![]() |
| 3 Rekan Travel Blogger yang sedang membidik object. Bidikan mereka sungguh mengagumkan. |
Pernahkah
mendengar ada seorang blogger tanpa kamera?.
Nyaris mustahil. Tapi tentu akan tahu bahwa hal tersebut nyata jika kemudian saya mengatakan bahwa blogger
tanpa kamera itu adalah saya!. Ya, Saya. Indra Pradya dengan blognya www.duniaindra.com heheh.
Seingat
saya, kegemaran menulis telah terjadi ketika saya duduk di kelas 2 SMP.
Kala
itu, saya tinggal bersama Uak – sebutan kakak dari Mama dalam bahasa Palembang,
selama menempuh pendidikan SMP. Jauh dari pendampingan orang tua kandung menjadikan saya sebagai pribadi yang enggan
terbuka. Sehingga menulis adalah salah satu cara bagi saya untuk bertutur
banyak hal tentang rasa yang saya alami. Teman teman sebaya yang menyukai
aktivitas menulis dan trend buku diary khas remaja SMP kala itu pun menjadi
salah satu pemicu kegemaran menulis saya.
Hingga
kini aktivitas menulis tetap berlangsung. Tak begitu yakin apakah tulisan yang
saya buat benar benar menarik dan bermanfaat. Tapi berdasarkan reaksi keluarga
dan rekan rekan terdekat cukuplah memberi semangat buat saya untuk menulis dan
terus menulis dengan mengelola blog yang masih seumur jagung.
![]() |
| Mba Evi - seorang travel Blogger, Writer dan juga Photographer wanita yang handal. Photo by Mba Donna |
Yang
menarik – dan hampir sebagian pihak terhenyak dan nyaris tak percaya jika saya
tuturkan kegemaran saya menulis dan kemudian mem-posting di blog lengkap dengan photo photo peristiwa tersebut
justru tanpa dukungan kamera yang memadai. Layaknya rekan rekan saya para travel blogger yang melengkapi aktivitas
traveling mereka dengan kamera professional. Setidaknya mereka
menggunakan kamera yang memudahkan mereka menangkap moment indah. Saya?, hanya menggunakan Kamera Ponsel.!!. hahahah.
![]() |
| Mba Donna - Blogger kece nan tangguh dengnan kamera andalannya |
Pernah
saya merasa canggung saat kumpul mengabadikan gambar bersama rekan rekan travel
blogger yang menggunakan kamera canggih.
Pernah juga saya terdiam ketika rekan traveling
bicara seputar onderdil kamera milik mereka masing masing. Tentu saya diam. Karena
saya tidak punya kamera hingga tak mengerti bagian mana dari kamera yang harus
saya bicarakan. Hahahaha. Tapi beruntung
juga ketika ada rekan traveling yang
berkenan hasil photonya saya gunakan. Meski saya sadar, tak setiap saat saya bisa berbuat
demikian. Malu juga jika sering minta photo. Hahahahhah.
“Tak ada rotan akar pun jadi.”
Kiranya
pribahasa popular tersebut pantas menggambarkan posisi saya sebagai travel blogger.
Penulis
blog tanpa kamera yang memadai. Hanya mengandalkan kamera ponsel.
Karena
pada dasarnya saya suka menulis. Meski tanpa dilengkapi kamera yang memadai
seperti rekan rekan travel blogger
lainnya bukanlah penghalang buat saya untuk menulis dan kemudian mempostingnya
di blog dengan photo photo penunjang
yang berasal dari kamera ponsel. Toh,
penuturan dan photo penunjang yang memadai dari sebuah perjalanan cukup
memberikan daya tarik pembaca tanpa perlu pembaca tahu dari jenis kamera apa
photo di blog itu berasal.
![]() |
| 3 travel Blogger Emak Emak Tangguh dengan kamera canggih dan pribadi mereka yang membumi. Love u all. |
Bukan
sebuah pembelaan atas keterbatasan. Karena saya juga berharap bagi siapa pun
yang ingin melakukan sesuatu janganlah membatasi diri hanya karena tidak
tersedianya alat atau fasilitas yang memadai. Cukuplah berupaya memaksimalkan
apa yang kita punya. Meski diam diam
saya juga tengah menabung untuk bisa beli jenis kamera yang sesuai dengan
kemampuan dan kapasitas pemahaman saya. Suatu hari kelak, saya tentu akan menenteng kamera dalam
aktivitas traveling. Kapan?, ya suatu
saat nanti. (tenggat waktu sudah ditentukan dan jadi rahasia personal, heheheh). Atau saya juga berhayal
seperti para penulis hebat yang di endorse
kamera oleh sebuah merek. Hihihi…(siapalah
diri ini). Menulis blog kini menjadi salah satu aktivitias saya diantara
banyaknya impian yang saya bangun perlahan dan berharap suatu saat akan jadi
kenyataan. Karena hanya impian impian yang tertata tersebutlah yang selalu
menyemangati diri ini. Termasuk harapan suatu masa akan ada sebuah karya tulis
saya yang terbit menjadi sebuah cetakan buku. Amin.








