Dunia Inspirasi Penuh Warna by Indra Pradya

Tampilkan postingan dengan label kalimantan selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kalimantan selatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Desember 2014

LEBIH DEKAT DENGAN MONYET DI PULAU KEMBANG.



Beberapa Monyet di Pulau Kembang


Pulau Kembang.
 Jangan terburu menafsirkan kata Pulau Kembang dengan sebuah hamparan bunga aneka warna dan aroma di sebuah pulau.  Pulau Kembang ; Pulau dengan aneka Kembang ?, Anda salah. Justru Pulau Kembang mayoritas isinya adalah monyet dan bekantan.

Plang Pulau Kembang di depan Pintu Masuk

Pulau Kembang atau juga kerap di sebut warga setempat sebagai Pulau Kaget – karena suara monyet yang kerap membuat kaget warga, merupakan sebuah gugusan delta yang terletak di tengah Sungai Barito yang termasuk dalam wilayah administratif kecamatan Alalak, kabupaten Barito Kuala provinsi Kalimantan Selatan.  Pulau Kembang yang terletak di sebelah Barat kota Banjarmasin ini telah di tetapkan sebagai hutan wisata oleh Menteri Pertanian sejak tahun 1976 yang merupakan habitat bagi kera ekor panjang (monyet) dan beberapa jenis burung. Selain itu juga ada jenus Bekantan yang jika beruntung bisa di jumpai di Pulau Kembang.

Kondisi bagain dalam Pulau Kembang dengan bertebaran Monyet

Monyet di bagian depan menyambut kehadiran pengunjung


Siang itu, Saya – untuk bertama kali bersama mba Evi, mba Donna dan Halim mengunjungi Pulau Kembang. Setelah menaiki Klotok bermesin dari Dermaga Kuin dan mengarungi sungai Barito selama 25 menit, kami tiba di Pulau Kembang yang sudah sejak lama buat saya penasaran.

Menjajakkan kaki di Pulau Kembang akan bertemu loket masuk pada bagian dermaga depan. Rp.5.000 per orang jika Weekday dan Rp. 10.000 per orang jika Weekend. Setelah melalui pintu masuk utama dan plang Pulau Kembang, pengunjung akan melihat sebuah Altar.  Altar tersebut di peruntukkan sebagai tempat meletakkan sesaji bagi ‘penjaga’ Pulau Kembang yang dilambangkan dengan dua buah arca berwujud kera berwarna putih (hanoman). Karena kami datang siang, Bekantan yang buat saya penasaran tidak muncul.  “munculnya pas sore mas..” ucap ibu di loket tiket. Tapi yang menarik sejak masuk kebagian dalam dari Pulau Kembang yang di tumbuhi banyak jenis pohon rambai itu, pengunjung langsung di datangi oleh sekawanan monyet. Mulai dari yang berukuran kecil hingga ukuran besar. Monyet monyet kemudian bergerak lincah mendekati kami ketika kami sodori kacang kulit yang telah kami beli dari seberang pulau. Sayang selama penelusuran kebagian dalam Pulau Kembang  dengan jalan setapak yang di tata rapih tak satupun jenis Bekantan dapat kami lihat. Padahal yang buat saya penasaran untuk datang ke Pulau Kembang adalah wujud Bekantan yang kerap saya lihat sebagai mascot ketika datang ke Ancol – Dufan Jakarta. Saking terkenalnya Pulau Kembang dengan Bekantan, pemerintah Kota Banjarmasin menjadikannya Bekantan sebagai icon pada taman maskot di pusat kota Banjarmasin.

pengunjung bisa lebih dekat dengan monyet di Pulau Kembang


Meski tidak bertemu dengan jenis Bekantan, setidaknya di kelilingi puluhan monyet yang menghampiri dari ratusan habitat monyet di Pulau Kembang jadi hiburan tersendiri dan mengobati rasa penarasan saya yang telah sejak dua bulan sebelumnya mendengar kabar akan keindahan Pulau Kembang. Sayang serunya kunjungan saya dan teman teman siang itu cukup terganggu oleh sekumpulan ibu ibu dan bapak bapak yang secara berkelompok mengikuti kami yang kami fikir adalah pengunjung atau karyawan setempat ternyata meminta upah menemani kami. Padahal kami tidak meminta mereka secara keseluruhan untuk ikut serta menemani kami masuk ke areal dalam Pulau Kembang. Sangat mengganggu. Jika saja mereka lebih kreatif seperti menjual pernak pernik souvenir atau jajanan pasar di area depan pintu kedatangan Pulau Kembang tentulah akan jadi daya tarik pengunjung dan pemasukan buat mereka, tidak dengan mengintil pengunjung dan berakhir dengan meminta upah. Sesuatu yang mengangetkan pengunjung di akhir kunjungan sekaligus buat efek jera.

Meski telah di tetapkan sebagai Hutam Wisata oleh Kementerian Pertanian. Pemda kabupaten Barito Kuala dan Pemda Kalimantan Selatan tetap perlu memelihara Pulau Kembang sebagai objek wisata menarik untuk di kunjungi wisatawan, mengingat populasi monyet dan keunikan pulau Kembang, Pemda perlu meningkatkan kebersihan Pulau Kembang dari sampah sampah yang berserakan di sekitar Pulau Kembang. Bahkan sejak masuk ke dalam Pulau Kembang sampah sampah telah terlihat menumpuk di plang pintu masuk. Selain itu pemberdayaan masyarakat sekitar termasuk warga seberang dari Pulau Kembang harus juga di tingkatkan. Keterlibatan masyarakat dalam upaya usaha penunjang dari sektor pariwisata dengan berdagang lebih bermanfaat dan meninggalkan kesan yang baik bagi pengunjung daripada hanya sekedar meminta tips.


Bagian depan dengan hiasan sampah



Beberapa hal yang  Pengunjung harus ketahui jika ingin ke Pulau Kembang :

  • Harga Klotok (perahu) dari dermaga Kuin ke Pulau Kembang 150.000 – 175.000 sesuai weekday or weekend. Lakukan penawaran jika pemilik Klotok menaikkan harga. Terkadang para pemilik Klotok mematok harga sampai 250.000 hingga 300.000.

  • Bawa Kacang kulit untuk diberikan pada monyet monyet sejak dari dermaga Kuin. Di Pulau Kembang ada penjaja Kacang kulit tapi dengan harga 3 kali lipat dari harga sebenarnya.

  • Harga tiket masuk di Pulau Kembang,  Weekday : Rp.5.000/orang (WNI) dan Rp.100.000/orang (WNA) dan Weekend : Rp. 10.000/orang (WNI) dan Rp. 150.000/orang (WNA).  Perbedaan harga yang fantastis antara WNI dan WNA.

  • Jika butuh pemandu selama menyusuri bagian dalam Pulau Kembang. Pastikan dengan tegas Pemandu yang kamu butuhkan hanya satu atau dua. Karena biasanya seluruh ibu ibu dan bapak bapak yang memang berprofesi sebagai pemandu (tak resmi dan tak informatif) akan ikut serta dan berakhir dengan meminta tips atau uang bayaran. Berapa yang harus di bayar pengunjung jika harus memberi uang bayaran pada pengintil lebih dari 15 orang ?. Tekor!.

  • Jangan memakai perhiasan selama berkunjung ke Pulau Kembang. Termasuk jaga dengan baik barang bawaan seperti Ransel, Topi, Kacamata, tas jinjing, dsb… karena monyet monyet di Pulau Kembang sangat agresif terutama yang berukuran besar.

  • Jangan panik jika monyet monyet menghampiri kamu. Cobalah tetap tenang. Karena pada dasarnya monyet monyet Pulau Kembang bertingkah atraktif pada pengunjung.

  • Tetap jaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sudah terlalu banyak sampah plastik menumpuk di sekitar dan bagian dalam Pulau Kembang. Cintai lingkungan dan cintai diri kita sebagai manusia yang menjaga lingkungan. 

Rabu, 24 Desember 2014

EKSPLORASI KOTABARU - KALIMANTAN SELATAN



Landmark Water Front City Kotabaru - Kalimantan Selatan


…Kotabaru Gunungnya Bamega, …
    Bamega umbak menampur di sala karang
    Umbak manampur di sala karang
    Batamu lawanlah adinda
    Adinda iman di dada rasa melayang
    Iman di dada rasa melayang ….


Sepenggal bait lagu karya H. Anang Ardiansyah tersebut tentu familir di kalangan masyrakata luas. Terutama saya. Ya, itu adalah penggalan lagu ‘Paris Berantai’,  lagu daerah Kotabaru – Kalimantan Selatan.

Saya, Mba Donna, Mba Evi dan Halim sebagai Team telah menguatkan semangat jauh sebelum menempuh 12 jam perjalanan dari Loksado ke Kotabaru. Dari ujung barat ke ujung timur laut provinsi Kalimantan Selatan. Bagai ada daya tarik magis yang membawa kami berniat berlelah menelusuri jalan selama 12 jam untuk mendatangi sebuah kabupaten bernama Kotabaru.

Kotabaru yang merupakan salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Selatan ini merupakan salah satu kabupaten pertama dalam provinsi Kalimantan dahulu. Pada masa Hindia Belanda merupakan Afdeeling Pasir en de Tanah Boemboe dengan Ibukota Kota Baru. Kotabaru dengan luas 9.442.46 Km2 dan berpenduduk sebanyak 290.142 jiwa (data sensus penduduk 2010) dengan 15.961 jiwa penduduk berprofesi sebagai nelayan. – sumber . Wikipedia.com 
Akses ke Kotabaru selain jalur darat dan melakukan penyeberangan via Pelabuhan Samudera – Batulicin – kabupaten Tanah Bumbu menuju Pelabuhan Tanjung Serdang di Kotabaru dengan lama penyeberangan 30 menit, akses juga tersedia via udara dengan menaiki kapal KalStar Aviation  dari Bandara Syamsoedin Noor di Banjarmasin ke Bandara Gusti Syamsir Alam di Kotabaru.
Kabupaten Kotabaru yang memiliki Motto : Sa-ijaan (dalam bahasa banjar) berarti Semufakat, satu hati dan se-iya sekata ini  memiliki 110 pulau kecil, 31 diantaranya belum bernama beberapa pulau masuk dalam wilayah kecamatan yang ada dalam kabupaten Kotabaru.


Pagi itu, setelah merasa cukup istirahat di rumah Pak Iwan yang tak jauh dari pusat keramaian Kotabaru, kami langsung menuju lokasi acara tempat di laksanakannya hari puncak peringatan Hari Nusantara 2014. Di beberapa sudut ruas jalan utama tampak pengawalan ketat. Pengamanan ketat tentu saja di berlakukan jelang kehadiran Pemimpin nomor satu negeri ini. Sejak semalam ketika kami hadir persiapan itu telah terlihat. Nampak pula pembangunan infrastruktur penunjang dirampungkan kebut guna kehadiran Presiden dan petinggi petinggi negeri. 

Pengawalan ketat di setiap sudut jalan

Tiba di base camp Sekretariat tak jauh dari lokasi acara puncak Hari Nusantara pagi itu telah ramai. Tujuan kami adalah meminta kesediaan panitia memberi tanpa pengenal untuk peliputan selama acara berlangsung. Ada banyak pengunjung dari provinsi lain yang juga membutuhkan bantuan para panitia di gedung sekretariat tersebut. Sebenarnya, saya sejak dua minggu sebelumnya telah menjalin hubungan komunikasi via telepon dengan Sekretaris dari Kepala Dinas Pemuda Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata Kotabaru – pak Husein. Meski tidak begitu mendapat sambutan baik seperti perangkat pemda di Hulu Sungai Selatan dengan alasan sedang sibuk mengurusi Hari Nusantara. Tak apalah, kami berupaya sendiri. Meski ketika kami ke Sekretariat kala itu, kejelasan apakah kami bisa bertemu dengan Pak Husein lagi lagi tak ada titik terang, meski telah di teelpon. Bisa jadi pekerjaan beliau yang super padat menyangkut nama baik Kotabaru di hadapan Presiden dan tetamu super penting lainnya. Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan eksplorasi sendiri. Lupakan ID Card yang semula dirasa penting untuk dapat meliput acara akbar Hari Nusantara 2014. Terlebih ketika mba Evi mengungkapkan bahwa tak ada kepentingan mendesak dan sangat urgent antara kami ber-empat dengan event Hari Nusantara atau pak Presiden. Karena tujuan kami semula adalah niat eksplorasi keindahan object wisata di Kotabaru. Disambut baik oleh pihak Pemda setempat atau tidak itu bukan masalah bagi kami. Dengan sedikit kecewa atas tidak adanya tanggapan dari sosok sekretaris Dinas Pariwisata yang semestinya sebagai sekretaris bisa lebih informatif kami berlalu dari gedung sekretariat kepanitiaan Hari Nusantara dan bersiap menyusuri ragam keindahan Kotabaru.

Water Front City yang berfungsi sebagai Public Space

dua pohon yang mengganggu keutuhan kata 'SIRING LAUT KOTABARU' andai saja dua pohon itu ditebang.
Kami sebagai Team Eksplorasi - The Project



EKSPLORASI SINGKAT PENUH MAKNA

Kunjungan pertama kami tentu saja ke hamparan pameran yang di kemas dalam tajuk Hari Nusantara Expo. Sebagaimana layaknya sebuah pameran tentu saja ragam barang pamer yang ada di lokasi expo segalanya berbau teknologi dan keunggulan maritime tak hanya dari Kotabaru dan kabupaten di Kalimantan Selatan saja tapi juga seluruh bagian di Nusantara yang memiliki perairan. Tak jauh dari lokasi pameran ada iring-iringan tank baja yang kelak akan menjadi bagian dari pertunjukan dalam peringatan hari Nusantara 2014. Saya dan teman teman tentu tak mau melewatkan foto bersama dengan alat berat super canggih itu. Selain itu, kamipun sempat mengabadikan diri dengan landmark Kotabaru yang sangat menarik. Berupa landsape kata kata ‘SIRING LAUT KOTABARU’ di pinggir perairan, seperti tulisan LOSARI di Makasar. Sayang niat pembangunan Landmark terhalang oleh 2 pohon yang masih dibiarkan berada di depan tulisan sehingga mengganggu keutuhan tulisan yang menarik untuk diabadikan. Jika saja dua pohon itu di hilangkan keberadaannya tentu tulisan ‘SIRING LAUT KOTABARU’ yang tegak kokoh akan lebih menarik sebagai landmark water front city Kotabaru. Atau dua pohon itu adalah pohon keramat sehingga tidak bisa di hilangkan?, entahlah.

Vihara AN HWA TIAN

Kunjungan kami selnajutnya adalah pada sebuah Vihara AN HWA TIAN yang tampilan gedungnya sangat menarik tak jauh dari lokasi Siring Laut yang merupakan Water Front City Kotabaru. Beruntung pula kami di perkenankan masuk  untuk mengabadikan moment dan keindahan vihara oleh penjaga. Dari puncak Vihara pun terlihat jelas sebagain view Kotabaru dan keanggunan Gunung Bamega yang menjadi bagian dari lirik lagu daerah Kotabaru.

Pantai Gambatan


Hari mulai beranjak siang, kami langsung bergegas ingin mengetahui daya tarik wisata pantai yang ada di Kotabaru. Untuk urusan pantai, Kotabaru memiliki ragam keindahan. Sayang kami tak punya waktu banyak untuk mengunjunginya karena jadwal kunjungan yang padat. Tapi setidaknya keinginan kami untuk melihat pantai pantai terdekat yang dapat di akses dari Kotabaru siang itu. Pilihan wisata pantai kami adalah Sarang Tiung dimana menjadi tempat kunjungan para menteri dengan program peluncuran desa nelayan inovatif. Sebelum ke Pantai Sarang Tiung kami pun sempat berhenti sejenak di Pantai Gambatan dengan ombak tenang dan pasir nan landai plus barisan nyiur menambah sejuk suasana.  Rasa lapar melanda, dan kami terpikat pada beberapa ibu ibu di ruas jalan yang sedang memanggang ikar hasil tangkapan nelayan setempat. Bermula dari menghampiri akhirnya kami memesan makan siang di warung tak jauh dari posisi para ibu ibu membakar ikan. Sebelum santapan siang terhidang kami pun sempat melihat langsung hamparan kebun semangka dengan buah yang cukup banyak dan view perbukitan hijau yang menyejukkan mata.

Jenis Kapal Pengankut Penumpang dan Mobil dari batulicin ke Kotabaru


Meski rintik turun perlahan siang itu tak mengurungkan niat kami mengunjungi pantai Sarang Tiung yang memang di rekomendasikan warga untuk di kunjungi. Tak banyak yang bisa kami lakukan di pantai Sarang Tiuang karena hujan makin turun cukup deras siang itu. Dan kami memutuskan utnuk kembali ke home stay – rumah pak Iwan untuk mengemasi barang dan berencana kembali ke Banjarmasin dengan misi eksplorasi Banjarmasin keesokan hari. 
Saat menuju pulang ke Home Stay, secara tak sengaja kami menyinggahi tempat penangkaran ubur ubur di salah satu sudut rumah penduduk tak jauh dari lokasi home stay – pak Iwan. Sayang aktivitas kala itu sedang libur. Cukuplah kami mengabadikan lokasi yang sangat photogenic tersebut. Setelah berpamitan dan mengucapkan terima kasih pada pak Iwan dan keluarganya kami bergegas memacu kendarran menuju dermaga kapal penyeberangan ke Batulicin.

Udara sore yang tenang dengan sedikit mendung di Batulicin menghiasi perjalanan kami kembali ke Banjarmasin dengan lancar. Sore menjelang, kami tiba di pantai Pagatan tempat dimana kala malam kedatangan kami tersadar akan hamparan air laut karena cahaya kilat. Kami pun berhenti sejenak di warung sepanjang jalan pantai Pagatan yang menjajakan Jagung dan Pisang Bakar dan ragam panganan lainnya.

Sorgawi rasanya memandang laut tak bertepi dengan debur ombak di temani kopi panas dan jagung serta pisang bakar berbumbu dan cita rasa khas Banjarmasin. Cukuplah bagi saya mengendurkan ketegangan akibat nyetir sepanjang hari di pinggir pantai bersama ramainya pengunjung lain. Lupakan Handphone Low Battery. Meski Eksplorasi di Kotabaru tidak begitu berjalan baik tapi setidaknya telah mengobati rasa penasaran akan sebuah kabupaten bernama Kotabaru di Kalimantan Selatan. Secara potensi sungguh menarik untuk di datangi terlebih infrastruktur jalan telah jauh lebih baik dengan ragam tujuan wisata yang menarik. Jika kelak ada waktu, tentu Kotabaru – Kalimantan Selatan akan masuk dalam jadwal kunjungan saya.

Kamis, 18 Desember 2014

AYO BER-BAMBOO RAFTING DI LOKSADO.!

bamboo Rafting di Loksado

Akhirnya rasa penasaran saya untuk bamboo rafting di Loksado terobati. Setelah beberapa bulan lalu bersama Faden dan team Gagal Karena debit air yang sedikit akibat kemarau.

Siang Itu cuaca cukup cerah. Setelah menempuh satu jam perjalanan dari Kandangan - tempat kami bermalam ke Loksado ; Saya, Mba Donna, Mba Evi, Halim, Wahyu dan Nadi - Duta Wisata Hulu Sungai Selatan bersama Pak Zul dari Dinas Pariwisata Hulu Sungai Selatan membawa kami menikmati keindahan alam dan aliran sungai nan menantang dengan bamboo rafting. Beruntung pula Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Hulu Sungai Selatan - Pak Totok sangat welcoming atas kedatangan kami.

Di mulai dari sungai yang di sebut oleh warga Loksado sebagai labuhan awal untuk memulai rafting menuju aliran sungai kearah barat melalui ragam kebun, hutan, dan aneka tumbuhan sepanjang sungai lengkap dengan rumah warga di beberapa bagian.

Suasana semangat dan bahagia terlihat saat awal memulai rafting dengan sambutan volume air sungai yang menantang. Berhias bebatuan sungai beragam bentuk. Rute Rafting di Loksado terbilang cukup panjang. 
Sorak sorai bahagia saya dan team menghiasi perjalanan menyusuri sungai Amandit. Ada tiga rakit kala itu. Satu rakit di tempati oleh 2 orang plus seorang juru kemudi. 

Karena kala itu adalah moment perdana saya merasakan Bamboo Rafting tentu saya memastikan sang kemudi pandai berenang, karena saya tak pandai berenang terlebih Wahyu yang satu rakit dengan saya pun tak pandai berenang. Beruntung juru kemudi yang membawa rakit saya tak hanya pandai berenang tapi juga pandai mengemudikan rakit rakit nan ramping hasil dari bambu bambu pilihan. Sepanjang perjalanan mas Ahmadi - juru kemudi rakit yang saya tumpangi nampak dengan sigap menaklukkan gelombang air sungai diantara bebatuan beraneka bentuk. Tak kalah menarik ketika melihat air sungai nan jernih di beberapa bagian hingga bisa melihat bebatuan di dasar sungai.

Keindahan alam di sepanjang sungai Amandit 

Aktivitas anak anak warga sdi beberapa bagian sepanjang sungai Amandit 





Bamboo Rafting Loksado memang menjadi wisata unggulan di kabupaten Hulu Sungai Selatan. Tak heran jika gelaran Event Festival Loksado menjadi program andalan Pemerintah daerah setempat. Seolah menjadi daya pikat yang tak terbantahkan, kekayaan alam Loksado dan keramahtamahan penduduk setempat menjadikan Loksado sebagai objek wisata yang wajib di kunjungi wisatawan.
Contohnya, pada tahun 2011 - gelaran Event Bamboo Rafting sampai ke wilayah Kandangan dengan jumlah peserta sampai 125 orang. Ramainya peserta Bamboo Rafting bersanding erat dengan arus sungai yang menantang plus aksotisme alam Loksado menjadikan sebuah pertunjukan wisata air yang mempesona.

Tahun ini, Festival Loksado akan di laksanakan pada tanggal 26-28 Desember 2014. Bagi peserta yang berminat, Festival Loksado tak hanya tentang Bamboo Rafting tapi juga pesona seni budaya Dayak Meratus termasuk di dalam Event tahunan Pemerintah kabupaten Hulu Sungai Selatan tersebut. 

Tanpa terasa 3 jam Menyusuri Sungai amandit dari Loksado menuju Desa Ni'ih sebagai pemberhentian terakhir sungguh mengesankan. Dari suasana hujan terik hingga basah kuyub akibat hujan deras yang melanda pada sore hari.  Termasuk hal hal seru sepanjang ber-Bamboo Rafting bersama team. 

Bagi kamu yang menyukai tantangan wisata air ada baiknya mencoba Bamboo Rafting di Loksado - kabupaten Hulu Sungai Selatan - Kalimantan Selatan. Bergabunglah dengan Event Festival Loksado 2014 pada tanggal 26-28 Desember 2014. 
Untuk informasi lebih lanjut dapat hubungi Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan Contact Person Pak Zul - 081349496147 dan bersiap merasakan moment Bamboo Rafting yang tak akan terlupakan.

Kamis, 11 Desember 2014

MISI EKSPLORASI LOKSADO DIMULAI

Rinai hujan nampak serasi dengan suasana sejuk siang itu. Setelah dua jam perjalanan akhirnya bertemu dengan soul mate yang akan jadi partner in crime dalam ragam event dengan jadwal super padat.

Mba Evi, Halim, Mba Donna dan Saya as a TeamWork 



Mba Donna, Mba Evi dan Halim. Aaaahhhh rasanya lama tak bersua mereka. Pertemuan dalam Event Festival Teluk Semaka yang tak pernah terlupa. Dan kini kami dipertemukan dalam gelaran yang juga festival tahunan.

Wajah lelah memang menghinggapi perjalanan. Tapi semangat dan antusias kami menjadi bagian dalam perayaan khas daerah tentu jauh lebih memompa naluri petualangan. Karena kali ini, kami akan melakukan sejumlah rentetan acara yang tak hanya butuh keseriusan dalam me-report object wisata yang di kunjungi tetapi juga kesiapan stamina dalam mengikuti sejumlah jadwal acara.

Di mulai dari kunjungan kami di Loksado - Kabupaten Hulu Sungai Selatan - Kalimantan Selatan dengan misi menikmati arus sungai dalam tantangan Bamboo Rafting, menemui Suku Dayak Maratus dan Menikmati Air Terjun Ariam Anan. Saya sesungguhnya pernah ke ragam object tersebut. Tapi moment tak pernah sama meski object tetap sama. Terlebih bersama 3 partner yang super click dan ber-passion yang sama dengan saya.

Jamuan Makan Malam dari Pak Kadis dengan Menu Ketupat Kandangan nan Khas

Diajak mencicipi beragam kue kue khas Banjar dan suasana Malam Kandangan

Explore Loksado, adalah tajuk yang kami usung dalam kunjungan ke object wisata andalan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Setelah 2 hari Explore Loksado kami berpindah ke kabupaten Kota Baru dalam Event Peringatan Hari Nusantara yang akan di hadiri oleh Presiden dan beberapa menteri termasuk ibu Susi yang Nyentrik. Di Kota Baru naluri eksplorasi tetap kami lakukan di luar Event yang telah terjadwal tersebut, #ExploreKotaBaru hash tag kami gencarkan nantinya. Sehabis 3 hari di Kota Baru, kami akan bergabung di Perayaan Festival Budaya Pasar Terapung di pusat Kota Banjarmasin. Plus kunjungan ke object wisata menarik lainnya. Bismillah untuk 7 hari Kebersamaan dalam Misi menggali potensi Banua.

Terasa udara sejuk Kandangan - pusat pemerintahan Kabupaten Hulu Sungai Selatan menyambut kami dengan ragam keindahan sebuah kabupaten yang sarat akan nilai nilai islami. Siapkan trilyunan semangat terlebih sambutan yang sangat bersahabat dalam atmosfir kekeluargaan sangat terasa sejak bertemu Kepala Dinas dan Jajaran Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Sungguh sebuah sambutan yang tak pernah Saya bayangkan sebelumnya. Terasa mendapat Keluarga baru dalam babak awal perjalanan kami ber-4 dengan Misi eksplorasi sudut menarik di Kalimantan Selatan. Terima Kasih Tuhan untuk keindahan dan kelancaran serta kesehatan badan di hari pertama ini. Semoga tetap dalam karunia yang sama di hari selanjutnya.

Semangat.!!

Minggu, 07 Desember 2014

LEZATNYA HIDANGAN RUMAH MAKAN BERKAT


Suka dengan hidangan Ikan nan lezat ?.
Tak lengkap rasanya jika bertandang ke Manapun bagian dari Kalimantan Selatan tidak mencoba hidangan serba Ikan.


Makanan olahan Ikan memang ciri khas Kalimantan - mengingat seluruh bagian dari Pulau Kalimantan memiliki banyak  hamparan Sungai yang menghasilkan banyak jenis ikan.

Nah, salah satu kedai makan yang menyajikan hidangan olahan Ragam Ikan adalah Rumah Makan Berkat. Entah sudah berapa kali saya singgah di sini. Letak dari Rumah Makan Berkat sangat mudah di jumpai di Banjar Baru persis di pinggir jalan utama tak jauh dari Bandara - Banjarmasin - Kalimantan Selatan.  Bagi saya tak lengkap rasanya kunjungan ke Banjarmasin tak mampir memanjakan lidah di Rumah Makan Berkat. Beragam menu ikan bakar masak habang (ikan bakar bumbu merah) baik di goreng maupun di bakar ada di sini.  Ikan Baung, Patin, Haruan/Gabus, Nila,Gurame ada disini, dengan hidangan pelengkap berupa sambal khas Banjar dan ragam lalapan termasuk petai goreng bisa di temukan di sini. Jangan lupa Pesan pula Tumisan Jamur dan Kangkung yang punya cita rasa berbeda. Di jamin pengunjung akan suka dan yakin akan kembali lagi ke sini. 










Sebenarnya ada banyak jenis rumah makan yang menjajakan sajian olahan ikan di Banjarmasin. Tak hanya Rumah Makan Berkat saja. Jika di rumah makan lain justru akan di temukan variasi hidangan yang konon lebih tradisional lagi seperti tumisan pare dan jeroan ikan lalu ada sambal asam - sambal mentah yang di beri irisan mangga muda sebagai rasa asam nya.

Soal cita rasa, rumah makan Berkat dengan hidangan ikan sebagai andalan patut di coba. Di jamin Anda akan lahap menikmati ragam hidangannya.

Sabtu, 06 Desember 2014

NIKMATI RAGAM SAJIAN BAKSO BANJAR




Anda suka makan Bakso.? 
Saya yakin, Jawaban mayoritas masyarakat Indonesia, tentu suka.

Bakso telah menjadi bagian Kuliner khas negeri ini sejak lama. Bakso pada umum nya merupakan olahan dari daging sapi giling dengan tambahan tepung terigu dan ragam bumbu penyedap hingga menjadikan rasa dan tekstur yang khas daging sapi pada bakso. 

Karena bakso adalah jenis panganan yang familier di Indonesia, tak ada salahnya kali ini saya bercerita tentang ragam sajian dan cita rasa Bakso di Banjarmasin. Pada umum nya cita rasa bakso di seluruh bagian kota di Indonesia nyaris sama. Tapi di Banjarmasin, jika kita mendatangi kedai kedai Bakso ada sebuah sajian yang menarik.




Sajian Bakso di Banjarmasin tak hanya soal bakso bulat dan bihun dengan kuah bakso nan khas saja tapi kamu akan temui sajikan bakso dengan ceker, sayap atau bahkan tulang belulang Ayam. Bahkan di beberapa kedai, Bakso juga di lengkapi dengan tetelan sapi - sesuai permintaan pengunjung.
Selain itu, jenis bihun bakso di Banjarmasin mayoritas bihun berwarna biru muda. Juga ada tambahan irisan Kol halus dan sawi sebagai sayuran pelengkapnya. 
Penasaran dengan cita rasa Bakso Banjar?, Luangkan waktu untuk mencicipi saat berkunjung ke Kalimantan Selatan.

Jumat, 05 Desember 2014

BINUANG ; DAYA TARIK SEBUAH KECAMATAN


Gapura Selamat Datang - menyambut Anda memasuki kabupaten TAPIN dengan kecamatan pertama yang dilalui ; BINUANG


Pernah dengar kata ‘Binuang’?, jika belum, jangan terburu mengartikan Binuang sebagai nama tumbuhan, makanan, minuman atau jenis barang bermerek. Bukan itu.  Binuang adalah salah satu kecamatan di kabupaten Tapin – Kalimantan Selatan.  Meski bergelar Kecamatan, tetapi wilayah Binuang tercatat sebagai kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak di kabupaten Tapin.  Binuang juga adalah kecamatan pertama yang akan di lalui jika hendak ke kabupaten tapin. Memasuki  Binuang kita akan di sambut oleh Gapura selamat dating yang khas dan nuansa islami yang kuat. Seperti nuansa Binuang yang juga masih memegang teguh tradisi muslim. Di Kecamatan inilah saya menemukan banyak keunggulan Binuang meski hanya sebuah kecamatan. Di sekitar Binuang – tepatnya di wilayah kabupaten bajar terdapat banyak objek wisata menarik yang semuanya bernuansa alam.  Di Binuang sendiri ada banyak perbukitan yang sangat menarik, beberapa di antaranya terdapat danau yang terjadi akibat penambangan batubara yang kemudian dijadikan lokasi bersantai para warga setempat. Selain itu suasana ramai Binuang tak kalah dengan Rantau – Ibukota kabupaten Tapin. Jarak tempuh dari Binuang ke pusat kota Banjarmasin 3 jam dan  cukup 30 menit saja ke  pusat kabupaten – Tapin. Di Binuang juga banyak juga pengusaha batu bara. Jika melewati jalan utama akan terlihat rumah rumah megah yang tak biasa dengan gaya bangunan romawi modern lengkap dengan pohon kurma sebagai tanaman dipekarangan nan luas. Itu adalah rumah rumah para pengusaha batu bara. Nama mereka sangat tersohor bukan hanya di dalam kecamatan Binuang tetapi se-antero Kalimantan Selatan.

Binuang pula memiliki pasar tradisional yang menarik, karena sebagai kecamatan yang dekat ke bagian kecamatan lain dalam kabupaten Tapin, Binuang menjadi central banyak panganan khas Banjar. Sebut saja ketupat Kandangan yang asli Kandangan pun ada di jual di warung warung makan di Binuang. Belum lagi beragam wadai (kue) khas Banjar mudah sekali dijumpai di penjaja kue kue tradisional.


gelaran skala International yang di gelar di Sirkuit BALIPAT  photo by. https://otomaxonline.wordpress.com/2011/11/21/indoprix-2011-sirkuit-balipat-binuang-kalsel/

Yang membanggakan, di Binuang terdapat sirkuit berskala International – Sirkuit Balipat namanya. Beragam perhelatan balapan tingkat provinsi, nasional maupun internasional kerap di gelar di sirkuit yang panjang  lintasan sirkuit mencapai 1,85 km menjadikan sirkuit Balipat  sebagai sirkuit terbaik nomor 2 se-indonesia setelah sirkuit Sentul.  Kegemaran warga Binuang pada olah raga emang terlihat jelas. Banyaknya sarana dan prasarana penunjang olah raga mulai dari lapangan tenis yang memadai. Gelanggang Olah Raga yang sangat baik dan selalu di penuhi ragam kegiatan olah raga. Bahkan pembinaan atlet pun ada di Binuang. 

Potensi Wisata Alam yang menarik di Binuang.


Karena kelebihan kelebihan tersebutlah  saya sangat merasa nyaman tinggal di Binuang. Meski kecamatan tetapi ragam fasilitas olah raga sangat menunjang disini. Terlebih saya merasakan suasana kekeluargaan, aman dan makanan yang menyenangkan – penting.!
Scroll To Top