Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Sabtu, 24 Februari 2018

BERTANYA PADA MURI DAN BRI, APA FAEDAHNYA TARUH MESIN ATM DI DALAM LAUT PAHAWANG?.




Izinkan saya memperkenalkan diri,
Saya bukan aktivis lingkungan.

Meski pernah terlibat dalam beberapa kegiatan yang ada hubungannya dengan lingkungan Tapi saya bukan Aktivis Lingkungan.
Yaa…  cuma sekedar jadi penggembira acara saja. Maksimal jadi biduan lah!. Chebox!
Tapi menurut saya, kepedulian pada lingkungan yang berkelanjutan bukan tugas aktivis atau segelintir pihak saja. Tapi tugas semua lapisan masyarakat yang ada di lingkungan tersebut. Syukur bila segenap masyarakat dan elemen pemangku kebijakan pun mendukung terhadap upaya pelestarian lingkungan.


Unggahan di Instagram ini yang membuat saya mulai menyelidiki kebenaran mesin ATM BRI

Beberapa  bulan sebelum tulisan ini saya buat, saya sudah geram dengan postingan photo di sosial media yang memperlihatkan pengunjung pantai Pahawang – Lampung sedang pose dengan benda-benda yang, – menurut saya, tidak sewajarnya ada di dalam laut.  Seperti ; Sepeda, Becak, tiang-tiang hias hingga Sepeda Motor!!. Semua ada di dalam laut!!.  Dimana terumbu karang nya?, dimana ikan ikan nya?. Ada. Sebagian terlihat. Sebagian lagi bisa jadi sedang nongkrong di warung kopi pinggir dermaga.

Yang lebih unik lagi. Ada unggahan di Instagram, berupa photo 3 buah mesin ATM dalem laut.!! Gile cuuyy!!  3 Buah Mesin ATM tertata apik di bawah laut Pahawang – Lampung!. Semula saya menduga ada upaya rekayasa photo. Bisa jadi cuma lucu-lucuan photoshop. Kemudian saya cek kebenarannya dengan menelusuri tagar yang tersedia pada akun Instagram pertama. Daannn…. Hasilnya…. Mengarahkan saya pada beberapa photo yang sama. 3 Buah Mesin ATM bertuliskan ‘BRI’ di dalam laut Pahawang!. Wow, cuuyy!!!. BRI branding dalem laut? Kok Bisa yaaa?.  Apa ikan-ikan perlu ambil uang dari mesin ATM untuk hidup mereka?.  AArrrUurrgghh…. (Spongboob & Patrick happy abis ambil duit di ATM!!).
Awalnya saya fikir itu ulah ABG kekinian - #KidsZamanNow. Lantas saya pun menaruh comment pada akun Instagram dengan mencolek akun pengunggah photo. Tak lama berselang, pemilik akun Instagram mengatakan bahwa ia memposting hal tersebut karena memang telah terjadi acara peletakan 3 Mesin ATM oleh Bank BRI di dalam laut Pahawang pada 22 Februari 2018. Makin Wow!!!. Apa alasannya BRI taruh 3 Mesin ATM di dasar laut?. Semakin buat saya penasaran. Semakin mesin google jadi acuan untuk sumber kebenaran berita.


Daaannnn….. Berita-berita terkait pun saya dapatkan. Lengkap dengan photo-photo pelaksanaan dari program yang dirintis oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tanjung Karang – Lampung. Nah!. Well, saya emang bukan Aktivis yaaa… (saya biduan), tapi kalo lingkungan kita di dekor dengan hal-hal yang tidak semestinya, apa ia , diam saja?. (duduk manis aahhh).
Lalu saya unggah photo 3 Mesin ATM BRI itu di akun Facebook saya.  Juga mempertanyakan kebenaran berita dan photo para petinggi BRI menerima Rekor MURI tersebut ke teman yang  bekerja pada BRI melalui InstaStory.  Tujuan saya hanya ingin konfirmasi saja. Sembari merasa aneh. Kok bisa ya, sekelas BRI melakukan kegiatan tersebut?. Bahkan beberapa media online pun mengabarkan berita tersebut. Seolah menjadi capaian yang unik dan menarik.


Portal online sekelas Lampost.co mem-publish berita bahwa BRI Kanwil Lampung berhasil menyabet penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan kategori Pembangunan Ekowisata Pulau Pahawang. (baca kalimatnya aja sungguh Lucu!!). Tarok Banke’ mesin ATM dalem Laut, kok Pembangunan Ekowisata!. WOW!!!!.  Masih dalam ulasan Lampost.co,  …. MURI melalui perwakilannya – Awan Rahargo menyampaikan, pemasangan mesin ATM dalam laut di Pahawang oleh BRI tersebut layak di apresiasi, karena bersifat pertama kali, massal dan pembuatan objek luar biasa baik besar maupun kecil, sesuatu yang unik dan langka juga jarang dimiliki orang banyak dengan kemampuan istimewa….. WOW!!!.... Pernyataan perwakilan MURI itu, kok kece banged yaaa!!! Kok bisa-bisa nya sih, perwakilan MURI kasih pernyataan begitu. Dimana letak istimewan dari peletakan 3 buah Mesin ATM mati di dalam Laut?. Sekalian aja Kantor BRI nya bangun di bawah Laut.
Taruh 3 Bangke' Mesin ATM di dasar Laut dapat MURI. Hooreeeyyyy!!!.

BRI Peduli ?
Belum usai rasa penasaran saya baca ulasan portal online Lampost.co. Teman saya yang kerja di BRI menghubungi via Whatsapp dengan pernyataan yang menurut saya lebih lucu ketimbang tontonan lawak di belahan dunia manapun!. 
Jadi,  teman saya yang kerja di BRI itu bilang, bahwa acara yang berkaitan dengan pemasangan mesin ATM di dalam laut itu merupakan bagian dari upaya memelihara ekosistem bawah laut di Pahawang. Dengan berharap ketiga bekas ATM BRI diharapkan dapat menjadi RUMPON yang bermanfaat bagi kelestarian ikan. (baca uraiannya sungguh buat saya ketawa terpingkal-pingkal!!!). Semoga teman saya paham, bahwa untuk buat Rumpon itu ada kaidahnya. 
Lanjut kawan saya itu, kelak terumbu karang yang ditanam disekitar ketiga mesin ATM itu, nantinya dapat menjadi tempat berkembangbiaknya biota laut. (penjelasan makin super WOW!!!). Lanjutnya lagi,  ketiga mesin ATM BRI itu dapat menambah spot selfie dan menunjang pariwisata di Pahawang. (Makin Makin WOW!!!). –eh, penonton….. semua orang kalo ke Laut mau menikmati laut kaleeee, bukan mau selfie sama Mesin ATM BRI yang Rusak!!!.- yaa Ollloohhh!!!! Jawaban yang sangat saya sayangkan. Dan lebih buat saya kaget lagi, si teman saya itu bilang kalau program memasang 3 bangkai mesin ATM di Pahawang itu merupakan program CSR BRI yang bertujuan membina lokasi pariwisata Pahawang dan menumbuhkan aktivitas bisnis penunjangnya. Aduh, Aduh!!!... Kok bisa yaaa ada statement gitu?!!!. Please jangan salah Statment, broh.!!. Apa ia, gak ada ide lain untuk laksanakan program CSR, selain taruh Banke' Mesin ATM dalem Laut?!!!. Oh Lord!!!.

Kembali ke penjelasan saya diawal, saya bukan Aktivis, tapi saya tetap tak paham dimana letak faedahnya menaruh 3 bangke' mesin ATM di Pahawang dan mengatakan bahwa itu bagian dari penunjang pariwisata?!. Trus, teman saya yang lain yang juga kerja di BRI bilang, 3 Mesin ATM itu sudah mati , tidak beroperasional dan tidak membahayakan ikan-ikan dan tumbuhan laut. Dan menurutnya, – menurut teman saya itu, Mesin ATM mati itu bukan Sampah!!. Cetet!. Bukan Sampah!!  “karena sampah di laut itu Botol dan plastik!!” – gitu temen saya itu bilang. UWOW!!! Duuhh!! Kok bisa yaaa, dia sebut 'mesin ATM ditaruh ke dasar laut bukan termasuk Sampah'.??? Please, guys!!.  Duh!!!. Trus kalo besok-besok saya taruh Mesin Ketik Manual dan PC Komputer saya yang sudah lapuk di garasi rumah, juga dianggap bukan sampah?.  Jadi gak papa nih,  saya kasih hiasan mesin-mesin mati dalam laut???. Sekalian aja Tronton?. Truck? Rumah Makan, Mall, semua masukkan ke dalam Laut?!!!. Gimana??. Trus kita  semua, hidup dalem laut dan  barbeque-an  aja, gimana?!




Yes. Mungkin saya yang gagal paham. Bisa jadi wawasan dan kepekaan saya terhadap lingkungan standard banged!!. Atau bisa jadi imajinasi dan karya saya untuk bangun pariwisata di Lampung tidak ada sama sekali.  Tapi yang lebih unik lagi, -masih menurut teman saya itu, acara yang mereka kemas itu sudah mendapat restu dari Dinas Pariwsiata setempat. Nah, ini juga yang bikin saya makin gak paham. Setelah saya gagal paham soal alasan BRI taruh 3 mesin ATM mati dalam laut, lalu saya juga gagal paham mengapa dinas terkait kasih izin hal tersebut. Termasuk dengan konsep MURI yang bisa kasih Rekor untuk hal yang jelas-jelas buang bangkai mesin kedalem laut!!. Eehh, ternyata Pemerintah Daerah setempat mengetahui dan memberi izin atas pelaksanaan kegiatan tersebut – menurut penjelasan teman saya itu lho!. (Oh, ia, semua penjelasan via WA dan Chat IG aman di Screen Shoot). Hingga terpampanglah photo bersama para petinggi BRI dan pejabat terkait daerah saat penyerahan plakat Rekor MURI. Ohhh My.!!!!. Well…berarti kalo besok-besok saya bawa Mesin Penggiling Padi Kakek saya yang rusak kedalam laut, bisa nih MURI kasih Rekor buat saya. Terunik!, yaaa khaann…
Aje GiLe Coy!!.
Gue mempertanyakan Faedah BRI taruh 3 Banke' Mesin ATM di dalem Laut, eh...karyawati nya yang umurnya dibawah gue dan  belum nikah ini kasih nasehat via InstaStory sambil sewot!?. hahahah...padahal saya tidak menjelekkan dia secara personal. Kok dia Kebakaran Rambut!!. Oh, Ia. Saya kan, 'Aktivis Nangung' ya, hehehe.

Dah, lah. Saya sih buat tulisan ini cuma berharap ketiga Mesin ATM rusak milik BRI  itu diangkat kepermukaan. Tak perlu ada hiasan apapun, bawah laut itu sudah cantik!. Apa ia wisatawan datang ke pantai karena mau selfie dengan mesin ATM Rusak?!. Duh Gusti Allah!!. Mau Inovatif kok gitu amat sih…. Saya pun masih berharap MURI survey lebih dalam bila memberikan catatan rekor. Dampak lingkungan dan sebagainya tentu jadi dasar pemberian plakat ‘Rekor MURI’. Saya bukan ahli lingkungan. Saya hanya hobi jalan-jalan ke pantai saja. Alih alih saya ini Aktivis. Lha, teman saya yang kasih penjelasan lucu dan baper aja bilang saya Aktivis Nanggung!. Hahaha… Padahal yang saya pertanyakan alasan si Bank nya, eh … karyawannya, si teman saya itu,  kebakaran rambut!.

Sampai kemudian saya membaca paragraph terakhir dari ulasan portal online Lampost.Co, tertulis ; ,,, selain itu, BRI juga menyerahkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat Pahawang sebesar 300 Juta Rupiah!!. Yeeeyyyy!!! Ternyata bantuan 300 Juta Rupiah,  bisa taruh 3 mesin ATM Rusak dalam Laut cuuyyy!!!. Besok-besok kalo kasih 1 Milyar, bisa Bangun hotel, restaurant, lougne, café  dan gelar konser musik di dalam Laut, Cuuyyy!!!. Hoobaaahhh!!!. Pahawang di goyaaannggg!!!!.

57 komentar :

  1. Mendingan dekorasi balon sajalah saya bang indra.... gak mau aneh aneh ha ha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dekor BaLon warna Biru di seluruh Bagian dermaga lebih menarik laaahhh

      Hapus
  2. Mendingan dekorasi balon ajalah saya bang indra... drpada aneh aneh hehe

    BalasHapus
  3. Hadeuuuuh, miris oh miris. Bacanya sedih tapi ya ngakak sambil ngelus dada tipis yang pakai beha sintetis dan sumpelan busa elastis demi alasan estetis

    BalasHapus
  4. Agak miris dengan tren wisata beberapa tahun belakangan ini. Yang penting instgramable, mau batu dicat, mau sampah dimasukin ke laut jadi properti foto. Pokoknya harus instgramable...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Niatnya Kekinian tapi kok kampungan

      Hapus
  5. Suara "biduan" emang cetar. Moga infra struktur yg berkepentingan baca, paham dan sadar atas kesalahan pemahaman pembangunan ekowisata. Kasihan penghuni bawah laut diinvansi bangke Mesin ATM.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yesss mbaaa, cuma berharap 3 Banke Mesin ATM BRI itu di angkat ajaaa

      Hapus
  6. Ahai kegilaan manusia gak habis-habis. Apa kegunaan ATM dalamnair cobak? Emang bisa belanja di bawah? Kalau buat promosi lah kok ya gak mikirin anak cucu?

    BalasHapus
  7. Money on my mind... Money on my mind *permisi bang, numpang nyamar jadi Sam Smith dan nyanyi di sini.

    Nih ya pengelola Pahawang, kalau aku mau liburan ke sana, aku mah maunya berenang sama ikan di antara terumbu karang. Buka sampa bangkai motor, sepeda apalagi mesin ATM. Sungguh norak BRI dan MURI ini.

    Kalau emang mau bikin kehidupan di bawah laut, sekalian aja bikin apartemen, rumah, bandara biar aku bisa naik pesawat dari bawah laut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, cocok banged tuh! Aku juga gak paham mengapa mereka tak fikir sebelum berbuat dan ide ide MURI kok mudah banged

      Hapus
  8. aahh selalu suka dengan tulisan bang indra.. lanjutkan bang,,

    BalasHapus
  9. Sedikit masukan saja sih kalau saya; kalau memang tujuannya dibuat untuk rumpon, saya rasa tidak perlu di tempat yang sudah banyak karang seperti itu. Pun bakal berapa puluh tahun baru jadi karang kalau hanya menaruh rongsokan besi tanpa menanam terumbu karangnya?

    Itu rongsok-rongsok sering dijadikan spot swafoto. Jadi bagaimana karang mau hidup kalau tiap hari/minggu/bulan selalu ada orang menjamah rongsok tersebut. Jauh lebih berfaedah jika pihak yang terkait memberikan dana CSR untuk penanaman karang ketimbang menaruh rongsokan yang pada kenyataannya malah dibuat spot foto.

    Oya sedikit lagi, itu spertinya di air dangkal. Dan lokasinya berbaur dengan karang hidup; apakah pihak sana sadar jika tiap hari kawasan itu dijamah manusia terumbu karangnya bisa tumbuh dengan baik? Silakan berpikir cerdas, dan mungkin mereka yang foto di sana sesekali membaca artikel tentang terumbu karang. Mungkin dikira terumbu karang itu cepat tumbuh dan membesar hanya dalam beberapa minggu layaknya Ilalang di tanah perbukitan.

    BalasHapus
  10. Nilai kekinian sepertinya jadi point pertama, harusnya tetap perhatikan lingkungan di darat maupun laut. Niat dan tujuan buat spot selfi baru memang bikin orang awan suka sama hal baru.

    Niatnya bagus, tujuannya tetep mulia (memperhatikan pengelola wisata) tapi kurang memaknai tujuan konservasi kelautan. Apapun yang masuk kedalam laut harus berfaedah, bukan malah jadi seonggok sampah. Entah mereka (pihak Bri) sudah berkonsultasi dengan para 'aktivis pahawang' atau belum. Hasil kegiatan mereka terlihat jelas cerobohnya.

    Menurut saya, jika mereka lebih kereatip dgn meletakkan taman nemo, terumbu karang, taro monumen di area pasiran dan jauh dari resiko kerusakan lingkungan terumbu karang. Dan pastinya jauh dari resiko di komentari pedes sama orang ramai.. hehey..

    Semoga pengalaman ini jadi teguran orang lain buat melakukan kegiatan yang berurusan sama kelautan.

    BalasHapus
  11. Semoga Dinas terkait bisa buka mata dan buka telinga..!!! Banyak cara untuk melestarikan biota laut dan tentunya bukan dg cara narok rongsok mesin atm di laut "Jangan ada udang dibalik bakwan" hehe.
    Sukses Om Indra👍

    BalasHapus
  12. Ini akibat harus kerja ... Kerja ... Dan kerja tapi tidak berpikir jauh ke depan. Tujuannya dianggap bagus tetapi tidak memperhatikan mana yang layak mana yang tidak. Sungguh memilukan negeri ini.

    BalasHapus
  13. Miris, sedih, geram... ealaa.. campur aduk perasaan bacanya.. semoga setelah ini ketiga mesin bangkai itu bisa disingkirkan. Aamiin

    BalasHapus
  14. Aku pun gagal paham, apa faedahnya narok atm di dalam laut.

    BalasHapus
  15. intinya ada di paragraf terakhir ya, bang. Duit😥

    BalasHapus
  16. Salah satu cara pelestarian terumbu karang zaman sekarang memang seperti ini. Selain untuk rumpon, manfaat lainnya untuk wisata bawah bawah laut agar menarik wisatawan pd daerah tertentu yang sedang berkembang. Jd betul kata sumber yang anda dapatkan, ini bukan sampah yamg tidak ada manfaatnya, melainkan menambah potensi kehidupan terumbu karang sebagai tempat berkembang biaknya ikan, juga menyehatkan rantai makanan kehidupan laut. Di daerah Halmahera hingga Biak, Papua banyak sekali bangkai pesawat tempur di dalam laut sisa perang dunia yang sekarang sudah ditutupi terumbu karang yang sehat dan penuh ikan. Coba search "wreckship indonesia". Anda akan mengerti kenapa bangkai besi/semen dibawah laut itu bukan sampah, melainkan kehidupan baru untuk ikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nih pasti satu tim sama BRI or MURI yaaa.... besok saya boleh masukkan Mesin Penggiling Padi punya kakek saya Yang dah gak kepakai kedalam laut???... uraian panjang panjang kok aneh!.

      Hapus
    2. Bisa beri contoh pada saya di negara Mana dan Mana Photo nya? Taruh bangke mesin ATM di dalam Laut dan di anggap sebagai Rumpon. ??! Tunjukkan ke saya photo nya. Ingat yaaa?. Mesin ATM yang Rusak.!!!

      Hapus
    3. Itu jadi rumpon ya? Mana ada rumpon kok dibuat untuk berfoto; coba kalau tiap hari bangkai atm itu dibuat swafoto, apa dalam kurun waktu 10 tahun ke depan bakal menjadi terumbu karang? Yang ada malah merusak karang-karang di sampingnya. Ingat, rumpon itu buat sedemikian rupa, dirawat, dan dijaga; bukan digunakan untuk spot swafoto.

      Hapus
    4. Kalau ATM tersebut terus-terusan untuk spot foto, apakah terumbu karang akan bisa tumbuh bang?

      Hapus
    5. Kok anonim sih?? Kasih nama dong.
      Kalau merasa benar, tidak perlu namanya disembunyikan.


      Kalian berharap karangnya tumbuh di dalem ATMnya terus di bagian luarnya nggak? Pembuatan rumpon itu ada aturannya dan dibuatnya bukan di tempat yg masih banyak karangnya seperti itu.

      Kalau banyak orang selfie dan kerap memegang atm tersebut, apa karang akan tumbuh???

      Bandingin ATM Sampah ini dgn shipwreck? Gk salah?

      Hapus
  17. Baahhhh..ATMnya udah ada, ikannya udah punya kartu ATMnya belum bang

    BalasHapus
  18. wkwkwk. Kok nganu yo. mau inovatif tapi kok rada maksa. sustainable tourism nya dimana loh? yg penting heboh lalu dapet MURI lantas ini dinilai sesuatu yang wah gitu. CSR APAAN ini? Mending buat yg lain. Thanks for sharing Mas Indra. I'm in your side. Menjadi benar kadang memang sulit, God with you.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya gitulah... menerapkan ide tanpa di akurasi lagi

      Hapus
  19. Aku merasakan kegeramanmu bang. Gitu amat ya cara eksis jaman sekarang. Berbagai cara dilakukan tanpa peduli jika itu melanggar estetika.
    Semoga pihak yang berwenang meninjau ulang dukungannya, dan segera mengangkat rongsokan tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. yesss mbaaa.... aku pun berharap 3 mesin rusak itu diangkat. itu aja. kalo soal penghargaan MURI sih tererah ajaaa...

      Hapus
  20. keren euy tulisan mas indra..
    lanjutkan mas ind!

    saya hanya bisa bilang "NORAK+++" sm BRI...

    Laporin aja mas ke menteri susi biar ditindaklanjuti..

    BalasHapus
  21. Padahal Pahawang itu udah bagus lo. Lautnya teduh, suasananya oke. Tapi kok ya ada atm dipasang dibawah :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. bawah laut sudah bagus tanpa perlu dipasang apapun

      Hapus
  22. Ya Allah baru baca dan ikut ngelus dada. Saya paham sih knp mas Indra jd berapi2, secara ini deket ya, di Lampung:( Dan sbg warganya pasti ikut terheran2 dgn ini. Tapi di atas itu semua, memang aneh sekaliber BRI mengklaim melakukan CSR dgn cara ini, dan kok bisa2nya menyabet rekor MURI :( :( Ga ada tim yg bisa berargumen kasi bentuk CSR yg lbh masuk akal apa ya *pengenteriak

    BalasHapus
  23. Sejak muncul destinasi digital, maka gaung wisata yang katanya untuk memajukan ekonomi warga setempat memang berjalan. Mengikuti trend buat foto ala-ala instagram, di post fot IG ku.. di lahat itu tahun lalu aku ke sana enak banget adem pemandangan tapi sekarang juga udah dibuat ala2 kekinian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. demi selfie dan unggah photo kece tak mengindahkan habitat lingkungan lagi ... coba pasang ATM itu di Langit biar bisa selfie di Langit

      Hapus
  24. Ini kok guoblog tenan??? Hadeeeh... Jadi stres sendiri kan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaa.... berbuat tanpa berfikir

      Hapus
  25. Para wisatawan kekinian nanti datang selfi bareng banke atm secara masal dan bisa jadi mengganggu dan merusak lingkungan alami yang ada di sekitarnya.

    BalasHapus
  26. i got your point there mas. kalo mau buat rumpon ya harus nya gak dijadiin tempat swafoto. Ini sebenernya PR untuk dinas pariwisata di daerah-daerah se indonesia, bahwa tempat wisata itu ga selalu konsepnya harus untuk swafoto. Harusnya kan ada research dan research untuk pengembangan wisata yang eco-friendly.... nggak dong. semua-semua buat swa-foto kekinian ala-ala manja.

    dan sebenernya PR juga buat para travel blogger untuk bisa mengemukakan hal kaya gini. bahwa, mengembangkan pariwisata bisa dilakukan dengan nggak alay. so, kudos for you!

    BalasHapus
  27. Hehe jadi inget pas ane baru banget maen ke pahawang tahun 2010-2011,pahawang tuh sepi bangeeeeeeet, sampe 2012 diajakin senior buat kegiatan tanam mangrove pas kebetulan tamu nya pak menteri kehutanan yang sekarang jadi ketua MPR,dan ane ngomong dalam hati 3 atau 4 tahun yang akan datang nih tempat bakal rame banget nih, dan jeng jeng jeng bener aja 2014 - 2015 berkat pesatnya dunia maya, pesat pula kerusakan terumbu karang disana.

    Inget senior ane yang dari jaman bien, sudah mulai transplantasi terumbu karang diteluk lampung, yang buat emejing dengar cerita mereka, media yang dipakai kan besi agar berat saat ditaruh didasar laut, sudah diperhitungkan dr ukuran besi yang dipakai dan bentuknya menyerupai kerucut, dan mereka pakai biaya sendiri bukan bantuan pemerintah atau apapun, ya karena senang aja ngelakuin nya. di cek tiap sebulan sekali untuk di bersihkan lumut nya, dannnn mereka syok besi nya ilang ada yang nyolong hahaha, eh apa ya kata yang pantes? Tapi mereka sedikit senang sih, karena beberapa coral tumbuh sesuai harapan, jadi mereka mulai tata lagi dikumpulkan jadi satu, kalau pulau tegal dll itu mah tempat maen waktu kecil karena sebelum tahun 98 ayah petani rumput laut di daerah lempasing, jadi kalau pulau Tegal dan sekitar nya mah sering main.

    Tapi semenjak itu mereka kalau buat kegiatan coral transplantation tempat nya milih yang tersembunyi dan agak dalam biar susah mau nyuri besi nya lagi, dan kalau kegiatan sudah selesai mereka titip ke warga A untuk diperhatikan dan diberi tanggung jawab, kan tempat hidup mereka sudah dibantu dilestarikan jadi mohon kerja sama nya, karena itu tempat main kami, jadi ya menurut saya warga sekitar PESISIR TELUK LAMPUNG, jangan pikirkan keuntungan sesaat saja, dan jangan pula karena diimingi uang 300juta lajuuuuuu, iya aja mau diapain lautnya. Tapi saya jadi keinget kata2 pak lurah pahawang dulu pas tahun 2012 (lupa nama nya) pas izin mau buat kegiatan disana "Saya ini hanya tunas, yang berlindung dibawah pohon besar dari terpaan badai dan hujan" jujur, dulu kalo ada kegiatan saya cuma jadi bendahara, ngerti nya megang uang wkwkwkwkk jadi pas beliau ngomong begitu gak nyambung, sekarang sih ya cuma bisa manggut2 *you know what I mean* pasal 1 atasan gak pernah salah, kalau salah balik ke pasal 1, sama-sama tau aja hahahaha *ups terima kasih sudah boleh curcol.

    BalasHapus
    Balasan
    1. skrg kawasan pahawang semakin miris mba...

      Hapus
  28. Wah, ada ATM di dalam laut keren bang Indra

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren Bodohnya yang punya Ide memasukkan bangke mesin ATM dalem laut yaaa...heheheheh

      Hapus
  29. Kalo kata orang sunda mah 'Aya-aya wae'.

    BalasHapus

Scroll To Top