Hari
tak lagi pagi ketika saya dan
rekan-rekan terbangun dari tidur. Rencana memulai aktivitas pada pagi hari
tinggallah rencana. Kami malah terbangun setelah pukul 8 pagi. Jauh dari
rencana. Bahkan babang ojek yang bertugas mengantarkan kami ke kawasan Gigi Hiu
telah bersiap di pelataran cottage sebelum kami bangun tidur. Setelah sigap
bergegas, kami sepakat hanya gosok gigi tanpa perlu mandi pagi terlebih dahulu.
Demi mendatangi Gigi Hiu Kelumbayan - Spot Wisata Fotogenik di Teluk Kiluan Lampung.
Tampilkan postingan dengan label gigi hiu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gigi hiu. Tampilkan semua postingan
Minggu, 06 Januari 2019
Selasa, 09 Agustus 2016
WARNA PERJALANAN
![]() |
| Rute jalan menuju Gigu Hiu |
“…mba, gak papa..?”
“gak papa Ndra, it’s Ok.”
Tubuh
gempalnya kembali tegap setelah nyaris tersungkur ketika motor yang ditumpangi
tergelincir.
Dan
itu bukan yang pertama. Beberapa waktu sebelumnya, ia pun jatuh meski tetap tak di rasa. Mba Dian
namanya – Ibu muda, Travel Blogger dari Batam yang baru saya kenal tepat pada waktu pagi ketika menuju perjalanan ke
Way Kanan. Dibagian jalan lainnya, saya melihat Mba Dian memutuskan turun dari
motor yang ia tumpangi dan berjalan kaki menyusuri jalan menanjak dengan taburan batu beragam bentuk di badan jalan. Meski
terjatuh, melalui jalan terjal dan tanah
licin, Mba Dian tetap menikmati perjalanan. Pemilik akun @Adventurose tersebut benar benar membuktikan dirinya
sebagai seorang Adventure. Bagimana
tidak, badan jalan yang sebagian besar tak semulus paha remaja belia menyeh menyeh – Cherrybele
itu justru ia nikmati meski berhias
jatuh 3 kali dari motor yang membawanya dalam perjalanan menuju kawasan Gigu
Hiu – Kelumbaian – Tanggamus – Lampung.
![]() |
| Mba Dian dengan kendaraan yang di tumpangi melalui jalan tanah bertabur bebatuan |
Kondisi
jalan dari Teluk Kiluan menuju Gigi Hiu bukanlah terbilang baik. Meski kini sebagian
jalan beraspal beton, tetapi dibeberapa bagian lain tetap menyisakan badan
jalan yang terjal berbatu. Kontur jalan tanah yang cenderung licin menyebabkan
rawan tergelincir. Jika saja pengendara sepeda motor kurang piawai, tentulah terjadi
seperti yang mba Dian alami.
Saya
pun pernah merasa was was kala dulu menghadapi rute jalan Teluk Kiluan – Gigi Hiu
yang sungguh tak mudah. Meski beberapa rekan telah mengingatkan akan kondisi jalan
yang sebenarnya, tetap saja rasa takut menyelimuti diri sepanjang
perjalanan. Walau paham dan merasakan
langsung rute jalan yang sulit tetap saja saya selalu bergairah mengunjungi
Gigi Hiu bahkan beberapa spot yang menurut penuturan banyak pihak merupakan
rute jalan yang sulit tetap saja saya merasa tertantang untuk merasakannya
secara langsung.
Setiap
perjalanan selalu menghadirkan tantangan tersendiri. Ke luar kota bahkan
kunjungan ke negara maju sekalipun. Terkadang kisah dalam perjalanan justru
lebih indah dibanding tujuan perjalanan itu sendiri. Tak ubahnya dengan
keindahan yang didapat dari sebuah proses perjalanan yang malah akan membuat
kita lupa pada proses panjang dari perjalanan.
![]() |
| Selalu ada view yang indah di balik rute jalan yang terjal |
Tak semua tujuan dari perjalanan berbuah manis. Tak sedikit pula tujuan
dari perjalanan tak menghasilkan keindahan sesuai dengan photo yang dilihat
sebelumnya. Tapi apalah artinya tujuan jika kisah perjalanan sendiri memiliki segudang
arti. Terlebih yang memberi arti adalah pertemanan yang terjadi sepanjang
proses perjalanan tersebut.
![]() |
| Selalu punya cara mengabadikan perjalanan |
![]() |
| Sesulit apapun rute jalan, tetap dapat diabadikan |
![]() |
| bentangan Gigi Hiu yang memiliki pesona dengan proses perjalanan yang tak mudah |
Sebagai
seorang pejalan,– meski belum semua tempat saya kunjungi. Saya justru menaruh perhatian penuh pada rekan yang turut
serta memberi arti dalam perjalanan yang saya lakukan. Termasuk lingkungan
dimana saya berada, baik lingkungan yang saya lalui dalam perjalanan maupun
lingkungan tujuan dari perjalanan. Seperti mba Dian,- salah satu teman jalan yang
baru saja saya kenal. Secara personal kami boleh saja baru mengenal, tetapi
secara minat kami memiliki minat yang sama. Kesamaan minat itulah yang
menyatukan dan kemudian menjadikan kami semakin dekat tanpa perlu
mempertanyakan latar belakang personal masing masing. Bahkan hal getir sekalipun
dapat jadi bahan tertawa dalam obrolan bersama.
Setiap
perjalanan merupakan bentangan pembelajaran. Dan teman dalam perjalanan adalah pemberi
warnanya.
Jumat, 05 Agustus 2016
TIPS MENUJU GIGI HIU
![]() |
| saya dan pesona Gigi Hiu - Photo by mba Katerin |
Pepatah
bilang ‘sedia payung sebelum hujan’.
Persiapan
itu penting. Seperti yang kerap saya sampaikan di kelas ketika jadi
pemateri Public Speaking bahwa – Gagal dalam perencanaan, berarti sedang
merencanakan kegagalan. Nah, begitu pula dengan berwisata. Jalan jalan ke sebuah kawasan. Menikmati destinasi menarik adalah keinginan setiap
personal. Mengingat aktivitas wisata kini telah menjelma menjadi sebuah
kebutuhan. Terlebih trend posting
photo kece di akun social media.
Tapi, untuk urusan wisata yang
berhubungan dengan alam, ada baiknya setiap pribadi melakukan perencanaan
matang agar tidak menyesal kemudian.
![]() |
| Aktivitas pengunjung di lokasi Gigi Hiu |
Sehubungan
dengan wisata yang bersinggungan langsung dengan alam, kesempatan ini akan saya gunakan
untuk menjelaskan beberapa hal berupa tips tips yang sekiranya dapat jadi acuan
jika kalian ingin berkunjung ke Gigi Hiu.
Mengingat
banyak yang bertanya cara menuju Gigi Hiu, maka baiknya saya jabarkan saja di
postingan ini, karena terkadang saya tidak punya banyak waktu untuk memberi
penjelasan satu persatu pada setiap akun yang bertanya via Instagram, facebook atau twitter
saya. #SOKSIBUK!!.
![]() |
| Garis Merah adalah rute yang harus kamu tempuh dari Bandar Lampung ke Teluk Kiluan lalu ke lokasi Gigi Hiu - photo from Blogger Lampung. |
Jadi
silakan simak pemaparan dari saya
berikut ini.
Gigi
Hiu – sebuah kawasan yang mengetengahkan pesona alami berupa bebatuan yang
menjulang tinggi. Di beberapa tempat kerap disebut dengan ‘Batu Layar’, tetapi
penamaan Gigi Hiu untuk memudahkan identifikasi destinasi wisata yang mulanya
dilakukan oleh Oom Yopie dan Budhi Martha – sosok awal yang mengenalkan pesona
Gigi Hiu pada khalayak luas.
Menurut
saya pula, Gigi Hiu adalah destinasi wisata yang cocok bagi mereka yang menyukai Wisata Minat Khusus.
Mengingat proses perjalanan menuju Gigi Hiu membutuhkan mental yang kuat. – jadi buat anak mama yang suka mengeluh, takut lecet, becek dan gak ada
ojek apalagi Mall, lebih baik tak usah mendatangi Gigi Hiu.
1. Gigu Hiu terletak di Kelumbaian - Tanggamus. Pengunjung harus menuju Teluk Kiluan terlebih dahulu sebelum
akhirnya menempuh perjalanan dengan sepeda motor menuju Gigi Hiu.
2. Pilihlah pengendara sepeda motor
(ojek) yang tersedia di Teluk Kiluan dan memang biasa mengantarkan pengunjung dari Teluk Kiluan ke Gigi
Hiu. Jangan sesekali merasa percaya diri
bisa membawa motor sendiri. Sehebat apapun kemampuan berkendaraanmu, tetap
percayakan pada tukang ojek setempat yang memang telah terbiasa pengantar tamu ke Gigi Hiu. Terakhir saya
menuju ke Gigi Hiu pada akhir Juli 2016 – tarif Ojek dari Teluk Kiluan ke Gigi
Hiu sebesar Rp. 200.000,- - nilai tersebut sesuai dengan jarak tempuh dan medan
jalan yang tak biasa. Tak hanya mengantarkan pengunjung dengan selamat, para
mamas Ojek juga menunggu setiap pengujung ketika menikmati pesona Gigi Hiu
selama 3 jam sebelum akhirnya mengantarkan kembali pulang ke Teluk Kiluan
dengan selamat.
3. Bersahabatlah dengan medan jalan yang tidak mudah. Jalin komunikasi dengan mamas Ojek dan ikuti ritme berkendaranya. Jangan melakukan gerak badan berlebihan yang kelak akan berakibat pada kecelakaan dalam berkendara. Tak hanya fisik yang harus prima,
kamu juga harus membawa camilan ringan dan air mineral – mengingat di sekitar
Gigi Hiu tidak ada warung waralaba.
4. Selama berada di Gigi Hiu, jaga
keselamatan dengan tidak melakukan hal hal yang berresiko tinggi dan berdampak
pada hal yang fatal, seperti – jangan naik ke puncak batu jika memang tidak
mampu. Jangan melakukan spekulasi. Terlebih jangan berphoto dekat ombak yang
datang menerjang. Karena sehebat apapun kamu berenang belum tentu bisa
menaklukkan terjangan ombak. Apalagi yang tidak bisa berenang seperti saya.
Photo photo cantik di beberapa spot yang tidak berbahaya sudah cukup.
5. Jangan buang sampah sembarangan di
kawasan Gigi Hiu. Bawa kembali sisa makanan mu atau taruh di tempat khusus
sampah yang tersedia di lokasi Gigi Hiu. Ingat, pejalan yang baik adalah mereka
yang juga berkenan menjaga keasrian dan kebersihan lingkungan. Kalo mau buang
sampah sembarangan mending dirumah aja!!.
Demikian
beberapa hal yang harus diindahkan bagi kalian yang ingin menikmati pesona Gigi
Hiu. Ingat jangan pernah kesampingkan keselamatan ketika berwisata di alam.
Karena keselamatan tetap lebih penting ketimbang hasil photo. Meski ada proses
panjang yang tak biasa dibalik photo yang nampak indah dimata.
Minggu, 31 Juli 2016
KISAH PERJALANAN WISATA 4 HARI ; DARI WAY KANAN HINGGA KILUAN
![]() |
| Salah Satu Rumah Panggung yang ada dalam Desa Wisata Gedung Batin - Way Kanan |
Berawal
dari ajakan Oom Yopie – Admin Akun @KelilingLampung_ dalam pertemuan disela tugas saya memandu
acara di kampus ITERA-lah yang membuat saya akhirnya ikutserta dalam perjalanan
wisata ke kabupaten Way Kanan dan Teluk Kiluan – Tanggamus – Lampung. Ajakan berwisata tentu selalu menggiurkan.
Rugi jika di tolak. Terlebih bersama sosok yang menyenangkan. Tergambarlah suasana perjalanan seru
meski perjalanannya sendiri belum
dimulai.
![]() |
| Sarapan pagi sekaligus moment perkenalan personal - Group menuju Way Kanan |
Selepas
waktu subuh. Oom Yopie menghampiri saya setelah 4 personil lainnya dijemput di
hotel. Mereka adalah Mba Katerin – yang sudah saya kenal sebelumnya dalam
beberapa perjalanan. Lalu ada mba Rosana dari Balikpapan – Kalimantan, Mba Rian
dari Yogyakarta, dan Mba Dian dari Batam. Keempat wanita tersebut telah tiba di
Lampung dan sempat bermalam sebelum akhirnya hari ini akan menjelajak ke Way
Kanan bersama Oom Yopie dan saya.
Sebagai
Informasi – melakukan perjalanan bersama Ibu Ibu itu menyenangkan bagi saya.
Karena saya merasa jadi anak lelaki yang akan dilindungi oleh sosok ibu – ibu hahahha. Kecuali mba Rian yang belum
jadi Ibu Ibu – alias single
berlabel.!!.
![]() |
| Kondisi jalan menuju Way Kanan yang relatif baik dengan lalu lintas lancar. |
Jadilah
pagi itu kami semua men-tasbihkan diri sebagai group yang akan melancong ke kabupaten Way Kanan – salah satu
kabupaten di provinsi Lampung yang letaknya bersebalahan langsung dengan
kawasan Sumatera Selatan. Mengingat waktu tempuh yang cukup jauh, kami
memutuskan untuk sarapan pagi terlebih dahulu di warung nasi uduk depan bandara
Radin Inten II. Ritual sarapan berlangsung
lancar lengkap dengan photo makanan –
yang seolah telah jadi hal wajib bagi pejalan. Lumayan nambahin photo
dalam bertutur di blog kelak, hehehehehe.
![]() |
| Iconic Tower di Blambangan Umpu - Way Kanan. |
Setelah
sarapan, kami bersiap melanjutkan perjalanan. Jarak Bandar Lampung – Way Kanan
yang lebih kurang 167,7 km tersebut tidaklah terlewat begitu saja. Tidaklah
mungkin seorang pejalan apalagi ber-label travel
blogger hanya berdiam diri selama perjalanan. Pembicaraan akrab dan seru
mewarnai perjalanan. Topik obrolan hangat diselingi canda tawa pelepas penat
tentu jadi keseruan tersendiri dalam perjalanan.
MENIKMATI WISATA WAY KANAN
![]() |
| Sekolah yang pernah saya rasakan ketika kecil dulu di Baradatu |
Pukul
10.30 WIB kami tiba di Way Kanan.
Melihat keramaian Baradatu – salah satu kecamatan di Way Kanan seolah
membangkitkan kenangan masa kecil saya.
Saya
pernah mengenyam pendidikan selama kelas 4 di Sekolah Dasar Negeri Tiuh Balak
Pasar – Baradatu, sebelum akhirnya berpindah pindah sekolah kala itu. Saya
sempat meminta pada Oom Yopie – sang pengendali kemudi untuk berhenti sejenak
di sekolah SD yang menjadi bagian sejarah hidup saya tersebut untuk sekedar
mengabadikan beberapa sudut sekolah. Dejavu
pun melanda.
![]() |
| Makan Siang lezat di Way Kanan. Sambalnya Nendang.!! |
Ketika
masuk kawasan Blambangan Umpu – Ibukota kabupaten Way Kanan, Oom Yopie mengajak
kami bertemu rekannya yang kemudian membawa kami menikmati makan siang yang
sungguh lezat dicecap. Seusai makan siang, kami pun sempat beristirahat sejenak
di rumah rekan Oom Yopie – yang memiliki akun facebook Rinto Macho.
Sebenarnya,
Oom Yopie dan bahkan kami semua memiliki agenda untuk dapat beraudiensi dengan
Bupati Way Kanan berkenaan dengan misi kami mendatangi spot wisata menarik di
Way Kanan. Meski rencana audiensi harus
dibatalkan karena jadwal Bupati yang sedang padat hari itu.
![]() |
| Ketika Stasiun Kereta Api jadi spot menarik untuk di kunjungi --- photo narsis jangan lupa.!! |
Perjalanan
dilanjutkan menuju Desa Wisata Gedung Batin yang letaknya berada dalam
kecamatan Baradatu setelah beberapa menit kami diajak “Blambangan Umpu City Tour “ mengabadikan spot photo menarik. Memasuki
kawasan Desa Gedung Batin, saya seolah melihat peradaban asli suku Lampung masa
lampau dengan tata kehidupan dan cara fikir masyarakat yang sudah cukup modern.
….Pengalaman saya berada di Desa Wisata di Gedung Batin akan saya tulis
tersendiri. Karena kesan saya yang begitu dalam terhadap Desa Wisata ini. Termasuk
sensasi bermalam di rumah panggung berusia tua yang ingin rasanya diulang lagi
jika suatu hari kelak kembali ke Way Kanan.
![]() |
| Suasana Sore di 2 rumah yang usianya lebih dari 300 tahun yang ada dalam kawasan Desa Wisata Gedung Batin |
Setelah
menikmati bermalam di Desa Wisata Gedung Batin,
kami bergegas menuju salah satu objek wisata ternama di kabupaten Way
Kanan yang akhir akhir ini tengah mahsyur dikalangan pecinta wisata, yakni Air
Terjun Putri Malu. Sudah tak asing lagi
bahwa Way Kanan adalah kabupaten dengan sebutan 1000 Air Terjun. Bahkan ada sebuah
air terjun yang suasananya mirip dengan air terjun ternama kelas dunia ;
Niagara – tetapi dalam versi Way Kanan.
![]() |
| Bersama 3 ibu ibu muda kece bingit dan 1 single berlebel paling depan |
Perjalanan
ke Air Terjun Putri Malu harus kami tempuh lebih kurang 1 jam dari pusat
keramaian Baradatu kearah Banjit. Tidak terlampau sulit menuju kawasan Air
Terjun Putri Malu meski harus juga dengan perjuangan yang tidak mudah. Tapi bukankah
yang sukar itu selalu berbuah keindahan. Karena sesuatu yang indah itu justru
muncul diakhir dari perjuangan kan?.
… Kisah kunjungan saya dan rombongan menuju Air Terjun Putri Malu akan
saya tulis terpisah. Mengingat banyak hal hal menarik yang harus di jabarkan
secara khusus.
![]() |
| Hidangan Lezat, Suasana memikat - persembahan Selebriti Cafe - Bandar Lampung. |
JELAJAH KEINDAHAN TELUK KILUAN
Seusai
menikmati Air Terjun Putri Malu, saya
dan rombongan bergegas kembali ke Bandar Lampung. Perjalanan pulangpun lancar,
sebelum akhirnya sajian lezat di Selebriti Café menjadi sajian makan malam sekaligus
menjadi penghilang lelah setelah menempuh 5 jam perjalanan dari kabupaten Way
Kanan ke Ibukota provinsi Lampung – Bandar
Lampung. Saya memutuskan untuk kembali ke rumah dulu mengingat berganti
perlengkapan jelang jelajah Teluk Kiluan.
![]() |
| Group semakin ramai - bersiap menuju Teluk Kiluan |
Seolah
tak ada lelah untuk berwisata, Perjalanan mengandung wisata bagai menjadi hasrat dan kegembiraan tersendiri.
Benar
saja. keesokan paginya saya beserta rombongan yang sebelumnya ke Way Kanan
menjemput rekan rekan trip ke Teluk Kiluan di Bandara. Sebelum akhirnya kami
yang telah berjumlah 17 orang dengan 3 mobil melajukan semangat menuju Teluk
Kiluan. Suasana kebersamaan seketika tercipta.
Sebelum
menuju Teluk Kiluan aktivitas diawali dengan kunjungan ke Taman Kupu Kupu Gita
Persada dan makan siang bersama di Pindang IKA sebelum akhirnya jelajah Gigi
Hiu – Kelumbayan dan dilanjutkan dengan
bermalam di cottage dalam area Teluk
Kiluan.
![]() |
| bersama mereka - sosok yang baru saya kenal tetapi selalu menghadirkan kebahagiaan. |
Dua
hari bersama sosok sosok pejalan sejati sungguh merupakan kebahagiaan
tersendiri bagi saya. Yang paling utama, saya mendapat kenalan baru, pribadi
pribadi menarik dengan beragam latar belakang profesi yang mereka geluti hingga
saya mendapat inspirasi akan ketekunan dan ketangguhan mereka sebagai jiwa
pejalan wisata dan penulis blog yang
aktif. Meski tidak semua dari 17 orang
yang terlibat – yang terdiri dari ragam usia tersebut saya kenal akrab, mengingat
waktu pertemuan yang cukup singkat ditambah ada beberapa pribadi yang cenderung
diam dan tertutup sehingga sulit untuk cepat melebur dalam group selain ada
yang sedang jaga image. Oops.!.
![]() |
| Selalu ada keindahan dibalik upaya terjal. - menuju Gigi Hiu. |
Bagi saya,
apapun bentuk dari Traveling itu
adalah sebuah perayaan.
Perayaan
diri sendiri dari waktu luang yang memang harus dinikmati. Menikmati waktu dan
lingkungan yang dijajaki dalam perjalanan. Menikmati menjadi diri sendiri yang
belum tentu dapat terjadi dalam aktivitas rutin atau kala bertugas jadi pekerja.
Menikmati kondisi yang didapati, apapun kondisinya. Termasuk soal signal yang tak leluasa
dijangkau hingga berdampak pada terhambat mem-posting photo di media sosial.
Selain
itu, Traveling – dalam perspektif
saya adalah pembelajaran. Karena setiap perjalanan harus memiliki nilai yang
dapat menambah kematangan personal. Tidaklah
indah sebuah nilai perjalanan jika sebagian besar waktu hanya dihabiskan
bersama gedged tanpa ada interaksi
dengan rekan pejalan lainnya yang tergabung dalam team trip. Karena pembelajaran hanya diperoleh dari bentuk
interaksi. Dan interaski yang laping mudah adalah dengan setiap macam pribadi. Karena
sesungguhnya, setiap pribadi itu unik dan memiliki keunggulan. Tentu seorang
pejalan sejati mampu menghargai kondisi dan rekan pejalan lainnya
dalam group kecuali jika jalan sendiri.
Mari
berwisata. Nikmati hidup dengan mendatangi langsung karya Tuhan berupa keindahan alam yang memamg harus
dinikmati.




























