesar dan menjadi lokasi belajar akan hewan hewan bertubuh tambun secara langsung tersebut memang sebuah magnet tersendiri. Tak heran bila teman teman blogger yang datang bersama saya memiliki kisah seru ketika dapat berinteraksi langsung dengan gajah gajah di Way Kambas. Meski  kurang merasa lama karena keterbatasan waktu. Semoga dilain kesempatan dapat tandang lagi ke Way Kambas. Mungkin kelak  dalam gelaran Festival Way Kambas dengan penataan kawasan yang sudah lebih kondusif.

11 komentar :

  1. Ngakak di bagian Novia Kolopaking hahaha.

    Yang lain emang belom kenal sama bang Indra, tapi dijamin, mereka akan kecanduan dan ngarep bisa jalan bareng lagi.

    Perjalanan (hampir) seminggu yang seru! Yang jelas aman, gak ada keyword gak jelas macam "surga" dan "eksklusif" di perjalanan ke Lampung saat itu.

    Yang ada hanya CHEBOX!!!!

    BalasHapus
  2. Sungguh pengalaman yang seru. Festival panen padi itu pertama kali saya ikuti. Sebenarnya memang banyak potensi wisata di tiap daerah ya, Bang. Pesta Panen padi saja bisa dibuat festival dan asal dikemas dengan baik bisa dijual untuk wisatawan. Pengalaman kemarin sangat menyenangkan

    BalasHapus
  3. Rasanya udah lamaaaa banget gak ngelihat orang panen padi... Seru banged, Ndra

    BalasHapus
  4. Sayang kita ga lihat seluruh rangkaian festival panen padi ini ya.
    lain kali mungkin lebih enak menginap semalam sebelum hari H di sana :)

    BalasHapus
  5. Acara Festival nya seru banget y om. Trus menemukan kearifan lokal nya pas di Festival pasti. Duh acara malam ny nyeruit di Rumah Dinas Bupati. Jd laper.. Ah kemarin sempat melihat Gajah mandi gak om.

    BalasHapus
  6. Ya ampuun, ngakak aku bang bacanya, kocak banget siih, iya kita ngga bayar tiket masuk dan dikaw jarah bibit bunga orang, kece banaa..

    BalasHapus
  7. Pos yang sangat lengkap, Bang. Tak menyangka begitu banyak yang eksotis di Lampun. Dan Lampung Timur mulai menampakan pesonanya ke permukaan

    BalasHapus
  8. @Yayan....hahahahahhaha...Surga Surga udah di film kan....dan gak ada surga surgaan...kehidupan nyata nyata aja skrg...btw thaanks yaaa udah berkenan datang ke Lampung ....

    BalasHapus
  9. @Fajrin...
    itu dia..kita seseruan tapi gak sampe sore di Way Kambas.... emang kudu seharian di way kambas yaa kalo liat gajah mandi agak sore an gitu...kemarin mau uber ke pugung rahardjo nya

    BalasHapus
  10. yeee....mba Evi..welcome home yaaa..heheheheh bertemu lagi di 22 April yaaaaa

    BalasHapus
  11. mba Dian...ayooo datang ke Lampung lagi yok sini sini....

    BalasHapus

Scroll To Top